14 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
in Khas
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

Beberapa buku antologi puisi dan cerpen siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah yang sama, barangkali bukan perkara sederhana. Diperlukan kesungguhan, kepekaan, dan kerja sama agar setiap karya tetap menghadirkan suara personal, namun tetap berpadu dalam harmoni tema yang utuh. Antologi cerpen ini lahir dari proses tersebut, sebuah perjumpaan antara keberagaman gagasan dengan semangat kebersamaan.

Di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), proyek penyusunan buku antologi tidak sekadar menjadi tugas akademik biasa. Kegiatan tersebut justru dijadikan bagian dari ujian blok yang harus dilalui siswa kelas X dan XI dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada semester ganjil, seluruh siswa kelas X mendapat tugas membuat antologi puisi. Sementara pada semester genap, giliran siswa kelas XI menyusun antologi cerpen. Setiap kelas mengerjakan satu buku kolektif sebagai bentuk pemenuhan pembelajaran.

Sebagai sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran blok, Kesbam memiliki pola belajar yang berbeda dibanding sekolah pada umumnya. Dalam satu semester, durasi pembelajaran dibagi menjadi dua periode masing-masing selama tiga bulan. Pada setiap blok, siswa akan fokus mempelajari beberapa mata pelajaran tertentu, sementara pelajaran lainnya akan dipelajari pada blok berikutnya. Pengecualian diberikan pada mata pelajaran produktif sesuai jurusan yang tetap berjalan secara berkelanjutan. SMK Kesehatan Bali Medika sendiri memiliki empat jurusan, yakni Keperawatan dan Caregiving, Farmasi Klinis dan Komunitas, Teknologi Laboratorium Medik, serta Manajemen Perkantoran Layanan Bisnis.

Di tengah pola pembelajaran yang cukup padat tersebut, proyek antologi puisi dan cerpen menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih reflektif sekaligus kreatif. Dalam Kurikulum Merdeka yang kini beralih menjadi Kurikulum Nasional, sistem penilaian memang tidak lagi hanya bertumpu pada tes tertulis. Sekolah diberikan ruang untuk menerapkan asesmen berbasis proyek, yakni metode evaluasi yang menilai siswa melalui karya, presentasi, maupun penyelesaian masalah nyata. Pendekatan ini dianggap lebih mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kolaborasi siswa dibanding sekadar hafalan materi.

Karena itu, proyek buku antologi dipilih sebagai bentuk ujian yang dinilai lebih relevan dengan materi puisi dan cerpen yang sedang dipelajari siswa. Dalam prosesnya, para siswa tidak hanya diminta menulis. Mereka juga belajar membaca karya, melakukan revisi, menyunting tulisan, hingga menyusun buku bersama-sama. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam pembelajaran literasi.

Sebagai guru pengampu, saya memandang kegiatan ini bukan hanya pemenuhan tugas akademik semata, melainkan juga sebagai ruang pembentukan karakter. Melalui proses kreatif tersebut, siswa belajar membuat karya dengan tanggung jawab estetik sekaligus etis. Mereka diajak memahami bahwa puisi dan cerpen bukan hanya tentang menceritakan sesuatu, tetapi juga tentang kepekaan terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan sekitar.

Menariknya, sebagian besar karya siswa lahir dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka sendiri. Ada yang menulis tentang kisah asmara remaja, hubungan keluarga, pengalaman di sekolah, hingga pergulatan batin yang mereka alami sehari-hari. Tulisan-tulisan itu hadir dengan bahasa yang jujur dan apa adanya, memperlihatkan bagaimana para siswa memandang dunia di sekitar mereka.

Dari karya-karya tersebut, guru dapat melihat cara berpikir dan kondisi psikologis siswa yang tercermin dalam setiap karya. Cerita dan puisi yang dihasilkan juga menjadi media refleksi diri bagi para siswa. Di sisi lain, para siswa pun dapat belajar memahami pengalaman teman-temannya melalui kisah yang dibuat.

