21 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
in Khas
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

Made Suarjana sebagai ketua panitia menyerahkan buku kepada Prof. Darma Putra.

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari Purnama. Perayaan ini menjadi momentum reflektif atas dedikasi Sanggra dalam menjaga dan mengembangkan ruh sastra Bali modern lintas generasi.

Acara ditandai dengan peluncuran buku “Geguritan Katemu ring Tampaksiring”, gubahan I Made Suarsa, yang diadaptasi dari cerpen klasik karya Sanggra berjudul sama. Made Suarsa dikenal sebagai ahli gita santi yang mengakhiri karier akademiknya sebagai dosen di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Perayaan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat Sukawati, seniman, sastrawan, serta kalangan akademisi. Hadir di antaranya I Wayan Dibia, I Wayan Pastika, I Nyoman Darma Putra, pengamat sosial budaya I Gde Sudibia, serta Jean Couteau. Mereka dikenal sebagai tokoh yang mengagumi dan mengapresiasi karya-karya Made Sanggra.

Peringatan seabad I Made Sanggra ini dinisiasi oleh Yayasan Wahana Dharma Sastra Sukawati, dengan dukungan dan pengawalan keluarga besar Sanggra, yakni Made Suarjana, Putu Suarthama, serta I Wayan Windia (almarhum).

Penggubah Geguritan Made Suarsa (kiri) menyerahkan buku kepada Made Suarjana selaku panitia untuk meneruskan kepada hadiri.

Dalam rangkaian acara, I Made Suarsa, putra kedua Made Sanggra, menggubah geguritan yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Secara simbolik, buku tersebut diserahkan kepada Made Sarjana, yang selanjutnya menyerahkannya kepada para hadirin.

Metamorfosis “Katemu ring Tampaksiring” Made Sanggra dari cerpen bahasa Bali, terjemahan bahasa Indoensia dan Inggris, dan gubahan geguritan karya Made Suarsa

Dalam sambutannya, Made Suarjana, mantan wartawan TEMPO, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para undangan. Ia juga membacakan puisi karya ayahnya berjudul “Idupe Nemu Sengsara” (Hidup Menghadapi Derita), yang menambah suasana haru dalam peringatan tersebut.

Pada kesempatan itu, riwayat hidup, proses kreatif, serta karya-karya I Made Sanggra juga dipaparkan secara singkat melalui penayangan film dokumenter, memberikan gambaran utuh mengenai perjalanan intelektual dan dedikasi Sanggra dalam dunia sastra Bali modern.

Setelah peluncuran buku, acara dilanjutkan dengan pembacaan geguritan dan sesi ulasan. Pembacaan diawali oleh Prof. Dibia yang membacakan dua bait yang menggambarkan dialog antara Van Steffen—wartawan Belanda yang datang ke Bali untuk meliput kunjungan Ratu Juliana—dengan Luh Kompyang, yang kemudian terungkap sebagai ibu Steffen.

Seka gita santi menembangkan Geguritan Katemu ring Tampaksiring

Ulasan disampaikan langsung oleh Made Suarsa dengan gaya lugas dan penuh wibawa, mengingat latar belakangnya sebagai mantan penyiar Radio Menara. Dalam sambutannya, Prof. Dibia mengungkapkan ketertarikannya mengangkat cerita modern sebagai lakon arja. Menurutnya, hal ini penting untuk menunjukkan bahwa kesenian tradisional Bali tidak bersifat statis dan tertutup.

“Arja tidak hanya terbatas pada cerita Panji, tetapi juga bisa mengangkat cerita modern,” ujarnya. Ia telah membuktikan hal tersebut melalui pementasan arja berbasis novel Sukreni Gadis Bali karya Anak Agung Pandji Tisna serta cerpen Katemu ring Tampaksiring. Dalam proses adaptasi, Prof. Dibia bahkan menambahkan tokoh antagonis untuk memenuhi struktur dramatik arja, setelah memperoleh izin dari Made Sanggra.

Sementara itu, Prof. Darma Putra dalam sambutannya menyebut Made Sanggra sebagai “sastrawan 2B”: berlian dan brilian. “Berlian karena memiliki banyak sisi yang memancarkan kilau, dan brilian karena ide-ide serta karyanya luar biasa,” ujarnya. Sanggra dikenal produktif menulis dalam berbagai genre, mulai dari puisi, cerpen, drama, geguritan, hingga karya saduran dan terjemahan.

