26 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
in Panggung
Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026:  Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

Rekasadana (pergelaran) Timor Leste Classical Dance di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Budarsana

INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah dan hasil kerajinan rumahan ditata apik dengan sebuah stand kreatif. Kain-kain klasik, petanda kegiatan tradisi mempercantik tempat pentas tergolong elit itu. Lagu-lagu klasik bernuansa Timor, mengalun mengundang pengunjung untuk menyaksikan seni pertunjukan yang segera dimulai.

Suasana itu tampak dalam Rekasadana (pergelaran) Timor Leste Classical Dance, Konsulat Jendral Timor Leste Bali World Culture Cellebration (BWCC) serangkaian dengan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 di Gedung Ksirarnawa, Minggu 14 Juni 2026. Pentas seni yang dimulai 17.00 Wita itu memang tak memenuhi gedung pertunjukan dua lantai itu, tetapi penonton yang hadir justru lebih banyak pecinta seni luar negeri dan masyarakak lokal untuk sebuah inspirasi.

Suasana malam pesta seni itu tampak akrab. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si yang mewakili Gubernur Bali didampingi Consul Jenderal Republik Demokratik Timor-Leste, Carolina Maria membuka pementasan dengan memukul gong sebagai diplomasi seremonial. “Kami merasa senang bisa ikut berpartisipasi dalam festival budaya Bali tahun 2026,” kata Carolina Maria.

Rekasadana (pergelaran) Timor Leste Classical Dance di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Budarsana

Selain menyajikan seni tari dan music, partisipan luar negri ini juga menyajikan lagu-lagu khas negera tersebut. Penampilan seniman asing dalam ajang PKB tak hanya meriah, tetapi juga memadukan akulturasi budaya yang unik, sorak sorai penonton yang antusias, serta keindahan latar panggung megah itu.

Penampilan grup luar negeri panggung megah berskala internasional, sebagai kesempatan pertukaran budaya global, dan akses langsung ke apresiasi seniman serta ribuan pasang mata audiens yang mencintai seni tradisi. “Tim kesenian luar negeri turut berpartisipasi di BWCC Pesta Kesenian Bali ini suatu kehormatan dan kehadirannya akan menjadi ruang perjumpaan seni. Partisipasi tari, musik dan beragam tradisi momentum penting untuk keragaman seni di Asia,” ucap Kadis Alit Suryana.

Sebagai tampilan pertama, partisipan Timor Leste menamilkan Tarian Bangsa. Suara jimbe yang renyah mengawali tarian itu. Sebanyak 6 penari laki-laki menarikan tombak lengkap dengan perisai. Kepalanya ditutup kain putih lalu dihisai bulu ayam, hiasan kaki yang memperjelas hentakan kaki serta mengenakan kain khas Timor Leste. Selanjutnya muncul 8 penari wanita menggunakan kain, selendang dan hiasan kepala.

Tarian yang berasal dari Kabupaten Ainaro dan berakar pada sejarah perjuangan rakyat setempat pada masa peperangan yang dipimpin oleh Raja Boaventura dalam melawan penjajahan pada awal abad ke-19. Tarian ini menjadi simbol semangat perjuangan yang bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan cinta tanah air. Maka, tak heran gerak tarinya enerjik, penuh semangat yang memukau penonton.

Rekasadana (pergelaran) Timor Leste Classical Dance di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Budarsana

Tari Likurai juga memikat penonton petang itu. Penari laki-laki menari gagah dengan senjata keris. Mereka menari bersama 8 perempuan yang memainkan jimbe kecil dengan sukacita. Gerak tarinya lebih banyak menyajikan hentakan laki yang menjadi khasnya. Iringannya jimbe yang mengeduplak-duplak keras berjiwa. Tari Likurai untuk menyambut para pahlawan yang kembali dari medan pertempuran. Para pahlawan tersebut membawa pedang mereka dan terkadang juga membawa kepala musuh yang telah mereka kalahkan. Para perempuan menabuhkan irama yang kuat dan bernuansa militer saat arak-arakan para pahlawan bergerak kembali menuju desa.

Legenda Tari Likurai, menyerupai gerakan seekor ular yang sedang menari. Dahulu, tarian ini dibawakan oleh 7 orang perempuan yang melambangkan 7 kepala seekor ular. Legenda tersebut menjadi salah satu unsur yang memperkaya makna simbolis dan nilai budaya yang terkandung dalam Tari Likurai.

Sajian seni yang membuat penonton terkesima, ketika Tarian Dahur Lese itu disajikan oleh pemuda dengan penuh sukacita. Tarian tradisional berasal dari Kabupaten Bobonaro dan berkembang di kalangan suku Bunak itu memang dipantaskan di berbagai upacara adat maupun ritual tradisional. Para penari melakukan gerakan tari yang diiringi dengan nyanyian secara bersamaan sebagai simbol persahabatan, persatuan, kasih sayang, serta kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.

Ketika Tarian Esquadrilhas atau Valsa Manatuto (Palikatri) itu tampil, penonton khususnya anak-anak muda tampak hanyut dalam setiap geraknya. Sebab, tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Manatuto dibawakan oleh para pemuda dan pemudi sebagai sarana untuk saling mengenal dan menjalin hubungan sosial, sebelum terbentuknya hubungan yang lebih dekat atau hubungan kasih sayang. Tari ini dibawakan secara berpasangan oleh laki-laki dan perempuan dengan gerakan yang harmonis dan teratur.

