15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Aku Ingin Dia Berubah | Cerpen Depri Ajopan

Depri Ajopan by Depri Ajopan
February 3, 2024
in Cerpen
Aku Ingin Dia Berubah | Cerpen Depri Ajopan

Ilustrasi tatkala.co

Vera sayang, kamu mau dibelikan apa? Uang gajiku baru keluar.

Sepotong pesan baru saja aku lempar lewat WA pada perempuan itu. Meskipun dia bukan pacarku, aku sering menggunakan kata-kata sayang  pada cewek tomboi itu, yang menurutku hidupnya tak beraturan.  Baginya tidak ada yang terlarang di dunia ini, semua serba boleh. Dia juga  gadis   peminum,   hampir   setiap   malam   teler.   Kalau   merokok   soal   kecil, dua bungkus perhari.

Dia gadis pezina, terlalu kasar kalau aku sebut wanita pelacur, apalagi   menggunakan   bahasa   lonte,  ngeri   aku   mendengarnya.  Setiap   malam   dia   selalu   keluyuran meskipun  ketika  hujan  deras  bertaburan  turun  dari   langit menyomprot tumbuh-tumbuhan di bumi. Pagi-pagi setiba di kampus ia sering tertidur pulas. 

Dia  benar-benar wanita yang hidup di dunia kegelapan. Dan aku sebagai lulusan pondok pesantren, yang sering dipanggil dengan sebutan ustaz, ingin sekali perempuan yang berpipi halus dan bermata cantik itu  berubah secepat ombak bergulung-gulung saling kejar-kejaran menghiasai tepian pantai. Dia jadi bahan pikiranku, dan bisa   mengganggu   konsentrasiku, dan melumpuhkan imajinasiku, terutama   ketika   aku   mengarang novel. 

Aku   pun   tak   tahu   apa sebenarnya  yang   terjadi pada diriku ini. Aku coba meraba-raba dadaku, perut telapak tanganku yang menempel berhenti tepat di bagian hati, aku merasa dia duduk dan berpangku tangan di sana seorang diri, dan entah kenapa, aku menemukan kesejukan.

Mungkinkah antara   aku   dan   dia     ada   rasa   cinta? Sungguhkah   aku mencintai perempuan setan itu. Astagfirullah, aku telah melakukan kesalahan besar, sebesar dunia hina ini, merasa diri lebih suci dari pada orang lain. Bukankah setitik kesombongan bisa merusak ibadah yang sudah dilakukan bertahun-tahun? Aku mengucap istigfar berkali-kali, minta ampun pada Tuhan, suaraku yang parau menyerupai bisikan.

Jika kau mencintai seseorang karena perubahan, itu bukan  cinta, tapi perjanjian,   sayang   di   dalam   cinta   tidak   ada     perjanjian.  Kata-kata itu berdentum dalam benakku. Berlakukah   ucapan Sahrukhan  yang menyihir dalam film  Mahabbatain  itu  pada diriku? Aku menggaruk-garuk kepala dalam kamar yang bernyanyi sendirian seperti pendekar gila.

 “Tidak, aku tidak mencintainya!” Aku meludah pada lantai, seolah aku meludahi wajahnya. Tapi kenapa setelah aku dapat gaji pertama, aku berlari-lari kecil menuju kosan, langsung mengirim sepotong pesan untuknya, keringatku saja yang bercucuran dari tubuhku yang ringkih ini belum kering. Gila, benar-benar dia perempuan gila, dan aku tergila-gila. 

Benarkah aku mencintainya? Siap menerima dia apa adanya, walaupun maksiatnya terus menjadi-jadi, bodoh sekali. Aku hanya ingin dia berubah tak lebih, titik. Tapi kenapa wajahnya terus menyerangku, apakah ini tidak terlalu agresif bagiku. Kenapa aku tidak bisa membuang jauh-jauh pikiranku tentang dia.

Ya Tuhan tolonglah aku, jangan hanyutkan aku pada jalan ketololan. Bolehkah perasaan cinta itu tumbuh di hati seorang pria yang gersang, pada seorang gadis yang cantik rupawan, tapi kehormatannya paling kehormatan yang  wajib dia  jaga  sudah dipetik beberapa pemuda  yang  tidak  bertanggung jawab dan berhati   bangsat? Jika perasaan cinta ini tidak salah di matamu ya Tuhan, aku pun tak tahu apa yang aku minta setelah ini padaMu.

***

Dua   minggu   yang   lalu,  malam   itu,   aku   sengaja   lewat   dari  kosan Vera. Waktu itu hujan barangsur-angsur mulai turun. Aku dengar ia mendesah. Setelah   aku   periksa  mengintip   dari   lubang   kecil, ia sudah menanggalkan pakaiannya sampai bugil, menyandarkan tubuh yang bahenol ke tembok, sedang dipanen seorang pemuda, dan aku tak mengenal pemuda itu, sementara aku tak ingin mengenalnya, tapi siap kalau diperintah membunuhnya. Mereka sama-sama merasakan kenikmatan yang luar biasa tiada tara.

