6 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
in Tualang
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

Penulis di puncak Gunung Merbabu / Foto Dok.Penulis

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl, di puncak Gunung Merbabu, di Jawa Tengah, melalui jalur Suwanting.

Sejak lama, saya membayangkan momen berdiri di atas awan, memandang hamparan alam yang tak terbatas. Dalam bayangan itu, puncak selalu tampak sebagai tujuan. Namun saya belum sepenuhnya menyadari bahwa perjalananlah yang justru akan mengubah cara saya memaknai tujuan itu sendiri.

Gunung Merbabu, sebuah gunung berapi tipe stratovolcano yang terakhir meletus pada tahun 1797, dikenal sebagai “Gunung Wanita.” Selain kaya akan nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat Jawa, gunung ini juga menyuguhkan sabana luas yang memikat. Seolah-olah, sejak awal gunung ini memang bukan hanya ruang geografis, melainkan ruang pembelajaran: tentang kesabaran, keterbatasan, dan hubungan manusia dengan alam.

Bersama rekan-rekan di puncak Merbabu | Foto Dok.Penulis

Perjalanan dimulai dari sebuah rencana sederhana. Saya menghubungi seorang teman di Sleman. Karena aturan pendakian yang ketat, kami memutuskan membentuk tim. Lewat media sosial, kami mengajak beberapa orang yang awalnya tidak saling mengenal.

Anehnya, dari ruang asing itu tumbuh kepercayaan. Di titik ini, saya mulai memahami bahwa tujuan bersama sering kali mampu melampaui batas-batas individual, bahkan sebelum langkah pertama dimulai.

Kami membuat grup komunikasi untuk menyusun rencana perjalanan. Saya dan teman saya berangkat dari Sleman menggunakan sepeda motor menuju basecamp, sementara anggota lain datang dari Jakarta menggunakan mobil. Akhirnya, kami berkumpul di titik awal dengan persiapan yang cukup matang. Persiapan ini bukan hanya soal logistik, tetapi juga latihan kecil tentang koordinasi, tanggung jawab, dan kesadaran bahwa perjalanan ini tidak bisa dijalani sendirian.

Pohon viral di Merbabu | Foto Dok.Penulis

Saat registrasi, kami mendapat pengarahan mengenai jalur pendakian serta aturan terkait logistik dan pengelolaan sampah. Di sini, alam seolah memberi pesan awal: bahwa mendaki bukan sekadar menaklukkan, melainkan juga menjaga. Bahwa manusia hanyalah tamu di ruang yang lebih besar dari dirinya.

Perjalanan pun Dimulai

Sejak langkah pertama menuju Pos 1, jalur Suwanting sudah menunjukkan karakternya: terjal dan menguras tenaga. Namun semangat masih terjaga. Kami sempat berhenti di Pos 1 untuk berfoto; sebuah tanda kecil dari perjalanan panjang yang baru saja dimulai. Pada tahap ini, euforia masih mendominasi, dan rasa lelah belum sepenuhnya terasa. Ini adalah fase di mana tujuan terlihat dekat, meskipun sebenarnya perjalanan masih panjang.

Menuju Pos 2, tantangan semakin terasa. Akar-akar pohon yang mencuat menjadi pijakan sekaligus tempat beristirahat. Di Pos 2, kami berhenti lebih lama: makan, mengisi energi, dan tidak melupakan ibadah. Di sinilah perjalanan mulai berubah makna; dari sekadar aktivitas fisik menjadi ruang refleksi. Tubuh mulai lelah, dan di saat yang sama, kesadaran muncul bahwa kekuatan bukan hanya berasal dari fisik, tetapi juga dari ketenangan batin.

Menatap awan di Merbabu | Foto Dok.Penulis

Perjalanan menuju Pos 3 menjadi ujian sesungguhnya. Jalur semakin curam dan tidak rata. Beban logistik terasa semakin berat. Kami berjalan perlahan; berhenti, menarik napas, lalu melangkah lagi. Ritme ini terasa sederhana, tetapi justru di situlah pelajaran penting muncul: bahwa hidup tidak selalu tentang kecepatan, melainkan tentang konsistensi.

