Cerpen Putra Setiawan [] Suasana Krematorium Mumbul perlahan mulai sepi ditinggal pelayat. Satu per satu rekan almarhum Inez beranjak pergi...
Read moreDetailsPERJALANAN SANDYAKALA Sepanjang hari kita hanya bermain-main saja Menanam mimpi-mimpi kemudian membiarkannya diterbangkan angin. Dari atas bukit terlihat negeri kecil...
Read moreDetailsPendiam dalam gelap hitam tanpa cahaya ruang kosong tak berteman sendiri saja selamanya? kembali dengar suara itu memanggil lagi samar...
Read moreDetails1 Menit Sebelum 12 Malam Hari ini aku di kotamu Tapi tidak untuk bertemu. Langit abu-abu, mungkin karena sendu Ceritakan...
Read moreDetailsCerpen: Pandu Kalam Lima menit menjelang adzan, Marbot Li belum juga tiba di masjid. Jika ia mengulur waktu adzan hanya...
Read moreDetailsCerpen: Kris Alexsandro Menjelang SMP, aku selalu dipaksa ibu dan ayah harus masuk SMP negeri yang favorit dengan ancaman tidak...
Read moreDetailsCerpen: Ni Luh Puspa Pratiwi “Aku adalah perempuan terkutuk!” “Kita adalah kesalahan!” Perempuan itu masih termenung, memikirkan ke mana arah...
Read moreDetailsCerpen: Satria Aditya Hari sudah nampak gelap, lampu-lampu di depan rumah sudah dimatikan. Beberapa anjing nampak berkeliaran seperti saling menyapa...
Read moreDetailsCerpen: Luh Riasih “Aku sangat mencintaimu, apapun akan kulakukan untukmu!” Terdengar manis. Begitulah perasaan Gusti terhadap Dayu. Ketulusan besar Gusti...
Read moreDetailsCerpen: Ni Made Ari Dwijayanthi Akhirnya kau memilih tubuhku sebagai jalan kematianmu. Bersama kidung-kidung warna dan bunga yang ditempatkan musim...
Read moreDetailsCerpen: Carma Citrawati Aku bersumpah! Jika aku terkena penyakit yang tak bisa disembuhkan dan aku diajak ke dukun, aku akan...
Read moreDetailsCerpen: Eka Prasetya HARI beranjak malam. Waktunya sudah tiba. Aku segera beranjak ke kulkas di sudut kamar. Membukanya. Kosong. Tidak...
Read moreDetailsCerpen: Putri Budiastini Malam itu, tak ada suara. Terlihat lampu bohlam kuning, itulah satu-satunya penerangan di depan gerbang kontrakan. Cahayanya...
Read moreDetailsCerpen: Ida Ayu Wayan Sugiantari [] Ini hari kedua puluh sembilan di Bulan April, jam di dinding menunjukkan pukul satu...
Read moreDetailsCerpen: Geg Ary Suharsani [] Aku mencakupkan tangan di ubun-ubun. Kenanga, cempaka dan teratai putih menyembul dari kedua ujung jemariku...
Read moreDetailsSEEKOR LUKA BERSARANG Hidup tak selalu tentang matahari terbit atau kicauan murai batu tapi, juga tentang anak sungai yang tak...
Read moreDetailsCerpen: Widya Astuti [] Ni Sulasih mempercepat langkahnya. Sesekali dia menoleh ke belakang, memastikan tidak ada orang yang melihat atau...
Read moreDetailsDi pagi yang cerah, Bhatara Guru dan Dewi Uma jalan-jalan di atas hutan Gunung Indrakila. Mereka begitu bahagia memandang hijaunya...
Read moreDetailsKEDAI EMBARA Bayangkan setelah tutup mata, warna tiada, hitam putih, ketikan dan kertas, merah, bungkus renyah lidah, biru, tangkup alir...
Read moreDetailsCerpen: Surya Gemilang Namaku Arno Frisch, sebelum dipaksa berubah menjadi Paul. Pada awal 1997, suatu malam, ketika aku sedang tidur...
Read moreDetailsPROSA ALTAR SUCI Dari balik jendela waktu Terlihat bunga-bunga indah Menghiasi sebuah pelaminan Harum wangi parfum Menapaki jejak jejak upacara...
Read moreDetailsCerpen: Livia Hilda / Ilustrasi: Made Dwita Kartini Ibu duduk menghadap laut di depan rumah seperti biasa. Di dekat kakinya...
Read moreDetailsCerpen IDK Raka Kusuma I Dewa Manguri, dikawal empat orang prajurit berdiri di Pantai Kelingking. Keris terhunus di tangan kanannya....
Read moreDetailsPisau telentang di meja dapur. Di sampingnya, Mangga terkapar tak bergeming. Wajah Pisau merona merah cemburu pada langit sore. Ulat...
Read moreDetailsCerpen Satria Aditya Dari siang sampai matahari tak memperlihatkan sinarnya, empat anak masih bermain-main dengan riangnya di atas rerumputan kering....
Read moreDetailsTWIN FLAME “According to Greek mythology, humans were originally created with four arms, four legs and a head with two...
Read moreDetailsCerpen L Margi Hari ini Moli belum menyentuh makanan sama sekali. Dia hanya termenung sendirian di belakang pintu sambil menunggu...
Read moreDetailsPERTEMUAN ku buang jauh tubuhku selangkah demi langkah : ke pusar waktu kutemukan kita saling mencari seperti gelap merindu pekat...
Read moreDetailsCerpen Susanti Dewi Malam itu adalah hari Sabtu. Wira, pacarku mengajakku untuk pergi makan malam di sebuah warung lalapan dekat...
Read moreDetailsJURU MASAK TAMPAN :Wayan Koster di Desa Sembiran aku ingin jadi juru masak tampan memasak matahari dan bulan jadi masakan...
Read moreDetails---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka Rektor...
Read moreDetailsDi Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...
Read moreDetailsSENIN, 14 September 2026, tidak ada suara petir yang menggelegar. Namun, masyarakat cukup dikejutkan oleh sebuah kabar yang sesungguhnya sudah...
Read moreDetails

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...
Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...
SAAT ini, banyak pemilik rumah mewah di Indonesia memilih menggunakan lift rumah mewah Indonesia dari Kalea karena lift ini dapat...

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....
KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co