3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Primadona

Putra Setiawan by Putra Setiawan
March 29, 2020
in Cerpen
Primadona

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Cerpen Putra Setiawan []

Suasana Krematorium  Mumbul perlahan mulai sepi ditinggal pelayat. Satu per satu rekan almarhum Inez beranjak pergi meninggalkan petugas krematorium yang tengah mengais abu tulang Inez dari tungku kremasi. Abu mantan primadona lokalisasi di daerah Jangkong Lestari Kuta ini selanjutnya akan dibuang keluarganya di Pantai Nusa Dua.

***

Lokalisasi Jangkong Lestari malam itu semarak seperti biasanya. Puluhan pelacur tampak memenuhi berbagai sudut lokalisasi. Sebagian tampak berdiri di depan kamar menjajakan dirinya lengkap dengan janji “servis” yang akan diberikan. Sebagian lagi tampak duduk di warung kopi bercengkrama dengan pria hidung belang yang datang berkunjung diiringi lantunan house music.

“Hey liat tuh, Si Inez dibooking lagi. Asem, malam ini dia sudah ‘naik’ 5 kali dengan  langganan-langganannya. Tajir bener dia,” kata Ivon sambil menghisap rokok kretek kesukaannya. Ivon yang sudah beroperasi di lokalisasi ini selama 5 tahun merasa iri dengan Inez, debutan yang baru  bergabung dengan salah satu mami di lokalisasi ini 6 bulan lalu.

“Ah Ivon, kamu bawaannya kok repot and sewot gitu, ya biarin aja, setiap orang kan ada rejekinya masing-masing.  Kali aja Si Inez sekarang emang lagi naik daun dan laku,” kata Sofie, pelacur lainnya dengan bijak.

Semenjak beroperasi di lokalisasi Jangkong Lestari, Inez yang berwajah agak indo memang menjadi salah satu primadona di kawasan itu. Dengan tarif 100 ribu rupiah untuk short time, setiap malamnya Inez melayani 5 hingga 10 orang pelanggan. “Yah mumpung aku masih laku dan kuat melayani mereka,”kata Inez kepada Lince rekannya di Jangkong suatu waktu.

Salah satu pelanggan Inez yang paling setia adalah Pak Suryaningrat. Pria berumur 50 tahunan ini dari segi finansial memang berkecukupan. Sebagai salah seorang top manajer di sebuah bank pemerintah bonafid di Bali, Pak Surya tak merasa gengsi berkunjung ke lokalisasi Jangkong Lestari dan telah menjadi pelanggan setia Inez dalam tiga bulan terakhir.

Malam itu seperti biasa Pak Surya datang ke lokalisasi Jangkong Lestari untuk bertemu Inez. Lewat telpon genggam ia telah membooking Inez untuk kencan jam 8 malam. Kepada istrinya ia mengaku mengikuti rapat penting dengan dewan komisaris bank di sebuah hotel berbintang di kawasan Kuta.

“Hai darling, i miss you so much,” kata Pak Surya menggombal sambil memeluk Inez dengan ketat di kamarnya. Ciuman nafsu bertubi-tubi kemudian didaratkan ke wajah cantik Inez dan lehernya yang jenjang.

Meski kurang menyukai pria gendut berkepala botak ini, Inez terpaksa harus rutin melayani Pak Surya setidaknya tiga kali seminggu. Usai menggauli Inez, Pak Surya menyelipkan 2 lembar uang seratus ribuan yang masih kencang ke dalam genggaman tangannya. “ Aku pulang dulu ya, dua hari lagi aku akan datang menemuimu. I love you sexy,” kata Surya dengan genitnya.

Di mata Inez, Pak Surya sebenarnya salah satu pelanggan ideal yang berkantong tebal. Namun belakangan ini Inez mulai khawatir. Pak Surya mulai melibatkan perasaan dalam bisnis yang digelutinya. Tak jarang Pak Surya menyatakan keinginannya untuk menjadikan Inez sebagai istri simpanan. Pak Surya juga sudah sangat terbuka terhadap Inez, termasuk menceritakan berbagai penyimpangan yang dilakukan di bank tempatnya bekerja. Kepada Inez Pak Suryo mengaku telah mengkorup uang bank tempatnya bekerja hingga ratusan juta rupiah.

“Ah Pak Surya bercanda ya, saya cuman seorang pelacur, apa bapak tidak malu,” kata Inez sambil menghisap rokok putihnya dalam-dalam. Malam ini ia berkencan dengan Pak Surya hingga dua ronde. Usai berkencan, Pak Surya kembali menyampaikan keinginannya untuk menikahi Inez. Pak Surya mengatakan sudah sangat mencintai Inez dan tak akan membiarkan Inez terus berada di lembah hitam prostitusi.

“Jadi kamu menolak sayang?” kata Surya dengan mimik wajah serius. Ia merasa kecewa karena niatnya untuk menikahi wanita idamannya tidak kesampaian. “ Iya Pak Surya, saya hargai  betul niat baik bapak. Tapi biarlah saya tetap begini saja. Saya sudah cukup menikmatinya,” kata Inez.

