3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seloyang Pizza

Geg Ary Suharsani by Geg Ary Suharsani
December 2, 2018
in Cerpen
Seloyang Pizza

PULUNG menatap sobekan koran di hadapannya. Entah koran tertanggal berapa. Entah dari mana Pulung mendapatkannya. Sepanjang hari selalu dia sempatkan untuk menatap sobekan koran itu. Morin, ibunya, tahu apa yang dipandangi oleh Pulung. Gambar yang mampu menerbitkan air liurnya dan membawanya merasakan nikmat pada tiap liur yang terbit.

Pizza. Gambar seloyang pizza. Itulah yang ditatap Pulung berlama-lama. Pagi hari ketika baru bangun. Disela-sela waktu bermainnya. Siang saat dia menunggui ibunya bekerja serabutan entah dimana entah kapan. Sobekan koran itu selalu menyertainya.

Malam ketika menjelang tidur, dia akan menempel sobekan kertas bergambar seloyang pizza itu di tembok lembab kamar kost tempat Pulung dan Morin berlindung dalam gelap. Untuk esok harinya, saat diluar mulai terdengar kesibukan pagi hari, Pulung membuka mata dan gambar seloyang pizza itulah yang menyapanya. Menyertai teriakan Morin yang mengajaknya untuk segera bergegas. Jika tak keluar hari ini, maka tak ada uang hari ini. Tak ada uang artinya tidak makan.

Diam-diam Morin selalu memandangi Pulung, bocah lima tahun miliknya satu satunya, saat Pulung sedang lekat memandangi gambar seloyang pizza. Begitu lekat hingga gambar pizza yang sedang tercabik merekah berbentuk segitiga bergetah putih itu seolah bisa ditelannya dengan lahap. Ada irisan daging, dan sebentuk cabe merah dan cabe hijau disana sini. Taburan merica hitam. Irisan bawang, serta lelehan berwarna putih yang Morin tahu bahwa itu adalah keju. Merah warna tomat dan juga bulatan sosis tipis-tipis. Pinggirannya coklat keemasan dengan serpihan tepung putih.

Morin sayang Pulung. Tentu saja. Siapa yang tidak akan menyayangi Pulung. Bocah sederhana, yang tak pernah minta apa-apa. Bertubuh pipih, kecil, rambut kemerahan, kulit pucat. Tubuh dimana rasa iba dengan mudah bisa bersandar. Tak pernah merajuk dan sangat tahu diri saat Morin sedang bekerja. Bahkan tak jarang dia membantu, apa saja yang bisa dibantu.

Seperti tahu takdir dan kehidupannya, Pulung hanya diam dan mengalir apa adanya. Morin bahkan tak pernah mengeluh tentang Pulung, karena tidak ada yang bisa dikeluhkan seperti halnya ibu ibu lain yang mengeluhkan kenakalan anaknya. Hampir Morin tak menyadari bahwa anaknya  belum genap 6 tahun.

Pulung tak pernah meminta. Tapi sorot mata Pulung menandakan dia sangat menginginkan pizza itu. Kali ini Morin pun sangat ingin memenuhi keinginan bocah kecilnya. Dia menghitung-hitung uangnya. Diam-diam dia menyisihkan sedikit demi sedikit, dan bekerja lebih keras dari biasanya. Morin membaca angka yang tertera di sobekan kertas itu. Pasti akan tercapai suatu saat. Batinnya.

Dalam bekerjanya yang lebih keras, Morin membayangkan binar mata Pulung ketika menerima seloyang pizza darinya. Morin membayangkan apa yang akan diucapkan oleh Pulung. Morin membayangkan lezat pizza itu ketika dikunyah oleh Pulung. Morin membayangkan mereka akan duduk berdua, berhadapan memakan sedikit demi sedikit pizza itu. Tentu Pulung akan mendapat porsi yang lebih besar. Morin tak jarang tersenyum sendiri saat membayangkan momen itu.

Akhirnya uang Morin terkumpul. Tangan Morin memegang erat kotak pizza yang masih panas di tangannya. Bergegas dia menuju tempat kostnya, dimana tadi dia meminta Pulung untuk menunggunya dan jangan kemana-mana untuk beberapa saat.

Tapi…jantungnya berdegup kencang, saat tempat kostnya hanya berjarak 50 meter dari tempatnya berdiri. Tempat kostnya yang berhimpitan diantara kost kost dan rumah sangat sederhana itu begitu ramai dengan orang-orang yang tidak dia kenal.

