3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kematian Menjadi Kelulusan nan Dirayakan dalam Kumpulan Cerpen “Kado Kematian untuk Pacarmu”

Ni Komang Sariasih by Ni Komang Sariasih
September 13, 2025
in Ulas Buku
Kematian Menjadi Kelulusan nan Dirayakan dalam Kumpulan Cerpen “Kado Kematian untuk Pacarmu”

Buku cerpen Kado Kematian untuk Pacarmu karya Wayan Agus Wiratama

  • Judul : Kado Kematian untuk Pacarmu
  • Penulis : Wayan Agus Wiratama
  • Tahun Terbit : Singaraja, 2019
  • Penerbit : Mahima Institute Indonesia
  • Tebal buku : 108 halaman
  • ISBN : 978-623-7220-31-2

OBSESI sering kali berkaitan dengan terpenuhinya keinginan seseorang. Wayan Agus Wiratama, seorang pengarang asal Pengembungan, Pajeng Kangin, Kabupaten Gianyar, Bali, terlihat sering menyoroti tema kematian dalam salah satu karya sastranya.

Mahasiswa lulusan Undiksha ini pertama kali mengenal sastra dan teater di Komunitas Cemara Angin dan Komunitas Mahima di Singaraja. Ia menuangkan beragam tema, mulai dari kisah cinta, kebudayaan, moralitas, etika, hingga persahabatan. Namun, tema kematian lebih mendominasi dalam kumpulan cerpennya. Karya fiksi bagaimanapun, bukan sekadar khayalan belaka; fiksi muncul sebagai refleksi dari realitas kehidupan yang kita jalani. Para pembaca diajak untuk menilai, merasakan, dan memahami karakter yang terdapat dalam setiap cerita saat mereka menyelami kumpulan cerpen ini.

Buku kumpulan cerpen Kado Kematian untuk Pacarmu lahir karena kekacauan pikirannya. Namun, di tengah-tengah kekacauan pikirannya munculah beberapa kawan yang mulai mengajaknya berburu secara perlahan, mengajari berbagai hal. Satu kalimat dari kumpulan diksi sering kali dapat memikat hati para penikmatnya, meskipun terkadang kata-kata tersebut bisa sangat rumit.

Dalam buku kumpulan cerpen Kado Kematian untuk Pacarmu, terdapat sebelas cerita yang memiliki jalan cerita berbeda dan mampu menggugah siapapun yang membacanya, yaitu “Sebuah Kabar pada Larut Malam”, “Kuburan Ayah”, “Kado Kematian untuk Pacarmu”,  “Tulisan Terakhir untuk Ayah”, “Kupu-kupu Kuning yang Hinggap di Ujung Sabit”, “Suara Pesan yang Tak Terkirim”, “Masa Lalu Pembunuh Ibu”, “Karba dan Perahu Biru yang Meninggalkan Istri”, “Cinta Terikat di Suatu Tempat Entah di Mana”, “Kematian Saudara Perempuan”, Pada Bagian itu, Yo Terbunuh”.

Dalam buku kumpulan cerpen Kado Kematian untuk Pacarmu, cerpen yang berjudul “Sebuah Kabar pada Larut Malam”, kita disuguhkan kisah yang kerap terjadi di rumah tangga masyarakat, di mana perselingkuhan terungkap saat ayah dari tokoh “Aku” meninggal. Rasa sakit dan kehampaan menghantui kisah ini, terutama saat temannya berkata, “. . . Aku segan melarang mereka berdua di kamar hingga akhirnya kini Luh mengandung anak ketiganya. Maafkan aku, Bar.” (hal. 8) Kesedihan dan kemarahan pun menjadi sahabat tokoh “Aku” di malam yang kelam itu.

Tema persahabatan juga dapat terlihat dalam cerpen dengan judul “Kupu-kupu Kuning yang Hinggap di Ujung Sabit”, yang menyoroti hubungan antara dua sahabat, Wayan Regeg dan Made Seken. Wayan Regeg telah memberi sinyal peringatan sebelum Made Seken mengambil keputusan untuk terjun ke dunia politik. Dulunya mereka selalu bersama, namun, kini impian yang berbeda telah membuat persahabatan mereka merenggang.

