11 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

I Nyoman Darma Putra by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
in Khas
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

Made Suarjana sebagai ketua panitia menyerahkan buku kepada Prof. Darma Putra.

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari Purnama. Perayaan ini menjadi momentum reflektif atas dedikasi Sanggra dalam menjaga dan mengembangkan ruh sastra Bali modern lintas generasi.

Acara ditandai dengan peluncuran buku “Geguritan Katemu ring Tampaksiring”, gubahan I Made Suarsa, yang diadaptasi dari cerpen klasik karya Sanggra berjudul sama. Made Suarsa dikenal sebagai ahli gita santi yang mengakhiri karier akademiknya sebagai dosen di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Perayaan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat Sukawati, seniman, sastrawan, serta kalangan akademisi. Hadir di antaranya I Wayan Dibia, I Wayan Pastika, I Nyoman Darma Putra, pengamat sosial budaya I Gde Sudibia, serta Jean Couteau. Mereka dikenal sebagai tokoh yang mengagumi dan mengapresiasi karya-karya Made Sanggra.

Peringatan seabad I Made Sanggra ini dinisiasi oleh Yayasan Wahana Dharma Sastra Sukawati, dengan dukungan dan pengawalan keluarga besar Sanggra, yakni Made Suarjana, Putu Suarthama, serta I Wayan Windia (almarhum).

Penggubah Geguritan Made Suarsa (kiri) menyerahkan buku kepada Made Suarjana selaku panitia untuk meneruskan kepada hadiri.

Dalam rangkaian acara, I Made Suarsa, putra kedua Made Sanggra, menggubah geguritan yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Secara simbolik, buku tersebut diserahkan kepada Made Sarjana, yang selanjutnya menyerahkannya kepada para hadirin.

Metamorfosis “Katemu ring Tampaksiring” Made Sanggra dari cerpen bahasa Bali, terjemahan bahasa Indoensia dan Inggris, dan gubahan geguritan karya Made Suarsa

Dalam sambutannya, Made Suarjana, mantan wartawan TEMPO, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para undangan. Ia juga membacakan puisi karya ayahnya berjudul “Idupe Nemu Sengsara” (Hidup Menghadapi Derita), yang menambah suasana haru dalam peringatan tersebut.

Pada kesempatan itu, riwayat hidup, proses kreatif, serta karya-karya I Made Sanggra juga dipaparkan secara singkat melalui penayangan film dokumenter, memberikan gambaran utuh mengenai perjalanan intelektual dan dedikasi Sanggra dalam dunia sastra Bali modern.

Setelah peluncuran buku, acara dilanjutkan dengan pembacaan geguritan dan sesi ulasan. Pembacaan diawali oleh Prof. Dibia yang membacakan dua bait yang menggambarkan dialog antara Van Steffen—wartawan Belanda yang datang ke Bali untuk meliput kunjungan Ratu Juliana—dengan Luh Kompyang, yang kemudian terungkap sebagai ibu Steffen.

Seka gita santi menembangkan Geguritan Katemu ring Tampaksiring

Ulasan disampaikan langsung oleh Made Suarsa dengan gaya lugas dan penuh wibawa, mengingat latar belakangnya sebagai mantan penyiar Radio Menara. Dalam sambutannya, Prof. Dibia mengungkapkan ketertarikannya mengangkat cerita modern sebagai lakon arja. Menurutnya, hal ini penting untuk menunjukkan bahwa kesenian tradisional Bali tidak bersifat statis dan tertutup.

“Arja tidak hanya terbatas pada cerita Panji, tetapi juga bisa mengangkat cerita modern,” ujarnya. Ia telah membuktikan hal tersebut melalui pementasan arja berbasis novel Sukreni Gadis Bali karya Anak Agung Pandji Tisna serta cerpen Katemu ring Tampaksiring. Dalam proses adaptasi, Prof. Dibia bahkan menambahkan tokoh antagonis untuk memenuhi struktur dramatik arja, setelah memperoleh izin dari Made Sanggra.

Sementara itu, Prof. Darma Putra dalam sambutannya menyebut Made Sanggra sebagai “sastrawan 2B”: berlian dan brilian. “Berlian karena memiliki banyak sisi yang memancarkan kilau, dan brilian karena ide-ide serta karyanya luar biasa,” ujarnya. Sanggra dikenal produktif menulis dalam berbagai genre, mulai dari puisi, cerpen, drama, geguritan, hingga karya saduran dan terjemahan.

Terbit tahun 1971, huruf kecil semua

Dalam kesempatan tersebut, Darma Putra membacakan puisi “denpasar sane mangkin” (1971), yang merekam fenomena alih fungsi lahan di Bali. Menurutnya, Sanggra telah menangkap isu tersebut jauh sebelum menjadi perdebatan luas saat ini. “Idenya sangat brilian,” tegasnya.

Ia juga menyoroti gaya khas Sanggra yang menulis puisi dengan huruf kecil seluruhnya. Menurut Darma, hal itu merupakan bentuk licentia poetica yang mencerminkan kerendahan hati Sanggra sekaligus pengaruh estetika aksara Bali, yang tidak mengenal huruf kapital.

