15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

Kadek Agus Yoga Dwipranata by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
in Esai
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

Sekaa Teruna

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka hidup di era yang menuntut kemampuan akademik, kompetensi profesional, serta daya saing yang tinggi dalam dunia kerja. Namun di sisi lain, mereka juga memikul tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai budaya Bali yang diwariskan oleh leluhur. Kondisi ini sering kali menempatkan generasi muda pada persimpangan antara tuntutan modernitas dan kewajiban adat yang tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Bali.

Salah satu nilai yang masih mengakar kuat dalam masyarakat Bali adalah budaya ngayah. Ngayah bukan sekadar bekerja tanpa upah atau membantu dalam kegiatan adat dan keagamaan. Lebih dari itu, ngayah merupakan wujud pengabdian yang lahir dari kesadaran kolektif untuk menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Dalam filosofi Bali, ngayah mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sosial maupun spiritual. Melalui ngayah, seseorang belajar bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada kepentingan pribadi. Ada nilai solidaritas yang mengajarkan pentingnya hadir dan berkontribusi bagi masyarakat. Nilai inilah yang selama berabad-abad menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat Bali dan menjadikan hubungan sosial antar warga tetap terjaga.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Sekaa Teruna memiliki posisi yang sangat strategis. Sekaa Teruna bukan hanya organisasi kepemudaan di bawah naungan desa adat yang mengumpulkan anak-anak muda dalam satu wadah sosial. Lebih dari itu, Sekaa Teruna merupakan ruang pembelajaran sosial yang menjadi pondasi tumbuhnya semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap adat serta budaya. Di tengah meningkatnya individualisme akibat perkembangan teknologi dan media sosial, Sekaa Teruna menjadi benteng yang menjaga semangat kebersamaan generasi muda di Bali.

Melalui berbagai kegiatan sosial, seni, budaya, olahraga, hingga keagamaan, anggota Sekaa Teruna diajarkan untuk bekerja bersama, menyelesaikan persoalan secara kolektif, dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekitarnya. Di sinilah nilai-nilai adat tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh lagi, Sekaa Teruna juga merupakan wadah kaderisasi kepemimpinan yang sangat penting. Banyak generasi muda pertama kali belajar memimpin bukan di ruang kelas, melainkan melalui organisasi ini mereka belajar menyusun program kerja, mengelola kegiatan, mengatur anggaran, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga menyelesaikan konflik yang muncul dalam organisasi. Proses tersebut membentuk karakter, kedewasaan, dan kemampuan mengambil keputusan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia profesional.

Anggota sekaa teruna sedang ngayah di sebuah desa

Seorang dosen dan akademisi dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag., menyebutkan Sekaa Teruna memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda Bali. Beliau menilai bahwa organisasi kepemudaan adat bukan hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan sosial dan budaya, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang efektif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, manajemen organisasi, serta pengambilan keputusan.

Melalui keterlibatan aktif dalam Sekaa Teruna, generasi muda belajar memahami nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Oleh karena itu, keberadaan Sekaa Teruna perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan adat sekaligus mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan Bali.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Sekaa Teruna adalah sekolah pendidikan kepemimpinan non formal bagi generasi muda Bali. Banyak tokoh masyarakat, pemimpin adat, maupun profesional yang hari ini berkiprah di berbagai bidang, memulai proses pembelajarannya dari organisasi kepemudaan di tingkat banjar dan desa adat. Pengalaman yang diperoleh melalui organisasi ini sering kali tidak dapat ditemukan dalam pendidikan formal karena lahir dari praktik langsung di tengah masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda Bali saat ini semakin kompleks.

Tuntutan pendidikan dan dunia kerja yang kompetitif sering kali menyita waktu dan energi. Banyak anak muda harus bekerja di sektor pariwisata, pemerintahan, swasta, atau bahkan merantau ke luar daerah untuk mengejar peluang karier yang lebih baik. Di saat yang bersamaan, mereka tetap diharapkan hadir dalam kegiatan adat, rapat organisasi, maupun berbagai kegiatan ngayah di lingkungan desa adat.

Kondisi ini kerap menimbulkan dilema. Tidak sedikit generasi muda yang merasa terjebak antara kewajiban profesional dan tanggung jawab sosial. Sebagian bahkan mulai memandang kegiatan adat sebagai beban tambahan yang menghambat produktivitas. Pandangan ini perlu disikapi secara bijaksana, karena sesungguhnya nilai-nilai yang diperoleh melalui ngayah dan Sekaa Teruna justru menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja modern. Kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mengelola konflik, membangun relasi, dan memimpin tim merupakan keterampilan yang sangat dicari dalam dunia profesional saat ini. Semua kemampuan tersebut tumbuh secara alami melalui pengalaman berorganisasi dan pengabdian di masyarakat. Dengan kata lain keterlibatan dalam Sekaa Teruna dan kegiatan ngayah bukanlah hambatan bagi karier, melainkan investasi karakter dan kepemimpinan yang bernilai jangka panjang.

Oleh karena itu, tantangan terbesar bukanlah memilih antara adat dan karier, melainkan menemukan titik keseimbangan di antara keduanya. Generasi muda Bali perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Di sisi lain, desa adat, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan dunia usaha juga perlu membangun pemahaman bersama agar tercipta ruang yang memungkinkan generasi muda tetap berpartisipasi dalam kehidupan adat tanpa harus mengorbankan masa depan profesional mereka.

Pada akhirnya, ngayah, karier, dan Sekaa Teruna bukanlah tiga hal yang saling bertentangan. Ketiganya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan. Sekaa Teruna akan terus menjadi sekolah kehidupan yang membentuk karakter, menanamkan nilai gotong royong, dan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan. Dari semangat ngayah yang diwariskan secara turun-temurun, generasi muda Bali tidak hanya belajar mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar menjadi pemimpin yang berintegritas.

Dengan demikian, Bali dapat terus menjaga jati dirinya di tengah perubahan zaman sekaligus melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa melupakan akar budayanya. [T]

Tags: anak mudabaligenerasi mudasekaa teruna
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Next Post

Cukup Telulas?

Kadek Agus Yoga Dwipranata

Kadek Agus Yoga Dwipranata

Kadek Agus Yoga Dwipranata, S.M., M.M. lahir di Tabanan pada tanggal 21 Oktober 1998. Saat ini, penulis merupakan Guru tetap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Selain itu, penulis juga mengabdi sebagai Dosen tidak tetap pada Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Dharma Duta, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, serta di Program Studi Manajemen Ekonomi, Fakultas Dharma Duta, Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Penulis menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) pada Program Studi Manajemen di Universitas Warmadewa Denpasar (2016-2020), dan melanjutkan studi magister (S2) pada Program Studi Magister Manajemen di Universitas Hindu Indonesia Denpasar (2020-2022).

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Cukup Telulas?

Cukup Telulas?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co