Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng yaitu Komunitas Perempuan Bali Utara (KPBU).
KPBU mengadakan Diskusi bertajuk Merayakan Pikiran Kartini di Masa Kini tanggal 29 April 2026 di Krisna Beach Street Singaraja, dengan tujuan mereinterpretasi kembali narasi dan nilai-nilai Kartini dalam konteks masa kini.
Diskusi ini melibatkan seluruh anggota KPBU berjumlah 38 orang. Adapun inti diskusi adalah bagaimana perempuan menjadi sebuah pusat gerakan dalam berbagai aspek kehidupan. Kegiatan dibuka oleh Ibu Bupati Buleleng, Nyonya Wardhany Sutjidra, didampingi oleh Ketua DWP Buleleng, Nyonya Dewi Suyasa.

Ketua KPBU, Dr. Kadek Sonia Piscayanti mengatakan dalam presentasi nilai-nilai Kartini bahwa pentingnya acara ini adalah untuk merenungi kembali dan meneladani pikiran Kartini di masa kini.
Menurut Sonia, Kartini adalah perempuan yang berpikir melampaui jamannya karena hingga saat ini bahkan pikirannya masih relevan. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa ada beberapa hal yang dapat dicatat dari pikiran Kartini yaitu. Pertama, berani bermimpi untuk kehidupan yang lebih baik. Kedua, menempuh pendidikan setinggi-tingginya bagi perempuan karena pendidikan mengubah masa depan perempuan. Ketiga, kemandirian dan kebahagiaan personal sehingga tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri namun juga untuk masyarakat sekitar.

Nyonya Wardhany Sutjidra dalam presentasinya mengatakan bahwa peran perempuan dalam masyarakat sangat penting terutama pendidikan awal di keluarga. Dengan memperkuat pendidikan di keluarga, maka generasi penerus akan berkualitas di masyarakat. Nyonya Dewi Suyasa juga memperkuat dengan menjadi ibu yang mengenyam pendidikan tinggi, akan menjadi inspirasi bagi anak-anak kelak untuk meraih pendidikan yang baik.
Sementara itu Pembina KPBU Prof. Kerti Nitiasih menambahkan pentingnya perempuan memiliki kecerdasan dan daya kritis untuk memproses isu di sekitarnya. Perempuan juga harus mampu menangkap peluang ekonomi sesuai dengan minat yang dimilikinya.

Sementara pembicara terakhir, anggota DPRD perempuan, Ibu Lilik Nurmiasih juga mengatakan perjuangan perempuan di panggung politik juga perlu dicatat. Dia menambahkan pentingnya kehadiran perempuan di dalam panggung politik, karena proporsi perempuan di panggung politik kini membuka kesempatan lebar untuk membuat isu perempuan lebih terdengar.
Dalam konteks peran KPBU di Bali Utara, Ketua KPBU Dr. Kadek Sonia mengatakan bahwa komunitas ini ingin mewujudkan perempuan Bali Utara yang berdaya, bermakna, dan berdampak. Perempuan Bali Utara terkenal sebagai pelopor, pemikir, pemimpin dan pejuang. Ia yakin komunitas ini mampu melakukan program yang menunjukkan hal-hal berdampak di Bali Utara bagi pengembangan bakat dan minat perempuan. [T]




























