21 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Amerta | Cerpen Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
December 14, 2025
in Cerpen
Amerta | Cerpen Mas Ruscitadewi

Ilustrasi tatkala.co | Canva

“Ketika para intelektual, penguasa pengetahuan, para pengelola pemerintahan, para pedagang, yang menguasai prana, nafas hidup di bumi, tidak memanfaatkannya untuk kebaikan bersama, maka prana akan menjadi laya, pemusnah, pranalaya. Pralaya,” tegas Rakaswari.

Sejak panggung Ksirarnawa dikelola oleh salah satu anak asuh Rakaswari, aku jarang terlibat dalam acara pementasan di dalamnya. Aku lebih banyak membantunya dalam kehidupan nyata. Memahami pohon, binatang dan orang-orang dengan sifat, tingkah dan polahnya.

Saat mataku sembab, menatap air bah yang meluluhlantahkan Indonesia, dari bening air sungai setelah bencana kulihat samar tulisan “Amerta”.

Saat kedua mataku dibekap dua tangan lembut, aku tahu itu kau.

“Rakaswari, lakon apa lagi yang akan kau mainkan? Mana Adhiswara, apakah kalian akan membuat pementasan lagi? Aku siap membantu, di Ksirarnawa?” tanyaku nyeroscos menumpahkan rasa rindu.

Sudah lama sekali, aku, Candrasari, suamiku, Cakradara, dan putraku, kami, tak bertemu dengan Rakaswari dan Adhiswara. Panggung kami kini adalah hidup itu sendiri. Aku  memainkan lakonku sendiri, suamiku dengan lakonnya sendiri, juga putraku. Tetapi ada kalanya kami memainkan satu lakon bersama. Dalam lakon bersama itu kami bisa saling bertukar peran, kadang sebagai pasangan, sebagai anak dan ibu atau bapak, sebagai saudara, teman,  guru, murid, bahkan juga sebagai seteru yang saling menyerang dan mengalahkan.

Apapun lakonnya, sendiri atau bersama, kami memainkannya dengan semangat dan riang. Dalam setiap lakon yang kami mainkan, sebagai tokoh apapun kami selalu mendapatkan pelajaran-pelajaran, yang kalian Rakaswari dan Adhiswara menyebutnya juga sebagai Amerta.

“Kalau ingat Amerta yang diperebutkan Dewa dan raksasa dalam pemutaran lautan susu Ksriarnawa, amerta air suci abadi itu telah mengering  di jiwa-jiwa manusia, memudarkan cahaya bumi,” katanya pelan.

Aku menggangguk. Kesedihan, kekecewaan, kejengkelan, kemarahan dan rasa kasih, bercampur aduk dalam kepalaku, menyusup ke dalam jiwa dan merembes ke luar lewat pori-poriku. Tubuhku menggigil, Rakaswari memelukku, lekat dan makin melekat, seperti ia masuk dalam tubuhku, menjadi udara menjadi suksma dalam jiwaku.

“Air adalah salah satu unsur alam, mengandung dua atom Hidrogen dan satu atom oksigen (H2O). Sindhu, Indus, adalah air,  keyakinan terhadap Tuhan sebagai pencipta alam semesta, bisa dilakukan dengan menghormati ciptaannya. Tanah, pertiwi tempat mahluk hidup, air yang memenuhi rasa dahaga mahluk, mengisi, menyehatkan, menyegarkan, membersihkan, merekatkan, dan mengalirkan.” Rakaswari membisiki hatiku.

Akupun mengangguk sendiri, meyakinkan.

Di hadapanku ditampilkan lakon, tujuh orang suci penerima pelajaran suci tentang Tuhan.

“Ketika manusia memakai kecerdasan dan mengedepankan kekuatannya untuk menguasai alam, alam akan hancur dan menghancurkan semua yang ada di dalamnya, juga manusia, disebut Kaliyuga.” Adhiswara memberi arahan sebagai sutradara, dibantu oleh Rakaswari, kedua tokoh itu hadir bersama di hadapanku, wajah keduanya serius.

Dan kamipun menjalankan peran-peran kami dengan serius, sesuai dengan arahan Adhiswara dan Rakaswari yang juga ikut bermain.

Di layar sebagai latar belakang, para pemain diperlihatkan proses penciptaan dunia, penyatuan  unsur air, dan unsur energi yang menciptakan udara.

“Energi, panas adalah maskulin, air, bumi adalah feminin. Energi panas, matahari menurunkan genetik surya. Air, bumi menurunkan genetik bulan, candra,” suara Adhiswara bergema dan berwibawa, sepertinya ia sedang memainkan tokoh Bhatara Siwa Mahaguru. Semua pemain bersiap-siap.

