24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bayangan yang Tak Pernah Pergi — Membaca Buku Cerpen “Cubang” karya Geg Ary Suharsani

Maria Frangela Suriti Sangu by Maria Frangela Suriti Sangu
September 14, 2025
in Ulas Buku
Bayangan yang Tak Pernah Pergi — Membaca Buku Cerpen “Cubang” karya Geg Ary Suharsani

Buku cerpen Cubang karya Geg Ary Suharsani

CUBANG adalah salah satu buku kumpulan cerpen karya Geg Ary Suharsani yang diterbitkan oleh Mahmima Institute Indonesia pada Oktober 2019, dan merupakan sebuah karya sastra yang menyajikan 11 cerita pendek dengan tema universal yang dikemas dalam latar budaya Bali yang kuat.

Karya ini merupakan hasil dari dorongan rasa rindu penulis terhadap kegiatan menulis setelah vakum selama belasan tahun. Buku ini juga menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat Bali dengan segala pergulatannya, misalnya dari segi cinta, keluarga, tradisi, kehilangan, hingga perlawanan terhadap modernisasi.

Melalui gaya bertutur yang sederhana namun emosional, penulis membawa pembaca menelusuri berbagai sudut kehidupan yang terasa akrab namun tetap menyisakan ruang refleksi yang mendalam.

Salah satu kekuatan buku ini adalah dalam pemilihan tema. Hampir semua cerita berputar pada persoalan identitas, keluarga, dan hubungan manusia dengan tanah kelahirannya. Misalnya dalam cerpen “Cubang”, tokoh Pan Sanu digambarkan sebagai seorang lelaki tua yang dengan keras kepala mempertahankan tanah warisan keluarganya dari tekanan enam saudaranya yang ingin menjual tanah tersebut kepada seorang investor asing.

Cubang—sebuah sumur tradisional di Bali—menjadi simbol kekuatan, ketekunan, dan warisan yang hendak dijaga. Pan Sanu tidak hanya mempertahankan tanah sebagai harta benda, melainkan mempertahankannya sebagai bagian dari harga diri dan identitasnya. Ia melawan godaan modernisasi yang seringkali membutakan manusia terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan nenek moyangnya.

Cerpen lain seperti “Agatha Tak Ingin Benci Setengah Mati” menawarkan pandangan tentang bagaimana seseorang belajar mengelola emosi negatif di usia muda. Agatha, sebagai tokoh utama, mengalami pergolakan batin terhadap seorang laki-laki yang selalu hadir dalam hidupnya tanpa ia kehendaki. Melalui nasihat bijak dari Bibi Lucia, Agatha belajar bahwa membenci hanya akan menumbuhkan keterikatan emosional yang tidak sehat. Cerita ini menggambarkan perjalanan kedewasaan emosional seorang remaja dengan penuh kelembutan dan nuansa reflektif yang kuat.

Geg Ary Suharsani juga menulis cerpen-cerpen yang bernuansa nostalgia dan kesedihan, seperti dalam “Bapak”, di mana seorang anak mengenang almarhum ayahnya saat bersembahyang di Pura Besakih. Sentuhan emosi dalam cerpen ini begitu dalam, tanpa perlu mengumbar kesedihan berlebihan. Kekuatan cerpen ini justru pada keheningan, pada kenangan kecil yang terus hidup dalam diri sang anak, serta pada peristiwa sederhana yang membangkitkan rindu terhadap orang tua yang telah tiada.

Dari segi alur, Suharsani menggunakan struktur yang sederhana namun efektif. Cerita-ceritanya mayoritas menggunakan alur maju, tetapi kerap diselingi dengan kilas balik yang lembut dan wajar, memperkaya latar belakang cerita tanpa membuatnya terasa membingungkan. Gaya bahasa yang digunakan juga sangat bersahaja. Tidak ada kalimat-kalimat metaforis yang berlebihan atau kosakata bombastis; sebaliknya, Suharsani menulis dengan kejujuran rasa, membiarkan emosi tokoh-tokohnya mengalir dengan alami. Dialog-dialog yang ditulis juga terasa luwes dan membumi, mencerminkan keaslian karakter Bali yang sederhana dan bersahaja.

