16 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bermain dengan Jin Tengah Malam

Chusmeru by Chusmeru
May 7, 2026
in Fiksi
Meninggal Seperti Pepes Ikan

Chusmeru

MEMILIKI seorang anak yang sehat, cerdas, dan saleh tentu membahagiakan bagi Krisna Malika dan Riana Dewanti. Anak pertama mereka, Arkanda Rayana berusia lima tahun. Masih duduk di taman kanak-kanak. Anak lelaki kesayangan yang mereka panggil Kanda itu mempunyai cerita panjang saat hadir di bumi.

Kehadiran Kanda penuh dengan penantian panjang. Tiga tahun setelah menikah, Krisna Malika dan Riana Dewanti belum juga punya momongan. Riana Dewanti sempat periksa dan konsultasi ke dokter kandungan. Hasilnya, dokter mengatakan tidak ada masalah dengan rahim Riana. Krisna Malika pun periksa ke dokter. Kesimpulannya, Krisna tidak bermasalah secara medis.

Dokter hanya menyarankan Krisna dan Riana untuk bersabar, sambil mengurangi aktivitas yang menyita banyak waktu dan tenaga. Itu yang sulit mereka lakukan. Krisna bekerja di sebuah perusahaan desain interior yang kadang bekerja hingga larut malam. Riana pun bekerja di perusahaan farmasi yang mengharuskannya melakukan kerja ke luar kota berhari-hari.

Tiga tahun mereka bersabar. Menunggu kehamilan Riana. Berbagai upaya pun dilakukan Riana dan Krisna. Setiap hari mereka mengkonsumsi makanan yang meningkatkan kesuburan. Hampir tiap hari mereka menyantap makanan yang kaya antioksidan. Sayur, ikan laut, dan buah-buahan yang mengandung lemak baik mereka makan setiap hari.

Hingga tiba saat yang menggembirakan bagi Krisna dan Riana. Dokter kandungan menyatakan Riana positif mengandung. Tentu saja mereka bersuka cita. Kesabaran mereka membuahkan hasil. Mereka akan menjadi seorang ayah dan ibu. Hari-hari mereka akan diwarnai canda bersama buah hati kesayangan.

Selama mengandung Riana menjaga betul kesehatan dirinya dan bayi yang dikandungnya. Riana selalu mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi, sayuran, dan buah-buahan. Tak lupa ia juga makan kecambah atau tauge yang sudah dimasak. Ia percaya tauge sangat baik untuk kesehatannya dan bayinya.

Hampir setiap hari Krisna menegelus perut Riana. Sesekali Krisna juga berbicara kepada bayi yang dikandung lewat perut Riana. Mereka berharap bayi itu akan lahir menjadi anak yang sehat dan cerdas.

Harapan Krisna dan Riana terkabul. Setelah lebih dari sembilan bulan berada di dalam kandungan, bayi itu lahir. Laki-laki. Ganteng dan sehat. Rasa gembira tak terbendung di hati Krisna dan Riana. Mereka kini menjadi seorang ayah dan ibu bagi anak laki-laki.

***

Arkanda Rayana, begitu Krisna dan Riana memberi nama pada anak mereka. Kini Kanda, nama panggilan anak mereka, telah menginjak usia lima tahun. Kanda tengah ceria bermain di taman kanak-kanak. Kanda tumbuh dan berkembang sebagai anak yang lincah. Meski kadang Krisna dan Riana menjumpai Kanda sedang duduk diam sendirian di kamar. Pernah pula Riana mendapati Kanda sedang bercakap sendirian di sudut kamar.

“Sedang bicara dengan siapa, Kanda?” tanya Riana suatu saat.

“Ini, Ma. Kanda lagi main sama teman Kanda,” jawab Kanda sambil menunjuk ke tembok.

Riana hanya tersenyum. Ia pikir anak-anak seusia Kanda memang kadang berhalusinasi dan berimajinasi berbicara kepada orang lain. Karenanya Riana tak menganggap serius jawaban Kanda. Anak itu terus memainkan barang-barang permainannya sambil berbicara ke tembok.

Bukan hanya Riana, suaminya pun pernah menjumpai Kanda sedang tertawa sendiri sambil memegang mainan mobil-mobilan. Krisna mengamati sekeliling ruangan. Ia tidak melihat orang lain atau sesuatu yang lucu.

