10 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Manik Sukadana # Nanti, Kau Ingin Nama Anak Kita Siapa?

Manik Sukadana by Manik Sukadana
January 25, 2020
in Puisi
Puisi-puisi Manik Sukadana # Nanti, Kau Ingin Nama Anak Kita Siapa?

Salah satu karya dalam pameran seni rupa di Undiksha Singaraja [Foto: Mursal Buyung]


KEDAI EMBARA


Bayangkan setelah tutup mata, warna tiada,

hitam putih, ketikan dan kertas,

merah, bungkus renyah lidah,

biru, tangkup alir air,

kuning, mi instan dan penjaranya,

dan hijau, sayur-sayur kabur.

Jadi tunawarna sesudah buka mata.


Bayangkan setelah buka mata, warna berbeda,

kopi sulit dikenali,

lampu jalan berwujud bayang,

permata tak lebih dari kerikil,

dan bibir milik kekasih kehilangan goda.

Jadi tunarasa sesudah tutup mata.


Bayangkan setelah kedip mata, warna seperti sediakala,

wajah sendiri tak dilupa,

ragu langkah di penyeberangan kota hilang,

awan selalu pantulkan suasana,

panas cabik cahaya,

dan matahari putih terbit di sela pohon cemara.

Jadi tunakarsa sesudah tatap mata.


Bayangkan setelah tatap mata, warna tetap sama,

air dan arak tak jauh beda,

gula rasa laut,

roti gosong coklat,

aspal sepupu dekat tanah basah,

dan semangka semanis darah.

Jadi tunamakna sesudah kedip mata.


Singaraja, 12 Maret 2019


MATRA I


Mencintai seperti membeli nasi.

Bisa makan di tempat atau dibungkus.

Ada sayur atau lauk perkara pemesan.

Harganya tetap sama. 


Dalam porsi itu ada kesegalaan yang dimakan bersamaan.

Selalu kuhabiskan.

Kadang, rasa benci timbul ketika ada sisa karena tidak suka.

Pedagang tidak mau mengganti.

“Itu bukan urusan kami! Kau yang bersalah! Kauminta yang kausisakan”

“Ya, seperti cinta, harus ada yang tersisa!” Sahut seseorang di sebelah.

Setelah selesai makan,

mata pedagang senja.  

kesedihannya juga senilai dengan apa yang tersisa: Cinta.

Sebab selalu ada kasih dalam setiap suap. 


Seperti halnya rasa,

cinta tidak akan membuatku rakus.

hanya saja,

dalam satu hari,

aku tidak puas hanya dengan sebungkus cinta.


Singaraja, 12-13 Juli 2017


MATRA II


Anggaplah kau adalah pohon.

Apakah yang dirasakan Akar, Batang, Ranting, Buah, dan Daun?


Kesalkah Akar?

Ia, tumpu bagi saudara-saudara asing.

Merintih-merintis dalam gelap.

Sementara yang lain berjoget, terlebih Ranting. 

“Adakah di antara kalian melihat rupa Akar?”

Tanya Buah pada suatu reinkarnasi.

“Sepanjang hidup, tak pernah kudengar sapanya. Meski bertetangga”

Bisik Batang.

Yang lain semakin pongah.

Dalam perih, ia menggali permata air.

Tak peduli.


Kesalkah Batang?

Ia hanya berdiri.

Tak bisa ia usap peluh seperti Daun

atau meniru Akar yang rebahan-mendengkur.

Ia juga dilarang bernyanyi.

“Jika kau berbunyi dan berjoget, tidak hanya kau, kita bisa mati!”

Kata Buah selalu mementingkan diri sendiri. 

 “Tegakah kau merusak cinta Akar dan permata air yang bersih ini?”

Lanjut Daun yang masih sibuk menyembah langit.

Masih berdiri. Sunyi.


Kesalkah Ranting?

Ia tak lelah mendekap kerakusan Buah atau ketulusan daun.

Sikap kaku Batang berlagak tua membuat takut.

“Jika Buah dan Daun Hilang, maka habislah kita,” pikirnya

tanpa peduli diri.

Tetap saja. Ia.

Menyuapi Buah.

Meremas jari Daun.

Menyalami batang.


Kesalkah Buah?

Ia rajin menabung. Menyiapkan kehidupan.

Namun semua iri dan tidak percaya.

“Ia punya pesiguh! Ia mencuri segala milikku!” celetuk ranting ringkih.     

Dengan bingung Akar berteriak berkali-kali. Tak satu pun menjawab.

“Di manakah permata airku?”

Batang tetap bisu, meski tahu.

Namun, tiap ocehan itu tetap memaniskan ia.


Kesalkah Daun?

Bangun. Langsung berdoa dengan rapal cepat.

“Yang maha kuasa, terimalah satu setengah miligram asap air kasih

yang diramu dalam pinggan permata. Oh, Langit yang agung.

Berkati kami keselamatan pelaut, keberuntungan pedagang,

Dan kemuliaan petani. Hindarkan dari segala penyakit.

Musnahkan musuh-musuh kami dalam kobaran radiasi.

Taburlah abu pembakaran dalam wujud berkah hadiah kepada daratan dan lautan datar.

Oh, Langit yang murni.”     

Selalu terulang.

Semua tertawa. Mengira gila.

Kekurangan obat atau semacamnya.

Ia mati. Semua termangu.

Lalu, mantra matra itu menggema panjang. Alam rindang.


Jadi, masih kesalkah kau kepadaku?

Ataukah hanya aku?


Singaraja, 13-17 Juli 2017


NANTI, KAU INGIN NAMA ANAK KITA SIAPA? 

: An.


Misalkan kita menikah,

kau ingin nama anak kita siapa?

kataku dengan nakal.