Latar tempat dalam setiap cerpen menjadi salah satu kekuatan besar buku ini. Bali bukan hanya sekedar latar geografis, melainkan menjadi jiwa dari setiap cerita. Pembaca diajak masuk ke dalam suasana kehidupan masyarakat Bali: tradisi odalan, suara gemuruh Tukad Bindu, cubang-cubang tua di desa, hingga upacara keluarga di pura.

Tradisi Bali dijaga dengan kuat, seperti dalam cerpen “Gemuruh Tukad Bindu” yang berlatar di sebuah jalur pejalan kaki di tepi sungai, menghadirkan suasana yang sangat hidup. Namun demikian, salah satu kekurangan yang terasa adalah penggunaan banyak istilah lokal Bali yang kadang tidak diberi penjelasan yang cukup rinci. Bagi pembaca di luar Bali, beberapa istilah seperti “Tukad”, “Pura”, “Hyang Widhi”, atau “Jeg”  bisa terasa asing dan mengganggu pemahaman konteks.

 Dari segi karakterisasi, Suharsani berhasil membangun tokoh-tokoh yang manusiawi, memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tokoh Pan Sanu adalah contoh keberhasilan Suharsani membangun karakter dengan kompleksitas emosi: keras kepala namun penuh cinta terhadap tanahnya. Agatha adalah gambaran remaja yang sedang berjuang memahami perasaan-perasaannya. Bahkan tokoh-tokoh pendukung seperti Bibi Lucia, Made dan Gede (anak-anak kecil dalam “Bapak”) pun ditulis dengan cukup mendalam untuk memberikan warna yang kuat dalam cerita.

Meski secara keseluruhan buku ini kuat, ada beberapa bagian yang terasa repetitif, khususnya dalam tema besar tentang mempertahankan warisan keluarga dan rasa bersalah yang berulang muncul di beberapa cerita. Juga, tidak semua cerita memiliki klimaks yang tajam; beberapa berakhir datar, lebih sebagai sketsa kehidupan daripada cerita dengan resolusi dramatis. Namun justru dalam kesederhanaan ini tersimpan kekuatan: Suharsani tidak berusaha memaksakan dramatisasi, melainkan membiarkan kehidupan berjalan sebagaimana adanya.

Secara umum, Cubang adalah sebuah karya yang intim dan penuh ketulusan. Buku ini bukan hanya sebuah koleksi cerita pendek, tetapi juga sebuah refleksi tentang bagaimana manusia berusaha berdamai dengan waktu, perubahan, dan diri sendiri. Pembaca akan menemukan bahwa setiap cerpen, meski sederhana dalam penyampaian, meninggalkan jejak emosional yang kuat setelah dibaca.

Melalui Cubang, Geg Ary Suharsani mengajak kita untuk lebih menghargai nilai-nilai tradisi, keluarga, dan ketulusan dalam menjaga identitas di tengah dunia yang terus berubah. Buku ini sangat layak dibaca oleh siapa saja yang mencintai cerita-cerita berjiwa, penuh perenungan, dan terikat erat dengan budaya lokal. [T]

Penulis: Maria Frangela Suriti Sangu
Editor: Adnyana Ole

Tags: buku cerpenCerpenresensisastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Gelis Diksi” Dibedah dengan “Gelis”

Next Post

Banjir dalam Puisi-puisi Wiji Thukul dan Denpasar yang Berubah

Maria Frangela Suriti Sangu

Maria Frangela Suriti Sangu

Lahir di Semang, NTT, tahun 2001. Mahasiswa Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah

Related Posts

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails

Sugianto Membongkar Bali

by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
0
Sugianto Membongkar Bali

Judul Buku    : Aib Penulis          : I Made Sugianto Penerbit        : Pustaka Ekspresi Cetakan         : Pertama, Januari 2026 Tebal              :...

Read moreDetails

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails
Next Post
Banjir dalam Puisi-puisi Wiji Thukul dan Denpasar yang Berubah

Banjir dalam Puisi-puisi Wiji Thukul dan Denpasar yang Berubah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co