23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seloyang Pizza

Geg Ary Suharsani by Geg Ary Suharsani
December 2, 2018
in Cerpen
Seloyang Pizza

PULUNG menatap sobekan koran di hadapannya. Entah koran tertanggal berapa. Entah dari mana Pulung mendapatkannya. Sepanjang hari selalu dia sempatkan untuk menatap sobekan koran itu. Morin, ibunya, tahu apa yang dipandangi oleh Pulung. Gambar yang mampu menerbitkan air liurnya dan membawanya merasakan nikmat pada tiap liur yang terbit.

Pizza. Gambar seloyang pizza. Itulah yang ditatap Pulung berlama-lama. Pagi hari ketika baru bangun. Disela-sela waktu bermainnya. Siang saat dia menunggui ibunya bekerja serabutan entah dimana entah kapan. Sobekan koran itu selalu menyertainya.

Malam ketika menjelang tidur, dia akan menempel sobekan kertas bergambar seloyang pizza itu di tembok lembab kamar kost tempat Pulung dan Morin berlindung dalam gelap. Untuk esok harinya, saat diluar mulai terdengar kesibukan pagi hari, Pulung membuka mata dan gambar seloyang pizza itulah yang menyapanya. Menyertai teriakan Morin yang mengajaknya untuk segera bergegas. Jika tak keluar hari ini, maka tak ada uang hari ini. Tak ada uang artinya tidak makan.

Diam-diam Morin selalu memandangi Pulung, bocah lima tahun miliknya satu satunya, saat Pulung sedang lekat memandangi gambar seloyang pizza. Begitu lekat hingga gambar pizza yang sedang tercabik merekah berbentuk segitiga bergetah putih itu seolah bisa ditelannya dengan lahap. Ada irisan daging, dan sebentuk cabe merah dan cabe hijau disana sini. Taburan merica hitam. Irisan bawang, serta lelehan berwarna putih yang Morin tahu bahwa itu adalah keju. Merah warna tomat dan juga bulatan sosis tipis-tipis. Pinggirannya coklat keemasan dengan serpihan tepung putih.

Morin sayang Pulung. Tentu saja. Siapa yang tidak akan menyayangi Pulung. Bocah sederhana, yang tak pernah minta apa-apa. Bertubuh pipih, kecil, rambut kemerahan, kulit pucat. Tubuh dimana rasa iba dengan mudah bisa bersandar. Tak pernah merajuk dan sangat tahu diri saat Morin sedang bekerja. Bahkan tak jarang dia membantu, apa saja yang bisa dibantu.

Seperti tahu takdir dan kehidupannya, Pulung hanya diam dan mengalir apa adanya. Morin bahkan tak pernah mengeluh tentang Pulung, karena tidak ada yang bisa dikeluhkan seperti halnya ibu ibu lain yang mengeluhkan kenakalan anaknya. Hampir Morin tak menyadari bahwa anaknya  belum genap 6 tahun.

Pulung tak pernah meminta. Tapi sorot mata Pulung menandakan dia sangat menginginkan pizza itu. Kali ini Morin pun sangat ingin memenuhi keinginan bocah kecilnya. Dia menghitung-hitung uangnya. Diam-diam dia menyisihkan sedikit demi sedikit, dan bekerja lebih keras dari biasanya. Morin membaca angka yang tertera di sobekan kertas itu. Pasti akan tercapai suatu saat. Batinnya.

Dalam bekerjanya yang lebih keras, Morin membayangkan binar mata Pulung ketika menerima seloyang pizza darinya. Morin membayangkan apa yang akan diucapkan oleh Pulung. Morin membayangkan lezat pizza itu ketika dikunyah oleh Pulung. Morin membayangkan mereka akan duduk berdua, berhadapan memakan sedikit demi sedikit pizza itu. Tentu Pulung akan mendapat porsi yang lebih besar. Morin tak jarang tersenyum sendiri saat membayangkan momen itu.

Akhirnya uang Morin terkumpul. Tangan Morin memegang erat kotak pizza yang masih panas di tangannya. Bergegas dia menuju tempat kostnya, dimana tadi dia meminta Pulung untuk menunggunya dan jangan kemana-mana untuk beberapa saat.

Tapi…jantungnya berdegup kencang, saat tempat kostnya hanya berjarak 50 meter dari tempatnya berdiri. Tempat kostnya yang berhimpitan diantara kost kost dan rumah sangat sederhana itu begitu ramai dengan orang-orang yang tidak dia kenal.

Morin mencari-cari Pulung. Dia segera berlari menuju kamar kostnya. Dan dilihatnya Pulung berlari tergopoh-gopoh menyambutnya, sambil berteriak-teriak kegirangan. Morin lega.

“Ibu…Ibu….kita beruntung Bu. Kita beruntung Bu..!”

“Ada apa Pulung..ada apa?”

“Bu, kita dapat banyak sekali makanan seperti yang di gambar itu.”

“Lihat Bu…banyak sekali…” Pulung tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

Tangan Pulung menunjuk 4 tumpuk kotak yang diletakkan ditengah kamar kostnya. Kotak yang serupa dengan kotak yang dipegang oleh Morin. Namun 4 kotak itu ukurannya lebih besar. Pulung bercerita ada kakak-kakak yang baik hati yang membagikannya.

Tak berapa lama datang dua orang wanita yang menjelaskan bahwa mereka sedang berbagi dengan anak anak di daerah ini. Mereka ingin berbagi kebahagiaan. Membagikan beberapa kotak pizza ini adalah salah satu program mereka.

Wanita itu menjelaskan kegiatan yang mereka lakukan, siapa yang mereka ajak berbagi, apa tujuan kegiatan mereka, mengapa mereka memilih daerah ini.

Tapi semua penjelasan itu hanya lewat begitu saja. Tangan Morin mencengkeram erat kotak pizza yang terasa makin panas ditangannya. Teringat betapa gugupnya dia memasuki tempat perbelanjaan dengan lantai mengkilap tempat pizza yang seperti gambar pada sobekan koran itu dijual. Bertanya kesana kemari,  dan gemetar menunjukkan gambar pizza yang dia inginkan. Menghitung dan memastikan bahwa uangnya cukup untuk membeli seloyang pizza yang diimpikan Pulung. Menggenggamnya erat-erat dalam perjalan pulang menuju tempat kost, seolah benda paling berharga miliknya.

Morin melihat senyum Pulung yang dia bayangkan saat bekerja lebih keras, beterbangan disekelilingnya. Bayangan berbagi pizza, menggigit sedikit demi sedikit, sirna perlahan. Bayangan akan percakapan riang mereka sambil mengunyah pizza, menjauh makin jauh. Diantara lamat-lamat suara ceria penuh antusias dari dua wanita itu.

Morin tidak tahu apakah kali ini dia harus bersyukur atau justru cemburu karena mimpi indahnya yang tercerabut. (T)

 

Tags: Cerpen
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Siswa Lokal Bali di Sekolah Internasional: Cari Ilmu atau Gengsi?

Next Post

Kawan Tiba (Suatu) Senja

Geg Ary Suharsani

Geg Ary Suharsani

penulis karya jurnalistik dan sastra

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Kawan Tiba (Suatu) Senja

Kawan Tiba (Suatu) Senja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co