24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lelaki yang Mengendap-endap di Kamar Kos Putri

Ni Putu Putri Budiastini by Ni Putu Putri Budiastini
March 14, 2020
in Cerpen
Lelaki yang Mengendap-endap di Kamar Kos Putri

Cerpen: Putri Budiastini

Malam itu, tak ada suara. Terlihat lampu bohlam kuning, itulah satu-satunya penerangan di depan gerbang kontrakan. Cahayanya yang sedikit redup membuat suasana terasa lebih hening dari sebelumnya. Ditambah lagi, terdengar suara kucing liar melahirkan yang mengejutkan dan memecah keheningan menjadi seram bagiku.

Mataku seketika melirik jam dinding di kamar kos. Ternyata hampir tengah malam dan aku masih terjaga mengerjakkan tugas kampus.

Kemudian terdengar bunyi kreotan pintu kamar sebelah, ternyata ibu kos yang mau keluar ke kamar kecil di sudut yang temaram. Mataku serasa seperti lampu bohlam di pintu gerbang itu. Tiba-tiba kasurku serasa memanggil, terlihat empuk dan nyaman sekali. Tanpa pikir panjang, aku bergegas menyelesaikkan tugasku.

“Huh, akhirnya selesai juga. Bantal, guling, dan kasurku tercinta, aku datang!”  Aku bergegas menuju kasur, sambil mematikan lampu kamar.

Tiba-tiba terdengar teriakan di luar.

“Hei, tunggu…. Hei, siapa kau? Tunggu. Kenapa di sini?” Itu teriakan ibu kos.

Mata yang awalnya kututup kurang dari lima menit sudah kubuka lagi dengan rasa terkejut dan cepat-cepat keluar kamar. Ibu kos terlihat panik dan berlarian mondar-mandir depan kamarnya. Aku pun menghampirinya dengan jantung yang hampir copot.

“Bu, ada apa? Kenapa berteriak malam-malam begini?”

“Itu dia ada disini, ke sana. Hei, di ke sana, dia ke sana!” teriak ibu kos dengan panic dan terbata-bata, dan ngos-ngosan.

“Siapa, Bu? Tidak ada siapa-siapa di sini,” sahutku sambil sigap melihat sekitar dan benar memang tidak ada siapapun.

“Itu tadi ibu lihat ada laki-laki yang masuk ke kontrakan pakai jaket hitam, terus ibu hampiri hendak bertanya, eh laki-laki itu menghilang entah ke mana perginya. Ibu hendak masuk kamar terasa ada bayangan hitam pergi ke gerbang depan dan ibu teriakin gak ada balasan,” tutur ibu kos.

“Ya, kalau begitu kita cari sekitaran sini yuk, Bu. Takutnya orang jahat,” sahutku kembali menawarkan diri.

Sudah hampir subuh aku dan ibu kos menggeledah seluruh tempat sampai ke kamar-kamar yang kosong, tapi hasilnya tetap saja tidak ada siapa. Setelah sekian lama, kami pun memutuskan untuk tidur saja.

Dering alarm berisik sekali. Hanya tiga jam waktu tidurku. Sungguh lelah untuk bangun setelah kejadian kemarin malam. Tapi apa daya, aku harus segera bergegas ke kampus. Ketika aku membuka pintu kamar, banyak anak kos berkumpul di depan kamar ibu kos. Aku yang penasaran ikut nimbrung juga, tapi nyatanya ibu kos menceritakan kejadian kemarin malam dan memperketat aturan bahwa setiap orang yang keluar masuk kontrakan harus mengunci pintu gerbang. Aku yang merasa ibu kos hanya berkhayal saja, segera pergi ke kampus dan cukup mengetahui peraturan barunya.

Kejadian malam itu membuat suasana kos terasa tambah hening dan makin seram saja. Tak ada lagi anak kontrakan yang berbincang-bincang sampai larut malam. Banyak serba-serbi tentang sosok lelaki itu. Banyak perspektif yang muncul. Jangan-jangan ia tahanan polisi yang kabur, jangan-jangan ia orang cabul, pedofil, jangan-jangan ia memang benar hantu gentayangan. Semua praduga itu memunculkan keresahan selama satu minggu ini. Keberadaan lelaki tak dikenal itu benar-benar menyeret rasa penasaranku akan siapa sebenarnya lelaki itu.

Beberapa anak kos juga pernah melihat laki-laki dengan sosok yang sama keluar masuk kontrakan di malam hari. Tapi mereka tidak seberani ibu kos yang teriak-teriak dan mengejar laki-laki itu langsung. Mereka hanya menceritakan rasa takut mereka dan lebih memilih untuk mengurung diri di kamar masing-masing. Sementara aku belum pernah sedikitpun melihat sosok itu. Mungkin karena sebagian hariku, kuhabiskan di kampus saja.

Pagi pun telah berganti seperti biasanya. Jam tanganku menunjukkan pukul 01.00 Wita, karena tuntutan kampus aku pulang selarut itu. Tentunya gerbang kos sudah terkunci. Ketika sampai di depan gerbang, untuk pertama kalinya aku lihat sosok laki-laki yang diceritakan itu. Entah itu laki-laki yang sama atau berbeda, aku tidak tahu. Mataku tak berani berkedip, suhu tubuhnku naik turun. Tangan ini gemetaran mengrogoh kantong, mencari-cari kunci untuk membuka gerbang, lalu, turun dan kubuka gembok itu. Aku hanya berpikir, kenapa ia diam di depan gerbang jam segini. Aneh rasanya jika seorang laki-laki parkir di depan kontrakan khusus putri dan kenapa saya merasa dipandangi terus.

