25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (2)

I Ngurah Suryawan by I Ngurah Suryawan
October 27, 2018
in Esai
Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (2)

Penanaman pohon mangrove saat air laut meti (surut). (foto: I Ngurah Suryawan)

KAMPUNG Ambumi tidak benar-benar terisolir. Buktinya adalah perusahaan kayu masuk menerabas hutan-hutan alami di sekitar mereka. Kampung tetangga, yaitu Naikere menjadi sasaran perusahaan kayu dan tidak jarang para pembalak liar. Kantor semi permanen perusahaan kayu terbangun di pinggiran Kali Wosimi. Kampung Yerinusi, tetangga Kampung Ambumi akan pindah ke lokasi lokpon (pelabuhan) tempat kantor perusahaan kayu yang beroperasi di kawasan Ambumi dan Yerinusi.

Saat ini di lokasi lokpon telah berdiri kantor Distrik Kuri Wamesa, beberapa rumah-rumah penduduk dari marga Mariai juga memilih menetap di lokpon. Saat saya mengunjungi lokpon, beberapa rumah-rumah sederhana dari penduduk telah berdiri. Kebun-kebun pun sudah terlihat dibabat oleh masyarakat dan siap untuk ditanami. Kantor perusahaan kayu yang beroperasi di kawasan Ambumi dan Naikere juga berdiri megah dengan rumah-rumah kayu. Beberapa orang tampak duduk-duduk bercengkrama. Potongan-potongan kayu besar tertumpuk menunggu untuk dikirim, sementara sepanjang jalan menuju lokpon alat-alat berat tampak terlantar.

Saya melewati jalan menuju lokpon dari Distrik Naikere. Jalanan yang berliku dan kanan kiri jalan dipenuhi dengan pohon-pohon dan tumbuhan yang lebat. Barak-barak para tukang sensor (pemotong kayu) kayu banyak terlihat. Potongan-potongan kayu dari yang paling besar hingga kecil serta deru suara mesin sensor tampak terdengar ketika mobil truk yang saya tumpangi memecah jalan di are pegunungan kawasan Teluk Wondama. Tampak juga beberapa alat-alat berat yang tak terurus dan terlantar dan sudah mengkarat. Alat-alat berat tersebut sepertinya digunakan untuk mengangkut material untuk jalan, mengangkat kayu dan kegiatan untuk membuka kawasan hutan di pedalaman Teluk Wondama.

Merawat Mangrove

Muara Kali Wosimi sebagai tempat asal mula dari Kampung Ambumi kini banyak ditumbuhi pohon mangrove di pinggir kali. Saat air meti (surut), akan terlihat beberapa pohon mangrove muda yang ditanam oleh masyarakat Kampung Ambumi. Penanaman ini bekerjasama dengan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat. Saya mengikuti kegiatan penanaman pohon mangrove tersebut bersama masyarakat di Kampung Ambumi dan Yerinusi.

Saat pagi hari ketika air masih pasang, masyarakat dengan menggunakan perahu dari Kepala Kampung Ambumi, Dominggus Kiri mengangkat pohon-pohon mangrove yang telah ditanam oleh masyarakat untuk dinaikkan ke atas kapal. Beberapa pohon dibawa di dalam kapal kemudian dengan beberapa anak muda ikut dalam rombongan untuk melempar pohon-pohon mangrove tersebut di pinggiran muara Kali Wosimi. Kami kemudian kembali lagi ke kampung untuk mempersiapkan diri pada penanaman mangrove menunggu air meti (surut).

Sebagian warga Kampung Ambumi dan Yerinusi yang melakukan kegiatan penanaman pohon mangrove di muara Kali Wosimi. (foto: I Ngurah Suryawan)

Beberapa anak muda dan kelompok masyarakat lainnya yang bergabung dalam penanaman mangrove, berkumpul di rumah Kepala Kampung Ambumi. Secara kebetulan yang menjadi koordinator dari penanaman mangrove itu adalah anak tertua dari Kepala Kampung Ambumi yang bekerja sebagai tenaga PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) di kampungnya sendiri. Melalui hubungan saudara dengan seorang staf Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, maka ia ditugaskan untuk menjadi koordinator penanaman pohon mangrove di kawasan Kampung Ambumi yang merupakan bagian dari kawasan Teluk Cenderawasih.

Sepanjang perjalanan menuju muara Kali Wosimi, saya melihat perbukitan yang dipenuhi dengan kebun-kebun masyarakat dari Kampung Ambumi dan Kampung Yerinusi. Ternyata betul saja, di samping Kali Wosimi yang terbentang dari Kampung Ambumi terdapat dusun-dusun sagu dan kebun-kebun masyarakat. Beberapa masyarakat kami jumpai tengah mendayung perahu mereka yang ukurannya kecil-kecil untuk menuju ke kebun atau dusun sagu. Kepemilikan kebun-kebun tersebut sesuai dengan hak-hak ulayat masing-masing marga, sehingga masing-masing marga dan seluruh anggota memiliki kebun di sepanjang muara Kali Wosimi. Terdapat juga wilayah pemakaman masyarakat yang juga terletak di sepanjang muara Kali Wosimi.

 

BACA JUGA: 

  • Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (1)

 

Saat hari menjelang siang, kurang lebih pukul 11.00, kami diberitahu agar bersiap untuk menuju muara Kali Wosimi melakukan penanaman pohon mangrove. Sebelumnya, beberapa anak muda keluar dari rumah panggung yang bersebelahan dengan rumah kepala kampung. Mereka telah dijamu oleh anak kepala kampung dengan makan mie instan dan nasi sebelum melakukan penanaman mangrove. Jumlah mereka cukup banyak kurang lebih 8 orang dengan menggunakan satu perahu besar dilengkapi dengan bekal air minum, biskuit, dan saguer (minuman lokal dari air kelapa yang diawetkan).

Penanaman pohon mangrove saat air laut meti (surut). (foto: I Ngurah Suryawan)

Sesampainya di muara Kali Wosimi, air sudah meti (surut). Pohon-pohon mangrove yang sebelumnya telah dibuang tampak jelas terlihat ketika air meti. Saat itu kami kurang lebih berjumlah 30-an orang terdiri dari anak-anak muda dan warga Kampung Ambumi dan Yerinusi. Ada yang menggunakan perahu Waruri milik kepala Kampung Ambumi dan ada juga dengan perahu sendiri menuju muara Kali Wosimi dan bergabung untuk menanam mangrove.

Langkah yang pertama dilakukan adalah mengukur penanaman pohon mangrove. Beberapa warga mencari ranting-ranting di daratan sebagai penyangga pohon mangrove yang masih kecil. Saat itu target dari penanaman mangrove adalah sepanjang pinggiran muara Kali Wosimi. Namun untuk hari pertama ini, jumlah pohon mangrove yang dibawa tidak begitu banyak. Mereka memperkirakan bisa menyelesaikan penanaman mangrove di seluruh pinggiran muara Kali Wosimi selama seminggu.

Penanaman pohon mangrove saat air laut meti (surut). (foto: I Ngurah Suryawan)
Tags: eksplorasiekspoitasikonservasiPapua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (1)

Next Post

Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

I Ngurah Suryawan

I Ngurah Suryawan

Antropolog yang menulis Mencari Bali yang Berubah (2018). Dosen di Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co