23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Gelis Diksi” Dibedah dengan “Gelis”

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
September 14, 2025
in Khas
“Gelis Diksi” Dibedah dengan “Gelis”

Acara penyerahan buku usai acara bedah buku Gelis Diksi di SMAN 2 KUta Selatan

ADA hal menarik yang dikembangkan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) saban menyambut ulang tahun sekolah pasca-masa pandemi Covid-19, yaitu peluncuran buku sekaligus bedah buku.

Tak terkecuali pada perayaan HUT VI yang jatuh pada Buda Urip Watugunung, 3 September 2025. Jika pada HUT V dibedah dua buku, Guru Merdeka Menulis karya antologi guru dan Sekolah Pengerak, Sebuah Refleksi karya saya sendiri, I Nyoman Tingkat, pada HUT VI dibedah buku Gelis Diksi : Masa Depan Wisata Literasi, juga karya saya, I Nyoman Tingkat.

Buku Gelis Diksi : Masa Depan Wisata Literasi merupakan catatan perjalanan penulis yang terdiri atas 38 esai  dalam berbagai aktivitas pendidikan baik secara lokal maupun nasional. Ke-38 esai  itu diklasifikasikan menjadi 3 bagian:  Literasi Ala Toska, Wisata Literasi, dan Arah ke depan.

Secara keseluruhan  isinya menggambarkan program literasi di Toska yang dielaborasi dan dieksplorasi ke luar sehingga jangkauannya lebih luas dan berterima untuk berbagai kalangan di luar Toska.

Diperkuat juga dengan data teks yang kontekstual sepanjang perjalanan membuat buku ini memiliki nilai plus dan mengajak pembaca untuk berwisata literasi. Sebuah istilah yang terasa tepat saat pendekatan deep learning dikampanyekan dalam pembelajaran. Pendekatan ini mensyaratkan pembelajaran menyenangkan, bermakna, dan mendalam. Wisata Literasi adalah jawaban yang coba ditawarkan.

 Judulnya menarik dan mengundang tanya peserta bedah buku yang diikuti oleh Ketua PGRI Badung, Ketua PGRI Kecamatan Kuta Selatan, MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Badung, perwakilan SMA se-Badung dan jurnalis SMA se- Badung.

Daya tarik buku ini adalah menggabungkan kosakata Bali “Gelis” artinya cepat  dan kosakata Indonesia “Diksi” artinya pilihan kata  sebagai  judul  utama dengan anak judul : Masa Depan Wisata Literasi.

“Ini judul yang menggoda dengan frasa “Wisata Literasi” yang tidak umum. Sebuah bentuk kreativitas bagi penulisnya, yang belum ada selama ini,” puji  Dr. Made Adnyana, S.H., M.H. sebagai pembedah.

Peserta bedah buku “Gelis Diksi” | Foto: Nyoman Tingkat

Namun demikian, “Gelis Diksi” bukan sekadar bermakna secara semantik, melainkan juga dalam konteks akronim. Gelis Diksi adalah akronim dari Gerakan Literasi bersama Pendidik dan Siswa. Itu nama program literasi yang diinisiasi oleh Toska, sebagai gerakan bersama dengan posisi pendidik dan siswa setara. Mereka belajar bersama dengan pendidik sebagai teladan untuk anak.

Dari nama programnya, menunjukkan Toska memuliakan kearifan lokal tanpa berpretensi melupakan semangat nasional dan selalu terbuka dengan arus globalisasi dengan filter kepribadian dan budaya bangsa. Kuat ke dalam tetapi lentur ke luar. Meminjam istilah Tan Malaka, “terbentur… terbentur… terbentur, lalu terbentuk”.

Sebagai sebuah program, Gelis Diksi memerlukan dukungaan seluruh warga sekolah secara kontinu dan konsisten berintegritas. Program ini tidak bergantung pada perubahan kurikulum dan Kementerian dengan menterinya. “Apa pun kurikulumnya, siapa pun menterinya, program literasi tidak pernah hilang. Pasalnya literasi adalah pangkal dari semua proses pembelajaran yang berlaku seumur hidup. Ini sesuai dengan prinsif belajar sepanjang hayat. Saya, I Nyoman Tingkat, memang selalu menginisiasi program dan mengeksplorasinya hingga menjadi buku sebagai wisata literasi.

 Dr. Made Adnyana, S.H., M.H. sebagai pembedah  adalah  dosen jurnalistik dari Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mengaku bangga dengan hadirnya buku ini. Memuliakan kearifan lokal lalu mengawinkan dengan kearifan nasional identik dengan paham nasi goreng yang pernah digagas Rabindranath Tagore dalam dunia pendidikan yang banyak diserap oleh Ki Hadjar Dewantara di Perguruan Taman Siswa.

 “I Nyoman Tingkat berhasil mengeksplorasi perjalanan wisata dan pelatihan yang diikuti lalu menuliskan secara kontekstual berdasarkan isu-isu terkini, termasuk mengkritisi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan bahasa yang santun. Khas gaya guru, mengedepankan etika. Tidak banyak guru, apalagi Kepala Sekolah yang mau dan mampu melakukan kerja literasi seperti ini,” kata Made Adnyana, doktor jebolan Unud yang pernah berkiprah di Kelompok Media Bali Post sejak mahasiswa.

Made Adnyana (kanan) membedah buku Gelis Diksi | Foto: Nyoman Tingkat

Namun demikian, Adnyana juga mengkritik buku yang dibedah. “Penulisan yang tidak konsisten, dasar klasifikasi tulisan, dan kesalahan redaksional yang cukup banyak dan menggangu. Cover buku juga kurang cerah dan tajam,” demikian kata pemilik akun youtube Oke Made yang suntuk memopulerkan artis pop Bali.

Terhadap kritik itu, saya sebagai penulis buku menerima dengan hati lapang. Saya sadar masih banyak kesalahan redaksional dalam buku ini, termasuk kesalahan pemasangan foto. Saya sendiri  menilai buku ini tidak baik. Namun, lebih tidak baik, bila tidak dituliskan.

Bedah buku yang berlangsung sekitar 2 jam itu, berlangsung hangat dan seru. Buktinya sejumlah pertanyaan datang dari peserta ditujukan kepada pembedah dan penulis buku. Sementara itu, di luar ruangan terdengar musik dari band siswa yang akan tampil pada puncak HUT Toska. Suara musik pun menjadi inspirasi bagi Adnyana membedah buku Gelis Diksi :  Masa Depan Wisata  Literasi. Dasar Adnyana bertalenta musik, kebisingan musik pun ditangkapnya sebagai berkah.

Begitulah seharusnya pembelajaran dihidupkan. Adnyana membedah Gelis Diksi dengan gelis.  Salam Literasi! [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: bedah bukuBukuPendidikansastraSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Boneka itu Bernama Elite yang Haus Kekuasaan

Next Post

Bayangan yang Tak Pernah Pergi — Membaca Buku Cerpen “Cubang” karya Geg Ary Suharsani

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Bayangan yang Tak Pernah Pergi — Membaca Buku Cerpen “Cubang” karya Geg Ary Suharsani

Bayangan yang Tak Pernah Pergi -- Membaca Buku Cerpen "Cubang" karya Geg Ary Suharsani

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co