16 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
in Panggung
Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026:  Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

Rekasadana (pergelaran) Timor Leste Classical Dance di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Budarsana

INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah dan hasil kerajinan rumahan ditata apik dengan sebuah stand kreatif. Kain-kain klasik, petanda kegiatan tradisi mempercantik tempat pentas tergolong elit itu. Lagu-lagu klasik bernuansa Timor, mengalun mengundang pengunjung untuk menyaksikan seni pertunjukan yang segera dimulai.

Suasana itu tampak dalam Rekasadana (pergelaran) Timor Leste Classical Dance, Konsulat Jendral Timor Leste Bali World Culture Cellebration (BWCC) serangkaian dengan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 di Gedung Ksirarnawa, Minggu 14 Juni 2026. Pentas seni yang dimulai 17.00 Wita itu memang tak memenuhi gedung pertunjukan dua lantai itu, tetapi penonton yang hadir justru lebih banyak pecinta seni luar negeri dan masyarakak lokal untuk sebuah inspirasi.

Suasana malam pesta seni itu tampak akrab. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si yang mewakili Gubernur Bali didampingi Consul Jenderal Republik Demokratik Timor-Leste, Carolina Maria membuka pementasan dengan memukul gong sebagai diplomasi seremonial. “Kami merasa senang bisa ikut berpartisipasi dalam festival budaya Bali tahun 2026,” kata Carolina Maria.

Rekasadana (pergelaran) Timor Leste Classical Dance di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Budarsana

Selain menyajikan seni tari dan music, partisipan luar negri ini juga menyajikan lagu-lagu khas negera tersebut. Penampilan seniman asing dalam ajang PKB tak hanya meriah, tetapi juga memadukan akulturasi budaya yang unik, sorak sorai penonton yang antusias, serta keindahan latar panggung megah itu.

Penampilan grup luar negeri panggung megah berskala internasional, sebagai kesempatan pertukaran budaya global, dan akses langsung ke apresiasi seniman serta ribuan pasang mata audiens yang mencintai seni tradisi. “Tim kesenian luar negeri turut berpartisipasi di BWCC Pesta Kesenian Bali ini suatu kehormatan dan kehadirannya akan menjadi ruang perjumpaan seni. Partisipasi tari, musik dan beragam tradisi momentum penting untuk keragaman seni di Asia,” ucap Kadis Alit Suryana.

Sebagai tampilan pertama, partisipan Timor Leste menamilkan Tarian Bangsa. Suara jimbe yang renyah mengawali tarian itu. Sebanyak 6 penari laki-laki menarikan tombak lengkap dengan perisai. Kepalanya ditutup kain putih lalu dihisai bulu ayam, hiasan kaki yang memperjelas hentakan kaki serta mengenakan kain khas Timor Leste. Selanjutnya muncul 8 penari wanita menggunakan kain, selendang dan hiasan kepala.

Tarian yang berasal dari Kabupaten Ainaro dan berakar pada sejarah perjuangan rakyat setempat pada masa peperangan yang dipimpin oleh Raja Boaventura dalam melawan penjajahan pada awal abad ke-19. Tarian ini menjadi simbol semangat perjuangan yang bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme, dan cinta tanah air. Maka, tak heran gerak tarinya enerjik, penuh semangat yang memukau penonton.

Rekasadana (pergelaran) Timor Leste Classical Dance di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Budarsana

Tari Likurai juga memikat penonton petang itu. Penari laki-laki menari gagah dengan senjata keris. Mereka menari bersama 8 perempuan yang memainkan jimbe kecil dengan sukacita. Gerak tarinya lebih banyak menyajikan hentakan laki yang menjadi khasnya. Iringannya jimbe yang mengeduplak-duplak keras berjiwa. Tari Likurai untuk menyambut para pahlawan yang kembali dari medan pertempuran. Para pahlawan tersebut membawa pedang mereka dan terkadang juga membawa kepala musuh yang telah mereka kalahkan. Para perempuan menabuhkan irama yang kuat dan bernuansa militer saat arak-arakan para pahlawan bergerak kembali menuju desa.

Legenda Tari Likurai, menyerupai gerakan seekor ular yang sedang menari. Dahulu, tarian ini dibawakan oleh 7 orang perempuan yang melambangkan 7 kepala seekor ular. Legenda tersebut menjadi salah satu unsur yang memperkaya makna simbolis dan nilai budaya yang terkandung dalam Tari Likurai.

Sajian seni yang membuat penonton terkesima, ketika Tarian Dahur Lese itu disajikan oleh pemuda dengan penuh sukacita. Tarian tradisional berasal dari Kabupaten Bobonaro dan berkembang di kalangan suku Bunak itu memang dipantaskan di berbagai upacara adat maupun ritual tradisional. Para penari melakukan gerakan tari yang diiringi dengan nyanyian secara bersamaan sebagai simbol persahabatan, persatuan, kasih sayang, serta kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.