Menariknya lagi pada dua cerpen khusus, yang seolah memanggil perhatian, yaitu “Kado Kematian untuk Pacarmu” (hal. 21) dan “Kematian Saudara Perempuan” (hal. 87). Buku kumpulan cerpen karya Wayan Agus Wiratama ini mampu untuk merenungkan kenyataan bahwa kita semua, pada akhirnya, akan menghadapi kematian. Menyadari bahwa cinta bisa membuat kita buta, bahkan hingga berperilaku seperti psikopat dalam drama kehidupan. Pada cerpen yang berjudul “Kado Kematian untuk Pacarmu”, tokoh “Aku” terjebak dalam api cemburu, sehingga kehilangan kewarasan. Sadis, memang; itulah akibat saat hati dan mata diselimuti bara api cinta yang membara.

Lebih sadis lagi, dalam salah satu kutipan, “. . . Hati yang telah kuletakkan di atas batu itu kemudian kupukul dengan batu kecil sehingga hancur dan nampak seperti kotoran yang membusuk.” (hal. 28). Di halaman yang lain, Wayan Agus Wiratama menuliskan, “Tubuhnya yang tak terlalu besar hanya kupisah-pisahkan saja. Kaki, tangan, kepala, dan tubuhnya tak lagi menyatu sehingga dengan mudah sungai yang deras itu menghanyutkan organ tubuh lelaki yang telah merebutmu itu.” (hal. 29). Melalui kata-kata ini, penulis seolah berusaha menghipnotis pembaca untuk merasakan pengalaman menjadi tokoh “Aku” dan mengalami aksi memutilasi seolah-olah sedang mengolah daging dengan alat tajam di dapur.

Lalu di cerpen berjudul “Kematian Saudara Perempuan, Wayan Agus Wiratama menulis: “…Buat apa juga menangis, toh ia tak akan pernah kembali. Wayan sudah tidur dengan nyaman di dalam kamar. Semestinya ini dirayakan, bukan ditangisi. Bagaimana tidak, orang lahir untuk menjalankan segala tugasnya di dunia. Ketika Wayan telah menyelesaikan tugasnya, itu berarti Tuhan telah mewisudanya sebagai manusia. Ya, seharusnya kelulusan ini dirayakan, bukan ditangisi.” (hal. 88). Namun, di tengah kenyataan ini, kita tetap merasakan kehilangan saat seseorang yang kita cintai pergi untuk selamanya, terutama ketika kita masih ingin seseorang itu tetap ada di pandangan kita. Perasaan kehilangan yang dialami ibu dalam cerpen “Kematian Saudara Perempuan” juga akan kita rasakan.

Sayangnya, bahasa yang digunakan penulis terasa abstrak dan memerlukan waktu untuk memahami maksud dari setiap kata yang dituliskannya dalam kumpulan cerpen ini. Beberapa ilustrasinya pun sedikit sulit dimaknai atau bahkan sekadar ingin mengetahui arti gambar yang ditambahkan untuk memberikan kesan menarik pada masing-masing cerita. Meski terdapat kelemahan tersebut, buku kumpulan cerpen ini tetap menjadi simbol dari proses kehilangan diri yang mengantarkan kita menuju penemuan jati diri. Kumpulan cerpen Kado Kematian untuk Pacarmu lebih banyak menceritakan tentang bagaimana menjalani kehidupan nyata dengan berbagai problematika yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Buku ini akan sangat menarik jika bisa dinikmati oleh semua kalangan usia. Namun, kumpulan cerpen ini hanya ditujukan untuk pembaca dewasa, karena memerlukan kemampuan dalam menalar secara logis, menilai, memahami, serta berpikir abstrak terkait penggunaan bahasa yang terdapat dalam setiap ceritanya. [T]

Penulis: Ni Komang Sariasih
Editor: Adnyana Ole

Tags: Agus Wiratamabuku cerpenCerpensastrasastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Film “Caught In 4K”: Ketika Panggung Digital Menjadi Perangkap

Next Post

Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai

Ni Komang Sariasih

Ni Komang Sariasih

Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali

Related Posts

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026
0
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

Read moreDetails

Membaca Racauan Arman Dhani

by Wayan Esa Bhaskara
May 30, 2026
0
Membaca Racauan Arman Dhani

Judul               : 30 Tahun dan Gagal Penulis            : Arman Dhani Tahun terbit    : Februari 2026 Penerbit          : EA Books...

Read moreDetails

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

by Inno Koten
May 20, 2026
0
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

Read moreDetails

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
0
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

Read moreDetails

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails
Next Post
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

Konflik Kepentingan? Mengapa Presiden Tidak Seharusnya Memimpin Partai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co