Aku mengubah posisi, menjadikan diriku lelaki itu dalam bayangan. Melumat lekat-lekat bibir Vera. Desah napas sama-sama   tersengal,   bisikan   hati kami   bergerak   dengan   sinkron,   siap   melakukan   sesuatu. Begitu aku sadar, aku mengucapkan sumpah serapah.

“Kurangajar   sekali   mereka, semoga jadi monyet yang terkutuk!”

Apakah aku cemburu, tentu saja. Apakah kalau Vera mengelus-elus leherku, menggigit telingaku dan berkata-kata romantis, mengajakku melakukan persetubuhan sebelum waktunya, aku menuruti jejaknya yang menjerumuskan, biar aku puas, meskipun setelah itu aku dan dia sama-sama rusak, terlebih-lebih dia sebagai seorang perempuan. Walaupun ia sudah rusak, jika masih melakukan persetubuhan sebelum menikah, ia pasti bertambah rusak. Apa aku harus melakukan cara untuk melucuti gadis itu?

Nauzubillah, jangan sampai   terjadi.  Jangan   bilang   aku   impoten,   atau   lemah   sahwat, atau kata-kata lain yang menyudutkan, seperti kau tuduh aku tidak memiliki kejantanan. Aku   yakin   seribu   persen kemampuanku di bidang seksual lebih menggigit setelah aku menikah nanti. Aku yakin asmaraku lebih hangat daripada kau yang sudah membolongi dan yang sudah bolong.

Abangku sayang, aku ingin dibelikan celana pendek, seharga tujuh ratus ribu itu, warna hijau. Aku ingin menampakkan lutut dan pahaku yang halus pada semua orang.

Duapuluh menit sudah berlalu, Vera baru membalas WA-ku yang tidak sampai berukuran sejengkal itu, keterlaluan sekali dia, bunyi WA  itu seolah menghinaku. Padahal dalam pertemuan kami yang ke 21 malam itu di dekat rumah Pak Manan, ia bilang dia berencana memakai jilbab. Seharusnya dia mikir dong, seandainya dia memakai celana pendek keluar rumah mempertontonkan auratnya yang montok itu di hadapan lelaki, pasti mereka memandang dengan mata tak berkedip diiringi sahwat yang bergejolak, kemudian mereka berkata,

Seandainya gadis itu menjadi miliku malam ini saja, terpuaskanlah nafsuku. Sebaliknya pula, kalau dia memakai jilbab biru, begitu ia lewat di depan mereka, ekor jilbabnya   menari-nari   diterjang angin,  pasti lelaki yang jadi penonton itu berkata, Cantiknya, andaikata bidadari itu jadi istriku. Tapi malah dia minta dibelikan celana pendek, sepertinya ia menghinaku dan menginjak nuraniku.  

 “Kurangajar   sekali   kau   Vera,”  gerutuku dalam hati yang bergelora, kemudian sekonyong-konyong aku   mendesah,   menghempaskan   badan   di atas   kasur   kumuh   membenamkan   kepala   ke dalam bantal.

Aku kesal karena dia belum juga berubah. Dia masih termasuk golongan perempuan yang belum bisa menjaga kemaluannya erat-erat. Tapi aku tidak menyerah, aku harus merubah dia ke arah yang lebih baik. Dan harus kuakui, sungguh aku mencintainya, dan siap hidup satu atap dengan perempuan itu, jika ia mau berubah sikap. Entah kapan ia bisa berubah, aku pun tak tahu. Tugasku hanyalah berusaha, yang menentukah pasti yang maha kuasa. [T]

BACA cerpen-cerpen tatkala.co yang lain

Tukang Sulap dan Bocah Pemain Biola | Cerpen Hasan Aspahani
Tukang Sulih Suara dan Presiden yang Kehilangan Suaranya | Cerpen Hasan Aspahani
Pesan Cinta untuk Seorang Teman | Cerpen Wahyudi Prasancika
Sedihku Berakhir di Verona | Cerpen Putu Arya Nugraha
Maksan dan Moncong Senapan Belanda | Cerpen Helmy Khan
Tags: Cerpencerpen tentang cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Uncle Ben’s 23: Ruang Baru Untuk Hiburan dan Komunitas di Badung, Bali

Next Post

Puisi-puisi Anggi Farhans | Aku Adalah Tuan Rumah

Depri Ajopan

Depri Ajopan

Menyelesaikan S-1 Prodi Sastra Indonesia di UNP. Sudah menulis beberapa karya fiksi dan sudah diterbitkan. Cerpennya pernah dimuat di beberapa media cetak dan online. Sekarang penulis aktif di Komunitas Suku Seni Riau.

Related Posts

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Anggi Farhans | Aku Adalah Tuan Rumah

Puisi-puisi Anggi Farhans | Aku Adalah Tuan Rumah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co