25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suami Vegan || Cerpen Bulan Nurguna

Bulan Nurguna by Bulan Nurguna
December 20, 2020
in Cerpen
Suami Vegan || Cerpen Bulan Nurguna

Salah satu karya instalasi dalam Pemran SEni Rupa di kampus Undiksha Singaraja, 29 November 2019

Suami yang seorang vegan itu sibuk menguleni tepung yang sudah dicampur dengan jodoh-jodohnya: air, pengembang, garam, sedikit gula, dan “perasa ayam” yang berasal dari pati jagung, jamur, dan bumbu alami yang tidak mengandung ayam.  Setelah sekitar dua puluh menit, ditutupnya calon makanan itu dengan kain. Dia tunggu setengah jam sambil membaca surat kabar lokal, memilih berita penting yang diminatinya seputar ekonomi, lingkungan, dan humaniora. Setelah setengah jam, dia rebus air, menunggu mendidih, dan memasukkan adonan tadi ke dalamnya.

Dia memang biasa membuat makanan sendiri, sebab makanan di luar hanya sedikit yang sesuai seleranya. Dia memikirkan juga masalah kebersihan dan harga yang sering kali tidak bertemu satu sama lain. Bila tempatnya bersih dan makanannya enak, sering kali harganya kelewat mahal. Bila harganya murah dan makanannya enak, sering kali tempatnya jorok: mejanya yang nampak berminyak, tempat mencuci piring yang tidak punya air bersih yang mengalir, atau tempat sampahnya berantakan, terlihat seperti kebagian tugas menyambut tamu.

Hanya dua tempat di kota itu yang sesuai seleranya, tahu tek-tek di daerah pesisir dan warung siomay di tengah kota -tetapi karena mengandung ikan, selalu ia pesan tanpa memakai siomay. Selain itu, semua tempat, bila tidak jorok, pasti mahal. Bila murah, pasti jorok. Bila enak, murah, dan bersih, pasti mengandung perasa kimia atau mengandung kaldu daging.

Soal daging ini, dia punya falsafah yang diambilnya dari buku-buku tentang vegan; yang paling diingatnya adalah kalimat “kita adalah apa yang kita makan”. Bila manusia sering mengonsumsi daging, maka ia akan memiliki sifat-sifat hewani yang kasar, mudah marah, dan tidak punya pikiran yang panjang. Lagi pula, apakah tega melihat ikan, ayam, dan sapi meregang nyawa hanya untuk melayani nafsu makan manusia? Selain itu, makan sayur dan buah baginya lebih murah, tentu saja buah-buah lokal yang sedang musim atau sayuran lokal yang tak mengenal musim. Tentu bukan hanya sayur dan buah, ada juga kacang-kacangan, tempe, tahu, dan gluten -daging “bohongan” yang memang kerap dia bikin sendiri dengan tepung yang diuleni dan direbus.

Istrinya, yang penyuka berat daging, terutama ayam dan sapi, suka mempertanyakan keimanan suaminya masalah “agama” vegan tersebut. Apakah suaminya tidak lemas sebab tidak makan daging? Apakah sebenarnya suaminya masih memendam minat pada daging? Tetapi karena mungkin sudah telanjur diucapkan pada saat benar-benar tinggi minatnya pada dunia vegan, dia mempertahankan argumennya bahkan di saat sebenarnya dia menginginkan daging?

Istrinya sudah sering bilang, “Sesekali makanlah daging supaya sehat”. Tetapi dia berkeras bahwa tidak makan daging malahan membuatnya lebih sehat dan ringan rasa badannya. “Lagi pula, kamu adalah apa yang kamu makan,” katanya. Sebenarnya, istrinya agak tersinggung dengan kata-kata itu, sebab ia merasa dikhianati karena dahulu ketika awal pacaran mereka sering pergi ke tempat wisata yang puluhan kilometer jaraknya hanya untuk makan sate jeroan. Di awal-awal rumah tangga pun, mereka pernah membuka warung soto daging dan soto ayam kampung untuk menopang hidup mereka yang sederhana. Lalu istrinya juga ingat bahkan sepuluh tahun setelah menikah suaminya masih mau  diajak ke resepsi pernikahan dan selalu mengambil sedikit nasi dan sayur, tidak mengambil kerupuk dan sambal tetapi mengambil daging, udang, cumi, dan ikan yang banyak, sampai-sampai dia kesusahan menghabiskan semuanya.

Rupanya sekarang berbeda, setelah lima belas tahun menikah, suaminya berubah. Apakah ini karena perekonomian mereka yang membaik dan kerja-kerja fisik yang berkurang karena sudah bisa diserahkan kepada karyawan, sehingga membuat suaminya memiliki waktu lebih, untuk mengatur apa yang layak dan tidak layak masuk perutnya? Dan dia juga punya waktu lebih untuk mengolah sendiri makanan di rumah?

