14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Corona, Refleksi 2020

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
December 20, 2020
in Esai
Hal-hal Lucu Saat Wabah Covid-19

“Covid-19 meminta hati setiap insan untuk bersatu saat tubuh mereka harus berjauhan”

Ungkapan di atas rasanya dapat mewakili suasana lahir batin setiap manusia di bumi saat ini. Sepanjang warsa 2020, pikiran dan tenaga kita telah terkuras hingga tertatih kelelahan tak berdaya menahan hempasan pandemi Covid-19. Tak seperti bencana banjir atau tsunami yang kasat mata menyeret kita ke jurang kematian, virus Corona membunuh berantai secara “misterius”. Bahkan seperti aksi cerdik agen rahasia terlatih, ia tanpa kita sadari telah hadir di ruang tidur, rumah, kantor, pasar, kampus atau tempat nongkrong favorit kita. Karena sebagian besar darinya tak menunjukkan gejala apapun.

Demikianlah situasinya, hingga kita perlu curiga setiap orang adalah “penyusup”, suasana kehidupan yang menyudutkan setiap orang pada rasa takut dan penuh syak wasangka. “Jangan-jangan kaulah pembawa virus Corona jahanam itu?!” Lalu kita tercerai berai, saling menjauhkan raga-raga kita dengan yang lain. Karena mungkin saja satu atau banyak di antara mereka telah tersusupi virus Corona. Jangan-jangan, aku pun telah terinfeksi tanpa kusadari. Saat akhirnya kita sadar kita semua punya risiko terinfeksi maka perlahan telah menumbuhkan rasa empati dan simpati pada setiap hati kita untuk selalu berangkulan. Meski raga-raga di antara kita harus berjauhan.

Wabah Covid-19 nyatanya memang telah menjejali kita berbagai diskursus multidimensional. Tentu saja tak sekadar persoalan terapi medis semata, pandemi yang telah menginfeksi hingga 60 juta orang dan 1.5 juta korban jiwa telah mengobarkan ambisi kecemerlangan sains yang seakan telah dipermalukan oleh jasad renik yang membingungkan ini.

Dalam sejarah medis, baru kali inilah ilmuwan telah menciptakan vaksin dalam waktu yang sangat singkat dan cepat. Beberapa telah melewati fase 3 (riset pada sampel jumlah besar) dengan efikasi mencapai 95%. Ini jelas pencapaian luar biasa. Baru kali ini pula, para dokter telah memberikan berbagai terapi sekaligus mencatatnya sebagai riset. Terapi plasma konvalesen misalnya, plasma yang diambil dari pasien yang sudah sembuh yang diasumsikan mengandung banyak antibodi lalu ditransfusikan pada pasien Covid-19 derajat berat dan kritis. Jangan lupa juga ilmuwan telah berjibaku menghasilkan berbagai metode diagnosis yang dapat bekerja dengan cepat (rapid test) hingga distribusi alat mesisn canggih PCR sampai ke daerah-daerah. Jika bukan karena wabah ini, metode pemeriksaan berbasis gen mikroba (RNA/DNA) mungkin cuma sekadar teori di buku-buku kedokteran untuk kita di rumah sakit daerah.

Aspek kedua yang paling tajam dibahas adalah, apalagi kalau bukan bidang ekonomi. Dunia memang telah kehilangan peluang ekonomi senilai lebih dari 100 kuadrilium rupiah. Kemarahan dan rasa frustasi pekerja yang telah kehilangan sumber penghasilannya telah menuntut tanggung jawab pemerintah. Virus Corona sepertinya mengingatkan kepada semua orang dan pemerintah, kita tak bisa menyandarkan tiang ekonomi hanya pada satu sektor saja.

Bali misalnya, yang tanpa kita sadari telah membuat terlena karena merupakan tujuan wisata utama dunia, kini terbenam karena tiang ekonomi yang terlampau dipuja-puja itu kini telah roboh digerogoti Covid-19. Kita semua belum yakin entah kapan tiang tersebut akan kita bisa pancangkan lagi. Bahkan kebijakan hari ini, syarat swab PCR negatif jika masuk Bali melalui jalur udara, pun telah membuat situasi pariwisata semakin sulit. Namun ini pilihan pahit yang sepertinya memang harus diambil. Tentu saja karena data angka positif Covid-19 nasional masih menjulang tinggi, 18%, jauh melampaui standar WHO yang hanya 5%. Sudah saatnya, pemerintah menginisiasi dan terus mendukung pengembangan sektor ekonomi alternatif yang lebih tahan menghadapi dampak wabah global. Kenapa tidak kembali saja pada tradisi terbaik kita, bertani dan nelayan? Sudah seharusnya tak ragu-ragu kembali pada tahah dan air, karena keduanya adalah sumber kehidupan utama.

Yang tak kalah menarik dari dinamika wabah selama tahun 2020 adalah, pandemi terbukti tak kuasa menahan syahwat politik manusia. Entah bagaimana politik merasuki jiwa dan raga manusia, nyatanya ia tak takut dengan virus Corona. Pilkada sebagai kontestasi politik, tetap berjalan, ia seakan punya satu ruang yang kebal tak terjamah oleh wabah. Bukan cuma di tempat kita sebagai bangsa yang sedang berkembang, pun terjadi di negera maju dan modern seperti USA. Bahkan kekalahan petahana Donald Trump masih dikaitkan dengan isu wabah yang tak bagus diurusi oleh presiden yang dikenal megalomania ini. Dari wabah yang mengerikan ini, politik kembali meyakinkan kita semua sebagai satu entitas produk pemikiran dan budaya manusia yang memiliki potensi kekuatan yang dapat mengalahkan segalanya. Bayangkan saja, jika pemenang pesta demokrasi itu adalah figur-figur “kegelapan”, maka sudah dipastikan masyarakatnya bakal didera wabah yang tak kunjung usai, seperti wabah The Black Death diabad ke-11.

Virus Corona telah menitipkan berbagai misteri yang boleh kita kuak satu per satu. Setiap misteri meminta hasrat kita untuk memasuki kedalamannya hingga menemui segala hakikat yang terpendam. Setiap hakikat selalu benar adanya sesuai dengan hukum alam yang sangat adil dan kekal.

Maka ia hanya butuh keikhlasan kita untuk dapat menerima dan memahaminya. Ikhlas, tampaknya pencapain tertinggi yang telah menuntun kita untuk dapat melihat, segalanya adalah  memang baik-baik saja. Bukan saja karena seorang rohaniwan masyur, Ajahn Brahmn menyetujui gagasan ini, “All is well”. Namun karena faktanya memang demikian, tak hanya virus Corona yang telah meminta kita untuk pulang tinggal di rumah (social distancing) agar dunia saat ini dapat menjadi lebih baik, sabda Sang Budha pun demikian, “Jika engkau ingin memperbaiki dunia, pulanglah, temui keluargamu!” [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi I Wayan Artika || malam sendiri di sebuah desa di bali

Next Post

Suami Vegan || Cerpen Bulan Nurguna

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
0
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

Read moreDetails

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails
Next Post
Suami Vegan || Cerpen Bulan Nurguna

Suami Vegan || Cerpen Bulan Nurguna

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co