Dalam proses penyusunan dan penyuntingan karya, saya juga dibantu oleh Mohammad Hasbi Romadhoni, S.S. Kami bersama-sama mendampingi proses kurasi hingga editing. Pendampingan itu dilakukan bukan untuk menghilangkan karakter tulisan siswa, melainkan membantu mereka memahami bagaimana sebuah karya dapat disusun dengan lebih baik dan lebih rapi. Dalam proses ini, siswa pun menjadi lebih memahami bagaimana penulisan serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kendati demikian, tantangan tetap ada. Di tengah perkembangan teknologi, beberapa karya siswa juga terindikasi menggunakan bantuan AI (artificial intelligence). Kehadiran AI memang menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam dunia pendidikan saat ini. Namun kondisi tersebut tidak serta-merta dipandang sebagai ancaman.

Sebaliknya, justru penting beradaptasi dengan perkembangan teknologi tersebut. Siswa seharusnya diarahkan agar mampu menggunakan AI secara bijak dan maksimal, bukan menjadikannya sebagai pengganti kemampuan berpikir. AI diharapkan hadir sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran, bukan sebagai ‘pembantu’ yang mengambil alih seluruh pekerjaan kreatif mereka.

Walaupun tidak semua karya bisa dikatakan sempurna, proyek ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk berpikir lebih kritis dan lebih berani mengekspresikan gagasan. Buku yang mereka hasilkan juga memiliki nilai lebih karena dapat mendokumentasikan ide secara permanen. Tidak hanya menjadi bagian dari penilaian akademis, tetapi juga menjadi sesuatu yang dapat dikenang dan dibanggakan di masa depan.

Lebih jauh lagi, proyek ini juga membantu siswa membangun personal branding melalui karya tulis yang dihasilkan. Mereka belajar bahwa tulisan memiliki kekuatan untuk menyampaikan gagasan, merekam pengalaman, sekaligus meninggalkan jejak pemikiran.

Sebagai bentuk apresiasi, buku-buku antologi puisi dan cerpen karya siswa tersebut disimpan di perpustakaan sekolah. Seluruh warga sekolah dapat membacanya. Dengan demikian, karya para siswa tidak berhenti sebagai tugas kelas semata, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya literasi di lingkungan sekolah.

Pada akhirnya, di tengah dunia pendidikan yang terus berubah, proyek sederhana berupa buku antologi ini justru menghadirkan sesuatu yang paling penting: ruang bagi siswa untuk berekspresi melalui karya mereka sendiri. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: buku cerpenbuku puisiCerpenPendidikanPuisiSMK Kesehatan Bali Medika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Eksplorasi Tradisi dan Kegelisahan Urban —Catatan Forum Bukan Musik Biasa #111

Next Post

Pesta Babi: Membuka Hutan, Menutup Layar

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails
Next Post
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi

Pesta Babi: Membuka Hutan, Menutup Layar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat
Puisi

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB
Panggung

Mendengar Kembali Bunyi yang Terlupakan: Catatan atas Pertunjukan Gula Gending 2.0 di Taman Budaya NTB

ADA bunyi-bunyi yang hidup begitu lama di sekitar kita hingga akhirnya menghilang dari ingatan. Ia pernah hadir setiap hari, melintas...

by Jaswanto
June 14, 2026
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara
Budaya

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins
Esai

Takdir dan Kehendak Bebas: Membaca Ulang Kehidupan melalui Pancakosha dan Peta Kesadaran Hawkins

Antara Takdir dan Kebebasan: Pertanyaan Tua yang Tak Pernah Usai Sejak manusia mulai bertanya tentang dirinya sendiri, satu pertanyaan selalu...

by Agung Sudarsa
June 14, 2026
Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali
Panggung

Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali

Tari Siwanataraja selalu menjadi bagian penting dalam Peed Aya (Pawai Budaya) pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) setiap tahunnya. Tari yang...

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti
Cerpen

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan
Puisi

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

by IRZI
June 13, 2026
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Budaya

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

by tatkala
June 13, 2026
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word
Ulas Rupa

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi
Bahasa

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

by I Made Sudiana
June 13, 2026
‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
Ulas Musik

‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan

MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang...

by Ahmad Sihabudin
June 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co