2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Balas Dendam

tatkala by tatkala
March 17, 2020
in Cerpen
Balas Dendam

Cerpen: Kris Alexsandro

Menjelang SMP, aku selalu dipaksa ibu dan ayah harus masuk SMP negeri yang favorit dengan ancaman tidak akan disekolahkan jika tidak masuk, Jenjang SMA aku harus mengambil jurusan IPA yang awalnya aku lebih menyukai jurusan IPS untuk menghindari angka karena sejak SD aku selalu tidak bisa matematika, dan saat ingin berkuliah pun aku juga dipaksa mengambil program studi yang sebelumnya tidak aku pahami sama sekali.

Pada suatu peristiwa yang lain, aku heran dengan ibu dan ayah. Mereka senang jika aku aktif  dalam bermusik dan wajah mereka selalu memberi dukungan pada saat aku tampil nanti sama halnya pada saat aku pelayanan di gereja dalam bentuk bermusik mereka seperti mendukungku dan selalu menilai permainanku jika ada yang kurang bagus.

Detik-detik kelulusan SMA, aku telah memikirkan matang-matang masa depanku. Di silah terjadi beda pandangan antara ibu dan ayah.

Aku ingin melanjutkan dan terjun ke dunia seni tapi pandangan ibu mencegah niatku. Satu-satunya yang mendukung niatku hanyalah ayah. Ayah seorang lulusan seni musik, musisi, dan keahlian yang aku dapatkan itu dari ayah namun ayahku selalu berkata kepadaku

“Kalau niat jangan tanggung. Kalau basah jangan hanya basah setengah, ya mandi sekalian!”

Lambat laun, aku senang dan merasa nyaman dengan yang namanya seni, terutama seni musik. Sehingga aku memilih untuk melanjutkan kuliah seni musik, mencoba sendiri sehingga harus pergi dengan dendam dari rumah dan berhenti berkonsultasi dengan orang tua tentang masalah apa yang harus dilakukan atau jurusan apa yang harus kuambil.

Ibu ialah guru SD yang menolak dengan keras  keinginanku. Aku juga kaget ketika ibu bersikeras dan bilang kepadaku, “Kamu mau jadi apa dari jurusan itu?”

“Kamu gak bisa makan dari pekerjaan dan mau berapa lama waktu yang nanti kamu gunakan agar sukses seperti yang kamu impikan, hah?” kata ibu. “Liat bapakmu dia dari orang musik tapi nyatanya dia tidak menjadi seorang musisi yang dahulu bapakmu itu orang pintar sekali dalam bernada,” lanjutnya.

Setelah ibu berkata seperti itu, aku lalu menoleh ke arah wajah ayah. Ia terlihat malu dan sedih ketika ibu berbicara seperti itu ke diriku dan aku menyauti perkataan ibukku.

 “Itu kan kisah ayah. Aku berbeda dengan ayah. Yang membuat ayah gagal itu karena orang tuanya dulu juga  melarang keras ia bermusik. Apakah ibu juga mau membuat aku gagal dengan kejadian yang sama dengan ayah?”

 Dan apakah aku harus selalu nurut dengan orang tua? Hanya karena mereka selalu bilang bahwa alasannya itu baik untuk masa depan anaknya?

Aku iri dengan temanku yang di dukung oleh orang tuanya dengan kemampuan yang ia punya dan harus belajar dari awal yang tidak aku ketahui sama sekali

Setelah aku lama bertengkar dengan orang tuaku aku sudah memikirkan bagaimana di jenjang kuliah ini aku bisa mendapat dukungan dalam menjalani perkuliahan nanti tanpa ada permasalahan batin yang dirasakan, selama aku bekerja dan tidak tinggal di rumah orang tuaku akan tetapi aku kost di daerah Jakarta dan bekerja di salah toko baju.

Selama bekerja aku mendapat hal yang baru yaitu menyukai cara kerja dengan teknologi digital. Misalnya di toko itu aku sering belajar cara mendesain baju dengan teknologi digital, hingga melakukan penjualan melalui media digital. Dan selama 9 bulan aku menjalani pekerjaan tersebut aku mulai mengerti dan menyukai hal-hal berbau digital dan aku mencoba memutuskan bagaimana menggabungkan teknologi dengan pendidikan, sehingga aku mungkin bisa menjadi apa saja, misalnya menjadi PNS seperti yang ibuku mau.

Aku memang pendendam. Tapi aku selalu memikirkan bagaimana membuat ibu tidak marah dan mendukungku. Hingga kupilih untuk tidak menyakiti perasaan orang tua, sehingga aku memilih untuk melanjutkan kuliah bidang teknologi yang digabungkan dengan bidang pendidikan, dan memilih kampus yang jauh dari orang tua. Selain ingin mencari pengalaman, aku juga tetap masih dendam akibat dilarang ini-itu di masa lalu.

Aku mengembangkan diri dan membuktikan diri bisa berkembang di teknologi namun memikirkan juga agar tidak meninggalkan dunia musikku. Aku mulai dari mengikuti berbagai kegiatan kampus dari organisasi. Menambah pengalaman dan sampai pada akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan hobi yang awalnya tertunda yaitu tampil di depan umum bermain musik, sampai masuk komunitas seni, bertemu dengan orang yang memiliki pandangan bahkan latar belakang yang sama.

Semua pengalaman itu menjadikan aku bisa memahami kondisi di mana diriku yang sebelumnya selalu beranggapan guru itu bukan passion-ku,  kini benar-benar sadar akan keinginan dan tujuanku. Masa depanku akan kuraih tanpa menyakiti perasaan orang tuaku. Dan aku ingin membuktikan bahwa kuliah di bidang teknologi akan bisa digabungkan dengan kegiatan seni yang aku ikuti di luar kampus.

Banyak tampil dari kegiatan satu ke kegiatan lainnya dan dari pangggung ke panggung, sudah cukup membuatku meningkatkan rasa percaya diri namun aku sadar kalau bermusik sekarang bukan untuk menjadi terkenal dan banyak uang. Akan tetapi aku sudah mulai merasa bahwa ketika bermusik bisa membuat aku lebih tenang.

Melalui musik dan lagu yang sudah aku ciptakan bisa menjadi pelampiasan rasa resah, sama halnya aku melampiaskannya ke dalam permainan musik di atas panggung. Aku sadar bahwa aku akan lebih bebas lagi menciptakan lagu. Sesuai dengan karakter diriku, kebebasan itu kemudian membuatku bebas juga berpikir. Seiring berjalan waktu, kegiatanku di kampus berjalan normal dan aku juga bisa membuka sebuah bisnis toko baju di daerah Jakarta. Aku yang khusus mendesain baju itu.

Dendam kepada ibu justru membuatku jadi bebas, termasuk bebas memilih masa depanku. Mau jadi pemusik, guru, atau pebisnis. Setelah sekian lama aku menjalani bisnis sampai aku lulus S1, aku semakin punya banyak waktu untuk menjalani bisnisku, Lalu setelah aku lulus kuliah aku fokus untuk menjadi businessman. Bisnis yang kujalani sejak kuliah, kini sudah mulai besar. [T]

*Cerpen ini hasil workshop penulisan cerpen sehari dalam acara Mahima March March March, 14 Maret 2020 di Rumah Belajar Komunitas Mahima.

____

Kris Alexsandro, mahasiswa Prodi Teknologi Pendidikan, Undiksha, Singaraja

Tags: Cerpen
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Tiada

Next Post

Ketua Takmir dan Nasib Marbot Pilihannya

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Ketua Takmir dan Nasib Marbot Pilihannya

Ketua Takmir dan Nasib Marbot Pilihannya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co