23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kematian Menjadi Kelulusan nan Dirayakan dalam Kumpulan Cerpen “Kado Kematian untuk Pacarmu”

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
September 13, 2025
in Ulas Buku
Kematian Menjadi Kelulusan nan Dirayakan dalam Kumpulan Cerpen “Kado Kematian untuk Pacarmu”

Buku cerpen Kado Kematian untuk Pacarmu karya Wayan Agus Wiratama

  • Judul : Kado Kematian untuk Pacarmu
  • Penulis : Wayan Agus Wiratama
  • Tahun Terbit : Singaraja, 2019
  • Penerbit : Mahima Institute Indonesia
  • Tebal buku : 108 halaman
  • ISBN : 978-623-7220-31-2

OBSESI sering kali berkaitan dengan terpenuhinya keinginan seseorang. Wayan Agus Wiratama, seorang pengarang asal Pengembungan, Pajeng Kangin, Kabupaten Gianyar, Bali, terlihat sering menyoroti tema kematian dalam salah satu karya sastranya.

Mahasiswa lulusan Undiksha ini pertama kali mengenal sastra dan teater di Komunitas Cemara Angin dan Komunitas Mahima di Singaraja. Ia menuangkan beragam tema, mulai dari kisah cinta, kebudayaan, moralitas, etika, hingga persahabatan. Namun, tema kematian lebih mendominasi dalam kumpulan cerpennya. Karya fiksi bagaimanapun, bukan sekadar khayalan belaka; fiksi muncul sebagai refleksi dari realitas kehidupan yang kita jalani. Para pembaca diajak untuk menilai, merasakan, dan memahami karakter yang terdapat dalam setiap cerita saat mereka menyelami kumpulan cerpen ini.

Buku kumpulan cerpen Kado Kematian untuk Pacarmu lahir karena kekacauan pikirannya. Namun, di tengah-tengah kekacauan pikirannya munculah beberapa kawan yang mulai mengajaknya berburu secara perlahan, mengajari berbagai hal. Satu kalimat dari kumpulan diksi sering kali dapat memikat hati para penikmatnya, meskipun terkadang kata-kata tersebut bisa sangat rumit.

Dalam buku kumpulan cerpen Kado Kematian untuk Pacarmu, terdapat sebelas cerita yang memiliki jalan cerita berbeda dan mampu menggugah siapapun yang membacanya, yaitu “Sebuah Kabar pada Larut Malam”, “Kuburan Ayah”, “Kado Kematian untuk Pacarmu”,  “Tulisan Terakhir untuk Ayah”, “Kupu-kupu Kuning yang Hinggap di Ujung Sabit”, “Suara Pesan yang Tak Terkirim”, “Masa Lalu Pembunuh Ibu”, “Karba dan Perahu Biru yang Meninggalkan Istri”, “Cinta Terikat di Suatu Tempat Entah di Mana”, “Kematian Saudara Perempuan”, Pada Bagian itu, Yo Terbunuh”.

Dalam buku kumpulan cerpen Kado Kematian untuk Pacarmu, cerpen yang berjudul “Sebuah Kabar pada Larut Malam”, kita disuguhkan kisah yang kerap terjadi di rumah tangga masyarakat, di mana perselingkuhan terungkap saat ayah dari tokoh “Aku” meninggal. Rasa sakit dan kehampaan menghantui kisah ini, terutama saat temannya berkata, “. . . Aku segan melarang mereka berdua di kamar hingga akhirnya kini Luh mengandung anak ketiganya. Maafkan aku, Bar.” (hal. 8) Kesedihan dan kemarahan pun menjadi sahabat tokoh “Aku” di malam yang kelam itu.

Tema persahabatan juga dapat terlihat dalam cerpen dengan judul “Kupu-kupu Kuning yang Hinggap di Ujung Sabit”, yang menyoroti hubungan antara dua sahabat, Wayan Regeg dan Made Seken. Wayan Regeg telah memberi sinyal peringatan sebelum Made Seken mengambil keputusan untuk terjun ke dunia politik. Dulunya mereka selalu bersama, namun, kini impian yang berbeda telah membuat persahabatan mereka merenggang.

