12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Angga Wijaya by Angga Wijaya
December 14, 2025
in Panggung
Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Pementasan 'Tubuh yang Menari' oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

TELEPON itu berdering ketika Denpasar belum sepenuhnya reda dari lalu lintas sore. Saya sedang berdiri di pinggir jalan, menunggu jeda antara klakson dan napas sendiri, ketika nama Nanoq da Kansas muncul di layar. Ia di Negara, Jembrana. Saya di Denpasar. Jarak itu terasa lebih jauh dari sekadar angka kilometer.

“Bagaimana Medan?” tanya saya, membuka percakapan.

Di seberang, suaranya tenang, seperti biasa. Ada lelah yang tak ia sembunyikan, tapi juga kepuasan yang tak ia pamerkan. Ia bercerita tentang panggung, tentang penonton yang berdiri, tentang tubuh-tubuh yang menari bukan hanya di atas panggung, tetapi juga di bangku penonton. Tentang Bali Eksperimental Teater (BET) yang akhirnya berdiri sejajar dengan kelompok-kelompok teater dari berbagai kota di Indonesia, dalam Festival Teater Indonesia (FTI) 2025 di Medan, Sumatera Utara.

Percakapan itu singkat, tapi cukup untuk membuat saya sadar, bahwa perjalanan panjang yang sedang mencapai satu titik penting. Dan titik itu bernama Tubuh yang Menari.

Eksperimen Tubuh

BET bukan kelompok teater yang lahir dari pusat keramaian seni. Ia tumbuh dari barat Bali, dari Negara, Jembrana, dari ruang-ruang yang sering luput dari peta besar kesenian nasional. Sejak berdiri pada 16 Juni 1993, BET memilih jalan yang tidak mudah, yakni, jalan eksperimen, jalan tubuh, jalan yang tidak selalu ramah terhadap selera arus utama.

Pementasan ‘Tubuh yang Menari’ oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

Di baliknya ada Nanoq da Kansas, nama panggung dari Wayan Udiana, lahir 2 Desember 1965 di Dusun Moding, Candikusuma, Jembrana. Ia bukan tipe seniman yang sibuk membangun citra. Ia lebih sering membangun ruang. Ruang latihan, ruang diskusi, ruang bagi anak-anak muda untuk gagal, mencoba lagi, dan menemukan bahasa tubuh mereka sendiri.

Dalam perjalanan panjang itu, BET berkembang menjadi lebih dari sekadar kelompok pementasan. Ia menjadi semacam laboratorium kultural, tempat tubuh diuji, tradisi dibongkar, lalu dirangkai ulang dengan keberanian artistik.

Ketika Festival Teater Indonesia 2025 digelar untuk pertama kalinya, BET mendapat undangan resmi untuk tampil. Bagi mereka, ini bukan sekadar tampil di luar Bali, tetapi hadir di panggung nasional dalam edisi perdana festival.

FTI 2025 digelar di empat kota, Medan sebagai pembuka selama tiga hari, lalu Palu, Mataram, dan ditutup di Jakarta. Di Medan, BET berdiri sejajar dengan kelompok teater dari Makassar, Bandar Lampung, Tangerang, Jakarta, dan daerah lain.

Pementasan ‘Tubuh yang Menari’ oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

Pada 3 Desember 2025 malam, di Auditorium RRI Medan, BET mementaskan Tubuh yang Menari. Sebuah karya yang diadaptasi dari novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini, dengan naskah adaptasi oleh Sasti Gotama. Produksi ini diproduseri Dewa Made Dwi Dharma Putra, dengan musik yang digarap I Komang Sukma Upadana.

Di atas panggung, tubuh-tubuh para performer, Kadek Cinthya Ayu Bestari, Ni Putu Ayu Puspita Dewi, dan Kanahaya Elang Semesta, menjadi bahasa utama. Kata-kata ada, tetapi bukan satu-satunya alat bicara.

