5 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ular-Ular Itu  |  Cerpen Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
September 21, 2025
in Cerpen
Ular-Ular Itu  |  Cerpen Mas Ruscitadewi

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dengan Canva

SEJAK kecil saya takut pada ular.  Ular bagi saya adalah makhluk yang jahat, sangat berbisa, yang walaupun kecil, patukannya bisa membunuh seorang manusia yang tubuhnya besar.

Tinggal di kota, saya tak pernah melihat ular secara langsung, kecuali di malam ulang tahun saya yang ke 17, saya melihat seekor ular melintas di depan kamar, dan saya berteriak keras, “Ularrrrrr…”

Saya menjelaskan bahwa benar-benar melihat seekor ular sepanjang satu meter lebih, dan tak tahu ke mana hilangnya.

“Saya benar-benar melihat seekor ular, ” jelas saya pada Mboktut yang terbangun tergopoh-gopoh.

Mboktut hanya tersenyum melihat saya merusaha menenangkan diri.

“Ularnya sudah hilang,” kata Mboktut ringan, mungkin seringan kapas.

Di kampus, di Arkeologi, saya menyambil jurusan prasejarah, sehingga jarang meneliti arca dan pura, tetapi sangat suka tempat-tempat pemujaan dari batu yang alami seperti Candi Tebing Gunung Kawi, di Tampaksiring Gianyar.

Saat di Gunung Kawi saya tertarik dengan ceruk-ceruk  di pinggir sungai yang konon dimanfaatkan untuk bertapa para biksu di jaman Bali Kuna.

Saat memasuki salah satu ceruk, saya melihat sesuatu yang putih berkilat, “Kok seperti permata,” pikir saya berusaha mendekat.

Dan betapa kagetnya, saat benda besar berkilat itu ternyata seekor ular besar yang sedang menjulurkan lidahnya.

Tanpa babibu saya meninggalkan ceruk sambil memberi komando teman.

“Cepat menyebrang, ke arah yang berlawanan dengan arah angin,” perintah saya.

Yuni, teman saya, mengikuti. Saya lupa bagaimana saya bisa naik dengan cepat dari pinggir sungai yang curam dan tadinya sulit saya turuni. Tiba-tiba saja saya sudah ada di atas jembatan, disusul oleh Yuni.

Ketakutan pada ular telah membuat saya bisa melakukan hal yang di luar logika.

Saat mampir ke rumah seorang teman, kami bercerita tentang ular besar di ceruk Pura Gunung Kawi yang seperti ingin mematuk kami.

Lelaki yang usianya terbilang muda ini memberi jawaban yang bijaksana.

“Ular tak sembarangan mematuk orang. Hanya orang-orang tertentu yang mati karena dipatuk ular, “jelasnya.

Saya merasa lebih tenang. Ketakutan saya pada ular agak sedikit berkurang.

Saya semakin lupa rasa takut pada ular, saat bertemu seorang pawang ular. Bahkan orang ini saat demontrasi bersama memakai ular-ular sebagai rambut dan jenggotnya.

Lucu, tapi saya masih ngeri juga. Juga saat seorang teman bertamu dan menunjukkan seekor ular yang dia pakai sebagai ikat pinggang.

Tapi hari itu, saya benar-benar takut. Saya lihat dengan mata kepala sendiri dua ular besar  bertengger di dinding kamar.

Saya mengucek mata, memastikan penglihatan.

“Benar dua ular besar warna coklat keabuan, ” batin saya, menekan rasa takut yang mulai mendera.

“Ular cobra!”  

Ia mulai menjulurkan lidah, seperti bersiap mematuk.

Saya menarik napas panjang berkali-kali, berusaha meredam gejolak rasa takut. Berteriak rasanya tak mungkin, karena ibu yang tua tak mungkin membantuku. Saya pasrah berdoa dan terus berdoa sambil menyalurkan rasa kasih. Syukurlah dua ular itu tenang, tak lagi mengangkat kepala dan menjulurkan lidah.

