24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Angga Wijaya by Angga Wijaya
December 14, 2025
in Panggung
Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Pementasan 'Tubuh yang Menari' oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

TELEPON itu berdering ketika Denpasar belum sepenuhnya reda dari lalu lintas sore. Saya sedang berdiri di pinggir jalan, menunggu jeda antara klakson dan napas sendiri, ketika nama Nanoq da Kansas muncul di layar. Ia di Negara, Jembrana. Saya di Denpasar. Jarak itu terasa lebih jauh dari sekadar angka kilometer.

“Bagaimana Medan?” tanya saya, membuka percakapan.

Di seberang, suaranya tenang, seperti biasa. Ada lelah yang tak ia sembunyikan, tapi juga kepuasan yang tak ia pamerkan. Ia bercerita tentang panggung, tentang penonton yang berdiri, tentang tubuh-tubuh yang menari bukan hanya di atas panggung, tetapi juga di bangku penonton. Tentang Bali Eksperimental Teater (BET) yang akhirnya berdiri sejajar dengan kelompok-kelompok teater dari berbagai kota di Indonesia, dalam Festival Teater Indonesia (FTI) 2025 di Medan, Sumatera Utara.

Percakapan itu singkat, tapi cukup untuk membuat saya sadar, bahwa perjalanan panjang yang sedang mencapai satu titik penting. Dan titik itu bernama Tubuh yang Menari.

Eksperimen Tubuh

BET bukan kelompok teater yang lahir dari pusat keramaian seni. Ia tumbuh dari barat Bali, dari Negara, Jembrana, dari ruang-ruang yang sering luput dari peta besar kesenian nasional. Sejak berdiri pada 16 Juni 1993, BET memilih jalan yang tidak mudah, yakni, jalan eksperimen, jalan tubuh, jalan yang tidak selalu ramah terhadap selera arus utama.

Pementasan ‘Tubuh yang Menari’ oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

Di baliknya ada Nanoq da Kansas, nama panggung dari Wayan Udiana, lahir 2 Desember 1965 di Dusun Moding, Candikusuma, Jembrana. Ia bukan tipe seniman yang sibuk membangun citra. Ia lebih sering membangun ruang. Ruang latihan, ruang diskusi, ruang bagi anak-anak muda untuk gagal, mencoba lagi, dan menemukan bahasa tubuh mereka sendiri.

Dalam perjalanan panjang itu, BET berkembang menjadi lebih dari sekadar kelompok pementasan. Ia menjadi semacam laboratorium kultural, tempat tubuh diuji, tradisi dibongkar, lalu dirangkai ulang dengan keberanian artistik.

Ketika Festival Teater Indonesia 2025 digelar untuk pertama kalinya, BET mendapat undangan resmi untuk tampil. Bagi mereka, ini bukan sekadar tampil di luar Bali, tetapi hadir di panggung nasional dalam edisi perdana festival.

FTI 2025 digelar di empat kota, Medan sebagai pembuka selama tiga hari, lalu Palu, Mataram, dan ditutup di Jakarta. Di Medan, BET berdiri sejajar dengan kelompok teater dari Makassar, Bandar Lampung, Tangerang, Jakarta, dan daerah lain.

Pementasan ‘Tubuh yang Menari’ oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

Pada 3 Desember 2025 malam, di Auditorium RRI Medan, BET mementaskan Tubuh yang Menari. Sebuah karya yang diadaptasi dari novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini, dengan naskah adaptasi oleh Sasti Gotama. Produksi ini diproduseri Dewa Made Dwi Dharma Putra, dengan musik yang digarap I Komang Sukma Upadana.

Di atas panggung, tubuh-tubuh para performer, Kadek Cinthya Ayu Bestari, Ni Putu Ayu Puspita Dewi, dan Kanahaya Elang Semesta, menjadi bahasa utama. Kata-kata ada, tetapi bukan satu-satunya alat bicara.

