26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

Kadek Agus Yoga Dwipranata by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
in Esai
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

Sekaa Teruna

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka hidup di era yang menuntut kemampuan akademik, kompetensi profesional, serta daya saing yang tinggi dalam dunia kerja. Namun di sisi lain, mereka juga memikul tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai budaya Bali yang diwariskan oleh leluhur. Kondisi ini sering kali menempatkan generasi muda pada persimpangan antara tuntutan modernitas dan kewajiban adat yang tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Bali.

Salah satu nilai yang masih mengakar kuat dalam masyarakat Bali adalah budaya ngayah. Ngayah bukan sekadar bekerja tanpa upah atau membantu dalam kegiatan adat dan keagamaan. Lebih dari itu, ngayah merupakan wujud pengabdian yang lahir dari kesadaran kolektif untuk menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Dalam filosofi Bali, ngayah mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sosial maupun spiritual. Melalui ngayah, seseorang belajar bahwa kehidupan tidak hanya berpusat pada kepentingan pribadi. Ada nilai solidaritas yang mengajarkan pentingnya hadir dan berkontribusi bagi masyarakat. Nilai inilah yang selama berabad-abad menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat Bali dan menjadikan hubungan sosial antar warga tetap terjaga.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Sekaa Teruna memiliki posisi yang sangat strategis. Sekaa Teruna bukan hanya organisasi kepemudaan di bawah naungan desa adat yang mengumpulkan anak-anak muda dalam satu wadah sosial. Lebih dari itu, Sekaa Teruna merupakan ruang pembelajaran sosial yang menjadi pondasi tumbuhnya semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian terhadap adat serta budaya. Di tengah meningkatnya individualisme akibat perkembangan teknologi dan media sosial, Sekaa Teruna menjadi benteng yang menjaga semangat kebersamaan generasi muda di Bali.

Melalui berbagai kegiatan sosial, seni, budaya, olahraga, hingga keagamaan, anggota Sekaa Teruna diajarkan untuk bekerja bersama, menyelesaikan persoalan secara kolektif, dan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekitarnya. Di sinilah nilai-nilai adat tidak hanya diajarkan, tetapi juga dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jauh lagi, Sekaa Teruna juga merupakan wadah kaderisasi kepemimpinan yang sangat penting. Banyak generasi muda pertama kali belajar memimpin bukan di ruang kelas, melainkan melalui organisasi ini mereka belajar menyusun program kerja, mengelola kegiatan, mengatur anggaran, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, hingga menyelesaikan konflik yang muncul dalam organisasi. Proses tersebut membentuk karakter, kedewasaan, dan kemampuan mengambil keputusan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia profesional.

Anggota sekaa teruna sedang ngayah di sebuah desa

Seorang dosen dan akademisi dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag., menyebutkan Sekaa Teruna memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda Bali. Beliau menilai bahwa organisasi kepemudaan adat bukan hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan sosial dan budaya, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang efektif bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, manajemen organisasi, serta pengambilan keputusan.

Melalui keterlibatan aktif dalam Sekaa Teruna, generasi muda belajar memahami nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal Bali. Oleh karena itu, keberadaan Sekaa Teruna perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan adat sekaligus mempersiapkan pemimpin-pemimpin masa depan Bali.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa Sekaa Teruna adalah sekolah pendidikan kepemimpinan non formal bagi generasi muda Bali. Banyak tokoh masyarakat, pemimpin adat, maupun profesional yang hari ini berkiprah di berbagai bidang, memulai proses pembelajarannya dari organisasi kepemudaan di tingkat banjar dan desa adat. Pengalaman yang diperoleh melalui organisasi ini sering kali tidak dapat ditemukan dalam pendidikan formal karena lahir dari praktik langsung di tengah masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda Bali saat ini semakin kompleks.

Tuntutan pendidikan dan dunia kerja yang kompetitif sering kali menyita waktu dan energi. Banyak anak muda harus bekerja di sektor pariwisata, pemerintahan, swasta, atau bahkan merantau ke luar daerah untuk mengejar peluang karier yang lebih baik. Di saat yang bersamaan, mereka tetap diharapkan hadir dalam kegiatan adat, rapat organisasi, maupun berbagai kegiatan ngayah di lingkungan desa adat.

Kondisi ini kerap menimbulkan dilema. Tidak sedikit generasi muda yang merasa terjebak antara kewajiban profesional dan tanggung jawab sosial. Sebagian bahkan mulai memandang kegiatan adat sebagai beban tambahan yang menghambat produktivitas. Pandangan ini perlu disikapi secara bijaksana, karena sesungguhnya nilai-nilai yang diperoleh melalui ngayah dan Sekaa Teruna justru menjadi bekal penting dalam menghadapi dunia kerja modern. Kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mengelola konflik, membangun relasi, dan memimpin tim merupakan keterampilan yang sangat dicari dalam dunia profesional saat ini. Semua kemampuan tersebut tumbuh secara alami melalui pengalaman berorganisasi dan pengabdian di masyarakat. Dengan kata lain keterlibatan dalam Sekaa Teruna dan kegiatan ngayah bukanlah hambatan bagi karier, melainkan investasi karakter dan kepemimpinan yang bernilai jangka panjang.

Oleh karena itu, tantangan terbesar bukanlah memilih antara adat dan karier, melainkan menemukan titik keseimbangan di antara keduanya. Generasi muda Bali perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya. Di sisi lain, desa adat, organisasi kepemudaan, pemerintah, dan dunia usaha juga perlu membangun pemahaman bersama agar tercipta ruang yang memungkinkan generasi muda tetap berpartisipasi dalam kehidupan adat tanpa harus mengorbankan masa depan profesional mereka.

Pada akhirnya, ngayah, karier, dan Sekaa Teruna bukanlah tiga hal yang saling bertentangan. Ketiganya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan. Sekaa Teruna akan terus menjadi sekolah kehidupan yang membentuk karakter, menanamkan nilai gotong royong, dan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan. Dari semangat ngayah yang diwariskan secara turun-temurun, generasi muda Bali tidak hanya belajar mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar menjadi pemimpin yang berintegritas.

Dengan demikian, Bali dapat terus menjaga jati dirinya di tengah perubahan zaman sekaligus melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat global tanpa melupakan akar budayanya. [T]

Tags: anak mudabaligenerasi mudasekaa teruna
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

Next Post

Cukup Telulas?

Kadek Agus Yoga Dwipranata

Kadek Agus Yoga Dwipranata

Kadek Agus Yoga Dwipranata, S.M., M.M. lahir di Tabanan pada tanggal 21 Oktober 1998. Saat ini, penulis merupakan Guru tetap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar. Selain itu, penulis juga mengabdi sebagai Dosen tidak tetap pada Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Dharma Duta, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, serta di Program Studi Manajemen Ekonomi, Fakultas Dharma Duta, Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Penulis menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) pada Program Studi Manajemen di Universitas Warmadewa Denpasar (2016-2020), dan melanjutkan studi magister (S2) pada Program Studi Magister Manajemen di Universitas Hindu Indonesia Denpasar (2020-2022).

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Cukup Telulas?

Cukup Telulas?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co