Sungguh saya masih takut, tapi berusaha pasrah sambil memejamkan mata, sampai akhirnya tertidur.

Bangun pagi, saya bisa bernapas lega, karena tak melihat ular-ular itu lagi

Beberapa kali ular-ular itu datang, saya masih takut, tak mau melihatnya, dan memilih memejamkan mata sambil terus berdoa, sampai ular-ular itu tak terlihat lagi.

Di depan Pura Campuhan  Padang Galak, saat diajak Dyah mengantar kakaknya melukat, saya dan Dyah memilih menikmati pantai dengan suara ombak yang berkejar-kejaran. Kami tercekat, tak bisa bicara, saat seekor ular menjalar ke arah kami. Kami saling pandang sambil berdoa, dan mata kami terbelalak saat ular itu berubah menjadi permata warna-warni. Lama kami pandangi permata-permata itu, sampai dia kembali ke laut terseret ombak, kembali lagi ke darat menjadi ular mendekati kami dan menjadi permata kembali.

Kami memutuskan untuk beranjak dari pantai dan menunggu di mobil.

Ular-ular di kamar saya tak pernah muncul lagi. Filsafat Hindu memberikan saya pemahaman tentang ular yang disebut kundalini, sesuatu yang bergerak dalam kesehimbangan di sekeliling, mengelilingi cakra, pusat-pusat energi, atom dengan intinya neutron yang bergerak karena tarik menarik proton dan elektron. Gerakan saling tarik menarik antara proton dan elektron ini diandaikan sebagai ular, sulit dikendalikan, manipulatif, dan berbisa.

“Dalam diri manusia juga ada ular-ular  yang harus berusaha kita kendalikan sendiri. Ular-ular ini bisa menjelma jadi indria-indria yang selalu ingin dipuaskan, meracuni diri dan sekitar,” simpul saya akhirnya.

Pemahaman saya tentang kundali tak membuat saya benar-benar berani pada ular. Ular pada diri mungkin bisa saya pelajari pelan-pelan, mungkin bisa saya hadapi, tapi ular-ular di luar sana? Ular sungguhan,  ular jadi-jadian, atau kelompok ular pemegang kuasa.

Sejak kenal dagang sate ikan di Pantai Padang Galak, saya jadi sering ke sana. Selain dekat, saya juga sangat senang memandang dan menghirup udara laut. Saya biasa berlama-lama duduk di atas baru besar, sambil bersila.Tapi hari itu, saya sungguh kaget karena ada yang menyundul-nyundul telapak kami saya, astaga ternyata seekor ular besar berwarna putih keperakan, menyundul kaki saya dengan kepalanya.

Ups, saya berusaha menenangkan diri, menarik napas berlahan, sampai kepala ular itu masuk kembali ke dalam celah batu-batu.

Ada sedikit rasa bangga, karena saya bisa bersikap tenang, saat ular itu menyundul, sehingga tak mengagetkannya. Walaupun kini saya lebih waspada untuk berlama-lama bersila di atas batu, akhirnya saya simpulkan bahwa sikap tenang, bisa dipakai untuk menghadapi ular sungguhan  mungkin juga ular jadi-jadian, dan kelompok ular pemegang kuasa yang mabuk dan tak sadar oleh bisanya sendiri. [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor:Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

MISCKA  | Cerpen Almeera Firdausy Kinasih

Next Post

Hukum Universal: Dari Kosmos ke Kesadaran, dari “Theory of Everything” ke Teori Holistik

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
0
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

Read moreDetails

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
0
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

Read moreDetails

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

by Dody Widianto
May 22, 2026
0
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

Read moreDetails

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails
Next Post
Hukum Universal: Dari Kosmos ke Kesadaran, dari “Theory of Everything” ke Teori Holistik

Hukum Universal: Dari Kosmos ke Kesadaran, dari "Theory of Everything" ke Teori Holistik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co