Terbit tahun 1971, huruf kecil semua

Dalam kesempatan tersebut, Darma Putra membacakan puisi “denpasar sane mangkin” (1971), yang merekam fenomena alih fungsi lahan di Bali. Menurutnya, Sanggra telah menangkap isu tersebut jauh sebelum menjadi perdebatan luas saat ini. “Idenya sangat brilian,” tegasnya.

Ia juga menyoroti gaya khas Sanggra yang menulis puisi dengan huruf kecil seluruhnya. Menurut Darma, hal itu merupakan bentuk licentia poetica yang mencerminkan kerendahan hati Sanggra sekaligus pengaruh estetika aksara Bali, yang tidak mengenal huruf kapital.

Prof. Darma Putra saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Prof. I Wayan Pastika menekankan pentingnya karya-karya Sanggra tidak hanya dalam sastra, tetapi juga dalam kajian linguistik. Ia mengaku menggunakan teks-teks karya Sanggra sebagai bahan penting saat menempuh studi doktoral di Australian National University.

Lebih lanjut, Darma Putra menempatkan peringatan seabad ini dalam konteks nasional. Ia menyebut adanya tren refleksi terhadap peran sastrawan dalam pemajuan kebudayaan, seperti peringatan 100 tahun A. A. Navis (2024), 100 tahun Pramoedya Ananta Toer (2025), serta 101 tahun Asrul Sani (2026).

Prof. I Wayan Dibia dan Prof I Wayan Pastika yang hadir dalam acara

“Perayaan seperti ini adalah bagian dari penciptaan ekosistem sastra. Dengan itu, kita berharap kehidupan sastra akan terus berdenyut dan berkembang,” ujarnya.

Profil Singkat I Made Sanggra

I Made Sanggra dikenal sebagai salah satu pelopor sastra Bali modern yang produktif dan multidimensional. Ia menulis dalam bahasa Bali dan Indonesia, meliputi puisi, cerpen, drama, serta geguritan. Karyanya sering mengangkat dinamika sosial budaya Bali, termasuk perubahan akibat modernisasi dan pariwisata.

Sanggra lahir 1 Mei 1926 di Sukawati, meninggal hari Rabu, 26 Juni 2007. Pada 1 Mei 2026, hari lahirnya memasuki 100 tahun. Peringatan seabad lahirnya Made Sanggra diperingati secara literer untuk mengapresiasi pencapaiannya sebagai penjaga ruh sastra Bali modern, lewat karya dan spirit.

Sanggra juga dikenal sebagai penyadur dan penerjemah, yang menjembatani tradisi lisan dan sastra klasik Bali ke dalam bentuk modern. Salah satu kontribusinya adalah mengalihwahanakan cerita rakyat seperti Pan Balang Tamak ke dalam bentuk geguritan berbahasa Indonesia.

Secara estetik, ia memiliki gaya khas, termasuk penggunaan huruf kecil dalam puisi-puisinya, yang mencerminkan sikap rendah hati sekaligus pendekatan kreatif terhadap tradisi aksara Bali. Tema-tema dalam karyanya menunjukkan kepekaan sosial yang tajam serta visi jauh ke depan terhadap perubahan budaya.

Kepergiannya dikenang sebagai “sastrawan berilmu padi”—semakin berisi, semakin merunduk—menjadikannya figur yang dihormati tidak hanya karena karya, tetapi juga karena kepribadiannya. Hingga kini, warisan intelektual dan kulturalnya tetap hidup dan terus menginspirasi perkembangan sastra Bali modern. [T]

Tags: geguritanMade Sanggrasastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

Next Post

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails
Next Post
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi
Ulas Film

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir
Lingkungan

Berdampak Jaga Lingkungan Bali, FIB Unud Gelar Aksi Bersih Pesisir

DENPASAR | TATKALA.CO -- Ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bali kini menghadapi ancaman krisis lingkungan yang sangat serius, salah...

by tatkala
September 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

by Chusmeru
September 21, 2026
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam
Khas

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
Telenovela
Esai

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

by Angga Wijaya
September 21, 2026
Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co