Si istri sebenarnya tipikal orang yang membebaskan suaminya untuk hal apa saja, kecuali perselingkuhan, sebagaimana di rumah tangga lainnya. Untuk urusan makanan sebenarnya ia juga tidak terlalu peduli. Tetapi kesehatan suaminya yang membuatnya agak khawatir, sebab pernah ia baca iklan layanan masyarakat yang menganjurkan makan empat sehat lima sempurna. Ada daging di gambar itu, dan ia kurang percaya ketika suaminya berkata bahwa protein yang ada dalam tahu, tempe, dan biji-bijian tidak kalah banyaknya dari yang ada dalam daging.

Selain masalah kesehatan, si istri juga punya ketersinggungan: ia merasa direndahkan oleh suaminya itu. Bila ia makan ayam, ia jadi bermental chicken, begitu? Jika ia makan sapi ia akan malas dan gemuk seperti sapi? Ah, pikirnya, suaminya itu hanya melebih-lebihkan saja. Merasa dirinya lebih baik dari orang lain, bahkan merasa dirinya lebih baik dari istrinya.

Si istri semakin sering merasa direndahkan dan dikhianati, tidak hanya soal apa yang dimakan, tapi juga soal siapa yang diberi makan. Contohnya kucing-kucing kampung yang sering mampir di rumah itu. Si istri sungguh cinta kebersihan, dan kucing-kucing kampung itu suka membuang kotoran di sembarang tempat di rumah itu; di halaman, di ruang tamu, di ruang tidur, dan yang paling membuatnya marah adalah di dapur. Seakan kucing-kucing itu mengejeknya: tempatmu makan adalah tempatku berak, dasar manusia! Karena itulah ia menjadikan kucing-kucing itu musuhnya. Tiap ia melihat kucing itu ada di rumahnya, ia kejar, ia lempari dengan apa saja yang ada; batu sampai buku, garpu sampai sapu.

Sementara itu suaminya selalu memberi makan kucing-kucing itu dengan makanan yang ada di meja, makanan yang sebenarnya dimasak istrinya untuk dirinya sendiri dan kedua anak perempuannya. Kucing itu juga dia elus-elus, sesekali dia gendong satu persatu, sampai dia ajak berbicara tentang falsafah kehidupan, “Kucing-kucing, tidakkah kau lihat manusia saling menyakiti, saling mengkhianati di dalam janji?” Si istri yang melihatnya dari jendela kamar tersenyum sinis. Ia berpikir, paling-paling suaminya mendapat kata-kata itu dari tivi atau ceramah agama, sebab ia tak melihat bahwa  itu hasil pengalaman pribadi suaminya. “Kamu yang mengkhianatiku..,”  gumamnya. Ternyata makin lama kucing-kucing bisa membaca karakter suami-istri itu; ketika si suami pergi ke restoran milik mereka, dan si istri hanya sendirian di rumah, kucing-kucing itu tidak terlihat satu pun. Mereka hafal betul, ada istri berarti bencana, ada suami berarti anugerah.

Suatu hari, tanpa sengaja, si istri menemukan secarik kertas -semacam brosur- dari kantong suaminya:  “Open BO. Bebas gaya. Mandi kucing. Doggy Style…”

 “Dasar pengkhianat! Rupanya dia tidak hanya memberi makan kucing-kucing, tetapi juga menjadi kucing, menjadi anjing padahal bukan pemakan daging,” ucap si istri. Ia ingat, dulu suaminya berjanji akan makan apa saja asal bersama, saling setia, dan melawan apa pun bersama-sama.

Ia marah besar, saking marahnya ia tidak mau masak. Ia pergi ke rumah makan cepat saji paling terkenal dan sudah memiliki cabang puluhan ribu di seluruh dunia. Ia memesan satu keranjang ayam; dada, paha, dan sayap. Ia makan ayam-ayam itu sambil sesekali menenggak minuman soda. “Ya suamiku, aku memang apa yang aku makan. Aku makan junk food dan kau pikir  aku akan jadi sampah. Tapi kau tahu kan? Sampah bisa membuat orang mati.”

Setelah itu ia pergi ke toko pertanian dan peternakan, melihat-lihat di etalase khusus pembasmi hama. Ternyata harga semua jenis pembasmi hama murah sekali, tidak sebanding dengan nilai filosofisnya yang begitu besar: membasmi kehidupan lain yang mengganggu kehidupanmu.

Sesampainya di rumah, ia membuat gluten rasa ayam seperti yang dibuat suaminya, dan ia ganti gluten yang telah dibuat suaminya dengan yang baru saja ia buat. “Selamat makan, suamiku. Kucing tidak mengerti bahasa manusia, bila salah sedikit kita boleh menyiram atau memukulnya untuk memberi tahu. Bila salahnya banyak, kita memberinya racun. Dan aku sudah malas mencium anjing bergelar suami…” [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Corona, Refleksi 2020

Next Post

Kunang-kunang Hitam: Sebuah Narasi Tentang Perempuan dan Alam

Bulan Nurguna

Bulan Nurguna

Lahir di Mataram, Lombok, 4 Juni 1990. Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Kini ikut bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Related Posts

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails
Next Post
Kunang-kunang Hitam: Sebuah Narasi Tentang Perempuan dan Alam

Kunang-kunang Hitam: Sebuah Narasi Tentang Perempuan dan Alam

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co