Jangan memilih nama dedaunan,

karena sedikit orang yang akan mengerti.

Jangan juga memakai nama seorang pengembara,

agar rahasia malam kita tetap menjadi rahasia.

Begitu juga dengan nama huruf yunani,

jangan, karena terlalu menyulitkan. 


Tapi lebih baik gunakan nama awan,

karena ia suka memperlihatkan diri dengan apa adanya.

Seperti awan, aku apa adanya,

menunggu nama apa pun yang kau suka. 


Singaraja, 28 April 2012


ZAWSZE II


Tak ada kata pengantar pada anak itu.

Suara adalah kesunyian.

Kata-kata ia jadikan gerak sedang petunjuk menjadi warna.

Ia memahami. Kecuali sunyi.


Seperti telah kukatakan, sunyi baginya adalah kegaduhan

bahkan nyanyian perawan dianggap angin yang tak terjemahkan.

Dirinya adalah setiap seruan.

Bahkan keinginan.


Ia datang,

menanyaiku dengan jiwa.

Mencari seseorang, mungkin ibu atau saudari.

Ia memiliki petunjuk.

Nama dalam warna.

Aku bantu ia dalam pencariannya.

Ia pergi.

Bahkan ketika pulang pun tiada antar.


Singaraja 6/3/2017


KOPISEPI


Kau meminum cinta yang kurus. Tapi tidak sampai kering.

Dengan harap segala yang tertinggal kembali diisi.

Seolah memurnikan.

Ampas kopi menepi, menyendiri. Bersemadi.


Pikiranmu terlalu lurus!

Cinta yang kau bilang murni itu ada bukan dengan menadah.

Tetapi Mengolah.

Ampas beruap. Meruang.

Menjadi bulir.

Jiwa yang basah.

Rancu antara darah atau air mata.


Kau menelan cinta yang pilu. Sampai tersendak.

Dengan bibir yang setipis ujung belimbing itu tidak akan cukup.

Ya. Ampas,

awal segala rasa cinta yang kau sebut murni itu

sedalam tubuhku,

hingga tidak akan habis untuk kau hamburkan

di halamanmu sendirian.


Singaraja, 9 Januari 2017

Tags: Puisi
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Dosen ISI Denpasar Menggerakkan Taman Dompu di Rumah Intaran, Bebas dan Bijak

Next Post

Raja Fiktif di Dunia Kedokteran

Manik Sukadana

Manik Sukadana

Bergaul di Komunitas Mahima dan Teater Kalangan. Menulis puisi, cerpen dan esai. Kini menjadi desainer di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
0
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

by Eddy Pranata PNP
May 30, 2026
0
Puisi-puisi Eddy Pranata PNP | Pusat Cahaya

CANGKIR TEH YANG MENUA kita masuki rumah baru, AC yang tidak dinginrapikan dapur dan kamar, bersihkan kamar mandi: "au, kita...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

by Sholihul Mubarok
May 29, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Hujan Malam

ASIMTOTE sebentar nyala mataharidari pagimenyalak matakudan matamuselalu silau ada jeda tersembunyidi bibir sianglebih sunyidari celah renggang akan tetapi, bayangmemanjang satu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

by Salman Alade
May 24, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Menggambar dengan Kalimat

Menggambar dengan Kalimat aku menulis satu garisia menyebut dirinya alisaku tambah satu kataia mengaku sebagai mata pelan-pelanhalaman itu mulai merasa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

by Vito Prasetyo
May 23, 2026
0
Puisi-puisi Vito Prasetyo | Di Kampung Rawa

Di Kampung Rawa di pagi yang memagut embun selatanjejak-jejak kaki tua terbenam pelanantara pasir lembut dan bisikan anginkutemukan nyanyian yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

by Chusmeru
May 22, 2026
0
Puisi-puisi Chusmeru | Sajak Kota Kembang

Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

by Kim Young Soo
May 3, 2026
0
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Raja Fiktif di Dunia Kedokteran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan
Esai

GP Ansor di Bali : Dari Perang Kemerdekaan hingga Jembatan Keharmonisan

PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis...

by Abdul Karim Abraham
June 9, 2026
Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan
Ulas Pentas

Aura dan Ruang Aman : Catatan dari Suara-Suara yang Dikecilkan

“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan,...

by Rezky Chiki
June 9, 2026
Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  
Esai

Bulan Bung Karno, Bulan Berkesenian  

JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni...

by I Nyoman Tingkat
June 9, 2026
Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan
Pendidikan

Daya Tampung Mahasiswa Undiksha Naik —Bukan Profit Oriented, Tapi Demi Perluasan Akses Pendidikan

SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk...

by Wahyu Mahaputra
June 9, 2026
Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong
Esai

Doa Tanpa Usaha Kosong, Usaha Tanpa Doa Sombong

 “Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya,...

by Dede Putra Wiguna
June 9, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG

SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 9, 2026
‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa
Pendidikan

‘Design Thinking’, Dari Teori ke Pembelajaran Nyata —Catatan PKM Undiksha di Desa Pedawa

MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan...

by tatkala
June 8, 2026
Sihir Tiga Kode Huruf
Bahasa

Sihir Tiga Kode Huruf

PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara...

by I Made Sudiana
June 8, 2026
I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari
Panggung

I Gusti Ngurah Rai di Atas Panggung Marga Fest II : Perang yang Dramatis dan Tragis dalam Balutan Teater Tari

“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne,...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam
Pariwisata

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia
Pameran

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
Spesies Bapak Pongah | Etnosentris di Parade PKB 2022
Panggung

Peed Aya PKB 2026 Dirancang Tampil Lebih Dinamis Sebagai Pertunjukan Seni Berjalan

PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang...

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co