Don’t Give up on Your Faith

Di tengah kelelahan, alam mulai memperlihatkan keindahannya. Senja turun perlahan, awan menutupi lembah, dan siluet gunung-gunung lain tampak di kejauhan. Rasa lelah seakan terbayar oleh pemandangan yang tak tergantikan. Di titik ini, saya menyadari satu hal: keindahan sering kali hadir setelah perjuangan, seolah menjadi bentuk penghargaan atas ketahanan.

Malam tiba saat kami mencapai sumber air. Kami mengisi persediaan untuk esok hari, lalu melanjutkan ke Pos 3 untuk mendirikan tenda. Udara dingin menusuk, namun kehangatan kebersamaan terasa nyata. Kami memasak bersama, berbagi cerita, dan tertawa dalam keterbatasan. Dari sini saya belajar, bahwa solidaritas tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari situasi sulit yang dihadapi bersama.

Pagi datang dengan suasana yang berbeda; sunyi, damai, dan penuh harapan. Burung-burung beterbangan, kota terlihat dari kejauhan, dan gunung-gunung berdiri megah di cakrawala. Dalam kesunyian itu, muncul kesadaran baru: bahwa semakin tinggi seseorang melangkah, semakin ia diajak untuk diam dan merenung.

Love Comes to Those Who Believe it

Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Jalur semakin menantang, tetapi kebersamaan menjadi kekuatan utama. Tidak ada lagi ego yang menonjol. Yang ada hanyalah langkah yang diselaraskan. Di sinilah makna tim benar-benar terasa: bukan tentang siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang mampu bertahan bersama.

Dan akhirnya, kami tiba di puncak.

Segala lelah, rasa sakit, dan perjuangan seolah luruh dalam satu momen. Berdiri di titik tertinggi, saya hanya bisa terdiam, terharu, dan bersyukur. Namun, yang paling saya rasakan bukanlah kemenangan, melainkan pemahaman: bahwa puncak bukanlah akhir, melainkan titik di mana kita melihat kembali seluruh proses yang telah dilalui.

Indahnya Merbabu | Foto Dok.Penulis

Apa yang selama ini hanya ada dalam bayangan, kini menjadi nyata. Tetapi lebih dari itu, saya pulang dengan sesuatu yang tak terlihat; cara pandang yang baru tentang hidup, tentang proses, dan tentang arti berjalan bersama.

That’s the way it is. [T]

Penulis: Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
Editor: Adnyana Ole

Tags: Gunung MerbabuMendaki Gunung
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bali, Citra dan Sampah

Next Post

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi

Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi

Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Untirta, Banten

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails

Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

by Kadek Surya Jayadi
February 18, 2026
0
Catatan Perjalanan Bodhakeling: Dialog Lintas Iman dan Upaya Membaca Situs Sejarah Baru

SINAR mentari pagi menyambut dengan hangat, menghiasi perjalanan Keluarga Besar Prodi Sejarah Universitas Udayana menuju Desa Bodhakeling. Bus Universitas Udayana...

Read moreDetails
Next Post
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng ---Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Monyet Cerdik dan Babi Hutan | Dongeng dari Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi
Ulas Film

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

by Made Adnyana
May 6, 2026
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika
Bahasa

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

by I Made Sudiana
May 5, 2026
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri
Esai

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

by Nur Kamilia
May 5, 2026
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur
Budaya

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
Aoroville: Kota Eksperimental
Esai

Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh
Persona

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas
Panggung

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant
Gaya

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

by tatkala
May 4, 2026
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan
Ulas Rupa

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

by Made Chandra
May 4, 2026
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial
Esai

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

by Angga Wijaya
May 4, 2026
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari
Cerpen

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

by Kadek Windari
May 4, 2026
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo
Puisi

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

by Kim Young Soo
May 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co