2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hatimu Sebotol Brandi || Cerpen Satria Aditya

Satria Aditya by Satria Aditya
December 27, 2020
in Cerpen
Hatimu Sebotol Brandi || Cerpen Satria Aditya

Ilustrasi Ida Bagus Pandit Parastu

Di teras rumah, Jhoni dan Sam sibuk berbincang sambil merokok. Di tengah-tengah mereka terdapat sebuah meja bundar yang tak terlalu besar menyekat mereka, di atas meja itu ada sebuah botol minuman besar yang mereka minum bergantian setelah menghisap rokok.

Beberapa menit berlalu, perbincangan itu tiba-tiba lenyap sesaat, sunyi seperti mengadu mereka kembali.

“Siapa setelah ini?” celetuk Jhoni.

Sam tidak menjawab sama sekali, ia langsung mengambil botol itu lalu diminumnya isi di dalamnya.

“Kau tau orang-orang di pos ronda di depan gang itu, Sam? Mereka hanya berpura-pura gila saat mereka mabuk!”

“Kita juga sama, Jhoni. Hanya saja kita tidak mau pamer,” jawab Sam dengan muka masam.

“Siapa selanjutnya?” tanya Jhoni kembali.

Sam mengambil botol itu, lalu diminumnya kembali isi botol itu. Jhoni memandang Sam lalu memandangi langit kemerahan, sementara Sam hanya terpaku pada gadis cantik di ujung gang, anak seorang konglomerat yang rumahnya memang di gang itu.

Suara musik terus terdengar dari sejak siang tadi. Suara itu berasal dari pos ronda, di ujung gang. Anak-anak muda sedang menikmati hidupnya.

“Ini sudah sore, apa kau tidak mau pulang saja, Sam?” tanya Jhoni.

“Siapa gantinya?” Sam.tak menjawab. Ia justru bertanya.

Jhoni juga tidak mau menjawab. Ia tampak kesal pertanyaannya tidak dijawab.

Sam kembali meminum isi di dalam botol itu.

“Sudah berapa kali?” tanya Jhoni sedikit kesal.

“Sekali!”

“Setelah kau, selanjutnya aku?” tanya Jhoni kembali.

“Tidak, aku setelah kau,” jawab Sam.

“Tadi siapa? Aku?” sambil memegang botol itu yang masih terisi setengahya.

“Aku..” jawab Sam kembali sembari menghidupkan rokoknya.

Jhoni kembali menaruh botol itu di atas meja. Sam kembali meminum isi di dalam botol itu. Mereka lantas saling menerka, siapa yang akan menenggak minuman itu lagi. Hening sebentar.

Tak lama berselang, lemparan kursi pertama melayang ke arah Jhoni, begitu pula sebaliknya kembali ke arah Sam. Mereka saling beradu pukulan, tidak ada yang tahu kebisingan di rumah itu. Suara kursi yang terlempar k earah pagar dari teras rumah itu kalah jauh dengan suara music dari depan gang.

***

Motor Triumph Clasic melaju dengan sangat kencang. Suara musik hardcore yang sejak tadi didengar olehnya mengalahkan suara motor itu. Jhoni pulang dari pekerjaannya yang sangat rumit, bahkan lebih rumit dari permasalahan rumah tangga dengan suami istri yang saling membenci. Di dalam tas punggungnya, terdapat sebuah botol mansion berukuran sedang. Ia membawanya setiap pulang bekerja. Pernah ia membeli sebotol arak di sebuah rumah milik temannya, esoknya ia mengalami masalah peerncernaan dan tidak masuk kerja selama seminggu. Sejak saat itu, Jhoni tidak lagi berani meminum arak, walau hanya setenggak. Ia juga tidak ingin muntah dan tidur di pos ronda depan gang itu.

Setelah sampai di rumah, Jhoni melihat seseorang yang duduk di teras rumahnya. Seorang pria, berambut panjang setengah ikal yang diikat ke belakang, celana yang sedikit robek dan baju punk rock sembilan puluhan. Tidak salah lagi, itu Sam!

“Sam!” sapa Jhoni dari kejauhan.

“Yoo, Jhoni! Apa kabar?” sapa Sam kembali sembari menghampiri Jhoni.

“Kapan datang? Sudah lama sekali.”

“Baru saja, aku sengaja datang ke sini dulu sebelum pulang ke rumah.”

Mereka duduk berdua di teras itu sambil berbincang tentang masa lalu. Sam juga baru datang dari tempat peraduannya. Menjadi seniman jalanan bukanlah hal yang mudah bagi Sam. Ia menceritakan semuanya kepada Jhoni.

***

Hari sudah semakin gelap. Suara bising dari ujung gang masih terdengar, tak luput juga suara teriakan mereka berdua yang sejak sore tadi tak ada habis-habisnya. Mereka masih saja bergulat, kadang saling memisahkan diri lalu memuntahkan sisa minuman itu dari mulut mereka lalu kembali bergulat di teras itu.

“Kau melihatnya kan sejak tadi?” Jhoni bertanya geram.

“Ya! Mana mungkin aku memalingkan perhatian pada wanita secantik itu,” sahut Sam bersiap memukul Jhoni.

“Bangsat!” Jhoni memukul wajah Sam dengan sekuat tenaganya.

 Selang beberapa saat, mereka berdua sepertinya sudah lelah. Keringat mereka bercucuran membasahi lantai dan sekujur tubuh mereka, darah berkucuran dari muka hingga ke dada mereka, pun luka-luka memar. Jhoni bangun perlahan lalu berjalan dan sesekali tersungkur saat menuju pintu rumah. Sam tergeletak di depan teras tak sadarkan diri. Setelah berhasil membuka pintu rumahnya, Jhoni lantas menghampiri Sam dan merangkulnya hingga ke dalam rumah.

