2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

Jaswanto by Jaswanto
October 27, 2018
in Cerpen
Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

Lukisan Komang Astiari

“Sebelum Tsai’Lun menemukan kertas, dan Johann Gutenberg menemukan mesin ketik, kekasihku, peradaban ini dibangun oleh segulungan kisah dongeng. Dan kali ini, aku ingin kau mendongengiku. Tentu saja sebelum aku sendiri yang akan menjadi dongeng itu sendiri.”

Wajah Ben tiba-tiba menyala. Pemuda itu berusia 21 tahun, namun seperti seorang yang sudah hidup beribu tahun. Segala peristiwa terekam dalam benaknya. Melalui buku-buku sejarah yang dia lahap seusai menegak beberapa botol whiskey. Ben. Seorang mahasiswa pecandu alkohol, tukang utang dan, dalam hari-hari terburuknya, ia juga seorang penyair, serta cerpenis pilih tanding di kalangan mahasiswa kampusnya. Dia barangkali adalah manusia terakhirdi muka bumi yang bakal kau mintai nasihat tentang kehidupan, atau nama terakhir yang ingin kau tempatkan dalam deretan orang-orang yang pernah menulis puisi maupun cerita pendek.

Namun tidak dengan Ana. Seorang gadis cerdas keturunan saudagar kaya itu. Ana tergila-gila dengan Ben. Bahkan tidak ragu untuk mengungkapkan kata cinta terlebih dahulu kepada pemuda yang telah banyak melahirkan puisi;Pemuda yang malamnya hampir dihabiskan untuk minum minuman keras dan kadang menuntaskan puisi di komputer usangnya; Pemuda yang kerap kali siuman di lantai setelah pingsan semalam sebelumnya.

Justru fakta itulah yang menjadikan Ben sebagai sosok sempurna untuk menjadi kekasihnya.

Dan sekarang, pemuda penikmat kisah Charles Bukowski itu sedang menatap Ana yang tiba-tiba berkata bahwa dia menginginkan Ben untuk bercerita—apa saja, kata Ana.

“Baiklah,” kata Ben.

Ana tersenyum dengan penum kemenangan.

“Kau mau cerita apa?” Ben bertanya. Ana menjawab: “Apa saja… tapi tunggu dulu, bagaimana kalau kau bercerita tentang Christopher Columbus yang mendarat di kepulauan Bahaman?”

“… Tidak-tidak. Aku tidak suka dengan Columbus. Mending kau mulai bercerita tentang pelayaran pertama yang mengelilingi bumi. Ya, Magellan yang berlayar menuju Amerika Serikat. Kapan itu, ya? Oh iya, pada 20 September 1519. Ketika Antonio Pigafetta, salah seorang yang bertahan hidup berkata: ‘Gusi gigi bawah kami membengkak sehingga mereka tidak bisa makan… dan oleh karena itu, meninggal.’ Yah, aku sudah tahu cerita itu.”

Ben tersenyum melihat kemanjaan itu. Melanjutkan:

“Lalu, kau ingin aku bercerita tentang apa?”

“Kekalahan Armada Spanyol. Atau cerita pada zaman para Shogun, di mana Tokugawa Leyasu memenangi pertempuran Sekigahara? Atau matrikulasi Issac Newton di Universitas Cambridge, pada saat sains modern bermula. Tidak… tidak! Lebih baik kau bercerita tentang pasukan Ottoman yang berhenti mengepung Wina pada 12 September 1683.”

Baiklah. Cerita akan aku mulai pada Juli sampai September 1683, Wina dikepung pasukan Ottoman, pada masa ini pangeran-pangeran Jerman juga menghadapi tantangan dari pasukan Louis XIV di Rhein…” belum selesai Ben bercerita, Ana kembali memotong. “Aku lupa, aku tidak suka peperangan!” Ben hanya bisa kembali tersenyum.

“Bagaimana kalau kau bercerita tentang perjanjian damai Utrecht pada 11 April 1713 itu saja. Akhir dominasi Louis XIV di Eropa. Louis XIV, 68 tahun, berduka bersama François Villeroi setelah kekalahan dari Marlborough pada Pertempuran Ramilies (1706). Itu menarik, bukan?”

