6 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
in Khas
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

Beberapa buku antologi puisi dan cerpen siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah yang sama, barangkali bukan perkara sederhana. Diperlukan kesungguhan, kepekaan, dan kerja sama agar setiap karya tetap menghadirkan suara personal, namun tetap berpadu dalam harmoni tema yang utuh. Antologi cerpen ini lahir dari proses tersebut, sebuah perjumpaan antara keberagaman gagasan dengan semangat kebersamaan.

Di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), proyek penyusunan buku antologi tidak sekadar menjadi tugas akademik biasa. Kegiatan tersebut justru dijadikan bagian dari ujian blok yang harus dilalui siswa kelas X dan XI dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada semester ganjil, seluruh siswa kelas X mendapat tugas membuat antologi puisi. Sementara pada semester genap, giliran siswa kelas XI menyusun antologi cerpen. Setiap kelas mengerjakan satu buku kolektif sebagai bentuk pemenuhan pembelajaran.

Sebagai sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran blok, Kesbam memiliki pola belajar yang berbeda dibanding sekolah pada umumnya. Dalam satu semester, durasi pembelajaran dibagi menjadi dua periode masing-masing selama tiga bulan. Pada setiap blok, siswa akan fokus mempelajari beberapa mata pelajaran tertentu, sementara pelajaran lainnya akan dipelajari pada blok berikutnya. Pengecualian diberikan pada mata pelajaran produktif sesuai jurusan yang tetap berjalan secara berkelanjutan. SMK Kesehatan Bali Medika sendiri memiliki empat jurusan, yakni Keperawatan dan Caregiving, Farmasi Klinis dan Komunitas, Teknologi Laboratorium Medik, serta Manajemen Perkantoran Layanan Bisnis.

Di tengah pola pembelajaran yang cukup padat tersebut, proyek antologi puisi dan cerpen menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih reflektif sekaligus kreatif. Dalam Kurikulum Merdeka yang kini beralih menjadi Kurikulum Nasional, sistem penilaian memang tidak lagi hanya bertumpu pada tes tertulis. Sekolah diberikan ruang untuk menerapkan asesmen berbasis proyek, yakni metode evaluasi yang menilai siswa melalui karya, presentasi, maupun penyelesaian masalah nyata. Pendekatan ini dianggap lebih mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kolaborasi siswa dibanding sekadar hafalan materi.

Karena itu, proyek buku antologi dipilih sebagai bentuk ujian yang dinilai lebih relevan dengan materi puisi dan cerpen yang sedang dipelajari siswa. Dalam prosesnya, para siswa tidak hanya diminta menulis. Mereka juga belajar membaca karya, melakukan revisi, menyunting tulisan, hingga menyusun buku bersama-sama. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran literasi.

Sebagai guru pengampu, saya memandang kegiatan ini bukan hanya pemenuhan tugas akademik semata, melainkan juga sebagai ruang pembentukan karakter. Melalui proses kreatif tersebut, siswa belajar membuat karya dengan tanggung jawab estetik sekaligus etis. Mereka diajak memahami bahwa puisi dan cerpen bukan hanya tentang menceritakan sesuatu, tetapi juga tentang kepekaan terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan sekitar.

Menariknya, sebagian besar karya siswa lahir dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka sendiri. Ada yang menulis tentang kisah asmara remaja, hubungan keluarga, pengalaman di sekolah, hingga pergulatan batin yang mereka alami sehari-hari. Tulisan-tulisan itu hadir dengan bahasa yang jujur dan apa adanya, memperlihatkan bagaimana para siswa memandang dunia di sekitar mereka.

Dari karya-karya tersebut, guru dapat melihat cara berpikir dan kondisi psikologis siswa yang tercermin dalam setiap karya. Cerita dan puisi yang dihasilkan juga menjadi media refleksi diri bagi para siswa. Di sisi lain, para siswa pun dapat belajar memahami pengalaman teman-temannya melalui kisah yang dibuat.

Dalam proses penyusunan dan penyuntingan karya, saya juga dibantu oleh Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S. Kami bersama-sama mendampingi proses kurasi hingga editing. Pendampingan itu dilakukan bukan untuk menghilangkan karakter tulisan siswa, melainkan membantu mereka memahami bagaimana sebuah karya dapat disusun dengan lebih baik dan lebih rapi. Dalam proses ini, siswa pun menjadi lebih memahami bagaimana penulisan serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kendati demikian, tantangan tetap ada. Di tengah perkembangan teknologi, beberapa karya siswa juga terindikasi menggunakan bantuan AI (artificial intelligence). Kehadiran AI memang menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam dunia pendidikan saat ini. Namun kondisi tersebut tidak serta-merta dipandang sebagai ancaman.