***

Sam bercerita panjang lebar tentang perjalanannya, begitu juga Jhoni menceritakan keluh kesah tentang pekerjaannya di kota besar itu.

“Aku akan segera menikah,” kata Jhoni.

“Kau jangan bercanda. Pengaruh apa lagi ini, Jhoni? Anggur, brandi, bir, brugal, atau jangan-jangan…”

“Tidak, Sam!” potong Jhoni. “Kau tau aku sudah tidak minum arak lagi. Aku serius, Sam. Bulan depan tepatnya,” sambungnya.

“Dengan siapa? Kau tahu menjadi ayah itu merepotkan, Jhoni?”

“Dengan wanita yang berada di rumah yang paling besar itu, Sam.”

“Sebentar…..” sembari mengendus “Ini bau Mansion!”

“Hidungmu masih sama saja, Sam. Hahaha!”

Mereka berdua kembali berbincang. Jhoni mengeluarkan Mansion itu dari dalam tasnya. Mereka lantas berbincang mengenai apa pun hingga minuman itu habis nantinya.

***

Jhoni lantas melempar Sam ke arah sofa, Jhoni lantas berbaring di atas sofa sebelahnya. Mereka berdua tertidur pulas. Kesekian kalinya, rumah itu kacau karena mereka berdua. Kalau saja mereka serumah, mungkin saja mereka akan mengganti rumah setiap minggu karena kekacauan yang mereka buat sendiri.

Di tengah-tengah kemeriahan pesta yang terjadi di depan gang itu, mereka berdua menyepi seperti tidak tejadi apa-apa sesaat yang lalu.

Dari kejauhan, terdengar suara teriakan dimana-mana. Dari ujung gang tepat di pos ronda dan ujung gang lainnya. Terjadi kekacauan di gang itu. Rumah-rumah terlihat dibakar. Pos ronda itupun sudah ambruk sejak tadi, orang-orang di sana sudah habis berlumuran darah. Jhoni dan Sam masih tidak sadarkan diri. Orang-orang berlarian ke sana kemari menyelamatkan diri. Jhoni lantas tersadar beberapa saat setelahnya. Ia menengok keluar karena suara keriuhan yang terjadi tepat tengah malam. Ia menyesal, sungguh menyesal. Pembantaian di mana-mana, pembakaran rumah dan penjarahan. Orang-orang yang melakukannya tidak lain beberapa orang yang sedang berpesta di ujung gang tadi siang.

Jhoni tak berpikir panjang, ia merangkul Sam menuju belakang rumah. Sebelum ia dibantai bersama Sam dalam keadaan tidak sadarkan diri karena Mansion, lebih baik ia segera lari menuju belakang rumah lalu bersembunyi. Jhoni melompati tembok rumahnya setelah melemparkan Sam terlebih dahulu. Seseorang melihat ia melompati tembok lantas mengejarnya. Jhoni hanya berlari sembari membawa Sam di punggungnya, lalu hilang di tengah semak-semak.

Jhoni terlihat memuntahkan semuanya, Sam masih tak terlihat tak sadarkan diri. Ia memukul Sam karena kesal harus merangkulnya dan berbau alkohol. Napasnya tak beraturan lalu tak sadarkan diri di tengah semak-semak.

Sam terbangun dan terekejut, ia berada di tengah semak belukar yang entah di mana. Ia hanya ingat sedang meminum Mansion bersama Jhoni di depan teras rumahnya. Beberapa saat kemudian, Jhoni terbangun dan secara tidak sengaja memukul Sam.

“Di mana kita?” tanya Sam kebingungan.

“Kau ingat orang-orang di depan gang itu? Mereka membakar dan menjarah seluruh rumah di gang!”

“Yang benar saja! Apa yang mereka pikirkan?”

“Sepertinya beberapa orang itu adalah orang bayaran, Sam.”

“Bayaran? Untuk apa? Untuk membunuh calon mertuamu itu?”

“Bukan. Untuk membunuhku.”

“Membunuhmu? Memangnya kau salah apa?”

“Mungkin aku tidak sengaja membunuh bos mereka.”

“Kenapa kau membunuh, Jhoni? Untuk apa?”

“Karena itu pekerjaanku, Sam.”

“Bajingan kau, Jhoni! Karena kau semua or….”

“Sudahlah, Sam!” potong Jhoni. “Aku bawa sebotol Brandi saat aku kabur sambil membawamu kemari.” sambungnya sambil mengambil botol itu.

“Kapan kau punya Brandi, Jhoni? Kenapa tidak kau keluarkan kemarin?”

“Ini kusimpan, untuk di acara pernikahanku. Tapi, seperitnya wanita itu sudah terbunuh.”

“Sudahlah, Sam,” sahut Jhoni kembali. “Kita diam di sini dulu sambil menghabiskan minuman ini. Nanti kita mencari rumah baru untuk kita tinggali lagi.”

Mereka berdua lantas bergantian menenggak minuman itu. Sampai hari menjelang sore kembali,  mereka memulai pertengkaran mereka, lalu tidur tanpa sadarkan diri. [T]

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Still We Rise | Balinese Women Movements: 2 Empowering Projects, 21 Inspiring Women

Next Post

Masker = Pakaian Dalam?

Satria Aditya

Satria Aditya

Alumni Universitas Pendidikan Ganesha. Kini tinggal di Denpasar, jadi guru

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Masker = Pakaian Dalam?

Masker = Pakaian Dalam?

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co