2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Primadona

Putra Setiawan by Putra Setiawan
March 29, 2020
in Cerpen
Primadona

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Cerpen Putra Setiawan []

Suasana Krematorium  Mumbul perlahan mulai sepi ditinggal pelayat. Satu per satu rekan almarhum Inez beranjak pergi meninggalkan petugas krematorium yang tengah mengais abu tulang Inez dari tungku kremasi. Abu mantan primadona lokalisasi di daerah Jangkong Lestari Kuta ini selanjutnya akan dibuang keluarganya di Pantai Nusa Dua.

***

Lokalisasi Jangkong Lestari malam itu semarak seperti biasanya. Puluhan pelacur tampak memenuhi berbagai sudut lokalisasi. Sebagian tampak berdiri di depan kamar menjajakan dirinya lengkap dengan janji “servis” yang akan diberikan. Sebagian lagi tampak duduk di warung kopi bercengkrama dengan pria hidung belang yang datang berkunjung diiringi lantunan house music.

“Hey liat tuh, Si Inez dibooking lagi. Asem, malam ini dia sudah ‘naik’ 5 kali dengan  langganan-langganannya. Tajir bener dia,” kata Ivon sambil menghisap rokok kretek kesukaannya. Ivon yang sudah beroperasi di lokalisasi ini selama 5 tahun merasa iri dengan Inez, debutan yang baru  bergabung dengan salah satu mami di lokalisasi ini 6 bulan lalu.

“Ah Ivon, kamu bawaannya kok repot and sewot gitu, ya biarin aja, setiap orang kan ada rejekinya masing-masing.  Kali aja Si Inez sekarang emang lagi naik daun dan laku,” kata Sofie, pelacur lainnya dengan bijak.

Semenjak beroperasi di lokalisasi Jangkong Lestari, Inez yang berwajah agak indo memang menjadi salah satu primadona di kawasan itu. Dengan tarif 100 ribu rupiah untuk short time, setiap malamnya Inez melayani 5 hingga 10 orang pelanggan. “Yah mumpung aku masih laku dan kuat melayani mereka,”kata Inez kepada Lince rekannya di Jangkong suatu waktu.

Salah satu pelanggan Inez yang paling setia adalah Pak Suryaningrat. Pria berumur 50 tahunan ini dari segi finansial memang berkecukupan. Sebagai salah seorang top manajer di sebuah bank pemerintah bonafid di Bali, Pak Surya tak merasa gengsi berkunjung ke lokalisasi Jangkong Lestari dan telah menjadi pelanggan setia Inez dalam tiga bulan terakhir.

Malam itu seperti biasa Pak Surya datang ke lokalisasi Jangkong Lestari untuk bertemu Inez. Lewat telpon genggam ia telah membooking Inez untuk kencan jam 8 malam. Kepada istrinya ia mengaku mengikuti rapat penting dengan dewan komisaris bank di sebuah hotel berbintang di kawasan Kuta.

“Hai darling, i miss you so much,” kata Pak Surya menggombal sambil memeluk Inez dengan ketat di kamarnya. Ciuman nafsu bertubi-tubi kemudian didaratkan ke wajah cantik Inez dan lehernya yang jenjang.

Meski kurang menyukai pria gendut berkepala botak ini, Inez terpaksa harus rutin melayani Pak Surya setidaknya tiga kali seminggu. Usai menggauli Inez, Pak Surya menyelipkan 2 lembar uang seratus ribuan yang masih kencang ke dalam genggaman tangannya. “ Aku pulang dulu ya, dua hari lagi aku akan datang menemuimu. I love you sexy,” kata Surya dengan genitnya.

Di mata Inez, Pak Surya sebenarnya salah satu pelanggan ideal yang berkantong tebal. Namun belakangan ini Inez mulai khawatir. Pak Surya mulai melibatkan perasaan dalam bisnis yang digelutinya. Tak jarang Pak Surya menyatakan keinginannya untuk menjadikan Inez sebagai istri simpanan. Pak Surya juga sudah sangat terbuka terhadap Inez, termasuk menceritakan berbagai penyimpangan yang dilakukan di bank tempatnya bekerja. Kepada Inez Pak Suryo mengaku telah mengkorup uang bank tempatnya bekerja hingga ratusan juta rupiah.

“Ah Pak Surya bercanda ya, saya cuman seorang pelacur, apa bapak tidak malu,” kata Inez sambil menghisap rokok putihnya dalam-dalam. Malam ini ia berkencan dengan Pak Surya hingga dua ronde. Usai berkencan, Pak Surya kembali menyampaikan keinginannya untuk menikahi Inez. Pak Surya mengatakan sudah sangat mencintai Inez dan tak akan membiarkan Inez terus berada di lembah hitam prostitusi.