“Kanda tertawa kenapa?” tanya Krisna kepada anaknya.

“Itu lho, Pa… teman Kanda lucu, ngajak balapan mobil-mobilan,” jawab Kanda sambil menunjuk ke arah depan.

Krisna melihat ke arah yang ditunjuk anaknya. Tidak terlihat siapa pun atau apa pun. Seperti halnya istrinya, Krisna pun hanya tersenyum. Ia menduga anaknya sedang berfantasi bermain mobil-mobilan dengan orang lain. Krisna membiarkan Kanda terus bermain sambil tertawa.

Malam hari di rumah, Krisna dan Riana masih mengerjakan tugas-tugas kantor yang belum sempat mereka selesaikan. Keduanya fokus pada laptop masing-masing. Menjelang pukul sepuluh malam, mereka mendengar suara Kanda sedang bernyanyi di luar, di halaman rumah. Krisna dan Riana terkejut. Bukankah seharusnya Kanda sudah tidur di kamarnya?

Perlahan Krisna dan Riana menuju pintu rumah. Ada perasaan tidak enak pada diri mereka. Sedikit merinding, agak takut juga. Mengapa anak mereka masih bermain di halaman rumah malam hari? Dengan siapa Kanda bermain dan bernyanyi?

Pintu dibuka Krisna dengan pelan. Riana mengamati dari belakang. Mereka terkejut. Tampak Kanda sedang bernyanyi dan menari di halaman rumah. Tangan Kanda bergerak-gerak seolah sedang menggenggam seseorang. Krisna dan Riana saling pandang, takut dan merinding melihat anak mereka berulah seperti itu di malam hari. Bergegas mereka menghampiri Kanda.

“Kanda sedang apa malam-malam di luar rumah?” tanya Krisna sambil memeluk Kanda.

“Ini, Pa.. Kanda sedang bermain bersama teman-teman,” jawab Kanda seraya menunjuk ke sekeliling.

Seketika berhembus angin sepoi di halaman rumah. Pepohonan bergerak perlahan. Krisna dan Riana merasakan hawa dingin yang tidak biasa di pekarangan rumah mereka. Sekujur tubuh mereka mendadak merinding saat tercium bau wangi bedak bayi di sekitar tempat Kanda bermain.

“Ayo masuk ke rumah, Kanda. Sudah larut malam,” kata Krisna sambil membopong Kanda masuk ke dalam rumah.

Kanda sempat hendak berontak. Ketika diajak duduk di ruang tamu, Kanda masih menunjukkan wajah ngambeknya.

“Kenapa Papa menyuruh Kanda masuk? Kanda kan sedang bermain bersama teman-teman” tanya Kanda protes.

“Mereka bukan teman Kanda. Mereka itu jin,” jawab Krisna dengan nada cemas.

“Jin itu apa, Pa?” tanya Kanda tak mengerti maksud ayahya.

Krisna tak segera menjawab. Ia memandang istrinya. Riana pun terdiam. Mereka hanya saling memberi isyarat agar tak lagi membahas soal jin itu. Mereka menyadari Kanda belum paham tentang makhluk jin. Waktu dan kegiatannya hanyalah bermain. Walau ia tidak memahami bahwa teman bermainnya adalah jin, bukan manusia biasa.

***

Tanah di luar masih tampak basah. Hujan seharian membuat malam terasa cukup dingin. Krisna dan Riana bersiap untuk berangkat tidur. Krisna memastikan semua pintu rumahnya telah terkunci. Riana menengok ke kamar Kanda. Anak laki-laki yang tampan dan lucu itu telah tidur lelap. Krisna dan Riana pun masuk kamar.

Saat Krisna dan Riana tertidur pulas, mereka dikejutkan dengan suara keras Kanda yang berada di halaman rumah. Mereka terbangun sambil melihat jam dinding yang menunjukkan angka sebelas. Krisna terkejut. Riana ketakutan, merinding sambil mengatupkan kedua tangannya di lengan. Krisna merasa yakin telah mengunci semua pintu. Riana juga sudah memastikan Kanda tidur di kamarnya. Lantas mengapa Kanda berada di halaman rumah tengah malam?

