12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seloyang Pizza

Geg Ary Suharsani by Geg Ary Suharsani
December 2, 2018
in Cerpen
Seloyang Pizza

PULUNG menatap sobekan koran di hadapannya. Entah koran tertanggal berapa. Entah dari mana Pulung mendapatkannya. Sepanjang hari selalu dia sempatkan untuk menatap sobekan koran itu. Morin, ibunya, tahu apa yang dipandangi oleh Pulung. Gambar yang mampu menerbitkan air liurnya dan membawanya merasakan nikmat pada tiap liur yang terbit.

Pizza. Gambar seloyang pizza. Itulah yang ditatap Pulung berlama-lama. Pagi hari ketika baru bangun. Disela-sela waktu bermainnya. Siang saat dia menunggui ibunya bekerja serabutan entah dimana entah kapan. Sobekan koran itu selalu menyertainya.

Malam ketika menjelang tidur, dia akan menempel sobekan kertas bergambar seloyang pizza itu di tembok lembab kamar kost tempat Pulung dan Morin berlindung dalam gelap. Untuk esok harinya, saat diluar mulai terdengar kesibukan pagi hari, Pulung membuka mata dan gambar seloyang pizza itulah yang menyapanya. Menyertai teriakan Morin yang mengajaknya untuk segera bergegas. Jika tak keluar hari ini, maka tak ada uang hari ini. Tak ada uang artinya tidak makan.

Diam-diam Morin selalu memandangi Pulung, bocah lima tahun miliknya satu satunya, saat Pulung sedang lekat memandangi gambar seloyang pizza. Begitu lekat hingga gambar pizza yang sedang tercabik merekah berbentuk segitiga bergetah putih itu seolah bisa ditelannya dengan lahap. Ada irisan daging, dan sebentuk cabe merah dan cabe hijau disana sini. Taburan merica hitam. Irisan bawang, serta lelehan berwarna putih yang Morin tahu bahwa itu adalah keju. Merah warna tomat dan juga bulatan sosis tipis-tipis. Pinggirannya coklat keemasan dengan serpihan tepung putih.

Morin sayang Pulung. Tentu saja. Siapa yang tidak akan menyayangi Pulung. Bocah sederhana, yang tak pernah minta apa-apa. Bertubuh pipih, kecil, rambut kemerahan, kulit pucat. Tubuh dimana rasa iba dengan mudah bisa bersandar. Tak pernah merajuk dan sangat tahu diri saat Morin sedang bekerja. Bahkan tak jarang dia membantu, apa saja yang bisa dibantu.

Seperti tahu takdir dan kehidupannya, Pulung hanya diam dan mengalir apa adanya. Morin bahkan tak pernah mengeluh tentang Pulung, karena tidak ada yang bisa dikeluhkan seperti halnya ibu ibu lain yang mengeluhkan kenakalan anaknya. Hampir Morin tak menyadari bahwa anaknya  belum genap 6 tahun.

Pulung tak pernah meminta. Tapi sorot mata Pulung menandakan dia sangat menginginkan pizza itu. Kali ini Morin pun sangat ingin memenuhi keinginan bocah kecilnya. Dia menghitung-hitung uangnya. Diam-diam dia menyisihkan sedikit demi sedikit, dan bekerja lebih keras dari biasanya. Morin membaca angka yang tertera di sobekan kertas itu. Pasti akan tercapai suatu saat. Batinnya.

Dalam bekerjanya yang lebih keras, Morin membayangkan binar mata Pulung ketika menerima seloyang pizza darinya. Morin membayangkan apa yang akan diucapkan oleh Pulung. Morin membayangkan lezat pizza itu ketika dikunyah oleh Pulung. Morin membayangkan mereka akan duduk berdua, berhadapan memakan sedikit demi sedikit pizza itu. Tentu Pulung akan mendapat porsi yang lebih besar. Morin tak jarang tersenyum sendiri saat membayangkan momen itu.

Akhirnya uang Morin terkumpul. Tangan Morin memegang erat kotak pizza yang masih panas di tangannya. Bergegas dia menuju tempat kostnya, dimana tadi dia meminta Pulung untuk menunggunya dan jangan kemana-mana untuk beberapa saat.

Tapi…jantungnya berdegup kencang, saat tempat kostnya hanya berjarak 50 meter dari tempatnya berdiri. Tempat kostnya yang berhimpitan diantara kost kost dan rumah sangat sederhana itu begitu ramai dengan orang-orang yang tidak dia kenal.

Morin mencari-cari Pulung. Dia segera berlari menuju kamar kostnya. Dan dilihatnya Pulung berlari tergopoh-gopoh menyambutnya, sambil berteriak-teriak kegirangan. Morin lega.

“Ibu…Ibu….kita beruntung Bu. Kita beruntung Bu..!”

“Ada apa Pulung..ada apa?”

“Bu, kita dapat banyak sekali makanan seperti yang di gambar itu.”

“Lihat Bu…banyak sekali…” Pulung tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

Tangan Pulung menunjuk 4 tumpuk kotak yang diletakkan ditengah kamar kostnya. Kotak yang serupa dengan kotak yang dipegang oleh Morin. Namun 4 kotak itu ukurannya lebih besar. Pulung bercerita ada kakak-kakak yang baik hati yang membagikannya.

Tak berapa lama datang dua orang wanita yang menjelaskan bahwa mereka sedang berbagi dengan anak anak di daerah ini. Mereka ingin berbagi kebahagiaan. Membagikan beberapa kotak pizza ini adalah salah satu program mereka.

Wanita itu menjelaskan kegiatan yang mereka lakukan, siapa yang mereka ajak berbagi, apa tujuan kegiatan mereka, mengapa mereka memilih daerah ini.

Tapi semua penjelasan itu hanya lewat begitu saja. Tangan Morin mencengkeram erat kotak pizza yang terasa makin panas ditangannya. Teringat betapa gugupnya dia memasuki tempat perbelanjaan dengan lantai mengkilap tempat pizza yang seperti gambar pada sobekan koran itu dijual. Bertanya kesana kemari,  dan gemetar menunjukkan gambar pizza yang dia inginkan. Menghitung dan memastikan bahwa uangnya cukup untuk membeli seloyang pizza yang diimpikan Pulung. Menggenggamnya erat-erat dalam perjalan pulang menuju tempat kost, seolah benda paling berharga miliknya.

Morin melihat senyum Pulung yang dia bayangkan saat bekerja lebih keras, beterbangan disekelilingnya. Bayangan berbagi pizza, menggigit sedikit demi sedikit, sirna perlahan. Bayangan akan percakapan riang mereka sambil mengunyah pizza, menjauh makin jauh. Diantara lamat-lamat suara ceria penuh antusias dari dua wanita itu.

Morin tidak tahu apakah kali ini dia harus bersyukur atau justru cemburu karena mimpi indahnya yang tercerabut. (T)

 

Tags: Cerpen
Share13TweetSendShareSend
Previous Post

Siswa Lokal Bali di Sekolah Internasional: Cari Ilmu atau Gengsi?

Next Post

Kawan Tiba (Suatu) Senja

Geg Ary Suharsani

Geg Ary Suharsani

penulis karya jurnalistik dan sastra

Related Posts

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails
Next Post
Kawan Tiba (Suatu) Senja

Kawan Tiba (Suatu) Senja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co