Menariknya lagi pada dua cerpen khusus, yang seolah memanggil perhatian, yaitu “Kado Kematian untuk Pacarmu” (hal. 21) dan “Kematian Saudara Perempuan” (hal. 87). Buku kumpulan cerpen karya Wayan Agus Wiratama ini mampu untuk merenungkan kenyataan bahwa kita semua, pada akhirnya, akan menghadapi kematian. Menyadari bahwa cinta bisa membuat kita buta, bahkan hingga berperilaku seperti psikopat dalam drama kehidupan. Pada cerpen yang berjudul “Kado Kematian untuk Pacarmu”, tokoh “Aku” terjebak dalam api cemburu, sehingga kehilangan kewarasan. Sadis, memang; itulah akibat saat hati dan mata diselimuti bara api cinta yang membara.

Lebih sadis lagi, dalam salah satu kutipan, “. . . Hati yang telah kuletakkan di atas batu itu kemudian kupukul dengan batu kecil sehingga hancur dan nampak seperti kotoran yang membusuk.” (hal. 28). Di halaman yang lain, Wayan Agus Wiratama menuliskan, “Tubuhnya yang tak terlalu besar hanya kupisah-pisahkan saja. Kaki, tangan, kepala, dan tubuhnya tak lagi menyatu sehingga dengan mudah sungai yang deras itu menghanyutkan organ tubuh lelaki yang telah merebutmu itu.” (hal. 29). Melalui kata-kata ini, penulis seolah berusaha menghipnotis pembaca untuk merasakan pengalaman menjadi tokoh “Aku” dan mengalami aksi memutilasi seolah-olah sedang mengolah daging dengan alat tajam di dapur.

Lalu di cerpen berjudul “Kematian Saudara Perempuan, Wayan Agus Wiratama menulis: “…Buat apa juga menangis, toh ia tak akan pernah kembali. Wayan sudah tidur dengan nyaman di dalam kamar. Semestinya ini dirayakan, bukan ditangisi. Bagaimana tidak, orang lahir untuk menjalankan segala tugasnya di dunia. Ketika Wayan telah menyelesaikan tugasnya, itu berarti Tuhan telah mewisudanya sebagai manusia. Ya, seharusnya kelulusan ini dirayakan, bukan ditangisi.” (hal. 88). Namun, di tengah kenyataan ini, kita tetap merasakan kehilangan saat seseorang yang kita cintai pergi untuk selamanya, terutama ketika kita masih ingin seseorang itu tetap ada di pandangan kita. Perasaan kehilangan yang dialami ibu dalam cerpen “Kematian Saudara Perempuan” juga akan kita rasakan.

Sayangnya, bahasa yang digunakan penulis terasa abstrak dan memerlukan waktu untuk memahami maksud dari setiap kata yang dituliskannya dalam kumpulan cerpen ini. Beberapa ilustrasinya pun sedikit sulit dimaknai atau bahkan sekadar ingin mengetahui arti gambar yang ditambahkan untuk memberikan kesan menarik pada masing-masing cerita. Meski terdapat kelemahan tersebut, buku kumpulan cerpen ini tetap menjadi simbol dari proses kehilangan diri yang mengantarkan kita menuju penemuan jati diri. Kumpulan cerpen Kado Kematian untuk Pacarmu lebih banyak menceritakan tentang bagaimana menjalani kehidupan nyata dengan berbagai problematika yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Buku ini akan sangat menarik jika bisa dinikmati oleh semua kalangan usia. Namun, kumpulan cerpen ini hanya ditujukan untuk pembaca dewasa, karena memerlukan kemampuan dalam menalar secara logis, menilai, memahami, serta berpikir abstrak terkait penggunaan bahasa yang terdapat dalam setiap ceritanya. [T]

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: Agus Wiratamabuku cerpenCerpensastrasastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film “Caught In 4K”: Ketika Panggung Digital Menjadi Perangkap

Next Post

Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co