Dengan berjingkat-jingkat Krisna dan Riana berjalan menuju pintu depan. Masih terkunci dari dalam. Semua jendela juga tertutup rapat. Bagaimana mungkin Kanda dapat keluar rumah? Bulu kuduk Krisna mulai berdiri. Sementara di luar rumah terdengar suara tawa Kanda. Dibukanya gorden penutup jendela depan rumah. Mereka terkejut. Kanda berlarian kian-kemari sambil tertawa.

“Kanda…!!!” teriak Riana sambil berlari menjemput anaknya di halaman rumah.

Kanda tampak seperti kebingungan. Krisna menuntun Kanda untuk menuju kembali ke dalam rumah. Tercium bau wangi daun pandan saat Kanda meninggalkan halaman rumah. Setelah itu terdengar suara riuh anak-anak, tapi tak tampak dalam pandangan Krisna dan Riana. Malam yang dingin menambah suasana semakin menyeramkan. Riana pucat ketakutan. Krisna merinding, namun juga kesal dan marah pada makhluk gaib yang selalu mengajak anaknya bermain di malam hari.

Beberapa kejadian yang dialami Kanda membuat Krisna berinisiatif mengundang guru mengaji buat Kanda. Selain untuk mengajarkan membaca kitab suci bagi Kanda sejak dini, juga untuk kegiatan Kanda di malam hari. Krisna dan Riana juga berharap, dengan kegiatan mengaji di rumah, Kanda akan terhindar dari gangguan jin yang selalu mengajak bermain di tengah malam.

Tidak sulit bagi Kanda untuk belajar mengaji. Dengan cepat ia memahami apa yang diajarkan oleh guru mengajinya. Krisna dan Riana sedikit lega. Anak kesayangan mereka punya kesibukan di malam hari.

“Kenapa anak saya sering diajak bermain oleh jin di tengah malam ya, Pak. Apa anak saya indigo?” tanya Krisna kepada guru mengaji Kanda.

“Kanda anak yang baik, Pak Krisna. Sebenarnya Kanda bukan indigo, tapi dia memiliki kemampuan melihat dan berkomunikasi dengan makhluk gaib,” kata guru mengaji.

“Sampai kapan Kanda akan menjadi seperti itu, Pak?” tanya Krisna.

“Bisa diikhtiarkan untuk melemahkan kemampuannya, dan menjauhkan Kanda dari gangguan jin,” jawab guru mengaji Kanda.

“Bagaimana caranya, Pak?” tanya Krisna sedikit bersemangat mendengar jawaban guru mengaji anaknya.

“Saran saya, Bapak Krisna dan Ibu Riana berpuasa sunah Senin-Kamis selama tujuh bulan, serta puasa pada hari lahir dan pasaran Kanda. Dengan niat semoga Kanda dijauhkan dari gangguan jin,” jelas guru mengaji.

Krisna dan Riana memahami dan mennyetujui saran guru mengaji anak mereka. Kanda masih kanak-kanak. Fisik dan psikisnya masih sangat rentan terhadap godaan makhluk halus. Melakukan puasa sunah seperti saran guru mengaji Kanda adalah saran yang bersifat spiritual dan transendental.

Tujuh bulan mereka menjalankan puasa sunah itu. Kanda tak lagi diganggu jin. Ia tak lagi keluar rumah di malam hari. Kanda kini menjadi anak yang kalem. Bahkan ia kini memiliki kegemaran baru, menggambar apa saja yang ia sukai di buku gambar. Hingga, suatu ketika Krisna dan Riana menghampiri Kanda yang sedang asyik menggambar.

“Sedang menggambar apa, Kanda?” tanya Krisna.

“Ini, Pa. Kanda menggambar teman-teman Kanda yang dulu sering mengajak bermain,” jawab Kanda sambil menunjukkan hasil gambarnya.

Krisna Malika dan Riana Dewanti terkejut sekaligus merinding. Kanda menggambar sosok misterius yang wajahnya sangat mengerikan. Ada gambar anak kecil yang bertaring. Ada pula gambar sosok tinggi besar dengan sorot mata tajam.

Kanda memang sudah tidak lagi bermain dengan mereka tengah malam. Namun rupanya ia menyimpan kenangan bersama jin yang pernah berteman dengannya. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: cerita misterifiksihoror
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

Next Post

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

by Bella Paring Gusti
June 13, 2026
0
Metode Khusus bagi Ann yang Cantik | Cerpen Bella Paring Gusti

“Cause there’ll be no sunlight if I lose you, baby … there’ll be no clear skies if I lose you,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik

by Chusmeru
June 11, 2026
0

BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat...