“Air, tanah, panas udara dan ruang kosong adalah Tuhanku itu sendiri, manusia  harus bisa bersahabat dengan alam dan segala isinya

Terima kasih hamba akan berusaha menuliskannya dalam lagu-lagu pujaan.” Rsi   Wiswamitra menghaturkan sembah dan mulai menuliskannya.

“Nafas adalah prana, energi murni kehidupan, nafas yang disuarakan menjadi kata, kejujuran kata adalah kebaikan adalah doa, adalah kesempurnaan. Terima kasih hamba akan belajar untuk selalu menjaga kejujuran, kesucian dan kebaikan hamba, dalam lantunan doa-doa pada Tuhanku,” sembah sujud Rsi Wasista yang langsung menulis puisi yang indah, padat dan bermakna.

Rsi ketiga adalah Gratasamada, yang mendapat pengetahuan tentang kehidupan dalam berumahtanggga dan bermasyarakat yang harmonis dan damai. Rsi Bharadwaja, mendapatkan pelajaran tentang untuk cara untuk mendapatkan keturunan yang baik, yang dengan kekuatan, kecerdasaannya  bisa menjaga dan memelihara dunia.

Suasana lembah sungai Indus itu tiba berpendar  bunga-bunga mekar, burung-burung bernyanyi riang, kecipratan air sungai menjadi irama indah, hembusan angin, menciptakan nada riang, kadang kuat menghentak atau sedih merintih.

“Terima kasih atas anugrah dengan pengetahuan, bakat dan kebijaksaanMu Tuhan.” Rsi Kanwa menghaturkan sembah. Yang keenam adalah Rsi Atri mendapatkan anugrah sebagai pelanjut garis keturunan orang-orang bijak kuno. Sejenak suasana hening.

Tiba-tiba bumi bergetar hebat, dan terbelah, hujan lebat tercurah dari langit gelap, kilatan petir menyamar, cahaya berpendar-pendar, menampakkan sosok tinggi besar menyentuh langit. Adhiswara hadir sebagai tokoh Rsi Wamadewa, bersama Rakaswari menyedot Rsi-Rsi lain dalam tubuhnya, Dewa Dewi, Para, Buda, Apsara-Apsari, alam semesta dan segala isinya., menjadi Siwa -Parwati  di bumi.

“Amerta juga pengetahuan suci, dan sebagai awatara Tuhan yang menjelma di bumi, saat manusia-manusia hidup tanpa jiwa.” [T]

Penulis: Mas Ruscitadewi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Rizan Panda | Air Mata Api

Next Post

Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
April 10, 2026
0
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

- Katakan dia akan hidup lagi! - Dia sudah mati! - Dia akan hidup! Bangunkan dia. - Jangan, jangan, dia...

Read moreDetails

Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

by I Nyoman Sutarjana
April 5, 2026
0
Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha...

Read moreDetails

Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
April 4, 2026
0
Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

SETIAP tahun, orang-orang kota mendadak berubah menjadi makhluk spiritual. Mereka yang biasanya mengeluh soal panas, debu, tetangga berisik, dan harga...

Read moreDetails
Next Post
Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026
Gaya

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”
Panggung

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?
Khas

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital
Esai

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana
Ulas Musik

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’
Ulas Buku

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

by Inno Koten
May 20, 2026
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius
Tualang

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Mozaik 20 Mei: Banyak Seremoni, Miskin Kebangkitan

SETIAP tanggal 20 Mei bangsa Indonesia seolah menyetel ulang kompas tentang nasionalisme. Dari mana nasionalisme dimulai, dan kini hendak dibawa...

by Chusmeru
May 20, 2026
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026
Persona

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Menulis: Perspektif Pengalaman Pribadi
Esai

Sudut Pandang, Cinta, dan Manusia yang Terlalu Cepat Menghakimi

DUNIA modern melahirkan manusia-manusia yang semakin pandai berbicara, tetapi perlahan kehilangan kemampuan memahami. Hari ini, orang terlalu cepat membuat kesimpulan...

by Emi Suy
May 19, 2026
Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik
Bahasa

Ungkapan ‘Sakit Hati dan Patah Hati’ Nadiem Memantik Simpati Publik

Pernahkah Anda mendengar seseorang kecewa dan mengeluh bahwa ia sedang patah hati kepada sebuah negara? Saya sendiri kerap mendengar orang...

by I Made Sudiana
May 19, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Setelah Tari Pembuka, Apa yang Tersisa dari Diplomasi Budaya Indonesia?

JUMAT malam, 8 Mei 2026, di Mactan Expo, Cebu, Filipina, dalam jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN, budaya tampil lagi...

by Early NHS
May 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co