27 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

Jaswanto by Jaswanto
April 14, 2026
in Liputan Khusus
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

Spirit Panji Sakti dalam wujud laku seni budaya pada HUT Kota Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. Pemerintah Kabupaten Buleleng mengusung tema “Bhinneka Shanti Jagadhita”, yang menekankan pentingnya menjaga keberagaman, kedamaian, dan kesejahteraan bersama.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak awal Maret, ditandai dengan jalan sehat pada 6 Maret 2026 yang diikuti ASN, TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum. Kegiatan kemudian berlanjut dengan berbagai lomba, pertunjukan seni, hingga agenda sosial yang tersebar di sejumlah titik di Kota Singaraja.

Puncak perayaan digelar selama tiga hari, 28–30 Maret 2026, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno. Di lokasi ini, masyarakat disuguhi beragam pementasan seni tradisional dan modern yang melibatkan seniman lokal Buleleng.

Semangat perempuan Buleleng dalam perayaan HUT ke-422 Kota Singaraja

Kepala Bidang Adat dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Made Tegah Okta Maheri, mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tahun ini disusun untuk mengangkat kembali nilai sejarah dan budaya daerah. “Berbagai kegiatan dirangkai mulai awal bulan Maret hingga akhir Maret 2026. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pawai budaya yang melibatkan seluruh kecamatan dengan mengangkat kisah sejarah Buleleng,” ujarnya.

Pawai budaya menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan tahun ini. Kegiatan ini kembali digelar setelah sempat vakum hampir tujuh tahun. Pawai berlangsung pada 30 Maret 2026 dengan rute dari kawasan Taman Kota Singaraja hingga Pelabuhan Buleleng.

Dalam pawai tersebut, sembilan kecamatan di Buleleng terlibat, yakni Gerokgak, Seririt, Busungbiu, Banjar, Sukasada, Buleleng, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula. Masing-masing kecamatan menampilkan satu bagian cerita tentang perjalanan tokoh sejarah Ki Barak Panji Sakti.

“Peserta dari masing-masing kecamatan mengangkat cerita besar dari sejarah Buleleng, yakni Ki Barak Panji, mulai dari masa kecil beliau hingga kejayaannya memerintah di Buleleng,” kata Okta Maheri.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menjelaskan bahwa parade tersebut dirancang dalam bentuk fragmentari. Setiap kecamatan menampilkan satu episode perjalanan hidup Panji Sakti, mulai dari kelahiran, masa kecil, perjalanan ke Den Bukit, hingga mendirikan dan memimpin Kerajaan Buleleng.

“Parade ini akan menampilkan fragmentari mulai dari kelahiran Ki Barak Panji Sakti, masa kecil beliau, perjalanan ke Den Bukit, mendirikan Kerajaan Buleleng hingga mencapai masa kejayaan kerajaan,” kata Sutjidra.

Semangat para pemimpin Buleleng dan Bali dalam membangun Kabupaten Buleleng berdasarkan spirit kepemimpinan Panji Sakti

Selain menampilkan cerita sejarah, setiap kecamatan juga menampilkan potensi lokal masing-masing. Hal ini terlihat dari gebogan berisi hasil pertanian dan perkebunan, serta penggunaan pakaian adat khas dari desa-desa setempat.

Menurut Sutjidra, pemilihan tema sejarah tersebut bertujuan untuk mengingatkan masyarakat pada asal-usul Kota Singaraja. “Kami sudah diskusi panjang dengan tim. Kami ingin seperti pesan ‘jas merah’, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Apalagi kami juga sedang menata kawasan heritage di Kota Singaraja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa rencana tersebut telah mendapat dukungan dari keluarga besar keturunan Panji Sakti. “Setelah kami berdiskusi dengan keluarga besar puri, mereka sangat mengapresiasi kalau parade ini dilakukan,” katanya.

