Pada sebuah Pohon Soka yang tinggi, ada sarang Lebah. Letaknya tersembunyi pada celah-celah kayu yang besar. Tempat sarang yang tinggi...
Read moreDetailsAda berita dari mulut ke mulut yang berkembang diantara Bangsa Kelelawar. Berita baik yang sangat membuat bangga Bangsa Kelelawar. Raja...
Read moreDetailsHARAPAN Berharap semua ini hanya mimpi Ternyata sungguh nyata Sesuatu yang kecil Tak terbayangkan ada Tapi menyerang Setiap hari kian...
Read moreDetailsAlunan nyanyian tonggeret dan kicauan burung-burung bersahut-sahutan meramaikan luasnya hamparan perkebunan tumpang sari. Di perkebunan tumpang sari itu, hiduplah pohon...
Read moreDetailsKATA-KATAKU Kata-kataku adalah angin luka di dinding-dinding bukit Jeritan burung-burung patah sayap terjerat musim di lembah-lembah Kata-kataku derap kaki-kaki kuda...
Read moreDetailsCerpen Wayan Martino Di sebuah desa kecil di balik Gunung A, tinggalah seorang pemuda tanggung, belia dalam usia, dewasa dalam...
Read moreDetailsCerpen Putra Setiawan [] Suasana Krematorium Mumbul perlahan mulai sepi ditinggal pelayat. Satu per satu rekan almarhum Inez beranjak pergi...
Read moreDetailsPERJALANAN SANDYAKALA Sepanjang hari kita hanya bermain-main saja Menanam mimpi-mimpi kemudian membiarkannya diterbangkan angin. Dari atas bukit terlihat negeri kecil...
Read moreDetailsPendiam dalam gelap hitam tanpa cahaya ruang kosong tak berteman sendiri saja selamanya? kembali dengar suara itu memanggil lagi samar...
Read moreDetails1 Menit Sebelum 12 Malam Hari ini aku di kotamu Tapi tidak untuk bertemu. Langit abu-abu, mungkin karena sendu Ceritakan...
Read moreDetailsCerpen: Pandu Kalam Lima menit menjelang adzan, Marbot Li belum juga tiba di masjid. Jika ia mengulur waktu adzan hanya...
Read moreDetailsCerpen: Kris Alexsandro Menjelang SMP, aku selalu dipaksa ibu dan ayah harus masuk SMP negeri yang favorit dengan ancaman tidak...
Read moreDetailsCerpen: Ni Luh Puspa Pratiwi “Aku adalah perempuan terkutuk!” “Kita adalah kesalahan!” Perempuan itu masih termenung, memikirkan ke mana arah...
Read moreDetailsCerpen: Satria Aditya Hari sudah nampak gelap, lampu-lampu di depan rumah sudah dimatikan. Beberapa anjing nampak berkeliaran seperti saling menyapa...
Read moreDetailsCerpen: Luh Riasih “Aku sangat mencintaimu, apapun akan kulakukan untukmu!” Terdengar manis. Begitulah perasaan Gusti terhadap Dayu. Ketulusan besar Gusti...
Read moreDetailsCerpen: Ni Made Ari Dwijayanthi Akhirnya kau memilih tubuhku sebagai jalan kematianmu. Bersama kidung-kidung warna dan bunga yang ditempatkan musim...
Read moreDetailsCerpen: Carma Citrawati Aku bersumpah! Jika aku terkena penyakit yang tak bisa disembuhkan dan aku diajak ke dukun, aku akan...
Read moreDetailsCerpen: Eka Prasetya HARI beranjak malam. Waktunya sudah tiba. Aku segera beranjak ke kulkas di sudut kamar. Membukanya. Kosong. Tidak...
Read moreDetailsCerpen: Putri Budiastini Malam itu, tak ada suara. Terlihat lampu bohlam kuning, itulah satu-satunya penerangan di depan gerbang kontrakan. Cahayanya...
Read moreDetailsCerpen: Ida Ayu Wayan Sugiantari [] Ini hari kedua puluh sembilan di Bulan April, jam di dinding menunjukkan pukul satu...
Read moreDetailsCerpen: Geg Ary Suharsani [] Aku mencakupkan tangan di ubun-ubun. Kenanga, cempaka dan teratai putih menyembul dari kedua ujung jemariku...
Read moreDetailsSEEKOR LUKA BERSARANG Hidup tak selalu tentang matahari terbit atau kicauan murai batu tapi, juga tentang anak sungai yang tak...
Read moreDetailsCerpen: Widya Astuti [] Ni Sulasih mempercepat langkahnya. Sesekali dia menoleh ke belakang, memastikan tidak ada orang yang melihat atau...
Read moreDetailsDi pagi yang cerah, Bhatara Guru dan Dewi Uma jalan-jalan di atas hutan Gunung Indrakila. Mereka begitu bahagia memandang hijaunya...
Read moreDetailsKEDAI EMBARA Bayangkan setelah tutup mata, warna tiada, hitam putih, ketikan dan kertas, merah, bungkus renyah lidah, biru, tangkup alir...
Read moreDetailsCerpen: Surya Gemilang Namaku Arno Frisch, sebelum dipaksa berubah menjadi Paul. Pada awal 1997, suatu malam, ketika aku sedang tidur...
Read moreDetailsPROSA ALTAR SUCI Dari balik jendela waktu Terlihat bunga-bunga indah Menghiasi sebuah pelaminan Harum wangi parfum Menapaki jejak jejak upacara...
Read moreDetailsCerpen: Livia Hilda / Ilustrasi: Made Dwita Kartini Ibu duduk menghadap laut di depan rumah seperti biasa. Di dekat kakinya...
Read moreDetailsCerpen IDK Raka Kusuma I Dewa Manguri, dikawal empat orang prajurit berdiri di Pantai Kelingking. Keris terhunus di tangan kanannya....
Read moreDetailsPisau telentang di meja dapur. Di sampingnya, Mangga terkapar tak bergeming. Wajah Pisau merona merah cemburu pada langit sore. Ulat...
Read moreDetailsPADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...
Read moreDetailsSATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...
Read moreDetailsSejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...
Read moreDetails

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...
CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...
Sekitar 6.000 pengunjung menghadiri hari pertama Jembrana Creative Festival (JCF) 2026 di Taman Pecangakan, Negara, Sabtu (31/10/2026). Berdasarkan catatan panitia,...

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...
“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...
TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co