2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (2)

I Ngurah Suryawan by I Ngurah Suryawan
October 27, 2018
in Esai
Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (2)

Penanaman pohon mangrove saat air laut meti (surut). (foto: I Ngurah Suryawan)

KAMPUNG Ambumi tidak benar-benar terisolir. Buktinya adalah perusahaan kayu masuk menerabas hutan-hutan alami di sekitar mereka. Kampung tetangga, yaitu Naikere menjadi sasaran perusahaan kayu dan tidak jarang para pembalak liar. Kantor semi permanen perusahaan kayu terbangun di pinggiran Kali Wosimi. Kampung Yerinusi, tetangga Kampung Ambumi akan pindah ke lokasi lokpon (pelabuhan) tempat kantor perusahaan kayu yang beroperasi di kawasan Ambumi dan Yerinusi.

Saat ini di lokasi lokpon telah berdiri kantor Distrik Kuri Wamesa, beberapa rumah-rumah penduduk dari marga Mariai juga memilih menetap di lokpon. Saat saya mengunjungi lokpon, beberapa rumah-rumah sederhana dari penduduk telah berdiri. Kebun-kebun pun sudah terlihat dibabat oleh masyarakat dan siap untuk ditanami. Kantor perusahaan kayu yang beroperasi di kawasan Ambumi dan Naikere juga berdiri megah dengan rumah-rumah kayu. Beberapa orang tampak duduk-duduk bercengkrama. Potongan-potongan kayu besar tertumpuk menunggu untuk dikirim, sementara sepanjang jalan menuju lokpon alat-alat berat tampak terlantar.

Saya melewati jalan menuju lokpon dari Distrik Naikere. Jalanan yang berliku dan kanan kiri jalan dipenuhi dengan pohon-pohon dan tumbuhan yang lebat. Barak-barak para tukang sensor (pemotong kayu) kayu banyak terlihat. Potongan-potongan kayu dari yang paling besar hingga kecil serta deru suara mesin sensor tampak terdengar ketika mobil truk yang saya tumpangi memecah jalan di are pegunungan kawasan Teluk Wondama. Tampak juga beberapa alat-alat berat yang tak terurus dan terlantar dan sudah mengkarat. Alat-alat berat tersebut sepertinya digunakan untuk mengangkut material untuk jalan, mengangkat kayu dan kegiatan untuk membuka kawasan hutan di pedalaman Teluk Wondama.

Merawat Mangrove

Muara Kali Wosimi sebagai tempat asal mula dari Kampung Ambumi kini banyak ditumbuhi pohon mangrove di pinggir kali. Saat air meti (surut), akan terlihat beberapa pohon mangrove muda yang ditanam oleh masyarakat Kampung Ambumi. Penanaman ini bekerjasama dengan Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat. Saya mengikuti kegiatan penanaman pohon mangrove tersebut bersama masyarakat di Kampung Ambumi dan Yerinusi.

Saat pagi hari ketika air masih pasang, masyarakat dengan menggunakan perahu dari Kepala Kampung Ambumi, Dominggus Kiri mengangkat pohon-pohon mangrove yang telah ditanam oleh masyarakat untuk dinaikkan ke atas kapal. Beberapa pohon dibawa di dalam kapal kemudian dengan beberapa anak muda ikut dalam rombongan untuk melempar pohon-pohon mangrove tersebut di pinggiran muara Kali Wosimi. Kami kemudian kembali lagi ke kampung untuk mempersiapkan diri pada penanaman mangrove menunggu air meti (surut).

Sebagian warga Kampung Ambumi dan Yerinusi yang melakukan kegiatan penanaman pohon mangrove di muara Kali Wosimi. (foto: I Ngurah Suryawan)

Beberapa anak muda dan kelompok masyarakat lainnya yang bergabung dalam penanaman mangrove, berkumpul di rumah Kepala Kampung Ambumi. Secara kebetulan yang menjadi koordinator dari penanaman mangrove itu adalah anak tertua dari Kepala Kampung Ambumi yang bekerja sebagai tenaga PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) di kampungnya sendiri. Melalui hubungan saudara dengan seorang staf Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, maka ia ditugaskan untuk menjadi koordinator penanaman pohon mangrove di kawasan Kampung Ambumi yang merupakan bagian dari kawasan Teluk Cenderawasih.

Sepanjang perjalanan menuju muara Kali Wosimi, saya melihat perbukitan yang dipenuhi dengan kebun-kebun masyarakat dari Kampung Ambumi dan Kampung Yerinusi. Ternyata betul saja, di samping Kali Wosimi yang terbentang dari Kampung Ambumi terdapat dusun-dusun sagu dan kebun-kebun masyarakat. Beberapa masyarakat kami jumpai tengah mendayung perahu mereka yang ukurannya kecil-kecil untuk menuju ke kebun atau dusun sagu. Kepemilikan kebun-kebun tersebut sesuai dengan hak-hak ulayat masing-masing marga, sehingga masing-masing marga dan seluruh anggota memiliki kebun di sepanjang muara Kali Wosimi. Terdapat juga wilayah pemakaman masyarakat yang juga terletak di sepanjang muara Kali Wosimi.

 

BACA JUGA: 

  • Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (1)

 

Saat hari menjelang siang, kurang lebih pukul 11.00, kami diberitahu agar bersiap untuk menuju muara Kali Wosimi melakukan penanaman pohon mangrove. Sebelumnya, beberapa anak muda keluar dari rumah panggung yang bersebelahan dengan rumah kepala kampung. Mereka telah dijamu oleh anak kepala kampung dengan makan mie instan dan nasi sebelum melakukan penanaman mangrove. Jumlah mereka cukup banyak kurang lebih 8 orang dengan menggunakan satu perahu besar dilengkapi dengan bekal air minum, biskuit, dan saguer (minuman lokal dari air kelapa yang diawetkan).

Penanaman pohon mangrove saat air laut meti (surut). (foto: I Ngurah Suryawan)

Sesampainya di muara Kali Wosimi, air sudah meti (surut). Pohon-pohon mangrove yang sebelumnya telah dibuang tampak jelas terlihat ketika air meti. Saat itu kami kurang lebih berjumlah 30-an orang terdiri dari anak-anak muda dan warga Kampung Ambumi dan Yerinusi. Ada yang menggunakan perahu Waruri milik kepala Kampung Ambumi dan ada juga dengan perahu sendiri menuju muara Kali Wosimi dan bergabung untuk menanam mangrove.

Langkah yang pertama dilakukan adalah mengukur penanaman pohon mangrove. Beberapa warga mencari ranting-ranting di daratan sebagai penyangga pohon mangrove yang masih kecil. Saat itu target dari penanaman mangrove adalah sepanjang pinggiran muara Kali Wosimi. Namun untuk hari pertama ini, jumlah pohon mangrove yang dibawa tidak begitu banyak. Mereka memperkirakan bisa menyelesaikan penanaman mangrove di seluruh pinggiran muara Kali Wosimi selama seminggu.

Penanaman pohon mangrove saat air laut meti (surut). (foto: I Ngurah Suryawan)
Tags: eksplorasiekspoitasikonservasiPapua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampung Papua, Antara Eksploitasi dan Konservasi (1)

Next Post

Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

I Ngurah Suryawan

I Ngurah Suryawan

Antropolog yang menulis Mencari Bali yang Berubah (2018). Dosen di Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

Kujadikan Kau Dongeng Sebelum Tidur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co