Ketika Tarian Esquadrilhas atau Valsa Manatuto (Palikatri) itu tampil, penonton khususnya anak-anak muda tampak hanyut dalam setiap geraknya. Sebab, tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Manatuto dibawakan oleh para pemuda dan pemudi sebagai sarana untuk saling mengenal dan menjalin hubungan sosial, sebelum terbentuknya hubungan yang lebih dekat atau hubungan kasih sayang. Tari ini dibawakan secara berpasangan oleh laki-laki dan perempuan dengan gerakan yang harmonis dan teratur.

Tarian Esquadrilhas atau Valsa Manatuto mencerminkan hasil akulturasi budaya antara Timor dan Portugis. Tarian ini terdiri atas beberapa ragam tarian, yaitu Valsa, Soran Kaki, Soruboek, Tarian Mars, dan Tarian Sintidu. Tari ini juga menjadi salah satu warisan budaya yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, kesopanan, serta pengaruh budaya Portugis yang telah berasimilasi dengan budaya lokal masyarakat Timor-Leste.

Rekasadana (pergelaran) Timor Leste Classical Dance di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Budarsana

Disela-sela pergelaran tersebut, partisipan Timor Leste juga memeriahkan BWCC dengan penampilan Traditional Costume Fashion Show (Kain Tais Tradisional) dan Traditional Custum Fashion Show (Kain Tais Modern). Penampilan fashion show tergolong unik, karena masih kental dengan tradisi yang ada. Para model menyajikan berbagai berbagai busana dengan berbagai jenis kain tradisional yang khas.

Demikian pula sajian Tarian Likur, dan Tarian Soru Boek yang menyampaikan nilai-nilai yang kuat. Termasuk sajian Lagu Rai Timor Lorosae dan Lagu Cidade Dili yang selalu mengingatkan untuk menjaga tradisi dan budaya. Suasana menjadi lebih akrab, ketika sampai pada acara Door Prize dan Penyerahan Sertifikat. Pergelaran kemudian ditutup dengan foto bersama dan Tari Dahur/Tebe-Tebe.[T}

Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bali World Culture CellebrationPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026Timor Leste
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca

Next Post

Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
0
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

Read moreDetails

Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 12, 2026
0
Jazz Kontemporer dari Watchdog, Bagian Akhir Rangkaian Tur Indonesia di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

SETELAH tiga pekan berkeliling dan tampil di sejumlah panggung jazz di Indonesia, perjalanan Watchdog akhirnya berujung di Ubud. Duo asal...

Read moreDetails

LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
August 11, 2026
0
LaDju Hadirkan Jazz Fusion Eksperimental di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ALIRAN Sungai Wos turut mengiringi LaDju ketika memainkan musiknya di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF), Jumat, 7...

Read moreDetails

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

by Nyoman Budarsana
August 11, 2026
0
Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

GERAKANNYA ritmis dan begitu indah. Ekspresinya hidup karena setiap gerakan ditarikan dengan penuh penjiwaan. Musik seolah menyatu dalam gerak, menghadirkan...

Read moreDetails

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
0
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

Read moreDetails

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
0
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

Read moreDetails
Next Post
Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan
Bahasa

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

by I Made Sudiana
August 15, 2026
Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz
Esai

Bercakap-cakap tentang Sabung Ayam bersama Clifford Geertz

SAYA kembali membuka buku The Interpretation of Cultures karya Clifford Geertz setelah membaca sebuah berita tentang seorang lelaki yang tewas...

by Angga Wijaya
August 15, 2026
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia
Panggung

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi
Panggung

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
Dari Duta SMA ke Duta Besar
Esai

Dari Duta SMA ke Duta Besar

SEJAK Nadiem Makarim menjadi Mendikbud Ristekdikti, Program Duta SMA sudah diluncurkan tepatnya pada 2022 melalui  Direktorat SMA dan terus dilanjutkan...

by I Nyoman Tingkat
August 15, 2026
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026
Tualang

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan
Panggung

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali
Esai

Merawat “Briuk Siu”: Menghidupkan Kembali Wajah Solidaritas Kolektif di Bali

MASYARAKAT Bali sejak lama dikenal memiliki fondasi sosial yang sangat kuat, yang hidup dan bernapas melalui nilai-nilai gotong royong tradisional....

by Nur Kamilia
August 14, 2026
AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan
Pendidikan

AWINDO Perkuat Legalitas UMKM Disabilitas, Pelatihan Dilanjutkan Pendampingan

Asosiasi Wirausaha Inklusif Indonesia (AWINDO) memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM disabilitas melalui training legalitas usaha. Kegiatan ini menjadi bagian dari...

by Angga Wijaya
August 14, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Kecerdasan Bukan dari Sekolah, Buat Apa Bangun Sekolah?

ADA kalimat Presiden Prabowo Subianto yang menarik perhatian saya. Bukan karena saya hendak meributkan atau memperdebatkan benar-salahnya. Jauh dari soal...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 14, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Merdeka: Dari Pekik ke Pengabdian

TUJUH Belas Agustus selalu datang dengan warna merah putih, upacara, lomba, pidato, lagu-lagu perjuangan, dan pekik Merdeka! Tahun ini kita...

by Ahmad Sihabudin
August 14, 2026
Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana
Ulas Rupa

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

by Hartanto
August 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co