Read moreDetails

Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

by Krisogonus Kusman
June 7, 2026
0
Mbak Erna | Cerpen Krisogonus Kusman

DALAM keluarganya, Mbak Erna adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga adiknya laki-laki; adik kedua kelas XII yang hampir lulus,...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
0
Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026
0
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

Read moreDetails
Next Post
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  'Piercing the Corporate Veil' dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali
Esai

Pesta Kesenian Bali, Ya Dibuka Gubernur Bali

MENJELANG pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, perhatian publik justru tidak tertuju pada tarian, tabuh-tabuh baru, atau tema yang diusung tahun...

by Dede Putra Wiguna
June 16, 2026
Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026:  Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik
Panggung

Timor Leste di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Tarian Klasik dan Ragam Budaya Unik

INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca
Esai

Bangsa yang Kehilangan Waktu untuk Membaca

BEBERAPA waktu lalu saya sengaja mampir ke sebuah toko buku di Malang yang pernah menjadi tempat favorit saya semasa mahasiswa....

by Ahmad Fatoni
June 15, 2026
Lantik 123 PNS Formasi 2024, Bupati Sutjidra: Junjung Tinggi Nilai BerAKHLAKdan Pelayan Terbaik bagi Masyarakat Buleleng
Pemerintahan

Lantik 123 PNS Formasi 2024, Bupati Sutjidra: Junjung Tinggi Nilai BerAKHLAKdan Pelayan Terbaik bagi Masyarakat Buleleng

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra secara resmi mengambil sumpah/janji serta menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi...

by tatkala
June 15, 2026
Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

Komunitas Aghumi Gelar Beranda Pustaka: Ruang Budaya Hidup Meriahkan Pesta Kesenian Bali hingga Festival Seni Bali Jani 2026

DALAM suasana yang akrab, pandangan orang-orang masih tertuju ke depan, tepatnya pada dua remaja yang berupaya menjaga suasana hati audiens...

by Ingga Adelia
June 15, 2026
Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif
Pendidikan

Perkuat Kompetensi Berbahasa Indonesia, 449 Siswa SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Ikuti UKBI Adaptif

JARI-jari mereka bergerak cepat di atas layar gawai dan laptop. Di beberapa ruang kelas SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam),...

by Dede Putra Wiguna
June 15, 2026
Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I
Panggung

Lomba Mewarnai di Pesta Kesenian Bali 2026 —Ketut Kayla Safira Maharani Eliani Tirta Juara I

ANAK-anak ini tampak tenang dan santai. Mereka duduk manis di atas karpet di teras Museum Taman Budaya, Art Center Provinsi...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
Pemerintahan

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna Sampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Om Swastyastu, Atas nama Pemerintah Kabupaten Buleleng dan pribadi, kami I Nyoman Sutjidra, Bupati Buleleng, bersama Gede Supriatna, Wakil Bupati...

by tatkala
June 15, 2026
Tari Siwanataraja, Simbol Awal Penciptaan yang Selalu Hadir dalam Peed Aya Pesta Kesenian Bali
Panggung

Peed Aya PKB 2026, Seni Keberlanjutan

PEMENTASAN Peed Aya serangkaian dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) selalu ada yang baru, dan pastinya menarik. Arak-arakan barisan yang...

by Nyoman Budarsana
June 15, 2026
Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026
Ulas Pentas

Akurasi Sendratari ‘Lubdhaka Lelana’ Merefleksikan Tema ‘Atma Kerthi’ dalam PKB 2026

MENERJEMAHKAN tema Pesta Kesenian Bali (PKB) ke dalam seni pertunjukan kerap menjadi tantangan bagi para seniman. Pertama, tema-tema PKB dirumuskan...

by I Nyoman Darma Putra
June 15, 2026
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali
Ulas Rupa

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

by Oka Rusmini
June 15, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Wisatawan Eropa Masih Menjadi Andalan Indonesia

MASA tinggal terlama wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia didominasi oleh wisatawan asal negara-negara Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan Eropa...

by Chusmeru
June 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co