Prof. Darma Putra saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya, Prof. I Wayan Pastika menekankan pentingnya karya-karya Sanggra tidak hanya dalam sastra, tetapi juga dalam kajian linguistik. Ia mengaku menggunakan teks-teks karya Sanggra sebagai bahan penting saat menempuh studi doktoral di Australian National University.

Lebih lanjut, Darma Putra menempatkan peringatan seabad ini dalam konteks nasional. Ia menyebut adanya tren refleksi terhadap peran sastrawan dalam pemajuan kebudayaan, seperti peringatan 100 tahun A. A. Navis (2024), 100 tahun Pramoedya Ananta Toer (2025), serta 101 tahun Asrul Sani (2026).

Prof. I Wayan Dibia dan Prof I Wayan Pastika yang hadir dalam acara

“Perayaan seperti ini adalah bagian dari penciptaan ekosistem sastra. Dengan itu, kita berharap kehidupan sastra akan terus berdenyut dan berkembang,” ujarnya.

Profil Singkat I Made Sanggra

I Made Sanggra dikenal sebagai salah satu pelopor sastra Bali modern yang produktif dan multidimensional. Ia menulis dalam bahasa Bali dan Indonesia, meliputi puisi, cerpen, drama, serta geguritan. Karyanya sering mengangkat dinamika sosial budaya Bali, termasuk perubahan akibat modernisasi dan pariwisata.

Sanggra lahir 1 Mei 1926 di Sukawati, meninggal hari Rabu, 26 Juni 2007. Pada 1 Mei 2026, hari lahirnya memasuki 100 tahun. Peringatan seabad lahirnya Made Sanggra diperingati secara literer untuk mengapresiasi pencapaiannya sebagai penjaga ruh sastra Bali modern, lewat karya dan spirit.

Sanggra juga dikenal sebagai penyadur dan penerjemah, yang menjembatani tradisi lisan dan sastra klasik Bali ke dalam bentuk modern. Salah satu kontribusinya adalah mengalihwahanakan cerita rakyat seperti Pan Balang Tamak ke dalam bentuk geguritan berbahasa Indonesia.

Secara estetik, ia memiliki gaya khas, termasuk penggunaan huruf kecil dalam puisi-puisinya, yang mencerminkan sikap rendah hati sekaligus pendekatan kreatif terhadap tradisi aksara Bali. Tema-tema dalam karyanya menunjukkan kepekaan sosial yang tajam serta visi jauh ke depan terhadap perubahan budaya.

Kepergiannya dikenang sebagai “sastrawan berilmu padi”—semakin berisi, semakin merunduk—menjadikannya figur yang dihormati tidak hanya karena karya, tetapi juga karena kepribadiannya. Hingga kini, warisan intelektual dan kulturalnya tetap hidup dan terus menginspirasi perkembangan sastra Bali modern. [T]

Tags: geguritanMade Sanggrasastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

Next Post

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

I Nyoman Darma Putra

I Nyoman Darma Putra

Juri Hadiah Sastera Rancage untuk Bali sejak 2000. Dia adalah dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Bukunya yang berkaitan dengan sastra Bali modern adalah Tonggak Baru Sastra Bali Modern (2010). Sejak 2011, dia menjadi pemimpin redaksi Jurnal Kajian Bali, awalnya teakreditasi Sinta-2, sejak 2024 terindeks Scopus Q1, dan kemudian Sinta-1.

Related Posts

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails
Next Post
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli
Panggung

Tari Pangider Bhuwana: Gerak Seni yang Menjelma Bahasa dan Menjadi Jembatan bagi Teman Tuli

GERAKANNYA ritmis dan begitu indah. Ekspresinya hidup karena setiap gerakan ditarikan dengan penuh penjiwaan. Musik seolah menyatu dalam gerak, menghadirkan...

by Nyoman Budarsana
August 11, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Rumah Dikontrakkan Bernama Indonesia [Renungan Hari Veteran Nasional]

ADA pepatah yang mulai usang, "hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, baik jua di negeri sendiri". ...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 10, 2026
Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

Ketika Jazz Terasa Begitu Dekat dan Menyihir—Malam Penutupan Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

ORANG-orang masih berdiri di depan panggung ketika Salamander Big Band memainkan bagian-bagian terakhir musik jazz-nya pada Sabtu malam, 8 Agustus...

by Rusdy Ulu
August 10, 2026
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan
Tualang

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”
Budaya

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

by tatkala
August 10, 2026
Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital
Esai

Menafsir Makna Bahasa di Ruang Digital

TRANSFORMASI digital telah membawa perubahan mendasar dalam pola interaksi manusia. Perkembangan media sosial, aplikasi percakapan, platform berbagi video, forum daring,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 9, 2026
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan
Bahasa

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

by I Made Sudiana
August 9, 2026
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman
Khas

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’
Kuliner

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia
Esai

Sastra Terjemahan sebagai Diplomasi Budaya: Mengenang Peran Vern Cork sebagai Penerjemah Sastra Indonesia dari Australia

SASTRA terjemahan telah lama menjadi salah satu media diplomasi budaya Indonesia. Namun, keberadaannya sebagai bagian dari kegiatan diplomasi budaya yang...

by I Nyoman Darma Putra
August 8, 2026
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz
Khas

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.
Ulas Rupa

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

by Angga Wijaya
August 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co