25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berdialog dengan Harimau | Cerpen Depri Ajopan

Depri Ajopan by Depri Ajopan
August 10, 2025
in Cerpen
Berdialog dengan Harimau | Cerpen Depri Ajopan

Ilustrasi tatkala.co

“Heh, Profesor Syarif!” Seekor binatang datang menghadapku, suaranya menyerupai bentakan. Ia menggerak-gerakkan ekornya di depanku menunjukkan keangkuhan. Dia memanggilku profesor, mungkin sebagai penghormatan untukku yang ingin mendapat gelar itu, dan sudah mengejar-ngejarnya seperti lari anjing mengong-gong, tapi masih gagal. Senangnya hatiku ini mendengar ia memanggilku seperti itu, kata-katanya yang meluncur itu, aku anggap sebuah pujian untukku. Di sini ada hal yang aneh kutemukan, tiba-tiba rambutku  memutih, umurku genap mencapai 63 tahun, seumuran dengan nabi waktu beliau tutup usia. Aku memakai jas yang terbuat dari sutra, lengkap dengan dasinya, terasa lembut di kulitku. Sepatuku warna hitam, tumitnya tinggi sekali, seolah aku dipandang orang penting di sini, bahkan orang nomor satu. Kacamata yang  kukenakan  tembus  pandang, harganya   menembus   langit    ketujuh.

“Ada   perlu   apa   kau   datang   menghadapku   wahai binatang jelek!“ Aku geram, sedikitpun aku tidak merasa takut pada binatang macan loreng itu. Seandainya diajak bertarung, aku siap. Ilmu silat yang kutuntut bertahun-tahun selama di pesantren pada lebih sepuluh guru, belum tentu bisa ia taklukkan walaupun ia si raja hutan.

“Kau jangan marah dulu  padaku, Pak Prof. Aku tidak bermaksud jahat datang menemuimu. Aku tidak ingin makan dagingmu yang tidak enak itu, sadarlah badanmu sudah keriputan, tanah sudah berkali-kali memanggilmu, sebentar lagi   mungkin kau akan tamat!” Taring-taringnya   menyeringai,   dia   memancing   emosiku,   aku   mendorongnya   menggunakan kekuatan   penuh,   sejengkalpun   badannya   tak   bergeser,   aku   mengaku   kalah, dan baru sadar tak sepadan dengannya kalau adu fisik. Tidak ada artinya ilmu silatku di depannya. Sekarang aku mendekatkan wajahku ke wajahnya yang mengerikan itu, siap adu argumen dengannya yang tidak punya akal sehat.

“Katakan, apa makasudmu datang ke mari binatang keparat?” Aku yang sinis     menatapnya   dengan pandangan   tajam,   mataku memerah.

“Aku diutus Nabi Sulaiman menemuimu.”

“Untuk apa?”

“Untuk suatu keperluan.”

“Keperluan apa? Cepat, tidak usah berbelit-belit.”

Pelan-pelan dia ingin mengutarakan maksudnya terpatah-patah, sepertinya ada suatu hal yang sulit dia ungkapkan di depanku, seperti tak enak hati kelihatannya. Apa dia punya hati nurani juga sepertiku?  

“Memangnya ada perlu apa sampai kau diutus Nabi yang kekayaannya seperti lingkaran itu?” Aku tak sabar lagi, buang-buang waktu saja ngobrol dengan binatang tak berotak itu, batinku terus menjerit-jerit.

“Kami bangsa binatang merasa keberatan sekali, kalau ada bangsa manusia berperilaku bejat lalu diumpakan seperti binatang, apapun jenisnya!” Mulutnya yang tadi menganga tertutup rapat. Kepalanya tertunduk,   matanya   mengerjap-ngerjap, sambil ia menjilat-jilat kulitnya seperti kucing,   kemudian   dia bangkit  dari   tempat   duduknya semula,   bicara   lebih   berhati-hati   penuh   keseriusan.  

