2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

LPD, Pahlawan Kaum Marjinal

I Nengah Suarmanayasa by I Nengah Suarmanayasa
March 29, 2020
in Esai
LPD, Pahlawan Kaum Marjinal

Ilustrasi tatkala.co/Nana Partha

Bung Hatta pernah berucap bahwa Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, Indonesia baru akan bercahaya karena lilin-lilin kecil di desa. Di India, tokoh dunia yakni Gandhi juga pernah berseloroh bahwa masa depan India terletak di desa.

Menengok dua pernyataan dari dua tokoh besar tersebut maka sangat sejalan dan relevan dengan nawacita ketiga yakni membangun Indonesia dari desa. Desa bukan lagi menjadi latar belakang melainkan menjadi halaman depan kemajuan Indonesia. Pembangunan di Indonesia harus melihat desa sebagai fokus dan target pembangunan karena di desa sumber potensi kemajuan bangsa Indonesia.

Ada dua hal yang menjadi isu utama pembangunan perdesaan di Indonesia:

Pertama, sebagian besar penduduk Indonesia bertempat tinggal di wilayah desa. Saat ini, diperkirakan 60 persen penduduk masih tinggal di desa;

Kedua, kesejahteraan penduduk di desa jauh tertinggal dibandingkan penduduk kota, sekitar 63 persen dari total penduduk miskin berdiam diri di desa (Yustika, 2015). Pembangunan desa memiliki tantangan yang cukup besar sebab hingga saat ini jumlah desa mandiri di Indonesia hanya 7,55 persen dari 74.957 desa di Indonesia.

Bali adalah salah satu provinsi yang selalu memiliki nilai rapor baik bahkan sangat baik dalam bidang ekonomi. Rata-rata pertumbuhan ekonomi yang selalu di atas nasional. Tingkat pengangguran terendah nomor 1 dan memiliki angka kemiskinan terendah nomor 2 di Indonesia. Ini adalah prestasi yang sangat mengagumkan. Walaupun dalam beberapa hal masih perlu dilakukan perbaikan seperti tingkat disparitas (ketimpangan), baik ketimpangan antar wilayah maupun ketimpangan antar sektor.

Baiknya ekonomi Bali juga tercermin dari komposisi jumlah penduduk miskin di wilayah perdesaan yang lebih rendah daripada di perkotaan. Sejak Maret tahun 2011, penduduk miskin di perdesaan (73,1 ribu jiwa) lebih rendah dari perkotaan yang berjumlah 92,7 ribu jiwa.

Data terakhir yakni Maret 2019, dari 163,85 ribu jiwa penduduk miskin yang ada di Bali, sebanyak 97,98 ribu jiwa (59,80 persen) berdiam diri di perkotaan sedangkan sisanya 65,87 ribu jiwa (40,20 persen) tinggal di desa. Kondisi ini sangat berbeda dengan kondisi nasional, dimana desa masih dicirikan sebagai tempat berkumpulnya orang miskin.

Pariwisata adalah pahlawan untuk perekonomian Bali. Selain sektor pariwisata, ada pahlawan yang sangat berjasa bagi masyarakat Bali, terutama bagi masyarakat desa yang termarjinalkan (tidak bankable). Pahlawan itu adalah Lembaga Perkreditan Desa (LPD).

LPD hadir untuk melayani masyarakat desa dengan mudah, cepat dan yang paling penting dengan syarat sederhana. Jauh berbeda dengan persyaratan di dunia perbankan. Kondisi ini membuat masyarakat kecil di desa memiliki sahabat di kala kesusahan. LPD adalah mitra sejati bagi masyarakat yang tidak bankable. Inilah salah satu tujuan didirikannya LPD pada tahun 1984 oleh Prof Ida Bagus Mantra.

Saat ini terdapat 1.433 LPD di Bali. Hal ini juga menjadikan Bali sebagai pulau seribu LPD selain dikenal dengan sebutan pulau seribu pura. Secara ekonomi tercatat, asset LPD sampai akhir 2018 berjumlah Rp 21,76 triliun, menyalurkan kredit sebesar Rp 418,861 triliun, menghimpun dana dalam bentuk tabungan sebesar Rp 8,60 triliun, dalam bentuk deposito sebesar Rp 9,61 triliun.

