14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

Kadek Agus Yoga Dwipranata by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
in Esai
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

Sekaa Teruna

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka hidup di era yang menuntut kemampuan akademik, kompetensi profesional, serta daya saing yang tinggi dalam dunia kerja. Namun di sisi lain, mereka juga memikul tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai budaya Bali yang diwariskan oleh leluhur. Kondisi ini sering kali menempatkan generasi muda pada persimpangan antara tuntutan modernitas dan kewajiban adat yang tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Bali.

Salah satu nilai yang masih mengakar kuat dalam masyarakat Bali adalah budaya ngayah. Ngayah bukan sekadar bekerja tanpa upah atau membantu dalam kegiatan adat dan keagamaan. Lebih dari itu, ngayah merupakan wujud pengabdian yang lahir dari kesadaran kolektif untuk menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Dalam filosofi Bali, ngayah mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sosial maupun spiritual. Melalui ngayah, seseorang belajar bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada kepentingan pribadi. Ada nilai solidaritas yang mengajarkan pentingnya hadir dan berkontribusi bagi masyarakat. Nilai inilah yang selama berabad-abad menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat Bali dan menjadikan hubungan sosial antar warga tetap terjaga.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Sekaa Teruna memiliki posisi yang sangat strategis. Sekaa Teruna bukan hanya organisasi kepemudaan di bawah naungan desa adat yang mengumpulkan anak-anak muda dalam satu wadah sosial. Lebih dari itu, Sekaa Teruna merupakan ruang pembelajaran sosial yang menjadi pondasi tumbuhnya semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap adat serta budaya. Di tengah meningkatnya individualisme akibat perkembangan teknologi dan media sosial, Sekaa Teruna menjadi benteng yang menjaga semangat kebersamaan generasi muda di Bali.

Melalui berbagai kegiatan sosial, seni, budaya, olahraga, hingga keagamaan, anggota Sekaa Teruna diajarkan untuk bekerja bersama, menyelesaikan persoalan secara kolektif, dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekitarnya. Di sinilah nilai-nilai adat tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh lagi, Sekaa Teruna juga merupakan wadah kaderisasi kepemimpinan yang sangat penting. Banyak generasi muda pertama kali belajar memimpin bukan di ruang kelas, melainkan melalui organisasi ini mereka belajar menyusun program kerja, mengelola kegiatan, mengatur anggaran, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga menyelesaikan konflik yang muncul dalam organisasi. Proses tersebut membentuk karakter, kedewasaan, dan kemampuan mengambil keputusan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia profesional.

Anggota sekaa teruna sedang ngayah di sebuah desa

Seorang dosen dan akademisi dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag., menyebutkan Sekaa Teruna memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda Bali. Beliau menilai bahwa organisasi kepemudaan adat bukan hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan sosial dan budaya, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang efektif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, manajemen organisasi, serta pengambilan keputusan.

Melalui keterlibatan aktif dalam Sekaa Teruna, generasi muda belajar memahami nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Oleh karena itu, keberadaan Sekaa Teruna perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan adat sekaligus mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan Bali.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Sekaa Teruna adalah sekolah pendidikan kepemimpinan non formal bagi generasi muda Bali. Banyak tokoh masyarakat, pemimpin adat, maupun profesional yang hari ini berkiprah di berbagai bidang, memulai proses pembelajarannya dari organisasi kepemudaan di tingkat banjar dan desa adat. Pengalaman yang diperoleh melalui organisasi ini sering kali tidak dapat ditemukan dalam pendidikan formal karena lahir dari praktik langsung di tengah masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda Bali saat ini semakin kompleks.

Tuntutan pendidikan dan dunia kerja yang kompetitif sering kali menyita waktu dan energi. Banyak anak muda harus bekerja di sektor pariwisata, pemerintahan, swasta, atau bahkan merantau ke luar daerah untuk mengejar peluang karier yang lebih baik. Di saat yang bersamaan, mereka tetap diharapkan hadir dalam kegiatan adat, rapat organisasi, maupun berbagai kegiatan ngayah di lingkungan desa adat.

Kondisi ini kerap menimbulkan dilema. Tidak sedikit generasi muda yang merasa terjebak antara kewajiban profesional dan tanggung jawab sosial. Sebagian bahkan mulai memandang kegiatan adat sebagai beban tambahan yang menghambat produktivitas. Pandangan ini perlu disikapi secara bijaksana, karena sesungguhnya nilai-nilai yang diperoleh melalui ngayah dan Sekaa Teruna justru menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja modern. Kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mengelola konflik, membangun relasi, dan memimpin tim merupakan keterampilan yang sangat dicari dalam dunia profesional saat ini. Semua kemampuan tersebut tumbuh secara alami melalui pengalaman berorganisasi dan pengabdian di masyarakat. Dengan kata lain keterlibatan dalam Sekaa Teruna dan kegiatan ngayah bukanlah hambatan bagi karier, melainkan investasi karakter dan kepemimpinan yang bernilai jangka panjang.

Oleh karena itu, tantangan terbesar bukanlah memilih antara adat dan karier, melainkan menemukan titik keseimbangan di antara keduanya. Generasi muda Bali perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Di sisi lain, desa adat, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan dunia usaha juga perlu membangun pemahaman bersama agar tercipta ruang yang memungkinkan generasi muda tetap berpartisipasi dalam kehidupan adat tanpa harus mengorbankan masa depan profesional mereka.

Pada akhirnya, ngayah, karier, dan Sekaa Teruna bukanlah tiga hal yang saling bertentangan. Ketiganya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan. Sekaa Teruna akan terus menjadi sekolah kehidupan yang membentuk karakter, menanamkan nilai gotong royong, dan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan. Dari semangat ngayah yang diwariskan secara turun-temurun, generasi muda Bali tidak hanya belajar mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar menjadi pemimpin yang berintegritas.

Dengan demikian, Bali dapat terus menjaga jati dirinya di tengah perubahan zaman sekaligus melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa melupakan akar budayanya. [T]

Tags: anak mudabaligenerasi mudasekaa teruna
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Next Post

Cukup Telulas?

Kadek Agus Yoga Dwipranata

Kadek Agus Yoga Dwipranata

Kadek Agus Yoga Dwipranata, S.M., M.M. lahir di Tabanan pada tanggal 21 Oktober 1998. Saat ini, penulis merupakan Guru tetap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Selain itu, penulis juga mengabdi sebagai Dosen tidak tetap pada Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Dharma Duta, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, serta di Program Studi Manajemen Ekonomi, Fakultas Dharma Duta, Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Penulis menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) pada Program Studi Manajemen di Universitas Warmadewa Denpasar (2016-2020), dan melanjutkan studi magister (S2) pada Program Studi Magister Manajemen di Universitas Hindu Indonesia Denpasar (2020-2022).

Related Posts

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
0
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

Read moreDetails

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails
Next Post
Cukup Telulas?

Cukup Telulas?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co