Tanpa bertanya, aku pun bergegas masuk memakirkan kendaraanku. Tidak lupa juga mengunci pintu gerbang kembali. Namun, ada kejanggalan. Ketika aku hendak mengunci pintu gerbang kembali, sosok laki-laki itu menghilang. Aku hanya berpikir positif saja dan menuju ke kamarku. Mungkin saja ia memang sudah pergi.

“Hei, kau lagi. Diam di sana. Manusia atau setan? Diam. Woii…!” terdengar ibu kos kembali teriak-teriak.

“Eh iya, Bu, saya manusia kok,” terdengar suara laki-laki itu menjawab. Aku kaget dan langsung keluar kamar.            

“Adek siapa ya? Subuh-subuh gini sudah berkunjung, mau cari siapa?”

“Saya mau cari Intan, Bu. Dia dari daerah kampung saya, sudah sebulan ia kabur dari rumah dan saya dapat kabar ia tinggal di sini!”

“Intan? Yang namanya Intan tidak ada di sini., mungkin kamu salah orang!”

“Ini alamatnya, Bu.” Lelaki itu menyodorkan kertas dengan alamat Intan yang dicari.

“Waduh, Nak, ini alamatnya Jalan Rose No.50 di Gang 9. Ini Gang 6, Nak.” Seketika aku hanya bisa menahan tawa.

“Lah, jadi minggu-minggu ini saya salah memantau tempat, Bu? Ya ampun kenapa saya salah, tidak mungkin saya salah melihat nomor gang,” jawab laki-laki itu dengan tak percaya.

“Lah ini memang kenyataannya, Gang 6.” Ibu kos mulai kesal.

“Ya sudah, Bu, mohon maaf saya telah mengganggu subuh-subuh begini”

“Iya, Nak, tidak apa!” kata ibu kos senyum, padahal dalam hatinya bercampur aduk, antara lega dan kesal.

Aku pun kesal dan terganggu juga. Sempat-sempatnya juga aku ikut takut dengan lelaki ini.

Laki-laki itu pun pergi dan tidak kembali lagi meneror kontrakan kami. Laki-laki itu kemudian pergi mencari alamat yang benar. Ia tampak masih kebingungan atas kesalahan menemukan alamat. Aku yang didorong rasa penasaran, mengikutinya sampai depan gang. Saya lihat ia bertanya pada orang yang lewat .

“Bang maaf, ini benar Gang 9 kan?” katanya sambil menunjuk nomor gang.

“Oh, walah, ini pakunya copot. Maaf ya, Mas, ini Gang 6 bukan Gang 9. Saya lupa memperbaikinya!”

“Yahh, ternyata benar salah. Makasi, Bang!” Lelaki itu menepuk jidat dan bergegas mencari alamat yang benar. [T]

*Cerpen ini hasil workshop penulisan cerpen sehari dalam acara Mahima March March March, 14 Maret 2020 di Rumah Belajar Komunitas Mahima.

Tags: Cerpen
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Malam Minggu Bersama “Upacara Terakhir” GM Sukawidana di Jatijagat Kampung Puisi

Next Post

Kepala Daerah Bebal & Wabah — Ramalan Albert Camus

Ni Putu Putri Budiastini

Ni Putu Putri Budiastini

Mahasiswi PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Angkatan 2019

Related Posts

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
April 10, 2026
0
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

- Katakan dia akan hidup lagi! - Dia sudah mati! - Dia akan hidup! Bangunkan dia. - Jangan, jangan, dia...

Read moreDetails

Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

by I Nyoman Sutarjana
April 5, 2026
0
Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha...

Read moreDetails

Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
April 4, 2026
0
Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

SETIAP tahun, orang-orang kota mendadak berubah menjadi makhluk spiritual. Mereka yang biasanya mengeluh soal panas, debu, tetangga berisik, dan harga...

Read moreDetails

Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

by Gede Aries Pidrawan
March 28, 2026
0
Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

LUH Sunari merasa tubuhnya berat. Semua yang tampak di sekelilingnya hitam. Pekat. Saat itulah sebuah bayang mendekat. Bayangan itu begitu...

Read moreDetails

Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
March 27, 2026
0
Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

AKU menatap layar laptop yang kosong. Luas, sunyi, dan membuat kepala terasa berdenyut. Kursor berkedip di pojok kiri atas dokumen,...

Read moreDetails

Umpan | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
March 22, 2026
0
Umpan | Cerpen Putri Harya

Aku tidak merasa melanggar norma. Aku juga tidak sedang melakukan dosa. Aku hanya mengusahakan takdirku dengan meniru apa yang sering...

Read moreDetails

Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
March 21, 2026
0
Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

DI kepalaku masih terngiang-ngiang oleh frasa nomina sayur bening dan lele goreng yang keluar dari mulut Darmuji. Sepertinya, itu merupakan...

Read moreDetails

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
March 15, 2026
0
Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di ujung timur Jawa, ada sebuah kota kecil bernama Karengan, tempat yang seperti berhenti pada usia tuanya. Jalanan sempit berlapis...

Read moreDetails
Next Post
Kepala Daerah Bebal & Wabah — Ramalan Albert Camus

Kepala Daerah Bebal & Wabah — Ramalan Albert Camus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co