Lahir di Palembang dan menghabiskan masa kanak-kanak sampai remajanya di sana. Ia pindah ke Singapura pada tahun 1998 dan setelah menyelesaikan SMA-nya di sana, ia pindah ke Amerika. Di Amerika ia menyelesaikan pendidikan S1, S2, dan S3 di bidang psikologi kognitif/neurosains kognitif. Setelah meraih gelar Ph.D-nya, ia kembali ke Singapura dan bekerja selama enam tahun sebagai dosen di National University of Singapore (NUS). Sekarang ia berdomisili di Belanda bersama suami, anak, dan anabulnya. Di Belanda, ia mulai menemukan kembali kecintaannya pada kegiatan menulis. Ia menulis novel, novela, cerpen, dan puisi dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Karya novel cetak debutnya berjudul Sang Pemanah Matahari (Tisapinkluv, 2023). Cerpen dan puisinya sudah terbit di jurnal-jurnal sastra internasional seperti Porch Litmag, Kitaab, The Citron Review, Mekong Review, Harrow House Journal, Ricepaper Magazine, ScribesMICRO, dan The Writing Disorder. Ia bisa ditemui di sosmednya (IG: februalia1).
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...
Read moreDetailsRIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...
Read moreDetailsSITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...
Read moreDetails

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...
DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...
LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co