23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

tatkala by tatkala
December 14, 2025
in Khas
Meracik Kopi dan Mimpi: Kehangatan “COSA NOSSTRA Caffe” dari Tangan Mahasiswa

Suasana di sudut luar COSSANOSTRA | Dokumentasi: Tim COSSANOSTRA

MALAM di Singaraja selalu punya cara merangkul anak muda. Di sebuah sudut Jalan Gajah Mada, sebuah ruang kecil bernama COSA NOSSTRA Caffe tumbuh dari tangan seorang mahasiswa yang ingin menghadirkan hangatnya pertemuan.

Ada yang datang sendirian sambil meneteng tas penuh tugas, ada yang berdua sambil membawa cerita, ada pula yang sekedar ingin menenangkan kepala yang riuh oleh perkuliahan. Rasa kopi yang turun peralahan ke tenggorokan menciptakan ketenangan, sementara obrolan kecil di sudut ruangan menjelma jadi musik yang tidak pernah benar-benar selesai.

Tim COSA NOSSTRA bersama para customer | Dokumentasi: Tim COSA NOSSTRA

COSA NOSSTRA bukan sekedar kedai yang menjual kopi. Ia lebih mirip ruang persinggahan– tempat di mana orang bisa duduk tanpa merasa resah, tempat pulang sejenak sebelum kembali menghadapi hidup yang kadang terlalu ramai dan melelahkan. Kedai kecil ini tumbuh dari tangan seorang mahasiswa, dengan semangat yang sederhana, menghadirkan ruang teduh bagi siapa pun yang membutuhkan teman cerita atau sekedar menghirup udara yang lebih tenang dari dunia luar.

Dengan nuansa hangat ala arsitekur Bali dan suasana yang tidak pernah memaksa siapa pun untuk pergi, COSA NOSSTRA menjadirumah kecil bagi banyak mahasiswa yang mencari kehangatan dan ketenangan. Di sana, kopi dan percakapan seolah bekerja sama menjaga agar orang-orang tidak merasa sendirian

Gagasan awal COSA NOSSTRA muncul dari kebiasaan sederhana, sebuah pertemanan yang berkumpul di kos, berbagi keresahan, dan menenangkan diri lewat secangkir kopi. Dari pertemuan-pertemuan semacam itu, muncul kesadaran bahwa banyak orang yang sebenarnya tidak nyaman sendiri, meski terlihat baik-baik saja.

“Lama-kelamaan terpikir bahwa tanpa disadari, banyak orang yang merasa kesepian atau memang tidak suka sendiri,” ujar Rajj salah satu pendiri

Rajj yang sudah lama memiliki rasa kecintaanya pada dunia kopi kemudian membayangkan sebuah ruang yang memberi lebih dari sekedar menu. Sebuah tempat di mana orang bisa duduk, berbincang, atau hanya diam tanpa merasa asing. Bukan ruang gengsi, bukan pula sekedar tempat untuk pencitraan melainkan tempat untuk pulang sejenak.

“Saya ingin tempat ini memberikan kehangatan, terutama privasi dan kenyamanan,” tambahnya.

Nama COSSANOSTRA diambil dari renungan panjang. Terinspirasi dari film “The Goodfather”, yang bukan dilihat dari sisi kelamnya, tetapi rasa nilai kesetiaan, persaudaraan dan ikatan keluarga yang kuat. Kata COSA NOSSTRA diambil dari bahasa Italia untuk menggambarkan rasa itu, yang jika diartikan memiliki makna suatu perkumpulan besar yang terikat oleh rasa saling menjaga.

Filosofi itu kemudian dibawa ke kedai kopi. Siapa pun yang datang, meski awalnya asing, diharapkan dapat merasakan kehadiran satu sama lain.

COSA NOSSTRA juga lahir dari komunitas TRAGAS (Truna-Truna Lagas), sebuah lingkar pertemanan yang dikenal solid selalu gas diajak kemanapun dan ringan tangan. Dari tangan komunitas inilah kedai itu akhirnya berdiri pada pertengahan Mei 2025.

Bagi para pengelola, kedai kopi ini tidak hanya berbicara soal usaha. Ada nilai yang ingin dijaga. “Untuk jiwa-jiwa yang kedinginan, pulang dan berkumpullah ke COSA NOSSTRA , karena di sini kamu akan menemukan kehangatan, kehangatan seperti di rumah, terutama bagi orang-orang yang jauh dari rumah,” ujar Rajj.