“Sayangnya aku tidak tahu perihal itu.”

Ana ceberut. Diam. Sunyi. Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.

“Bagaimana kalau aku bercerita tentang Edeavour bertolak dari Plymouth saja?” Ben menawarkan.

“Tentang Kapten Cook menjelajahi Pasifik dan menemukan New South Wales? Oh, sayang, berapa kali kau akan bercerita tentang itu? Sudah berulangkali aku mendengarnya.”

“Baiklah… nah, ini pasti membuatmu tertarik. Pada 29 Maret 1973, kau tahu apa yang terjadi?” Ana menggelengkan kepala. “Baiklah. Pada tanggal bulan dan tahun itu, pasukan terakhir Amerika Serikat meninggalkan Vietnam.” Mata Ana berbinar. Kemudian ia mengangguk dengan senangnya, sambil merapatkan tubuhnya ke tubuh kekasihnya.

“Dr. Henry Kissinger, penasihat keamanan nasional bagi presiden, menjelaskan dilema militer AS, Januari 1969…” Ben melanjutkan cerita. Dan tak lama kemudian Ana terlelap. Manis sekali. Terlelaplah, sayang. Dalam dekapanku, bersama cerita-ceritaku yang jauh dari kata romantis ini.

***

Mata Klara sebab oleh air mata yang keluar tanpa bisa dibendung.

“Begitu mudahnya engkau menangis,” ucap seorang lelaki separuh baya yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit. “Tapi biarlah, seorang seniman terlampau lembut perasaannya. Ambilkan aku minum!”

Klara tak juga bangkit dari kursi. Seluruh tubuhnya hanya terpaku, menatap tubuh ringkih lelaki paruh baya yang berbaring di depannya itu. Akhirnya ia tersadar ketika lelaki paruh baya itu mengulangi ucapannya.

Lelaki paruh baya itu meneguk air dan merasa badannya agak nyaman dan hatinya agak kuat.

“Pulanglah sekarang, aku lelah.”

Klara memperbaiki letak pakaiannya. Mengusap air mata lelaki paruh baya itu dengan hati-hatinya, mengangguk, kemudian lenyap dari kamar.

***

Segera Klara mengunci pintu dari dalam. Segera merubuhkan diri di ranjang dan meneruskan tangisannya. Kehidupan keras dan kejam selama itu telah dijalani kedua orang tuanya dengan keberanian, karena hanya mempunyai modal keberanian. Karena ada modal untuk menghadapinya: keyakinan, bahwa orang tuanya bisa juga hidup dari tangannya sendiri. Tapi dalam kepahitan dan kesakitan saat ini, siapakah yang punya modal untuk menghadapinya? Siapa yang mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan ayahnya?

Waktu pintu diketok dan dari luar terdengar ajakan makan, Klara tetap meneruskan tangisnya—menangisi sesuatu yang ia tidak mengerti. Tapi rasa sakit dan kepahitan itu terus membanjirkan air matanya. Dan malam itu adalah malam panjang yang berisi satu tubuh satu jiwa: Ibunya yang abadi dalam tulisan-tulisan juga dongeng sebelum tidur ayahnya dan ayahnya yang divonis dokter tidak akan hidup lama lagi sebab penyakit yang dideritanya. Ia rangkum itu untuk takkan dilepas-lepaskannya untuk selama-lamanya.

Dan tentang dongeng-dongeng ayahnya sebelum ia tidur, akan senantiasa abadi. Dongeng tentang Ana, ibunya. Dan ia kembali menangis, ketika mengingat Ben, ayahnya sedang berbaring lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit. (T)

Tags: Cerpen
Share26TweetSendShareSend
Previous Post

Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (2)

Next Post

Mempertanyakan Segalanya – Bersama Afrizal Malna di Rumah Belajar Komunitas Mahima

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Mempertanyakan Segalanya – Bersama Afrizal Malna di Rumah Belajar Komunitas Mahima

Mempertanyakan Segalanya - Bersama Afrizal Malna di Rumah Belajar Komunitas Mahima

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co