Diterjemahkan oleh Juli Sastrawan dari cerpen berjudul God Sees The Truth, But Waits karya Leo Tolstoy dari Best Russion Short...
Read moreDetailsKetika melihat peti mati-peti mati yang diangkut mobil itu melintas, bertumpuk-tumpuk, di jalan raya yang lengang, di antara gerimis dan...
Read moreDetailsSeorang bayi yang baru lahir menangis, seorang anak dengan mata dan kulit berwarna coklat. Dia menangis dengan keras untuk menandakan...
Read moreDetails“Ayo, pesan apa saja. Bebas.” “Aku yang bayar.” “Pilih yang enak-enak.” ‘Hei, Mer, jangan bengong!” *** Made Gebi membuatku gelagapan....
Read moreDetailsCerpen Rudyard KiplingDiterjemahkan dari cerita How The First Letter oleh Juli Sastrawan dari buku Just So Stories. _____ Dahulu kala...
Read moreDetailsJalan Tantular, Renon Denpasar malam itu tampak sepi, sesekali pengendara roda dua melintas. Hanya beberapa bagian jalan diterangi lampu merkuri,...
Read moreDetailsCerpen Florence W. WilliamsDiterjemahkan dari dari Old English Folk Tales oleh Juli SastrawanIlustrasi oleh Florence W. Williams ____ Si Ayam...
Read moreDetailsDi jalan itu cuma ada seekor anjing. Hitam. Besar. Bulunya lebat. Ekornya buntung. Matanya tajam seperti mata pedang. Jalan...
Read moreDetailsHampir pukul empat dini hari, Putu belum bisa pulas. Jikalau matanya terpejam, rasa geli menyengat di beberapa bagian kulit kepala....
Read moreDetailsBagiku sore adalah waktu terbaik untuk menikmati hidup di halaman belakang rumah. Sebab di bawah pohon pisang itulah, bersama Gening,...
Read moreDetailsCermin itu memantulkan wajahnya dengan sempurna. Tiada yang kurang, semua nyata. Sebuah wajah yang cantik, agung, lembut tetapi juga berwibawa. ...
Read moreDetails“Indah sekali!” Karin berujar dengan aksen kental Indonesia ketika mata kameranya menangkap kilau es puncak gunung Matterhorn. Seketika seperti ada...
Read moreDetailsBagaimana kalau saudara tidur di sebuah dapur bekas yang kini menjadi ranjang ayam?—Para betina mengeram; pejantan singgah malam-malam; kotoran ayam...
Read moreDetailsNamanya jalan kehilangan. Dari namanya saja, jalan itu adalah tempat orang-orang yang kehilangangan sesuatu. Entah, apapun itu. Mereka ramai-ramai berjalan...
Read moreDetailsMonolog dan Kekasih Satu Tahun Lalu - Cerpen Eva Lailatur Riska _____ Cempaka. Denpasar, Desember 2017 Kita berkenalan setelah hujan...
Read moreDetailsAku menikmati kesendirian ini, aku berhalusinasi tentang berbagai alasan kesendirianku. Tubuh ini terasa dingin sekali, padahal masih berada di dekatmu,...
Read moreDetailsDi teras rumah, Jhoni dan Sam sibuk berbincang sambil merokok. Di tengah-tengah mereka terdapat sebuah meja bundar yang tak terlalu...
Read moreDetailsSuami yang seorang vegan itu sibuk menguleni tepung yang sudah dicampur dengan jodoh-jodohnya: air, pengembang, garam, sedikit gula, dan “perasa...
Read moreDetailsCerpen Supartika Hingga Jumat Kliwon ini, sudah hampir seminggu Arjuna bertapa di Gunung Indrakila untuk mendapat anugerah panah yang maha...
Read moreDetailsCerpen: Arya Lawa Manuaba ___ Sejak aku kanak-kanak, setiap pemuda yang lalu-lalang di pasar malam akan mengajukan pertanyaan yang sama....
Read moreDetailsAku bercita-cita menjadi lonte. Aku menjalani hidupku dengan tekun dan teguh demi mencapai cita-cita itu. Menginjak usia 20, aku sudah...
Read moreDetailsMitosnya, cinta pertama itu tidak terlupakan. Aku setuju. Ini adalah kali pertama aku jatuh cinta di usia 26 tahun. Banyak...
Read moreDetailsMatahari tepat berada di atas kepala. Jalan-jalan berdebu, pohon-pohon menari tertiup angin dan semua orang lalu lalang dengan memakai pelepah...
Read moreDetails“Minggu nanti kita beliin mereka Kue aja yuk,” tanya Kinar “Ahh buat apaan? Aku beliin Ibuku bubur kacang ijo kesukaannya...
Read moreDetailsPada suatu malam, di salah satu rumah warga, yang sedang memperingati tahlilan 7 hari orang meninggal. Sebut saja keluarga Badrun,...
Read moreDetailsBegitulah ibuku membawa janin dalam kandungannya, meniggalkan tragedi penyemblihan di desa. Dalam cerita ini, aku tidak bisa menulis kemana ibu...
Read moreDetailsMenerima kematian tidak semudah menerima surat cinta. Seperti yang tiga bulan terakhir ini kurasakan. Aku tidak bisa menerima sepenuhnya kematianku...
Read moreDetailsDi masa pandemi ini, aku bertemu puisi yang paling muram ia tersungkur di trotoar Jalan Sudirman, Denpasar. Jalan besar yang...
Read moreDetailsCerpen Wayan Martino Di sebuah desa kecil di balik Gunung A, tinggalah seorang pemuda tanggung, belia dalam usia, dewasa dalam...
Read moreDetailsCerpen Putra Setiawan [] Suasana Krematorium Mumbul perlahan mulai sepi ditinggal pelayat. Satu per satu rekan almarhum Inez beranjak pergi...
Read moreDetailsAda lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....
Read moreDetailsPERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...
Read moreDetails— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...
Read moreDetails

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...
“Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...
DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co