Suasana di sudut luar COSA NOSSTRA | Dokumentasi: Tim COSA NOSSTRA

Sebagian besar pengunjung COSA NOSSTRA adalah mahasiswa. Kesamaan latar belakang umur dan situasi membuat hubungan yang terbangun terasa lebih setara, seperti saudara satu keluarga. Kedai yang buka mulai pukul 18.00 WITA hingga larut ini sengaja tidak diberi jam tutup yang pasti. Pengelolanya ingin tetap menemani siapa pun yang sedang butuh ruang untuk berfikir dan perproses atau sekedar melepas penat dengan perbincangan hangat.

Meski masih mahasiswa, para pendirinya mengurus hampir semua hal sendiri.  “Memang sulit, tapi kalau sudah niat, semua bisa dijalani. Termasuk membagi waktu antara kuliah dan usaha,” kata Rajj.

Dari sisi menu, COSA NOSSTRA meracik minuman dengan karakter yang mereka bangun secara perlahan. Doulcholate dan Doulchinamon menjadi dua signature yang lahir di awal berdirinya kedai. Seiring waktu, Americano di COSA NOSSTRA dinilai punya karakter yang kuat berbeda dengan yang lain. Sementara Spanish Latte menjadi favorit banyak pengunjung.

Beberapa mahasiswa yang sering datang membagikan ceritanya. Dandi, miasalnya, mengaku datang hampir setiap hari dalam seminggu karena suasananya yang tenang dan harganya yang terjangkau. “Di sini bukan sekedar rasa kopi yang penting, melainkan rasa persaudaraannya,” ujarnya. Ia mengaku lebih sering memilih Amber Kopi dan Cendol non-kopi sebagai teman mengerjakan tugas.

Geby, mahasiswa semester tiga, melihat COSA NOSSTRA sebagai tempat untuk menyelesaikan hari. “Tempatnya nyaman, bukanya sampai larut, dan sirkel orang-orangnya juga enak,” katanya.

Menu favoritnya adalah Spanish Latte, sementara saat tidak ingin minum kopi, ia memilih Milo atau Cinnamon. Geby mengaku bisa datang hampir setiap hari, atau sekitar enam kali dalam seminggu.

Duta, yang juga mahasiswa, melihat kedai kopi ini dari pengalaman eksplorasinya mengunjungi berbagai kedai kopi di singaraja.

“Anak muda sekarang cari tempat yang cocok sama dirinya. Di COSA NOSSTRA Caffe, pengunjung tidak dibatasi waktu. Kita nggak was-was soal jam tutup, dan itu jarang dimiliki coffeeshop lain,” ungkapnya.

Ia lebih sering memesan Fun Choco Fusion, karena menurutnya tidak banyak coffeeshop yang menjadikan cokelat sebagai basis utama minuman.

Suasana penuh kehangatan pengunjung COSA NOSSTRA | Dokumentasi: Tim COSA NOSSTRA

Bagi para pendirinya, COSA NOSSTRA bukan terutama soal produk, yang mereka jaga adalah suasana, rasa diterima dan rasa ditemani. “Yang membuat orang kembali bukan sekedar menunya, tapi apa yang ditawarkan tempat ini, kehangatan dan rasa saling menjaga,” ujar Rajj.

Di tengah banyaknya kedai kopi dengan konsep visual yang seragam, COSA NOSSTRA hadir sebagai ruang kecil yang mengajak orang untuk duduk dan berbagi cerita. Di tempat itu, kopi, cerita, dan mimpi diracik bersama oleh tangan-tangan muda yang percaya bahwa kehangatan bisa tumbuh dari hal sederhana. [T]

Penulis: Cindi Larasati
Mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

  • Catatan: Artikel ini merupakan tugas mata kuliah Jurnalistik Online pada program studi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

Tags: coffee shopmahasiswaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tubuh yang Menari, Telepon yang Berdering dari Negara

Next Post

IHKA BPD Bali Bantu Keberlanjutan Pendidikan Putri dan Dita di Klungkung

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
IHKA BPD Bali Bantu Keberlanjutan Pendidikan Putri dan Dita di Klungkung

IHKA BPD Bali Bantu Keberlanjutan Pendidikan Putri dan Dita di Klungkung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co