Selain pawai budaya, berbagai kegiatan lain juga digelar untuk memeriahkan peringatan HUT ke-422 Singaraja. Pemerintah Kabupaten Buleleng mengadakan lomba pengelolaan sampah berbasis sumber yang menyasar rumah tangga di tingkat desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Di bidang olahraga, digelar Singaraja Run 2026 dengan jarak tempuh 7 kilometer. Lomba lari ini mengambil titik start di Pelabuhan Tua Buleleng dan melintasi sejumlah ruas jalan di kawasan kota. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum maupun ASN.

Semarak perayaan HUT ke-422 Kota Singaraja di RTH Taman Bung Karno Singaraja

Sementara itu, di bidang kuliner tradisional, lomba ngelawar juga dilaksanakan dengan melibatkan perwakilan dari masing-masing kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan tradisi kuliner Bali di tengah perkembangan zaman.

Pada malam puncak perayaan di Taman Bung Karno, berbagai pertunjukan seni ditampilkan. Di antaranya gong legendaris mebarung, Joged mebarung, serta penampilan Smarandana dan Bondres kolaborasi. Selain itu, Sanggar Seni Dwi Mekar menampilkan oratorium tari kolosal yang melibatkan sekitar 150 penari dengan mengangkat fragmen perjalanan Ki Barak Panji Sakti saat menyerang Kerajaan Blambangan.

Penyanyi Bali Bagus Wirata juga hadir sebagai bintang tamu dalam rangkaian acara tersebut.

Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tahun ini melibatkan banyak sektor sehingga membutuhkan koordinasi yang baik. “Waktu sangat terbatas, namun kegiatannya sangat banyak dan lintas sektor. Kunci utamanya adalah kepastian perencanaan dan koordinasi yang solid. Administrasi harus tuntas sesuai jadwal agar persiapan tidak terhambat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Asisten Tata Pemerintahan Setda Buleleng sekaligus Ketua Panitia, Putu Ariadi Pribadi. Ia memastikan seluruh organisasi perangkat daerah telah siap menjalankan tugasnya masing-masing. “Dari sisi konsep kegiatan, sarana prasarana, hingga teknis pelaksanaan, semuanya sudah dipersiapkan. Tinggal memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Spirit Panji Sakti dalam wujud laku seni budaya pada HUT Kota Singaraja

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Partisipasi warga dinilai menjadi faktor penting dalam menyukseskan perayaan sekaligus menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Partisipasi masyarakat sangat penting, baik untuk memeriahkan kegiatan maupun menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian acara berlangsung,” kata Okta Maheri.

Melalui perayaan ini, pemerintah daerah berharap potensi seni dan budaya Buleleng semakin dikenal luas. Selain itu, momentum peringatan HUT ke-422 Singaraja juga diharapkan dapat memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Harapannya, Singaraja tetap menjadi kota yang menjaga keberagaman, kedamaian, dan keharmonisan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Sutjidra. [T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

  • Catatan: Artikel ini ditulis dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.
Tags: bulelengDinas Kominfosanti BulelengHUT Kota SingarajaPemkab Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

Next Post

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

by Jaswanto
June 29, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

Read moreDetails

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

by Jaswanto
June 28, 2026
0
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

Read moreDetails

Hikayat Tuak

by Jaswanto
May 30, 2026
0
Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

Read moreDetails

Ritual Menanam Beras Merah

by Jaswanto
May 28, 2026
0
Ritual Menanam Beras Merah

“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...

Read moreDetails

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

by Jaswanto
May 15, 2026
0
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails

Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

by Agus Wiratama
January 9, 2026
0
Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

BERJUMPA dengan pelaku Gambuh Batuan, membuat saya bertanya: “Tubuh yang membentuk tari, atau tari yang membentuk tubuh? Karya yang membentuk...

Read moreDetails
Next Post
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi
Ulas Buku

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan
Khas

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

by Angga Wijaya
July 26, 2026
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego
Esai

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan
Khas

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris
Khas

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur
Budaya

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

by tatkala
July 25, 2026
Orkestra Warna Kun Adnyana
Ulas Rupa

Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

by Hartanto
July 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co