2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seloyang Pizza

Geg Ary Suharsani by Geg Ary Suharsani
December 2, 2018
in Cerpen
Seloyang Pizza

PULUNG menatap sobekan koran di hadapannya. Entah koran tertanggal berapa. Entah dari mana Pulung mendapatkannya. Sepanjang hari selalu dia sempatkan untuk menatap sobekan koran itu. Morin, ibunya, tahu apa yang dipandangi oleh Pulung. Gambar yang mampu menerbitkan air liurnya dan membawanya merasakan nikmat pada tiap liur yang terbit.

Pizza. Gambar seloyang pizza. Itulah yang ditatap Pulung berlama-lama. Pagi hari ketika baru bangun. Disela-sela waktu bermainnya. Siang saat dia menunggui ibunya bekerja serabutan entah dimana entah kapan. Sobekan koran itu selalu menyertainya.

Malam ketika menjelang tidur, dia akan menempel sobekan kertas bergambar seloyang pizza itu di tembok lembab kamar kost tempat Pulung dan Morin berlindung dalam gelap. Untuk esok harinya, saat diluar mulai terdengar kesibukan pagi hari, Pulung membuka mata dan gambar seloyang pizza itulah yang menyapanya. Menyertai teriakan Morin yang mengajaknya untuk segera bergegas. Jika tak keluar hari ini, maka tak ada uang hari ini. Tak ada uang artinya tidak makan.

Diam-diam Morin selalu memandangi Pulung, bocah lima tahun miliknya satu satunya, saat Pulung sedang lekat memandangi gambar seloyang pizza. Begitu lekat hingga gambar pizza yang sedang tercabik merekah berbentuk segitiga bergetah putih itu seolah bisa ditelannya dengan lahap. Ada irisan daging, dan sebentuk cabe merah dan cabe hijau disana sini. Taburan merica hitam. Irisan bawang, serta lelehan berwarna putih yang Morin tahu bahwa itu adalah keju. Merah warna tomat dan juga bulatan sosis tipis-tipis. Pinggirannya coklat keemasan dengan serpihan tepung putih.

Morin sayang Pulung. Tentu saja. Siapa yang tidak akan menyayangi Pulung. Bocah sederhana, yang tak pernah minta apa-apa. Bertubuh pipih, kecil, rambut kemerahan, kulit pucat. Tubuh dimana rasa iba dengan mudah bisa bersandar. Tak pernah merajuk dan sangat tahu diri saat Morin sedang bekerja. Bahkan tak jarang dia membantu, apa saja yang bisa dibantu.

Seperti tahu takdir dan kehidupannya, Pulung hanya diam dan mengalir apa adanya. Morin bahkan tak pernah mengeluh tentang Pulung, karena tidak ada yang bisa dikeluhkan seperti halnya ibu ibu lain yang mengeluhkan kenakalan anaknya. Hampir Morin tak menyadari bahwa anaknya  belum genap 6 tahun.

Pulung tak pernah meminta. Tapi sorot mata Pulung menandakan dia sangat menginginkan pizza itu. Kali ini Morin pun sangat ingin memenuhi keinginan bocah kecilnya. Dia menghitung-hitung uangnya. Diam-diam dia menyisihkan sedikit demi sedikit, dan bekerja lebih keras dari biasanya. Morin membaca angka yang tertera di sobekan kertas itu. Pasti akan tercapai suatu saat. Batinnya.

Dalam bekerjanya yang lebih keras, Morin membayangkan binar mata Pulung ketika menerima seloyang pizza darinya. Morin membayangkan apa yang akan diucapkan oleh Pulung. Morin membayangkan lezat pizza itu ketika dikunyah oleh Pulung. Morin membayangkan mereka akan duduk berdua, berhadapan memakan sedikit demi sedikit pizza itu. Tentu Pulung akan mendapat porsi yang lebih besar. Morin tak jarang tersenyum sendiri saat membayangkan momen itu.

Akhirnya uang Morin terkumpul. Tangan Morin memegang erat kotak pizza yang masih panas di tangannya. Bergegas dia menuju tempat kostnya, dimana tadi dia meminta Pulung untuk menunggunya dan jangan kemana-mana untuk beberapa saat.

Tapi…jantungnya berdegup kencang, saat tempat kostnya hanya berjarak 50 meter dari tempatnya berdiri. Tempat kostnya yang berhimpitan diantara kost kost dan rumah sangat sederhana itu begitu ramai dengan orang-orang yang tidak dia kenal.

Morin mencari-cari Pulung. Dia segera berlari menuju kamar kostnya. Dan dilihatnya Pulung berlari tergopoh-gopoh menyambutnya, sambil berteriak-teriak kegirangan. Morin lega.

“Ibu…Ibu….kita beruntung Bu. Kita beruntung Bu..!”

“Ada apa Pulung..ada apa?”

“Bu, kita dapat banyak sekali makanan seperti yang di gambar itu.”

“Lihat Bu…banyak sekali…” Pulung tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

Tangan Pulung menunjuk 4 tumpuk kotak yang diletakkan ditengah kamar kostnya. Kotak yang serupa dengan kotak yang dipegang oleh Morin. Namun 4 kotak itu ukurannya lebih besar. Pulung bercerita ada kakak-kakak yang baik hati yang membagikannya.

Tak berapa lama datang dua orang wanita yang menjelaskan bahwa mereka sedang berbagi dengan anak anak di daerah ini. Mereka ingin berbagi kebahagiaan. Membagikan beberapa kotak pizza ini adalah salah satu program mereka.

Wanita itu menjelaskan kegiatan yang mereka lakukan, siapa yang mereka ajak berbagi, apa tujuan kegiatan mereka, mengapa mereka memilih daerah ini.

Tapi semua penjelasan itu hanya lewat begitu saja. Tangan Morin mencengkeram erat kotak pizza yang terasa makin panas ditangannya. Teringat betapa gugupnya dia memasuki tempat perbelanjaan dengan lantai mengkilap tempat pizza yang seperti gambar pada sobekan koran itu dijual. Bertanya kesana kemari,  dan gemetar menunjukkan gambar pizza yang dia inginkan. Menghitung dan memastikan bahwa uangnya cukup untuk membeli seloyang pizza yang diimpikan Pulung. Menggenggamnya erat-erat dalam perjalan pulang menuju tempat kost, seolah benda paling berharga miliknya.

Morin melihat senyum Pulung yang dia bayangkan saat bekerja lebih keras, beterbangan disekelilingnya. Bayangan berbagi pizza, menggigit sedikit demi sedikit, sirna perlahan. Bayangan akan percakapan riang mereka sambil mengunyah pizza, menjauh makin jauh. Diantara lamat-lamat suara ceria penuh antusias dari dua wanita itu.

Morin tidak tahu apakah kali ini dia harus bersyukur atau justru cemburu karena mimpi indahnya yang tercerabut. (T)

 

Tags: Cerpen
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Siswa Lokal Bali di Sekolah Internasional: Cari Ilmu atau Gengsi?

Next Post

Kawan Tiba (Suatu) Senja

Geg Ary Suharsani

Geg Ary Suharsani

penulis karya jurnalistik dan sastra

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Kawan Tiba (Suatu) Senja

Kawan Tiba (Suatu) Senja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co