Tarian Esquadrilhas atau Valsa Manatuto mencerminkan hasil akulturasi budaya antara Timor dan Portugis. Tarian ini terdiri atas beberapa ragam tarian, yaitu Valsa, Soran Kaki, Soruboek, Tarian Mars, dan Tarian Sintidu. Tari ini juga menjadi salah satu warisan budaya yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, kesopanan, serta pengaruh budaya Portugis yang telah berasimilasi dengan budaya lokal masyarakat Timor-Leste.

Rekasadana (pergelaran) Timor Leste Classical Dance di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Budarsana

Disela-sela pergelaran tersebut, partisipan Timor Leste juga memeriahkan BWCC dengan penampilan Traditional Costume Fashion Show (Kain Tais Tradisional) dan Traditional Custum Fashion Show (Kain Tais Modern). Penampilan fashion show tergolong unik, karena masih kental dengan tradisi yang ada. Para model menyajikan berbagai berbagai busana dengan berbagai jenis kain tradisional yang khas.

Demikian pula sajian Tarian Likur, dan Tarian Soru Boek yang menyampaikan nilai-nilai yang kuat. Termasuk sajian Lagu Rai Timor Lorosae dan Lagu Cidade Dili yang selalu mengingatkan untuk menjaga tradisi dan budaya. Suasana menjadi lebih akrab, ketika sampai pada acara Door Prize dan Penyerahan Sertifikat. Pergelaran kemudian ditutup dengan foto bersama dan Tari Dahur/Tebe-Tebe.[T}

Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bali World Culture CellebrationPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026Timor Leste
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca

Next Post

Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

Read moreDetails

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
0
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

Read moreDetails

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026
0
Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

Read moreDetails

Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

by Nyoman Budarsana
July 23, 2026
0
Bunyi Mata Ugra, Harmoni Tradisi dan Spiritualitas di Panggung Festival Seni Bali Jani VIII 2026

PERTIKAIAN dan peperangan kerap melahirkan penderitaan, kebencian, dendam, serta luka yang membekas dalam jiwa. Namun, di balik kehancuran itu selalu...

Read moreDetails

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

Read moreDetails

Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Band Legendaris Bali Bangkitkan Nostalgia di Panggung Festival Seni Bali Jani 2026

RASA rindu terhadap lagu-lagu Bali yang sempat mewarnai awal dekade 2000-an terobati dalam Pergelaran Musik "Bintang 5 Musik Jani" persembahan...

Read moreDetails

Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Dermaga Seni Buleleng Suguhkan “Sura Atma”, Ajak Penonton Merenungi Makna Kehidupan

TAWA penonton sesekali pecah mengikuti dialog-dialog jenaka yang menghidupkan panggung. Namun perlahan suasana berubah. Musik mengalun semakin sendu, puisi dilantunkan...

Read moreDetails

Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
Ketika Kata Menjelma Jiwa: Pesona Lomba Baca Puisi di Festival Seni Bali Jani 2026

SUASANA Citta Kelangen Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Jumat, 17 Juli 2026, terasa berbeda. Tak terdengar dentuman gamelan atau hingar-bingar...

Read moreDetails

“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
“Dasa Muka, The Face of Humanity”, Saat Penonton Diajak Berkaca pada Wajah-Wajah dalam Diri Manusia

MALAM itu Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, dipenuhi penonton dari berbagai penjuru. Kamis, 16 Juli 2026, kursi-kursi tribun tak...

Read moreDetails

“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

by Nyoman Budarsana
July 17, 2026
0
“Kera Wuhan”, Ketika Sun Go Kong dan Hanoman Menertawakan Ego Manusia

GELAK tawa pecah bahkan sebelum adegan pertama benar-benar usai. Di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Rabu malam, 15 Juli 2026,...

Read moreDetails
Next Post
Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi
Ulas Pentas

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Tidak semua orang membatik untuk menghasilkan kain. Ada yang membatik agar hatinya tetap utuh." Di ruang terbuka lantai atas rumahnya,...

by Tri Nugroho Adi
July 25, 2026
‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan
Panggung

‘Tak Sepatah Kata’: Ketika 100 Tahun Puisi Indonesia di Bali Menjelma Menjadi Sebuah Pertunjukan

RUANGAN Gedung Ksirarnawa mendadak sunyi. Lampu panggung meredup, hanya menyisakan seberkas cahaya yang jatuh pada seorang lelaki yang duduk di...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Katarsis Jiwa Kelam”: Ketika Geguritan ‘Bagus Diarsa’ Menjelma Drama Musikal Kontemporer di Festival Seni Bali Jani 2026

KETIKA Bagus Diarsa tampak sibuk menatap layar telepon genggamnya, di sampingnya berdiri sosok berwajah penuh riasan, berbusana merah menyala. Dialah...

by Dede Putra Wiguna
July 25, 2026
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur
Budaya

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

by tatkala
July 25, 2026
Orkestra Warna Kun Adnyana
Ulas Rupa

Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

by Hartanto
July 25, 2026
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”
Khas

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?
Esai

Kebaya Hari Ini, Masihkah Menutup Sesuai Adabnya?

KEMERIAHAN saya sebagai generasi milenial dalam berpakaian pada masa kanak kanak sangat jauh berbeda dengan gen alpha dan gen beta...

by Pande Susan
July 24, 2026
Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem
Pendidikan

Lewat Digitalisasi dan “Green Tourism”, Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Menghidupkan Potensi Desa Muncan, Karangasem

BANYAK program pengabdian masyarakat berakhir sebagai seremoni. Datang, memberi pelatihan, lalu pulang. Namun, program Bina Desa yang digagas Badan Eksekutif...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni
Pameran

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
Siap-siap ke Lovina Festival 2026
Panggung

Siap-siap ke Lovina Festival 2026

"Hari ini kesiapan sudah seratus persen," ucap Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra membuka jumpa pers di Spice Dive Beach Club,...

by Komang Puja Savitri
July 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co