“Maafkan   aku   Pak Prof.   Aku   tidak bermaksud  menghina  bangsa  manusia.   Memang   manusia   itu   kadang-kadang   lebih   bejat   dari binatang, itulah kenyataan yang ada!” Dia datang menghampiriku lebih dekat lagi, seolah dia ingin mendekapku. Mungkin dia bermaksud menurunkan darah tinggiku yang terus naik, dia tahu aku lagi marah, ucapannya yang tajam merobek-robek jantungku. Dia takut seluruh dagingnya kucincang halus di sini.  

“Coba jelaskan, apa alasanmu sampai kau berani berkata kasar seperti itu binatang kurangajar!”  Dia menjilat-jilat lagi bulunya dengan ujung lidahnya yang panjang dan kesat, sedikitpun dia tak ada marah sepertiku. Dia lebih hebat menahan emosi dari pada aku seorang manusia yang diberi otak dan pikiran cerdas, juga sudah berpendidikan, tapi mudah memperturutkan rasa marah. Ya, harus gimana lagi, aku terlanjur sakit hati mendengar kata-katanya.

“Apa kau tidak tahu yang tertulis dalam kitab sucimu? Kau buka saja surat A-Furqan ayat 44, di sana Tuhan berfirman, mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat.”  Kepalaku berpaling arah ingin menyembunyikan wajah asliku, aku merasa malu sekali. Alasan yang dia utarakan  tepat sekali, tidak  bisa dibantah  dan diganggu  gugat setitikpun, apa lagi  dihapus dan  dirubah tangan kotor manusia, keasliannya terjamin, dan yang menjamin  itu penguasa  jagat raya ini. Ia takkan pernah runtuh dan rapuh, sampai gunung terbatuk-batuk, manusia beterbangan seperti debu.

“Terus, alasanku yang kedua!” Dia melanjutkan tanpa ada perintah dariku, hatiku semakin remuk, merasa sebagai   seorang   manusia   yang   mulia,   kini   harga   diriku   diinjak-injak   seekor   binatang yang selama ini aku pandang rendah karena tidak punya kepribadian.

“Kehidupan binatang, mana ada ditemukan seorang ibu tega membunuh anaknya setelah ia lahirkan. Kehidupan manusia, sebelum lahir pun sudah dibunuhnya. Begitu banyak perempuan yang sengaja menggugurkan kandungannya karena takut hamil di luar nikah, dan banyak juga  anak yang lahir, dia tidak tahu harus ke mana memanggil Ibu dan kepada siapa tempat memanggil Bapak. Begitu dia terlahir ke dunia dibuang oleh ibu kandung sendiri ke tong sampah, memang kejam makhluk yang bernama manusia itu.”

Baru pertama kali ini aku diceramahi seekor binatang. Ternyata sudah serendah ini kehidupanku yang berpendidikan tinggi. Hatiku yang mendidih kuraba-raba bermaksud mendinginkannya. Aku memilih  mundur ke belakang, melangkah pelan-pelan ingin menyembunyikan wajah asliku yang malu, aku pura-pura tidak mendengar ocehannya. Dan ia tidak bisa diam, kata-kata yang berhamburan ke luar deras dari mulutnya bercampur ludah terus melukaiku.

“Selanjutnya bangsa binatang sebejat apapun dia, tidak ada kau temukan jantan   suka  sama   jantan, sampai mereka  melakukan hubungan intim.   Bangsa   manusia,  berapa   banyak   laki-laki   yang melakukan   homo   seksual,   dan   perempuan   lesbian, suka sesame jenis.   Ternyata   umat   Nabi   Lut   masih   betebaran dan berjelaga di muka bumi ini.”

Dia menarik nafas sejenak, aku ingin memotong pembicaraannya bermaksud menantang,  tapi   aku   tak   tahu   harus   bilang   apa   lagi. Apa   yang dikatakannya   itu   semua   memang   benar.   Begaimana   mungkin   aku   bisa   mengalahkan   suatu kebenaran, meskipun yang mengucapkannya seekor binatang, memiliki taring yang tajam, dan ia terus menyeringai. Aku tak peduli siapa dia, yang penting apa yang mengalir dari mulutnya itu memang benar, dan aku harus memetik kalam hikmah itu, dan takbisa membantahnya sedikit pun.

