1 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
in Khas
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

Made Suarjana sebagai ketua panitia menyerahkan buku kepada Prof. Darma Putra.

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari Purnama. Perayaan ini menjadi momentum reflektif atas dedikasi Sanggra dalam menjaga dan mengembangkan ruh sastra Bali modern lintas generasi.

Acara ditandai dengan peluncuran buku “Geguritan Katemu ring Tampaksiring”, gubahan I Made Suarsa, yang diadaptasi dari cerpen klasik karya Sanggra berjudul sama. Made Suarsa dikenal sebagai ahli gita santi yang mengakhiri karier akademiknya sebagai dosen di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Perayaan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat Sukawati, seniman, sastrawan, serta kalangan akademisi. Hadir di antaranya I Wayan Dibia, I Wayan Pastika, I Nyoman Darma Putra, pengamat sosial budaya I Gde Sudibia, serta Jean Couteau. Mereka dikenal sebagai tokoh yang mengagumi dan mengapresiasi karya-karya Made Sanggra.

Peringatan seabad I Made Sanggra ini dinisiasi oleh Yayasan Wahana Dharma Sastra Sukawati, dengan dukungan dan pengawalan keluarga besar Sanggra, yakni Made Suarjana, Putu Suarthama, serta I Wayan Windia (almarhum).

Penggubah Geguritan Made Suarsa (kiri) menyerahkan buku kepada Made Suarjana selaku panitia untuk meneruskan kepada hadiri.

Dalam rangkaian acara, I Made Suarsa, putra kedua Made Sanggra, menggubah geguritan yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Secara simbolik, buku tersebut diserahkan kepada Made Sarjana, yang selanjutnya menyerahkannya kepada para hadirin.

Metamorfosis “Katemu ring Tampaksiring” Made Sanggra dari cerpen bahasa Bali, terjemahan bahasa Indoensia dan Inggris, dan gubahan geguritan karya Made Suarsa

Dalam sambutannya, Made Suarjana, mantan wartawan TEMPO, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para undangan. Ia juga membacakan puisi karya ayahnya berjudul “Idupe Nemu Sengsara” (Hidup Menghadapi Derita), yang menambah suasana haru dalam peringatan tersebut.

Pada kesempatan itu, riwayat hidup, proses kreatif, serta karya-karya I Made Sanggra juga dipaparkan secara singkat melalui penayangan film dokumenter, memberikan gambaran utuh mengenai perjalanan intelektual dan dedikasi Sanggra dalam dunia sastra Bali modern.

Setelah peluncuran buku, acara dilanjutkan dengan pembacaan geguritan dan sesi ulasan. Pembacaan diawali oleh Prof. Dibia yang membacakan dua bait yang menggambarkan dialog antara Van Steffen—wartawan Belanda yang datang ke Bali untuk meliput kunjungan Ratu Juliana—dengan Luh Kompyang, yang kemudian terungkap sebagai ibu Steffen.

Seka gita santi menembangkan Geguritan Katemu ring Tampaksiring

Ulasan disampaikan langsung oleh Made Suarsa dengan gaya lugas dan penuh wibawa, mengingat latar belakangnya sebagai mantan penyiar Radio Menara. Dalam sambutannya, Prof. Dibia mengungkapkan ketertarikannya mengangkat cerita modern sebagai lakon arja. Menurutnya, hal ini penting untuk menunjukkan bahwa kesenian tradisional Bali tidak bersifat statis dan tertutup.

“Arja tidak hanya terbatas pada cerita Panji, tetapi juga bisa mengangkat cerita modern,” ujarnya. Ia telah membuktikan hal tersebut melalui pementasan arja berbasis novel Sukreni Gadis Bali karya Anak Agung Pandji Tisna serta cerpen Katemu ring Tampaksiring. Dalam proses adaptasi, Prof. Dibia bahkan menambahkan tokoh antagonis untuk memenuhi struktur dramatik arja, setelah memperoleh izin dari Made Sanggra.

Sementara itu, Prof. Darma Putra dalam sambutannya menyebut Made Sanggra sebagai “sastrawan 2B”: berlian dan brilian. “Berlian karena memiliki banyak sisi yang memancarkan kilau, dan brilian karena ide-ide serta karyanya luar biasa,” ujarnya. Sanggra dikenal produktif menulis dalam berbagai genre, mulai dari puisi, cerpen, drama, geguritan, hingga karya saduran dan terjemahan.

Terbit tahun 1971, huruf kecil semua

Dalam kesempatan tersebut, Darma Putra membacakan puisi “denpasar sane mangkin” (1971), yang merekam fenomena alih fungsi lahan di Bali. Menurutnya, Sanggra telah menangkap isu tersebut jauh sebelum menjadi perdebatan luas saat ini. “Idenya sangat brilian,” tegasnya.

Ia juga menyoroti gaya khas Sanggra yang menulis puisi dengan huruf kecil seluruhnya. Menurut Darma, hal itu merupakan bentuk licentia poetica yang mencerminkan kerendahan hati Sanggra sekaligus pengaruh estetika aksara Bali, yang tidak mengenal huruf kapital.

