14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Corona, Refleksi 2020

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
December 20, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Covid-19 meminta hati setiap insan untuk bersatu saat tubuh mereka harus berjauhan”

Ungkapan di atas rasanya dapat mewakili suasana lahir batin setiap manusia di bumi saat ini. Sepanjang warsa 2020, pikiran dan tenaga kita telah terkuras hingga tertatih kelelahan tak berdaya menahan hempasan pandemi Covid-19. Tak seperti bencana banjir atau tsunami yang kasat mata menyeret kita ke jurang kematian, virus Corona membunuh berantai secara “misterius”. Bahkan seperti aksi cerdik agen rahasia terlatih, ia tanpa kita sadari telah hadir di ruang tidur, rumah, kantor, pasar, kampus atau tempat nongkrong favorit kita. Karena sebagian besar darinya tak menunjukkan gejala apapun.

Demikianlah situasinya, hingga kita perlu curiga setiap orang adalah “penyusup”, suasana kehidupan yang menyudutkan setiap orang pada rasa takut dan penuh syak wasangka. “Jangan-jangan kaulah pembawa virus Corona jahanam itu?!” Lalu kita tercerai berai, saling menjauhkan raga-raga kita dengan yang lain. Karena mungkin saja satu atau banyak di antara mereka telah tersusupi virus Corona. Jangan-jangan, aku pun telah terinfeksi tanpa kusadari. Saat akhirnya kita sadar kita semua punya risiko terinfeksi maka perlahan telah menumbuhkan rasa empati dan simpati pada setiap hati kita untuk selalu berangkulan. Meski raga-raga di antara kita harus berjauhan.

Wabah Covid-19 nyatanya memang telah menjejali kita berbagai diskursus multidimensional. Tentu saja tak sekadar persoalan terapi medis semata, pandemi yang telah menginfeksi hingga 60 juta orang dan 1.5 juta korban jiwa telah mengobarkan ambisi kecemerlangan sains yang seakan telah dipermalukan oleh jasad renik yang membingungkan ini.

Dalam sejarah medis, baru kali inilah ilmuwan telah menciptakan vaksin dalam waktu yang sangat singkat dan cepat. Beberapa telah melewati fase 3 (riset pada sampel jumlah besar) dengan efikasi mencapai 95%. Ini jelas pencapaian luar biasa. Baru kali ini pula, para dokter telah memberikan berbagai terapi sekaligus mencatatnya sebagai riset. Terapi plasma konvalesen misalnya, plasma yang diambil dari pasien yang sudah sembuh yang diasumsikan mengandung banyak antibodi lalu ditransfusikan pada pasien Covid-19 derajat berat dan kritis. Jangan lupa juga ilmuwan telah berjibaku menghasilkan berbagai metode diagnosis yang dapat bekerja dengan cepat (rapid test) hingga distribusi alat mesisn canggih PCR sampai ke daerah-daerah. Jika bukan karena wabah ini, metode pemeriksaan berbasis gen mikroba (RNA/DNA) mungkin cuma sekadar teori di buku-buku kedokteran untuk kita di rumah sakit daerah.

Aspek kedua yang paling tajam dibahas adalah, apalagi kalau bukan bidang ekonomi. Dunia memang telah kehilangan peluang ekonomi senilai lebih dari 100 kuadrilium rupiah. Kemarahan dan rasa frustasi pekerja yang telah kehilangan sumber penghasilannya telah menuntut tanggung jawab pemerintah. Virus Corona sepertinya mengingatkan kepada semua orang dan pemerintah, kita tak bisa menyandarkan tiang ekonomi hanya pada satu sektor saja.

Bali misalnya, yang tanpa kita sadari telah membuat terlena karena merupakan tujuan wisata utama dunia, kini terbenam karena tiang ekonomi yang terlampau dipuja-puja itu kini telah roboh digerogoti Covid-19. Kita semua belum yakin entah kapan tiang tersebut akan kita bisa pancangkan lagi. Bahkan kebijakan hari ini, syarat swab PCR negatif jika masuk Bali melalui jalur udara, pun telah membuat situasi pariwisata semakin sulit. Namun ini pilihan pahit yang sepertinya memang harus diambil. Tentu saja karena data angka positif Covid-19 nasional masih menjulang tinggi, 18%, jauh melampaui standar WHO yang hanya 5%. Sudah saatnya, pemerintah menginisiasi dan terus mendukung pengembangan sektor ekonomi alternatif yang lebih tahan menghadapi dampak wabah global. Kenapa tidak kembali saja pada tradisi terbaik kita, bertani dan nelayan? Sudah seharusnya tak ragu-ragu kembali pada tahah dan air, karena keduanya adalah sumber kehidupan utama.

Yang tak kalah menarik dari dinamika wabah selama tahun 2020 adalah, pandemi terbukti tak kuasa menahan syahwat politik manusia. Entah bagaimana politik merasuki jiwa dan raga manusia, nyatanya ia tak takut dengan virus Corona. Pilkada sebagai kontestasi politik, tetap berjalan, ia seakan punya satu ruang yang kebal tak terjamah oleh wabah. Bukan cuma di tempat kita sebagai bangsa yang sedang berkembang, pun terjadi di negera maju dan modern seperti USA. Bahkan kekalahan petahana Donald Trump masih dikaitkan dengan isu wabah yang tak bagus diurusi oleh presiden yang dikenal megalomania ini. Dari wabah yang mengerikan ini, politik kembali meyakinkan kita semua sebagai satu entitas produk pemikiran dan budaya manusia yang memiliki potensi kekuatan yang dapat mengalahkan segalanya. Bayangkan saja, jika pemenang pesta demokrasi itu adalah figur-figur “kegelapan”, maka sudah dipastikan masyarakatnya bakal didera wabah yang tak kunjung usai, seperti wabah The Black Death diabad ke-11.

Virus Corona telah menitipkan berbagai misteri yang boleh kita kuak satu per satu. Setiap misteri meminta hasrat kita untuk memasuki kedalamannya hingga menemui segala hakikat yang terpendam. Setiap hakikat selalu benar adanya sesuai dengan hukum alam yang sangat adil dan kekal.

Maka ia hanya butuh keikhlasan kita untuk dapat menerima dan memahaminya. Ikhlas, tampaknya pencapain tertinggi yang telah menuntun kita untuk dapat melihat, segalanya adalah  memang baik-baik saja. Bukan saja karena seorang rohaniwan masyur, Ajahn Brahmn menyetujui gagasan ini, “All is well”. Namun karena faktanya memang demikian, tak hanya virus Corona yang telah meminta kita untuk pulang tinggal di rumah (social distancing) agar dunia saat ini dapat menjadi lebih baik, sabda Sang Budha pun demikian, “Jika engkau ingin memperbaiki dunia, pulanglah, temui keluargamu!” [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi I Wayan Artika || malam sendiri di sebuah desa di bali

Next Post

Suami Vegan || Cerpen Bulan Nurguna

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails
Next Post
Suami Vegan || Cerpen Bulan Nurguna

Suami Vegan || Cerpen Bulan Nurguna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co