Sebaliknya, justru penting beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut. Siswa seharusnya diarahkan agar mampu menggunakan AI secara bijak dan maksimal, bukan menjadikannya sebagai pengganti kemampuan berpikir. AI diharapkan hadir sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, bukan sebagai ‘pembantu’ yang mengambil alih seluruh pekerjaan kreatif mereka.

Walaupun tidak semua karya bisa dikatakan sempurna, proyek ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk berpikir lebih kritis dan lebih berani mengekspresikan gagasan. Buku yang mereka hasilkan juga memiliki nilai lebih karena dapat mendokumentasikan ide secara permanen. Tidak hanya menjadi bagian dari penilaian akademis, tetapi juga menjadi sesuatu yang dapat dikenang dan dibanggakan di masa depan.

Lebih jauh lagi, proyek ini juga membantu siswa membangun personal branding melalui karya tulis yang dihasilkan. Mereka belajar bahwa tulisan memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan, merekam pengalaman, sekaligus meninggalkan jejak pemikiran.

Sebagai bentuk apresiasi, buku-buku antologi puisi dan cerpen karya siswa tersebut disimpan di perpustakaan sekolah. Seluruh warga sekolah dapat membacanya. Dengan demikian, karya para siswa tidak berhenti sebagai tugas kelas semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya literasi di lingkungan sekolah.

Pada akhirnya, di tengah dunia pendidikan yang terus berubah, proyek sederhana berupa buku antologi ini justru menghadirkan sesuatu yang paling penting: ruang bagi siswa untuk berekspresi melalui karya mereka sendiri. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: buku cerpenbuku puisiCerpenPendidikanPuisiSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Next Post

Pesta Babi: Membuka Hutan, Menutup Layar

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails
Next Post
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi

Pesta Babi: Membuka Hutan, Menutup Layar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’
Opini

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
Topi Para Penyintas Kanker
Esai

Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

by Angga Wijaya
September 5, 2026
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri
Cerpen

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery
Puisi

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan
Esai

Tumpek Uye dan Pendidikan Menghormati Kehidupan

Kita mengajarkan anak mencintai lingkungan. Tetapi, berapa banyak sekolah yang benar-benar memberi anak pengalaman mencintai lingkungan? PERTANYAAN sederhana itu patut...

by I Wayan Yudana
September 5, 2026
Labirin Bahasa di Sekitar Kita
Bahasa

Labirin Bahasa di Sekitar Kita

PERNAHKAH Anda memperhatikan bagaimana sebuah kata bekerja di media sosial atau di obrolan sehari-hari? Kita sering mengira bahasa itu seperti...

by I Made Sudiana
September 4, 2026
Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang
Esai

Ketika Kotak Makan Menjadi Jalan Pulang

 “Mau diberikan ke mama. Karena di rumah tidak ada nasi.” Muhammad Suleman Datau mengatakannya ketika teman-temannya mulai membuka kotak makanan...

by Ahmad Fatoni
September 4, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [9]: Seperti Dendam, Seperti Ronggeng: Karya yang Bertahan

DIAGNOSIS tentang Sastra Perhatian bukan pernyataan bahwa seluruh ekosistem sastra Indonesia sudah menyerah pada logikanya. Pernyataan semacam itu terlalu mudah...

by Andre Syahreza
September 4, 2026
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana
Opini

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang
Esai

AI Membuat Musik Semakin Mudah, Bukan Semakin Gampang

PHIL COLLINS pernah melakukan sesuatu yang pada zamannya terasa luar biasa. Dalam album Both Sides yang dirilis tahun 1993, ia...

by Nanoq da Kansas
September 4, 2026
Nusa Dua Memang Tiada Satunya
Esai

Nusa Dua Memang Tiada Satunya

NUSA DUA lebih dikenal daripada Desa Adat Bualu yang menaunginya.  Sebelum akhir tahun 1950-an, Nusa Dua berada di bawah naungan...

by I Nyoman Tingkat
September 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co