Di sisi jenazah ibu, satu anak, di antara sepuluh anak yang menangis, bercerita tentang pisang: Ibu selalu menjinjing sesisir pisang...
Read moreDetailsCerpen: Arya Lawa Manuaba Dukun itu berkata, hanya buah lango yang bisa mengobati sakitku yang sudah kronis. Sakitnya bukan kepalang....
Read moreDetailsPEREMPUAN PERAMU PUISI Andai masa silam tak membagikan luka dan membuat purnama terasa ringkih dan lengang di mataku. Mungkin hari...
Read moreDetailsLUH Dados anak luh. Wantah nenten aluh. Saking bobotan, embas, kayatnain, kaupakarain, yadiastu nanin prabea ngunuh-ngunuh Risampune anom.Uning masesenengan. Tan...
Read moreDetailsCerpen: Ida Bagus Adnyana Hari Raya Nyepi masih satu minggu lagi. Biasanya di masa seperti ini, tiap bale banjar di...
Read moreDetailsSUBUH DI JAKARTA Adzan pagi ini membangunkanku Suaranya masuki keheningan hati Orang-orang terbangun dari tidur Berangkat mencari penghidupan Syahadat menggema...
Read moreDetailsDi mana-mana tebalnya langit selalu sama, begitu juga jaraknya dengan bumi, baik dengan bumi bagian selatan maupun bagian utara. Yang...
Read moreDetails______________________________________ BUAH TANGAN DARI KLUNGKUNG ______________________________________ Kau bawakan aku Buah tangan dari ibu Cuaca gerimis dan roti selai nanas Rasanya...
Read moreDetailsMusim ini adalah nasib buruk bagi kami. Di luar, angin begitu kencang. Dedaunan berbaring di sepanjang jalan, toko-toko tutup lebih...
Read moreDetailsAdikku Nohan tak pernah berhenti mematuk-matukkan jemarinya ke layar ponsel. Bocah empat belas tahun itu sesekali menggoyang-goyangkan ponsel putihnya, lalu...
Read moreDetailsSebulan sekali ia pergi ke Gianyar, ke Kantor Pos mengambil uang pensiunan. Bulan lalu, tumben ia datang terlambat. Biasanya pukul...
Read moreDetailsDi hadapanku berdiri bangunan megah. Demikian indah. Penuh cahaya. Perasaanku sungguh damai. Awan berarak putih seputih kapas. Wajah orang-orang yang...
Read moreDetailsHAWA DINGIN YANG MENGINTAI Menjauhlah dari pintu, dalam ruang sempit ini tak ada penawar andai engkau memaksa masuk dan melindap...
Read moreDetailsAku sempoyongan digelandang warga. Mereka memukul dan menendang. Sri tampak terdiam di atas kasur dipan bambu itu. Diluar rumah Mbah...
Read moreDetails“Begitu inginkah kau mendengar penggalan cerita itu? Tidakkah keinginan itu terhapus oleh waktu yang telah bertahun-tahun berlalu sejak terakhir kau...
Read moreDetailsPULUNG menatap sobekan koran di hadapannya. Entah koran tertanggal berapa. Entah dari mana Pulung mendapatkannya. Sepanjang hari selalu dia sempatkan...
Read moreDetails“Sebelum Tsai’Lun menemukan kertas, dan Johann Gutenberg menemukan mesin ketik, kekasihku, peradaban ini dibangun oleh segulungan kisah dongeng. Dan kali...
Read moreDetailsJero, jero anak lanang, bagus genjing Wantah titiang widyadari, Ken Sulasih parab titiang Napi wenten ngambil busanan titiange Titiang nyadia...
Read moreDetailsKetika awan biru tegak di puncak purnama, satu hal membujang ke dalam rumah yang selalu datang ke separuh malam, dan...
Read moreDetailsSenja di bulan Februari. Di teras tak bernyawa, di bawah langit yang selalu memberi warna jingga, seorang wanita mengadu pilu. ...
Read moreDetailsSUARA mesin grinder biji kopi, aroma biji kopi yang telah menjadi bubuk, lagu pop barat yang membosankan. Dan orang-orang yang...
Read moreDetailsSANUR Apa yang kukenang darimu Ayah mengajakku ke sini sewaktu kecil dulu, libur sekolah ke luar kota Ayahku sopir taksi...
Read moreDetailsISAK tangis terdengar dari sel A Rumah Sakit Cipta Bakti. Tangisan semakin mendekat melintasi setiap lorong-lorong rumah sakit. Satu persatu...
Read moreDetailsCerpen: Putu Oka Suardana KAWAN, suatu hari nanti kuingin kau untuk singgah di kotaku. Kotaku memang kecil, tidak seperti...
Read moreDetails. AKU MEMUNGUT BENDERA DAN AIR MATA SEEKOR ELANG Pagi ini aku memungut airmata seekor elang Kukira kesedihan Sebab luka...
Read moreDetailsCerpen: Muhamad Kusuma Gotansyah CERITA ini berlangsung lambat, seperti lift berisi delapan orang yang menjadi latar tempat cerita ini....
Read moreDetails. PEREMPUAN DALAM PUISI Dia seorang puisi dan aku mencintainya dengan cemas (siapa) pertanyaan-pertanyaan bagai hujan pada, sepotong kisah pada,...
Read moreDetailsCerpen: Ahmad Anif Alhaki “Selamat pagi anak-anak!” Ibu Tejo memasuki kelas, dan mengagetkan para siswa yang tengah asyik bermain...
Read moreDetailsCerpen: Yogi Periawan LELAKI itu masih saja mengaduk bubur terasi. Menjelang matahari tenggelam, bau tak sedap selalu menusuk hidung. Entah...
Read moreDetailsCerpen: Aksan Taqwin Embe Setiapkali ia merapal nama ibunya, airmatanya mengalir deras berkelok melintasi kerutan di bawah kelopak mata sampai...
Read moreDetailsSIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...
Read moreDetailsSUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...
Read moreDetailsSEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...
Read moreDetails

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...
MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...
KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co