Morin mencari-cari Pulung. Dia segera berlari menuju kamar kostnya. Dan dilihatnya Pulung berlari tergopoh-gopoh menyambutnya, sambil berteriak-teriak kegirangan. Morin lega.

“Ibu…Ibu….kita beruntung Bu. Kita beruntung Bu..!”

“Ada apa Pulung..ada apa?”

“Bu, kita dapat banyak sekali makanan seperti yang di gambar itu.”

“Lihat Bu…banyak sekali…” Pulung tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

Tangan Pulung menunjuk 4 tumpuk kotak yang diletakkan ditengah kamar kostnya. Kotak yang serupa dengan kotak yang dipegang oleh Morin. Namun 4 kotak itu ukurannya lebih besar. Pulung bercerita ada kakak-kakak yang baik hati yang membagikannya.

Tak berapa lama datang dua orang wanita yang menjelaskan bahwa mereka sedang berbagi dengan anak anak di daerah ini. Mereka ingin berbagi kebahagiaan. Membagikan beberapa kotak pizza ini adalah salah satu program mereka.

Wanita itu menjelaskan kegiatan yang mereka lakukan, siapa yang mereka ajak berbagi, apa tujuan kegiatan mereka, mengapa mereka memilih daerah ini.

Tapi semua penjelasan itu hanya lewat begitu saja. Tangan Morin mencengkeram erat kotak pizza yang terasa makin panas ditangannya. Teringat betapa gugupnya dia memasuki tempat perbelanjaan dengan lantai mengkilap tempat pizza yang seperti gambar pada sobekan koran itu dijual. Bertanya kesana kemari,  dan gemetar menunjukkan gambar pizza yang dia inginkan. Menghitung dan memastikan bahwa uangnya cukup untuk membeli seloyang pizza yang diimpikan Pulung. Menggenggamnya erat-erat dalam perjalan pulang menuju tempat kost, seolah benda paling berharga miliknya.

Morin melihat senyum Pulung yang dia bayangkan saat bekerja lebih keras, beterbangan disekelilingnya. Bayangan berbagi pizza, menggigit sedikit demi sedikit, sirna perlahan. Bayangan akan percakapan riang mereka sambil mengunyah pizza, menjauh makin jauh. Diantara lamat-lamat suara ceria penuh antusias dari dua wanita itu.

Morin tidak tahu apakah kali ini dia harus bersyukur atau justru cemburu karena mimpi indahnya yang tercerabut. (T)

 

Tags: Cerpen
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Siswa Lokal Bali di Sekolah Internasional: Cari Ilmu atau Gengsi?

Next Post

Kawan Tiba (Suatu) Senja

Geg Ary Suharsani

Geg Ary Suharsani

penulis karya jurnalistik dan sastra

Related Posts

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
0
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

Read moreDetails

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

by Hidayatul Ulum
May 30, 2026
0
Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

PRIA-PRIA yang kau semayamkan di awan kita, tak satu pun Mas kenal—awalnya. Setelah Mas membaca jejak hatimu yang kau tinggalkan...

Read moreDetails

Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
May 29, 2026
0
Koran Minggu dan Sebungkus Nasi | Cerpen Aksara Caramellia

JAM menunjukkan pukul 05.15 pagi ketika kaki renta Pak Syukur mulai menyusuri gang sempit menuju pinggir jalan raya. Embun belum...

Read moreDetails

Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

by Pitrus Puspito
May 24, 2026
0
Mengikat Tali Sepatu | Cerpen Pitrus Puspito

Alfie percaya bahwa dunia dapat diringkas menjadi kolom-kolom rapi: pemasukan, pengeluaran, untung, rugi. Di layar ponselnya, angka-angka berpendar seperti doa...

Read moreDetails

Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

by Luh Aninditha Wiralaba
May 23, 2026
0
Kidung yang Tenggelam | Cerpen Luh Aninditha Wiralaba

PAGI di desa Bugbeg selalu dimulai dengan cara yang sama. Bau dupa yang menyeruak, ayam-ayam berkokok ria, dan dentingan gamelan...

Read moreDetails

Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

by Dody Widianto
May 22, 2026
0
Di Pasar Cublak, Setelah Pinus-Pinus Berbisik | Cerpen Dody Widianto

RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka...

Read moreDetails

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails
Next Post
Kawan Tiba (Suatu) Senja

Kawan Tiba (Suatu) Senja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co