Pak Surya melangkah gontai. Tak seperti biasanya malam itu ia meninggalkan lokalisasi Jangkong Lestari dengan lesu. Selama ini keinginanannya terhadap suatu hal selalu tercapai. Kali ini keinginannya tak terpenuhi. Ditolak oleh seorang pelacur. “Awas kau Inez, tak seorang pun bisa memperlakukanku dengan cara seperti ini. Kau belum tau siapa aku, Suryaningrat. Kamu juga sudah tahu terlalu banyak tentang diriku. Aku akan bikin perhitungan dengan kamu,” kata Pak Surya dalam hati.

Waktu masih menunjukkan pukul setengah 8 malam. Handphone keluaran terbaru milik Inez berdering. “ Halo darling, lagi ngapain nih, udah mandi belum?” kata Pak Surya di ujung telpon.

Inez heran, sudah dua minggu ini Pak Surya tidak datang ke tempatnya. Sudah dua minggu itu pula ia kehilangan salah satu pelanggannya yang paling setia dan loyal.

“Malam ini aku mau membooking kamu untuk long time. Gimana, bisa kan, Say?”kata Pak Surya dengan nafas mendengus. “Bisa aja Pak, tapi kalo dibawah jam 12 malam gini biasanya kena charge 1 juta. Gimana bapak mau gak?” ujar Inez.

“Okay no problem, aku bayar. Nanti kamu dijemput supirku si Jengki. Kamu tunggu aja di parkiran supermarket selatan komplex. Okay aku tunggu ya,” kata Pak Surya menutup pembicaraan.

“Eh liat tuh Si Inez, sore gini udah dapat bookingan longtime, emang tajir banget dia. Cepat kaya dia kalo gini terus,” kata Ivon sambi menghisap rokok kreteknya yang terakhir.

“Ah Ivon, kamu bisanya sewot aja ama temen. Kan Inez emang lagi tajir dan laku sekarang. Ya mbok kamu introspeksi diri dulu dengan tubuhmu yang gembrot itu, he he he,” ujar Sofie berkelakar.

Malam itu Inez tampil sexy. Tubuhnya yang putih mulus, tinggi, dan sintal dibungkus kaos putih ketat bergambar lambang grup musik rock n roll rollingstones dan celana jeans tigaperempat ketat mode termutakhir. Malam ini ia ingin all out melayani Pak Surya, langganan setia yang sudah tidak dijumpainya selama 2 minggu. Bergegas Inez menuju parkiran supermarket di selatan lokalisasi Jangkong.

Setelah menunggu 10 menit di parkiran, sebuah mobil sedan mewah produk Eropa berwarna hitam datang menghampiri Inez. “Kamu Inez ya? Saya diutus Pak Suryo untuk menjemput kamu, silakan naik,” kata supir sedan itu. Inez naik di kursi belakang dan sedan Eropa keluaran terbaru itu kemudian melaju kencang di By pass Ngurah Rai.

Di dalam sedan ternyata ada dua pria lainnya yang duduk di kursi depan dan belakang.

“Halo, kalian siapa ya, kok kita belum kenal. Kita mau kemana nih,” kata Inez membuka pembicaraan..

“Oh ya, nama saya Jack, dan pria di sebelahmu namanya Rony. Kita diminta Pak Surya untuk menyampaikan ini!!” hardik pria bernama Jack sambil menghunus sebilah pisau komando dan menghujamkannya ke tubuh Inez . Pria bernama Rony pun melakukan hal serupa terhadap primadona lokalisasi Jangkong Lestari itu. Inez tak bisa berkutik dan hanya bisa berteriak kesakitan d itengah derasnya hujaman pisau komando yang tajam ke tubuhnya………

Matahari belum muncul sepenuhnya di ufuk timur. Embun masih membasahi daun pepohonan taman di Bypass Nusa Dua. Bu Sari seperti biasa melakukan aktivitasnya sebagai tukang sapu di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung. Saat hendak membersihkan got di pinggir Bypass Ngurah Rai, mata Bu Sari tiba-tiba membelalak. Di dasar got tergeletak sesosok mayat wanita dengan darah membasahi sekujur tubuhnya. Mayat wanita berkulit putih dan bertubuh sintal itu mengenakan celana jeans tigaperempat ketat dan kaos putih berlogo rolling stones yang kini merah oleh darah amis. [T]

Tags: Cerpen
Share27TweetSendShareSend
Previous Post

LPD, Pahlawan Kaum Marjinal

Next Post

Rumah, Masakan Ibu dan Gravitasi Kasur

Putra Setiawan

Putra Setiawan

Wartawan

Related Posts

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
0
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

Read moreDetails

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
0
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

Read moreDetails

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

by Dody Widianto
May 22, 2026
0
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

Read moreDetails

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails
Next Post
Rumah, Masakan Ibu dan Gravitasi Kasur

Rumah, Masakan Ibu dan Gravitasi Kasur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co