4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

Kadek Agus Yoga Dwipranata by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
in Esai
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

Sekaa Teruna

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka hidup di era yang menuntut kemampuan akademik, kompetensi profesional, serta daya saing yang tinggi dalam dunia kerja. Namun di sisi lain, mereka juga memikul tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai budaya Bali yang diwariskan oleh leluhur. Kondisi ini sering kali menempatkan generasi muda pada persimpangan antara tuntutan modernitas dan kewajiban adat yang tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Bali.

Salah satu nilai yang masih mengakar kuat dalam masyarakat Bali adalah budaya ngayah. Ngayah bukan sekadar bekerja tanpa upah atau membantu dalam kegiatan adat dan keagamaan. Lebih dari itu, ngayah merupakan wujud pengabdian yang lahir dari kesadaran kolektif untuk menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Dalam filosofi Bali, ngayah mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sosial maupun spiritual. Melalui ngayah, seseorang belajar bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada kepentingan pribadi. Ada nilai solidaritas yang mengajarkan pentingnya hadir dan berkontribusi bagi masyarakat. Nilai inilah yang selama berabad-abad menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat Bali dan menjadikan hubungan sosial antar warga tetap terjaga.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Sekaa Teruna memiliki posisi yang sangat strategis. Sekaa Teruna bukan hanya organisasi kepemudaan di bawah naungan desa adat yang mengumpulkan anak-anak muda dalam satu wadah sosial. Lebih dari itu, Sekaa Teruna merupakan ruang pembelajaran sosial yang menjadi pondasi tumbuhnya semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap adat serta budaya. Di tengah meningkatnya individualisme akibat perkembangan teknologi dan media sosial, Sekaa Teruna menjadi benteng yang menjaga semangat kebersamaan generasi muda di Bali.

Melalui berbagai kegiatan sosial, seni, budaya, olahraga, hingga keagamaan, anggota Sekaa Teruna diajarkan untuk bekerja bersama, menyelesaikan persoalan secara kolektif, dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekitarnya. Di sinilah nilai-nilai adat tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh lagi, Sekaa Teruna juga merupakan wadah kaderisasi kepemimpinan yang sangat penting. Banyak generasi muda pertama kali belajar memimpin bukan di ruang kelas, melainkan melalui organisasi ini mereka belajar menyusun program kerja, mengelola kegiatan, mengatur anggaran, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga menyelesaikan konflik yang muncul dalam organisasi. Proses tersebut membentuk karakter, kedewasaan, dan kemampuan mengambil keputusan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia profesional.

Anggota sekaa teruna sedang ngayah di sebuah desa

Seorang dosen dan akademisi dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag., menyebutkan Sekaa Teruna memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda Bali. Beliau menilai bahwa organisasi kepemudaan adat bukan hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan sosial dan budaya, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang efektif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, manajemen organisasi, serta pengambilan keputusan.

Melalui keterlibatan aktif dalam Sekaa Teruna, generasi muda belajar memahami nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Oleh karena itu, keberadaan Sekaa Teruna perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan adat sekaligus mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan Bali.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Sekaa Teruna adalah sekolah pendidikan kepemimpinan non formal bagi generasi muda Bali. Banyak tokoh masyarakat, pemimpin adat, maupun profesional yang hari ini berkiprah di berbagai bidang, memulai proses pembelajarannya dari organisasi kepemudaan di tingkat banjar dan desa adat. Pengalaman yang diperoleh melalui organisasi ini sering kali tidak dapat ditemukan dalam pendidikan formal karena lahir dari praktik langsung di tengah masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda Bali saat ini semakin kompleks.

Tuntutan pendidikan dan dunia kerja yang kompetitif sering kali menyita waktu dan energi. Banyak anak muda harus bekerja di sektor pariwisata, pemerintahan, swasta, atau bahkan merantau ke luar daerah untuk mengejar peluang karier yang lebih baik. Di saat yang bersamaan, mereka tetap diharapkan hadir dalam kegiatan adat, rapat organisasi, maupun berbagai kegiatan ngayah di lingkungan desa adat.

Kondisi ini kerap menimbulkan dilema. Tidak sedikit generasi muda yang merasa terjebak antara kewajiban profesional dan tanggung jawab sosial. Sebagian bahkan mulai memandang kegiatan adat sebagai beban tambahan yang menghambat produktivitas. Pandangan ini perlu disikapi secara bijaksana, karena sesungguhnya nilai-nilai yang diperoleh melalui ngayah dan Sekaa Teruna justru menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja modern. Kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mengelola konflik, membangun relasi, dan memimpin tim merupakan keterampilan yang sangat dicari dalam dunia profesional saat ini. Semua kemampuan tersebut tumbuh secara alami melalui pengalaman berorganisasi dan pengabdian di masyarakat. Dengan kata lain keterlibatan dalam Sekaa Teruna dan kegiatan ngayah bukanlah hambatan bagi karier, melainkan investasi karakter dan kepemimpinan yang bernilai jangka panjang.

Oleh karena itu, tantangan terbesar bukanlah memilih antara adat dan karier, melainkan menemukan titik keseimbangan di antara keduanya. Generasi muda Bali perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Di sisi lain, desa adat, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan dunia usaha juga perlu membangun pemahaman bersama agar tercipta ruang yang memungkinkan generasi muda tetap berpartisipasi dalam kehidupan adat tanpa harus mengorbankan masa depan profesional mereka.

Pada akhirnya, ngayah, karier, dan Sekaa Teruna bukanlah tiga hal yang saling bertentangan. Ketiganya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan. Sekaa Teruna akan terus menjadi sekolah kehidupan yang membentuk karakter, menanamkan nilai gotong royong, dan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan. Dari semangat ngayah yang diwariskan secara turun-temurun, generasi muda Bali tidak hanya belajar mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar menjadi pemimpin yang berintegritas.

Dengan demikian, Bali dapat terus menjaga jati dirinya di tengah perubahan zaman sekaligus melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa melupakan akar budayanya. [T]

Tags: anak mudabaligenerasi mudasekaa teruna
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Next Post

Cukup Telulas?

Kadek Agus Yoga Dwipranata

Kadek Agus Yoga Dwipranata

Kadek Agus Yoga Dwipranata, S.M., M.M. lahir di Tabanan pada tanggal 21 Oktober 1998. Saat ini, penulis merupakan Guru tetap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Selain itu, penulis juga mengabdi sebagai Dosen tidak tetap pada Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Dharma Duta, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, serta di Program Studi Manajemen Ekonomi, Fakultas Dharma Duta, Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Penulis menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) pada Program Studi Manajemen di Universitas Warmadewa Denpasar (2016-2020), dan melanjutkan studi magister (S2) pada Program Studi Magister Manajemen di Universitas Hindu Indonesia Denpasar (2020-2022).

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Cukup Telulas?

Cukup Telulas?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co