Prof. Darma Putra saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Prof. I Wayan Pastika menekankan pentingnya karya-karya Sanggra tidak hanya dalam sastra, tetapi juga dalam kajian linguistik. Ia mengaku menggunakan teks-teks karya Sanggra sebagai bahan penting saat menempuh studi doktoral di Australian National University.

Lebih lanjut, Darma Putra menempatkan peringatan seabad ini dalam konteks nasional. Ia menyebut adanya tren refleksi terhadap peran sastrawan dalam pemajuan kebudayaan, seperti peringatan 100 tahun A. A. Navis (2024), 100 tahun Pramoedya Ananta Toer (2025), serta 101 tahun Asrul Sani (2026).

Prof. I Wayan Dibia dan Prof I Wayan Pastika yang hadir dalam acara

“Perayaan seperti ini adalah bagian dari penciptaan ekosistem sastra. Dengan itu, kita berharap kehidupan sastra akan terus berdenyut dan berkembang,” ujarnya.

Profil Singkat I Made Sanggra

I Made Sanggra dikenal sebagai salah satu pelopor sastra Bali modern yang produktif dan multidimensional. Ia menulis dalam bahasa Bali dan Indonesia, meliputi puisi, cerpen, drama, serta geguritan. Karyanya sering mengangkat dinamika sosial budaya Bali, termasuk perubahan akibat modernisasi dan pariwisata.

Sanggra lahir 1 Mei 1926 di Sukawati, meninggal hari Rabu, 26 Juni 2007. Pada 1 Mei 2026, hari lahirnya memasuki 100 tahun. Peringatan seabad lahirnya Made Sanggra diperingati secara literer untuk mengapresiasi pencapaiannya sebagai penjaga ruh sastra Bali modern, lewat karya dan spirit.

Sanggra juga dikenal sebagai penyadur dan penerjemah, yang menjembatani tradisi lisan dan sastra klasik Bali ke dalam bentuk modern. Salah satu kontribusinya adalah mengalihwahanakan cerita rakyat seperti Pan Balang Tamak ke dalam bentuk geguritan berbahasa Indonesia.

Secara estetik, ia memiliki gaya khas, termasuk penggunaan huruf kecil dalam puisi-puisinya, yang mencerminkan sikap rendah hati sekaligus pendekatan kreatif terhadap tradisi aksara Bali. Tema-tema dalam karyanya menunjukkan kepekaan sosial yang tajam serta visi jauh ke depan terhadap perubahan budaya.

Kepergiannya dikenang sebagai “sastrawan berilmu padi”—semakin berisi, semakin merunduk—menjadikannya figur yang dihormati tidak hanya karena karya, tetapi juga karena kepribadiannya. Hingga kini, warisan intelektual dan kulturalnya tetap hidup dan terus menginspirasi perkembangan sastra Bali modern. [T]

Tags: geguritanMade Sanggrasastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

Next Post

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

by Angelique Maria Cuaca
July 1, 2026
0
The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna,...

Read moreDetails

Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

by Wahyu Mahaputra
June 30, 2026
0
Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi...

Read moreDetails

Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

by Dede Putra Wiguna
June 26, 2026
0
Bagaimana Seharusnya Generasi Muda Menyikapi Inovasi Seni di Masa Kini?

 “Karya sampah ini. Kok bisa muncul di PKB?" KALIMAT itu masih diingat betul oleh Agung Rahma Putra. Sekitar satu dekade...

Read moreDetails

Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?

DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang...

Read moreDetails

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails
Next Post
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia
Khas

The Darling Literary Collective: Membangun Jalan Baru bagi Sastra Indonesia

SEBUAH teks sastra tidak pernah tumbuh sendirian. Agar sampai ke pembaca, ia hadir melalui banyak tangan: penerjemah yang memindahkan makna,...

by Angelique Maria Cuaca
July 1, 2026
‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta
Ulas Pentas

‘The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark’ di TMII —Cahaya Menghidupkan Hanoman Duta

SAAT menyaksikan The Mystical Kecak Dance Glow in The Dark: Hanoman Duta, Amfiteater Panggung Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),...

by Azzahra Naya R
July 1, 2026
Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat
Politik

Dua Belas Manifesto Aliansi Cipayung Plus untuk Dewan Perwakilan Rakyat

DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu...

by Jaswanto
July 1, 2026
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama
Ulas Buku

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata
Esai

Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata

Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali....

by Agung Sudarsa
July 1, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi
Ulas Rupa

Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi

PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana,...

by Mahesa Putra
June 30, 2026
Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise
Esai

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat,...

by Iko Amadeus
June 30, 2026
Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan
Khas

Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi...

by Wahyu Mahaputra
June 30, 2026
Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja
Ulas Pentas

Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses...

by IM Gede Nesa Saputra
June 30, 2026
Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan
Esai

Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah...

by Wayan Gde Yudane
June 30, 2026
‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya
Ulas Rupa

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

by Hartanto
June 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co