PERTEMUAN ku buang jauh tubuhku selangkah demi langkah : ke pusar waktu kutemukan kita saling mencari seperti gelap merindu pekat...
Read moreDetailsCerpen Susanti Dewi Malam itu adalah hari Sabtu. Wira, pacarku mengajakku untuk pergi makan malam di sebuah warung lalapan dekat...
Read moreDetailsJURU MASAK TAMPAN :Wayan Koster di Desa Sembiran aku ingin jadi juru masak tampan memasak matahari dan bulan jadi masakan...
Read moreDetailsCerpen Kim Al Ghozali “Halo... Halo... Siapa ini?” “Ini saya.” “Saya siapa?” “Ya saya. Apakah ini Tuhan?”...
Read moreDetailsCerpen Dian Ayu Sore ini masih sama. Pantulan kaca menampilkan aku yang sedang asyik menyisir rambut. Perlahan. Helai demi helai....
Read moreDetailsCerpen I Wayan Kerti Bau harum menyeruak seisi kamar. Aroma wewangian serasa menusuk hidung. Suasana mistis terasa kental, menyemburatkan suasana...
Read moreDetailsCerpen: Susanti Dewi Di sebuah kota, di Jalan Veteran, pohon-pohon menari di sepanjang jalan. Daun-daun jatuh berguguran dan meliuk-liuk terbang...
Read moreDetailsCerpen: Surya Gemilang ____ Pagi ini saya tak bisa bercermin gara-gara bayangan saya menghilang. Di cermin, saya hanya melihat dinding...
Read moreDetailsSEPOTONG SENJA DI RUMAH ITU Sepotong senja dari tubuhmu Memanggil-manggil di ambang riuh Aku tertatih-tatih oleh rindu Melarung kenangan Sekian...
Read moreDetailsSetelah Mengunduh Film Porno deduri pun tumbuh di batang kemaluanku. kulit tanganku yang resah menipis-menghangat, berdansa cepat saat kelopak-kelopak mawar...
Read moreDetailsCerpen: Ayu Sugiharti Pratiwi ___ “Bli De, Bli De…” Sudah sejak bangun tidur Gek Istri menyebut-nyebut nama suaminya sambil memetik...
Read moreDetailsBENTENG Mayat yang tertidur itu kaku. Tak terkubur tak berumur. Ia telah mengenal kekalahan dengan nafsi, dan tahu pasti, ia...
Read moreDetailsCerpen: Putri Handayani “Cinta tidak datang pada ia yang diam, cinta datang pada ia yang mengejar. Setuju semeton?” Kemudian, jemarinya...
Read moreDetailsMELUKIS PETANG DI SEBUAH SAJAK dan kata-kata meredam nyeri kita sebelas musim yang runtuh pasca bahasa hanya angin, memulai narasi...
Read moreDetailsRAMADAN 1 Kelana rindu di malam-malam beku Perjalanan hati di ruang-ruang sunyi Jiwa yang dahaga mereguk sukma ramadan Ramadan...
Read moreDetailsCerpen: Arya Lawa Manuaba Sejak divonis tuli total dua tahun silam, mbah selalu mengaku mendengar suara genderang setiap hari. Padahal...
Read moreDetailsUPACARA MUARA TELUK BENOA (karena kau telah minum, putu satria kusuma) putu, apakah kau minum tuak, arak, atau …? mari...
Read moreDetailsDi Pantai Utara Celukan Bawang Tiga nelayan menatap laut matahari bias di matanya. Ikan-ikan mengeram sunyi mengenyam sebagian rahasia...
Read moreDetailsJam satu dini hari. Aku ingin bertemu denganmu. Kepalaku sakit, Sri. Sakit yang menusuk, hingga ke hati. Wisnu lupa, betapa...
Read moreDetailsKEPADA TANAH MOYANG . di sekujurmu tanah moyang akan kurajah aksara hitamputihmerah dikitar teratai kembang . pagi kuminta melantunkan sebaris...
Read moreDetailsCerpen Made Suarbawa Jabatan sebagai Pekaseh1 menjadikan Sadra bukan lagi petani biasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Dia memiliki kesibukan menjalankan tugas...
Read moreDetailsTANGAN SIAPA . Itu tangan siapa? Menggores pena Di atas kertas tak berwarna Garis-garis berbeda Menumpahkan merah lalu ungu Seperti...
Read moreDetailsCerpen Agus Darmita Wirawan Lelaki itu tampak dalam kecemasan. Pagi itu ia duduk di beranda ditemani secangkir kopi kental manis...
Read moreDetailsSUARA DARI DALAM KUBUR . Suara-suara dari dalam kubur Menjerit dan melolong Mempertanyakan kabar Nasib yang sejak dulu terpasung ....
Read moreDetailsREINKARNASI API . Desember tua di atas selat Sunda Langit kehilangan biru Kumulus menyaput . Bulan samar Elang laut bergegas...
Read moreDetailsCerpen: Satia Guna ~Aku lupa dengan berapa jumlah jariku, aku lupa dengan nasi yang tadi aku makan, aku juga lupa...
Read moreDetailsPERMISI PADA PUISI Pada hari kau pergi Sebuah sungai meluap naik Menempuh muara kebun kamarku Anggur impian berguguran Buah rindu...
Read moreDetailsCerpen: Geg Ary Suharsani . Subuh berlalu, sisakan anyir angin, jantung tak berdetak, ingatan mimpi buruk. keringat dingin mengalir -...
Read moreDetails(Jatuh Cinta Sendirian) Teruntuk pembaca, aku tak tahu harus menulis di mana lagi. Cerita tentang kami seolah tak pernah habis....
Read moreDetails. ELEGI KOPER TUA Mungkin inilah saat mengemasi hati masing-masing. Memasukkannya dalam koper lusuh yang lapar. Hanya bisa mengunyah sepi...
Read moreDetailsSIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...
Read moreDetailsSUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...
Read moreDetailsSEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...
Read moreDetails

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...
MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...
KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co