27 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

Jaswanto by Jaswanto
April 14, 2026
in Liputan Khusus
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

Spirit Panji Sakti dalam wujud laku seni budaya pada HUT Kota Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. Pemerintah Kabupaten Buleleng mengusung tema “Bhinneka Shanti Jagadhita”, yang menekankan pentingnya menjaga keberagaman, kedamaian, dan kesejahteraan bersama.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak awal Maret, ditandai dengan jalan sehat pada 6 Maret 2026 yang diikuti ASN, TNI-Polri, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum. Kegiatan kemudian berlanjut dengan berbagai lomba, pertunjukan seni, hingga agenda sosial yang tersebar di sejumlah titik di Kota Singaraja.

Puncak perayaan digelar selama tiga hari, 28–30 Maret 2026, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno. Di lokasi ini, masyarakat disuguhi beragam pementasan seni tradisional dan modern yang melibatkan seniman lokal Buleleng.

Semangat perempuan Buleleng dalam perayaan HUT ke-422 Kota Singaraja

Kepala Bidang Adat dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Made Tegah Okta Maheri, mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tahun ini disusun untuk mengangkat kembali nilai sejarah dan budaya daerah. “Berbagai kegiatan dirangkai mulai awal bulan Maret hingga akhir Maret 2026. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pawai budaya yang melibatkan seluruh kecamatan dengan mengangkat kisah sejarah Buleleng,” ujarnya.

Pawai budaya menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan tahun ini. Kegiatan ini kembali digelar setelah sempat vakum hampir tujuh tahun. Pawai berlangsung pada 30 Maret 2026 dengan rute dari kawasan Taman Kota Singaraja hingga Pelabuhan Buleleng.

Dalam pawai tersebut, sembilan kecamatan di Buleleng terlibat, yakni Gerokgak, Seririt, Busungbiu, Banjar, Sukasada, Buleleng, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula. Masing-masing kecamatan menampilkan satu bagian cerita tentang perjalanan tokoh sejarah Ki Barak Panji Sakti.

“Peserta dari masing-masing kecamatan mengangkat cerita besar dari sejarah Buleleng, yakni Ki Barak Panji, mulai dari masa kecil beliau hingga kejayaannya memerintah di Buleleng,” kata Okta Maheri.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menjelaskan bahwa parade tersebut dirancang dalam bentuk fragmentari. Setiap kecamatan menampilkan satu episode perjalanan hidup Panji Sakti, mulai dari kelahiran, masa kecil, perjalanan ke Den Bukit, hingga mendirikan dan memimpin Kerajaan Buleleng.

“Parade ini akan menampilkan fragmentari mulai dari kelahiran Ki Barak Panji Sakti, masa kecil beliau, perjalanan ke Den Bukit, mendirikan Kerajaan Buleleng hingga mencapai masa kejayaan kerajaan,” kata Sutjidra.

Semangat para pemimpin Buleleng dan Bali dalam membangun Kabupaten Buleleng berdasarkan spirit kepemimpinan Panji Sakti

Selain menampilkan cerita sejarah, setiap kecamatan juga menampilkan potensi lokal masing-masing. Hal ini terlihat dari gebogan berisi hasil pertanian dan perkebunan, serta penggunaan pakaian adat khas dari desa-desa setempat.

Menurut Sutjidra, pemilihan tema sejarah tersebut bertujuan untuk mengingatkan masyarakat pada asal-usul Kota Singaraja. “Kami sudah diskusi panjang dengan tim. Kami ingin seperti pesan ‘jas merah’, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Apalagi kami juga sedang menata kawasan heritage di Kota Singaraja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa rencana tersebut telah mendapat dukungan dari keluarga besar keturunan Panji Sakti. “Setelah kami berdiskusi dengan keluarga besar puri, mereka sangat mengapresiasi kalau parade ini dilakukan,” katanya.

Selain pawai budaya, berbagai kegiatan lain juga digelar untuk memeriahkan peringatan HUT ke-422 Singaraja. Pemerintah Kabupaten Buleleng mengadakan lomba pengelolaan sampah berbasis sumber yang menyasar rumah tangga di tingkat desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Di bidang olahraga, digelar Singaraja Run 2026 dengan jarak tempuh 7 kilometer. Lomba lari ini mengambil titik start di Pelabuhan Tua Buleleng dan melintasi sejumlah ruas jalan di kawasan kota. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum maupun ASN.

Semarak perayaan HUT ke-422 Kota Singaraja di RTH Taman Bung Karno Singaraja

Sementara itu, di bidang kuliner tradisional, lomba ngelawar juga dilaksanakan dengan melibatkan perwakilan dari masing-masing kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan tradisi kuliner Bali di tengah perkembangan zaman.

Pada malam puncak perayaan di Taman Bung Karno, berbagai pertunjukan seni ditampilkan. Di antaranya gong legendaris mebarung, Joged mebarung, serta penampilan Smarandana dan Bondres kolaborasi. Selain itu, Sanggar Seni Dwi Mekar menampilkan oratorium tari kolosal yang melibatkan sekitar 150 penari dengan mengangkat fragmen perjalanan Ki Barak Panji Sakti saat menyerang Kerajaan Blambangan.

Penyanyi Bali Bagus Wirata juga hadir sebagai bintang tamu dalam rangkaian acara tersebut.

Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tahun ini melibatkan banyak sektor sehingga membutuhkan koordinasi yang baik. “Waktu sangat terbatas, namun kegiatannya sangat banyak dan lintas sektor. Kunci utamanya adalah kepastian perencanaan dan koordinasi yang solid. Administrasi harus tuntas sesuai jadwal agar persiapan tidak terhambat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Asisten Tata Pemerintahan Setda Buleleng sekaligus Ketua Panitia, Putu Ariadi Pribadi. Ia memastikan seluruh organisasi perangkat daerah telah siap menjalankan tugasnya masing-masing. “Dari sisi konsep kegiatan, sarana prasarana, hingga teknis pelaksanaan, semuanya sudah dipersiapkan. Tinggal memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana,” jelasnya.

Spirit Panji Sakti dalam wujud laku seni budaya pada HUT Kota Singaraja

Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Partisipasi warga dinilai menjadi faktor penting dalam menyukseskan perayaan sekaligus menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

“Partisipasi masyarakat sangat penting, baik untuk memeriahkan kegiatan maupun menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian acara berlangsung,” kata Okta Maheri.

Melalui perayaan ini, pemerintah daerah berharap potensi seni dan budaya Buleleng semakin dikenal luas. Selain itu, momentum peringatan HUT ke-422 Singaraja juga diharapkan dapat memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Harapannya, Singaraja tetap menjadi kota yang menjaga keberagaman, kedamaian, dan keharmonisan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Sutjidra. [T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

  • Catatan: Artikel ini ditulis dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.
Tags: bulelengDinas Kominfosanti BulelengHUT Kota SingarajaPemkab Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

Next Post

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

by Jaswanto
June 29, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

Read moreDetails

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

by Jaswanto
June 28, 2026
0
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

Read moreDetails

Hikayat Tuak

by Jaswanto
May 30, 2026
0
Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

Read moreDetails

Ritual Menanam Beras Merah

by Jaswanto
May 28, 2026
0
Ritual Menanam Beras Merah

“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...

Read moreDetails

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

by Jaswanto
May 15, 2026
0
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails

Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

by Agus Wiratama
January 9, 2026
0
Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

BERJUMPA dengan pelaku Gambuh Batuan, membuat saya bertanya: “Tubuh yang membentuk tari, atau tari yang membentuk tubuh? Karya yang membentuk...

Read moreDetails
Next Post
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co