27 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
in Tualang
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

Penulis di puncak Gunung Merbabu / Foto Dok.Penulis

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl, di puncak Gunung Merbabu, di Jawa Tengah, melalui jalur Suwanting.

Sejak lama, saya membayangkan momen berdiri di atas awan, memandang hamparan alam yang tak terbatas. Dalam bayangan itu, puncak selalu tampak sebagai tujuan. Namun saya belum sepenuhnya menyadari bahwa perjalananlah yang justru akan mengubah cara saya memaknai tujuan itu sendiri.

Gunung Merbabu, sebuah gunung berapi tipe stratovolcano yang terakhir meletus pada tahun 1797, dikenal sebagai “Gunung Wanita.” Selain kaya akan nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat Jawa, gunung ini juga menyuguhkan sabana luas yang memikat. Seolah-olah, sejak awal gunung ini memang bukan hanya ruang geografis, melainkan ruang pembelajaran: tentang kesabaran, keterbatasan, dan hubungan manusia dengan alam.

Bersama rekan-rekan di puncak Merbabu | Foto Dok.Penulis

Perjalanan dimulai dari sebuah rencana sederhana. Saya menghubungi seorang teman di Sleman. Karena aturan pendakian yang ketat, kami memutuskan membentuk tim. Lewat media sosial, kami mengajak beberapa orang yang awalnya tidak saling mengenal.

Anehnya, dari ruang asing itu tumbuh kepercayaan. Di titik ini, saya mulai memahami bahwa tujuan bersama sering kali mampu melampaui batas-batas individual, bahkan sebelum langkah pertama dimulai.

Kami membuat grup komunikasi untuk menyusun rencana perjalanan. Saya dan teman saya berangkat dari Sleman menggunakan sepeda motor menuju basecamp, sementara anggota lain datang dari Jakarta menggunakan mobil. Akhirnya, kami berkumpul di titik awal dengan persiapan yang cukup matang. Persiapan ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga latihan kecil tentang koordinasi, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa perjalanan ini tidak bisa dijalani sendirian.

Pohon viral di Merbabu | Foto Dok.Penulis

Saat registrasi, kami mendapat pengarahan mengenai jalur pendakian serta aturan terkait logistik dan pengelolaan sampah. Di sini, alam seolah memberi pesan awal: bahwa mendaki bukan sekadar menaklukkan, melainkan juga menjaga. Bahwa manusia hanyalah tamu di ruang yang lebih besar dari dirinya.

Perjalanan pun Dimulai

Sejak langkah pertama menuju Pos 1, jalur Suwanting sudah menunjukkan karakternya: terjal dan menguras tenaga. Namun semangat masih terjaga. Kami sempat berhenti di Pos 1 untuk berfoto; sebuah tanda kecil dari perjalanan panjang yang baru saja dimulai. Pada tahap ini, euforia masih mendominasi, dan rasa lelah belum sepenuhnya terasa. Ini adalah fase di mana tujuan terlihat dekat, meskipun sebenarnya perjalanan masih panjang.

Menuju Pos 2, tantangan semakin terasa. Akar-akar pohon yang mencuat menjadi pijakan sekaligus tempat beristirahat. Di Pos 2, kami berhenti lebih lama: makan, mengisi energi, dan tidak melupakan ibadah. Di sinilah perjalanan mulai berubah makna; dari sekadar aktivitas fisik menjadi ruang refleksi. Tubuh mulai lelah, dan di saat yang sama, kesadaran muncul bahwa kekuatan bukan hanya berasal dari fisik, tetapi juga dari ketenangan batin.

Menatap awan di Merbabu | Foto Dok.Penulis

Perjalanan menuju Pos 3 menjadi ujian sesungguhnya. Jalur semakin curam dan tidak rata. Beban logistik terasa semakin berat. Kami berjalan perlahan; berhenti, menarik napas, lalu melangkah lagi. Ritme ini terasa sederhana, tetapi justru di situlah pelajaran penting muncul: bahwa hidup tidak selalu tentang kecepatan, melainkan tentang konsistensi.

Don’t Give up on Your Faith

Di tengah kelelahan, alam mulai memperlihatkan keindahannya. Senja turun perlahan, awan menutupi lembah, dan siluet gunung-gunung lain tampak di kejauhan. Rasa lelah seakan terbayar oleh pemandangan yang tak tergantikan. Di titik ini, saya menyadari satu hal: keindahan sering kali hadir setelah perjuangan, seolah menjadi bentuk penghargaan atas ketahanan.

Malam tiba saat kami mencapai sumber air. Kami mengisi persediaan untuk esok hari, lalu melanjutkan ke Pos 3 untuk mendirikan tenda. Udara dingin menusuk, namun kehangatan kebersamaan terasa nyata. Kami memasak bersama, berbagi cerita, dan tertawa dalam keterbatasan. Dari sini saya belajar, bahwa solidaritas tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari situasi sulit yang dihadapi bersama.

Pagi datang dengan suasana yang berbeda; sunyi, damai, dan penuh harapan. Burung-burung beterbangan, kota terlihat dari kejauhan, dan gunung-gunung berdiri megah di cakrawala. Dalam kesunyian itu, muncul kesadaran baru: bahwa semakin tinggi seseorang melangkah, semakin ia diajak untuk diam dan merenung.

Love Comes to Those Who Believe it

Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Jalur semakin menantang, tetapi kebersamaan menjadi kekuatan utama. Tidak ada lagi ego yang menonjol. Yang ada hanyalah langkah yang diselaraskan. Di sinilah makna tim benar-benar terasa: bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang mampu bertahan bersama.

Dan akhirnya, kami tiba di puncak.

Segala lelah, rasa sakit, dan perjuangan seolah luruh dalam satu momen. Berdiri di titik tertinggi, saya hanya bisa terdiam, terharu, dan bersyukur. Namun, yang paling saya rasakan bukanlah kemenangan, melainkan pemahaman: bahwa puncak bukanlah akhir, melainkan titik di mana kita melihat kembali seluruh proses yang telah dilalui.

Indahnya Merbabu | Foto Dok.Penulis

Apa yang selama ini hanya ada dalam bayangan, kini menjadi nyata. Tetapi lebih dari itu, saya pulang dengan sesuatu yang tak terlihat; cara pandang yang baru tentang hidup, tentang proses, dan tentang arti berjalan bersama.

That’s the way it is. [T]

Penulis: Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Gunung MerbabuMendaki Gunung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali, Citra dan Sampah

Next Post

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi

Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Untirta, Banten

Related Posts

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails
Next Post
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng ---Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Ulas Rupa

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

by Jaswanto
September 26, 2026
Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka
Ulas Musik

Hitam dan Biru: Karakter Barasuara dan Pelajaran Menerima Luka

DI antara sembilan lagu yang mengisi album ketiga Barasuara, Jalaran Sadrah, ada satu nomor yang tidak berusaha tampil paling riang...

by Putu Gangga Pradipta
September 25, 2026
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran
Esai

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co