Cinta, Kasta, dan Tubuh Perempuan

Secara artistik, Tubuh yang Menari mengangkat isu yang tidak ringan, yakni cinta, kasta, dan perjuangan perempuan Bali. Namun BET tidak menyampaikannya lewat narasi verbal yang panjang. Mereka memilih tubuh sebagai medium utama.

Pementasan ‘Tubuh yang Menari’ oleh Bali Eksperimental Teater (BET) pada FTI 2025 | Dok. BET

Gerak, tarian, musik gamelan dan seruling, asap dupa yang perlahan menyelimuti panggung—semuanya bekerja bersama membangun atmosfer yang intens dan khidmat. Ada rasa ritual di sana, tapi bukan ritual yang beku. Ia bergerak, bernafas, dan sesekali mengguncang. Pendekatan ini menegaskan karakter BET; tubuh bukan pelengkap cerita, melainkan cerita itu sendiri.

Tentu saja, tidak ada pertunjukan yang sempurna. Beberapa pengamat mencatat bahwa kekuatan vokal pemain belum sepenuhnya setara dengan kekuatan visual panggung. Catatan ini bukan cela, melainkan pengingat bahwa proses masih berjalan.

Namun secara keseluruhan, BET dinilai berhasil menghadirkan pertunjukan yang kuat secara estetika, emosional, dan penuh energi. Video cuplikan pementasan yang beredar di media sosial festival menunjukkan antusiasme besar. Auditorium RRI Medan dipadati penonton sejak awal. BET menjadi salah satu kelompok yang paling banyak dibicarakan selama FTI di Medan.

Nanoq dan Anak-anak Muda Jembrana

Keterlibatan BET di FTI tidak bisa dilepaskan dari peran Nanoq da Kansas sebagai sutradara. Lebih dari itu, ia adalah sosok yang mendorong anak-anak muda Jembrana untuk masuk ke jejaring teater nasional. Bukan dengan janji instan, tetapi dengan kerja panjang, disiplin tubuh, dan kesetiaan pada proses.

Nanoq bukan tipe pemimpin yang berdiri di depan memberi komando. Ia berjalan bersama, sering kali di belakang, memastikan semua orang menemukan pijakan mereka sendiri. Ia tahu, teater tidak tumbuh dari ambisi semata, tetapi dari ketekunan yang sering kali sunyi.

Ketika pementasan usai, ketika lampu panggung padam dan penonton pulang, BET kembali ke titik awal mereka; kota Negara, Jembrana. Tidak ada euforia berlebihan. Tidak ada selebrasi yang berisik.

Nanoq da Kansas | Foto: Dok. pribadi

Seperti telepon kami yang terputus sore itu, ada jeda yang justru memberi ruang untuk merenung. Tentang apa arti tampil di panggung nasional. Tentang bagaimana tubuh-tubuh dari barat Bali bisa berbicara kepada penonton dari latar budaya yang berbeda.

Bagi saya, Tubuh yang Menari bukan hanya pementasan di FTI 2025. Ia adalah penanda bahwa teater dari daerah, dari pinggiran, dari ruang yang sering diabaikan, masih punya daya getar yang kuat.

Dan Nanoq da Kansas, dengan segala kesederhanaannya, telah menunjukkan bahwa keberanian artistik tidak selalu lahir dari pusat. Ia bisa tumbuh dari Negara, dari latihan yang berulang, dari tubuh yang jatuh dan bangkit, lalu menari lagi.

Telepon itu sudah lama berakhir. Denpasar kembali bising. Negara kembali tenang. Tapi tubuh-tubuh yang menari di Medan, malam itu, masih menyisakan gema. Dan mungkin, gema itulah yang disebut teater; sesuatu yang selesai dipentaskan, tetapi belum selesai dirasakan. [T]

Penulis: Angga Wijaya
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bali Eksperimental TeaterNanoq da Kansasseni pertunjukanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Amerta | Cerpen Mas Ruscitadewi

Next Post

Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co