“Jadi kamu menolak sayang?” kata Surya dengan mimik wajah serius. Ia merasa kecewa karena niatnya untuk menikahi wanita idamannya tidak kesampaian. “ Iya Pak Surya, saya hargai  betul niat baik bapak. Tapi biarlah saya tetap begini saja. Saya sudah cukup menikmatinya,” kata Inez.

Pak Surya melangkah gontai. Tak seperti biasanya malam itu ia meninggalkan lokalisasi Jangkong Lestari dengan lesu. Selama ini keinginanannya terhadap suatu hal selalu tercapai. Kali ini keinginannya tak terpenuhi. Ditolak oleh seorang pelacur. “Awas kau Inez, tak seorang pun bisa memperlakukanku dengan cara seperti ini. Kau belum tau siapa aku, Suryaningrat. Kamu juga sudah tahu terlalu banyak tentang diriku. Aku akan bikin perhitungan dengan kamu,” kata Pak Surya dalam hati.

Waktu masih menunjukkan pukul setengah 8 malam. Handphone keluaran terbaru milik Inez berdering. “ Halo darling, lagi ngapain nih, udah mandi belum?” kata Pak Surya di ujung telpon.

Inez heran, sudah dua minggu ini Pak Surya tidak datang ke tempatnya. Sudah dua minggu itu pula ia kehilangan salah satu pelanggannya yang paling setia dan loyal.

“Malam ini aku mau membooking kamu untuk long time. Gimana, bisa kan, Say?”kata Pak Surya dengan nafas mendengus. “Bisa aja Pak, tapi kalo dibawah jam 12 malam gini biasanya kena charge 1 juta. Gimana bapak mau gak?” ujar Inez.

“Okay no problem, aku bayar. Nanti kamu dijemput supirku si Jengki. Kamu tunggu aja di parkiran supermarket selatan komplex. Okay aku tunggu ya,” kata Pak Surya menutup pembicaraan.

“Eh liat tuh Si Inez, sore gini udah dapat bookingan longtime, emang tajir banget dia. Cepat kaya dia kalo gini terus,” kata Ivon sambi menghisap rokok kreteknya yang terakhir.

“Ah Ivon, kamu bisanya sewot aja ama temen. Kan Inez emang lagi tajir dan laku sekarang. Ya mbok kamu introspeksi diri dulu dengan tubuhmu yang gembrot itu, he he he,” ujar Sofie berkelakar.

Malam itu Inez tampil sexy. Tubuhnya yang putih mulus, tinggi, dan sintal dibungkus kaos putih ketat bergambar lambang grup musik rock n roll rollingstones dan celana jeans tigaperempat ketat mode termutakhir. Malam ini ia ingin all out melayani Pak Surya, langganan setia yang sudah tidak dijumpainya selama 2 minggu. Bergegas Inez menuju parkiran supermarket di selatan lokalisasi Jangkong.

Setelah menunggu 10 menit di parkiran, sebuah mobil sedan mewah produk Eropa berwarna hitam datang menghampiri Inez. “Kamu Inez ya? Saya diutus Pak Suryo untuk menjemput kamu, silakan naik,” kata supir sedan itu. Inez naik di kursi belakang dan sedan Eropa keluaran terbaru itu kemudian melaju kencang di By pass Ngurah Rai.

Di dalam sedan ternyata ada dua pria lainnya yang duduk di kursi depan dan belakang.

“Halo, kalian siapa ya, kok kita belum kenal. Kita mau kemana nih,” kata Inez membuka pembicaraan..

“Oh ya, nama saya Jack, dan pria di sebelahmu namanya Rony. Kita diminta Pak Surya untuk menyampaikan ini!!” hardik pria bernama Jack sambil menghunus sebilah pisau komando dan menghujamkannya ke tubuh Inez . Pria bernama Rony pun melakukan hal serupa terhadap primadona lokalisasi Jangkong Lestari itu. Inez tak bisa berkutik dan hanya bisa berteriak kesakitan d itengah derasnya hujaman pisau komando yang tajam ke tubuhnya………

Matahari belum muncul sepenuhnya di ufuk timur. Embun masih membasahi daun pepohonan taman di Bypass Nusa Dua. Bu Sari seperti biasa melakukan aktivitasnya sebagai tukang sapu di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung. Saat hendak membersihkan got di pinggir Bypass Ngurah Rai, mata Bu Sari tiba-tiba membelalak. Di dasar got tergeletak sesosok mayat wanita dengan darah membasahi sekujur tubuhnya. Mayat wanita berkulit putih dan bertubuh sintal itu mengenakan celana jeans tigaperempat ketat dan kaos putih berlogo rolling stones yang kini merah oleh darah amis. [T]

Tags: Cerpen
Share27TweetSendShareSend
Previous Post

LPD, Pahlawan Kaum Marjinal

Next Post

Rumah, Masakan Ibu dan Gravitasi Kasur

Putra Setiawan

Putra Setiawan

Wartawan

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Rumah, Masakan Ibu dan Gravitasi Kasur

Rumah, Masakan Ibu dan Gravitasi Kasur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co