25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

Kadek Agus Yoga Dwipranata by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
in Esai
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

Sekaa Teruna

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka hidup di era yang menuntut kemampuan akademik, kompetensi profesional, serta daya saing yang tinggi dalam dunia kerja. Namun di sisi lain, mereka juga memikul tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai budaya Bali yang diwariskan oleh leluhur. Kondisi ini sering kali menempatkan generasi muda pada persimpangan antara tuntutan modernitas dan kewajiban adat yang tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Bali.

Salah satu nilai yang masih mengakar kuat dalam masyarakat Bali adalah budaya ngayah. Ngayah bukan sekadar bekerja tanpa upah atau membantu dalam kegiatan adat dan keagamaan. Lebih dari itu, ngayah merupakan wujud pengabdian yang lahir dari kesadaran kolektif untuk menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Dalam filosofi Bali, ngayah mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sosial maupun spiritual. Melalui ngayah, seseorang belajar bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada kepentingan pribadi. Ada nilai solidaritas yang mengajarkan pentingnya hadir dan berkontribusi bagi masyarakat. Nilai inilah yang selama berabad-abad menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat Bali dan menjadikan hubungan sosial antar warga tetap terjaga.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Sekaa Teruna memiliki posisi yang sangat strategis. Sekaa Teruna bukan hanya organisasi kepemudaan di bawah naungan desa adat yang mengumpulkan anak-anak muda dalam satu wadah sosial. Lebih dari itu, Sekaa Teruna merupakan ruang pembelajaran sosial yang menjadi pondasi tumbuhnya semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap adat serta budaya. Di tengah meningkatnya individualisme akibat perkembangan teknologi dan media sosial, Sekaa Teruna menjadi benteng yang menjaga semangat kebersamaan generasi muda di Bali.

Melalui berbagai kegiatan sosial, seni, budaya, olahraga, hingga keagamaan, anggota Sekaa Teruna diajarkan untuk bekerja bersama, menyelesaikan persoalan secara kolektif, dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekitarnya. Di sinilah nilai-nilai adat tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh lagi, Sekaa Teruna juga merupakan wadah kaderisasi kepemimpinan yang sangat penting. Banyak generasi muda pertama kali belajar memimpin bukan di ruang kelas, melainkan melalui organisasi ini mereka belajar menyusun program kerja, mengelola kegiatan, mengatur anggaran, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga menyelesaikan konflik yang muncul dalam organisasi. Proses tersebut membentuk karakter, kedewasaan, dan kemampuan mengambil keputusan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia profesional.

Anggota sekaa teruna sedang ngayah di sebuah desa

Seorang dosen dan akademisi dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag., menyebutkan Sekaa Teruna memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda Bali. Beliau menilai bahwa organisasi kepemudaan adat bukan hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan sosial dan budaya, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang efektif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, manajemen organisasi, serta pengambilan keputusan.

Melalui keterlibatan aktif dalam Sekaa Teruna, generasi muda belajar memahami nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Oleh karena itu, keberadaan Sekaa Teruna perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan adat sekaligus mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan Bali.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Sekaa Teruna adalah sekolah pendidikan kepemimpinan non formal bagi generasi muda Bali. Banyak tokoh masyarakat, pemimpin adat, maupun profesional yang hari ini berkiprah di berbagai bidang, memulai proses pembelajarannya dari organisasi kepemudaan di tingkat banjar dan desa adat. Pengalaman yang diperoleh melalui organisasi ini sering kali tidak dapat ditemukan dalam pendidikan formal karena lahir dari praktik langsung di tengah masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda Bali saat ini semakin kompleks.

Tuntutan pendidikan dan dunia kerja yang kompetitif sering kali menyita waktu dan energi. Banyak anak muda harus bekerja di sektor pariwisata, pemerintahan, swasta, atau bahkan merantau ke luar daerah untuk mengejar peluang karier yang lebih baik. Di saat yang bersamaan, mereka tetap diharapkan hadir dalam kegiatan adat, rapat organisasi, maupun berbagai kegiatan ngayah di lingkungan desa adat.

Kondisi ini kerap menimbulkan dilema. Tidak sedikit generasi muda yang merasa terjebak antara kewajiban profesional dan tanggung jawab sosial. Sebagian bahkan mulai memandang kegiatan adat sebagai beban tambahan yang menghambat produktivitas. Pandangan ini perlu disikapi secara bijaksana, karena sesungguhnya nilai-nilai yang diperoleh melalui ngayah dan Sekaa Teruna justru menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja modern. Kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mengelola konflik, membangun relasi, dan memimpin tim merupakan keterampilan yang sangat dicari dalam dunia profesional saat ini. Semua kemampuan tersebut tumbuh secara alami melalui pengalaman berorganisasi dan pengabdian di masyarakat. Dengan kata lain keterlibatan dalam Sekaa Teruna dan kegiatan ngayah bukanlah hambatan bagi karier, melainkan investasi karakter dan kepemimpinan yang bernilai jangka panjang.

Oleh karena itu, tantangan terbesar bukanlah memilih antara adat dan karier, melainkan menemukan titik keseimbangan di antara keduanya. Generasi muda Bali perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Di sisi lain, desa adat, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan dunia usaha juga perlu membangun pemahaman bersama agar tercipta ruang yang memungkinkan generasi muda tetap berpartisipasi dalam kehidupan adat tanpa harus mengorbankan masa depan profesional mereka.

Pada akhirnya, ngayah, karier, dan Sekaa Teruna bukanlah tiga hal yang saling bertentangan. Ketiganya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan. Sekaa Teruna akan terus menjadi sekolah kehidupan yang membentuk karakter, menanamkan nilai gotong royong, dan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan. Dari semangat ngayah yang diwariskan secara turun-temurun, generasi muda Bali tidak hanya belajar mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar menjadi pemimpin yang berintegritas.

Dengan demikian, Bali dapat terus menjaga jati dirinya di tengah perubahan zaman sekaligus melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa melupakan akar budayanya. [T]

Tags: anak mudabaligenerasi mudasekaa teruna
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Next Post

Cukup Telulas?

Kadek Agus Yoga Dwipranata

Kadek Agus Yoga Dwipranata

Kadek Agus Yoga Dwipranata, S.M., M.M. lahir di Tabanan pada tanggal 21 Oktober 1998. Saat ini, penulis merupakan Guru tetap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Selain itu, penulis juga mengabdi sebagai Dosen tidak tetap pada Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Dharma Duta, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, serta di Program Studi Manajemen Ekonomi, Fakultas Dharma Duta, Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Penulis menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) pada Program Studi Manajemen di Universitas Warmadewa Denpasar (2016-2020), dan melanjutkan studi magister (S2) pada Program Studi Magister Manajemen di Universitas Hindu Indonesia Denpasar (2020-2022).

Related Posts

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails
Next Post
Cukup Telulas?

Cukup Telulas?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co