Cinta, Kasta, dan Tubuh Perempuan

Secara artistik, Tubuh yang Menari mengangkat isu yang tidak ringan, yakni cinta, kasta, dan perjuangan perempuan Bali. Namun BET tidak menyampaikannya lewat narasi verbal yang panjang. Mereka memilih tubuh sebagai medium utama.

Pementasan ‘Tubuh yang Menari’ oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

Gerak, tarian, musik gamelan dan seruling, asap dupa yang perlahan menyelimuti panggung—semuanya bekerja bersama membangun atmosfer yang intens dan khidmat. Ada rasa ritual di sana, tapi bukan ritual yang beku. Ia bergerak, bernafas, dan sesekali mengguncang. Pendekatan ini menegaskan karakter BET; tubuh bukan pelengkap cerita, melainkan cerita itu sendiri.

Tentu saja, tidak ada pertunjukan yang sempurna. Beberapa pengamat mencatat bahwa kekuatan vokal pemain belum sepenuhnya setara dengan kekuatan visual panggung. Catatan ini bukan cela, melainkan pengingat bahwa proses masih berjalan.

Namun secara keseluruhan, BET dinilai berhasil menghadirkan pertunjukan yang kuat secara estetika, emosional, dan penuh energi. Video cuplikan pementasan yang beredar di media sosial festival menunjukkan antusiasme besar. Auditorium RRI Medan dipadati penonton sejak awal. BET menjadi salah satu kelompok yang paling banyak dibicarakan selama FTI di Medan.

Nanoq dan Anak-anak Muda Jembrana

Keterlibatan BET di FTI tidak bisa dilepaskan dari peran Nanoq da Kansas sebagai sutradara. Lebih dari itu, ia adalah sosok yang mendorong anak-anak muda Jembrana untuk masuk ke jejaring teater nasional. Bukan dengan janji instan, tetapi dengan kerja panjang, disiplin tubuh, dan kesetiaan pada proses.

Nanoq bukan tipe pemimpin yang berdiri di depan memberi komando. Ia berjalan bersama, sering kali di belakang, memastikan semua orang menemukan pijakan mereka sendiri. Ia tahu, teater tidak tumbuh dari ambisi semata, tetapi dari ketekunan yang sering kali sunyi.

Ketika pementasan usai, ketika lampu panggung padam dan penonton pulang, BET kembali ke titik awal mereka; kota Negara, Jembrana. Tidak ada euforia berlebihan. Tidak ada selebrasi yang berisik.

Nanoq da Kansas | Foto: Dok. pribadi

Seperti telepon kami yang terputus sore itu, ada jeda yang justru memberi ruang untuk merenung. Tentang apa arti tampil di panggung nasional. Tentang bagaimana tubuh-tubuh dari barat Bali bisa berbicara kepada penonton dari latar budaya yang berbeda.

Bagi saya, Tubuh yang Menari bukan hanya pementasan di FTI 2025. Ia adalah penanda bahwa teater dari daerah, dari pinggiran, dari ruang yang sering diabaikan, masih punya daya getar yang kuat.

Dan Nanoq da Kansas, dengan segala kesederhanaannya, telah menunjukkan bahwa keberanian artistik tidak selalu lahir dari pusat. Ia bisa tumbuh dari Negara, dari latihan yang berulang, dari tubuh yang jatuh dan bangkit, lalu menari lagi.

Telepon itu sudah lama berakhir. Denpasar kembali bising. Negara kembali tenang. Tapi tubuh-tubuh yang menari di Medan, malam itu, masih menyisakan gema. Dan mungkin, gema itulah yang disebut teater; sesuatu yang selesai dipentaskan, tetapi belum selesai dirasakan. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bali Eksperimental TeaterNanoq da Kansasseni pertunjukanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Amerta | Cerpen Mas Ruscitadewi

Next Post

Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails
Next Post
Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co