Data keuangan tersebut mencerminkan betapa besarnya kepercayaan masyarakat terhadap LPD. Karena kerpercyaan yang begitu besar, maka asset LPD melampui jumlah asset yang dimiliki oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan koperasi simpan pinjam yang ada di Bali. Ini potensi yang luar biasa yang dimiliki oleh Bali.

Sampai akhir tahun 2018 Laba LPD tercatat sebesar Rp 580,42 milyar. Sebesar Rp 145,10 milyar (25 persen) harus disalurkan ke desa adat baik untuk pembangunan desa maupun untuk dana sosial. Masyarakat desa bisa menggunakan dana tersebut untuk mambangun pura, upacara ngaben massal, metatah massal, membangun balai banjar dan sejenisnya sehingga memperkecil iuran dari masyarakat desa.

Pengurangan iuran untuk desa bisa dialokasikan untuk biaya lainnya seperti biaya pendidikan anak maupun biaya kesehatan sehingga masyarakat akan tambah sejahtera. Artinya, LPD sudah berkontribusi nyata untuk pembangunan desa di Bali. Kontribusi lain, LPD mempekerjakan sebanyak hampir 8.000 karyawan. Ini artinya LPD berperan dalam mengurangi angka pengangguran.

Peran nyata LPD akan semakin besar manakala masyarakat mendukung keberadaan LPD. Dukungan masyarakat dapat dilakukan dengan memanfaatkan jasa layanan yang ada di LPD. Menabung, mendepositokan uang, bayar listrik, pajak dan sejenisnya serta pinjam uang di LPD.

Untuk diketahui, jika mendepositokan uang di LPD, bunganya jauh lebih tinggi daripada di bank, serta tidak dikenakan pajak. Artinya dari sisi ekonomi sangat menguntungkan jika mempercayakan depsosito di LPD. Jika seluruh masyarakat Bali mau mempercayakan transaksi keuangan di LPD maka masyarakat Bali akan tambah sejahtera.

Fakta di lapangan, banyak dari golongan menengah ke atas ogah atau enggan menaruh uang di LPD. Di satu sisi mereka menuntut agar LPD semakin berkontribusi nyata pada pembangunan desa. Jika hal ini terus terjadi maka akan terjadi debat kusir yang pada akhirnya tidak menghasilkan perubahan apa-apa.

Marilah mulai dengan menyalakan lilin kecil daripada mengumpat kegelapan. Anak muda banyak yang acuh tentang keberadaan LPD. Mereka seperti alergi dengan LPD, padahal di desa tempat tinggalnya ada LPD. Kaum milenial lebih suka bekerja di kantor pemerintahan (jadi pegawai honorer) walau gajinya jauh lebih kecil tinimbang bekerja di LPD. Kondisi ini tentu sangat memperihatinkan.

Visi gubernur Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali yakni mewujudkan Bali era baru yang salah satunya dengan getol mengajak masyarakat untuk mencintai dan melestarikan budaya Bali. LPD sebagai salah satu warisan leluhur patut dijaga dan dilestarikan keberadaanya. Sudah saatnya anak muda mulai ngeh akan keberadaannya. LPD harus menjadi kebanggaan masyarakat Bali. Lewat tulisan ini, saya mengajak anak muda serta kaum menengah keatas untuk mengenal, menyayangi serta memanfaatkan jasa LPD. Karena dengan itulah kita sudah berkontribusi nyata untuk kemajuan desa serta kemajuan Bali.

Semoga Pak Gubernur Bali mengeluarkan himbauan untuk mengajak masyarakat Bali menabung maupun meminjam uang di LPD sama seperti himbauan untuk melestarikan KB Bali. [T]

Tags: desadesa adatekonomiLPD
Share46TweetSendShareSend
Previous Post

Rumah, Liburan, Teater dan Kehidupan Sehari-hari

Next Post

Primadona

I Nengah Suarmanayasa

I Nengah Suarmanayasa

Staf pengajar di FE Undiksha-Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Primadona

Primadona

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co