“Terakhir, kami bangsa binatang kalau urusan perut sudah kenyang, kami tidak neko-neko lagi.” Aku   benar-benar   bungkam, mulutku serasa terkunci.

“Manusia, walaupun perutnya sudah kenyang, ia masih korupsi.”

Aku berlari kencang, sengaja menjauh dari binatang itu. Aku tidak takut dikejarnya, dan dijadikannya aku santapan, tapi aku takut ia datang merepet lagi di depanku membuat mulutku bungkam.

“Heh….heh….heh….Syarif   bangun,   kita   ada   kuliah, jangan sampai telat. Ini dosennya galak lo, profesor itu.” Kawanku Taher yang berwajah lonjong itu membangunkanku. Aku yang lemas duduk di atas ranjang, mengucek-ucek mata, sambil menguap lebar menutup mulut. [T]

Penulis: Depri Ajopan
Editor: Made Adnyana Ole

  • KLIK untuk BACA cerpen lain
Janda yang Ditinggal Mati Suaminya | Cerpen Depri Ajopan
Aku Ingin Dia Berubah | Cerpen Depri Ajopan
Lelaki Dalam Kamar Pacarnya  | Cerpen Depri Ajopan
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerpen, Seberapapun Fiksinya Tetap Harus Logis | Dari MTN Asah Bakat Penulisan Cerpen Bersama Juli Sastrawan

Next Post

Tampakan Buda Kecapi dari Tiga Seniman dalam Pameran Seni Rupa di Singaraja Literary Festival 2025

Depri Ajopan

Depri Ajopan

Menyelesaikan S-1 Prodi Sastra Indonesia di UNP. Sudah menulis beberapa karya fiksi dan sudah diterbitkan. Cerpennya pernah dimuat di beberapa media cetak dan online. Sekarang penulis aktif di Komunitas Suku Seni Riau.

Related Posts

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
April 10, 2026
0
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

- Katakan dia akan hidup lagi! - Dia sudah mati! - Dia akan hidup! Bangunkan dia. - Jangan, jangan, dia...

Read moreDetails

Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

by I Nyoman Sutarjana
April 5, 2026
0
Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha...

Read moreDetails

Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
April 4, 2026
0
Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

SETIAP tahun, orang-orang kota mendadak berubah menjadi makhluk spiritual. Mereka yang biasanya mengeluh soal panas, debu, tetangga berisik, dan harga...

Read moreDetails

Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

by Gede Aries Pidrawan
March 28, 2026
0
Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

LUH Sunari merasa tubuhnya berat. Semua yang tampak di sekelilingnya hitam. Pekat. Saat itulah sebuah bayang mendekat. Bayangan itu begitu...

Read moreDetails

Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
March 27, 2026
0
Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

AKU menatap layar laptop yang kosong. Luas, sunyi, dan membuat kepala terasa berdenyut. Kursor berkedip di pojok kiri atas dokumen,...

Read moreDetails

Umpan | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
March 22, 2026
0
Umpan | Cerpen Putri Harya

Aku tidak merasa melanggar norma. Aku juga tidak sedang melakukan dosa. Aku hanya mengusahakan takdirku dengan meniru apa yang sering...

Read moreDetails

Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
March 21, 2026
0
Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

DI kepalaku masih terngiang-ngiang oleh frasa nomina sayur bening dan lele goreng yang keluar dari mulut Darmuji. Sepertinya, itu merupakan...

Read moreDetails

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
March 15, 2026
0
Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di ujung timur Jawa, ada sebuah kota kecil bernama Karengan, tempat yang seperti berhenti pada usia tuanya. Jalanan sempit berlapis...

Read moreDetails
Next Post
Tampakan Buda Kecapi dari Tiga Seniman dalam Pameran Seni Rupa di Singaraja Literary Festival 2025

Tampakan Buda Kecapi dari Tiga Seniman dalam Pameran Seni Rupa di Singaraja Literary Festival 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co