14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Manik Sukadana # Nanti, Kau Ingin Nama Anak Kita Siapa?

Manik Sukadana by Manik Sukadana
January 25, 2020
in Puisi
Puisi-puisi Manik Sukadana # Nanti, Kau Ingin Nama Anak Kita Siapa?

Salah satu karya dalam pameran seni rupa di Undiksha Singaraja [Foto: Mursal Buyung]


KEDAI EMBARA


Bayangkan setelah tutup mata, warna tiada,

hitam putih, ketikan dan kertas,

merah, bungkus renyah lidah,

biru, tangkup alir air,

kuning, mi instan dan penjaranya,

dan hijau, sayur-sayur kabur.

Jadi tunawarna sesudah buka mata.


Bayangkan setelah buka mata, warna berbeda,

kopi sulit dikenali,

lampu jalan berwujud bayang,

permata tak lebih dari kerikil,

dan bibir milik kekasih kehilangan goda.

Jadi tunarasa sesudah tutup mata.


Bayangkan setelah kedip mata, warna seperti sediakala,

wajah sendiri tak dilupa,

ragu langkah di penyeberangan kota hilang,

awan selalu pantulkan suasana,

panas cabik cahaya,

dan matahari putih terbit di sela pohon cemara.

Jadi tunakarsa sesudah tatap mata.


Bayangkan setelah tatap mata, warna tetap sama,

air dan arak tak jauh beda,

gula rasa laut,

roti gosong coklat,

aspal sepupu dekat tanah basah,

dan semangka semanis darah.

Jadi tunamakna sesudah kedip mata.


Singaraja, 12 Maret 2019


MATRA I


Mencintai seperti membeli nasi.

Bisa makan di tempat atau dibungkus.

Ada sayur atau lauk perkara pemesan.

Harganya tetap sama. 


Dalam porsi itu ada kesegalaan yang dimakan bersamaan.

Selalu kuhabiskan.

Kadang, rasa benci timbul ketika ada sisa karena tidak suka.

Pedagang tidak mau mengganti.

“Itu bukan urusan kami! Kau yang bersalah! Kauminta yang kausisakan”

“Ya, seperti cinta, harus ada yang tersisa!” Sahut seseorang di sebelah.

Setelah selesai makan,

mata pedagang senja.  

kesedihannya juga senilai dengan apa yang tersisa: Cinta.

Sebab selalu ada kasih dalam setiap suap. 


Seperti halnya rasa,

cinta tidak akan membuatku rakus.

hanya saja,

dalam satu hari,

aku tidak puas hanya dengan sebungkus cinta.


Singaraja, 12-13 Juli 2017


MATRA II


Anggaplah kau adalah pohon.

Apakah yang dirasakan Akar, Batang, Ranting, Buah, dan Daun?


Kesalkah Akar?

Ia, tumpu bagi saudara-saudara asing.

Merintih-merintis dalam gelap.

Sementara yang lain berjoget, terlebih Ranting. 

“Adakah di antara kalian melihat rupa Akar?”

Tanya Buah pada suatu reinkarnasi.

“Sepanjang hidup, tak pernah kudengar sapanya. Meski bertetangga”

Bisik Batang.

Yang lain semakin pongah.

Dalam perih, ia menggali permata air.

Tak peduli.


Kesalkah Batang?

Ia hanya berdiri.

Tak bisa ia usap peluh seperti Daun

atau meniru Akar yang rebahan-mendengkur.

Ia juga dilarang bernyanyi.

“Jika kau berbunyi dan berjoget, tidak hanya kau, kita bisa mati!”

Kata Buah selalu mementingkan diri sendiri. 

 “Tegakah kau merusak cinta Akar dan permata air yang bersih ini?”

Lanjut Daun yang masih sibuk menyembah langit.

Masih berdiri. Sunyi.


Kesalkah Ranting?

Ia tak lelah mendekap kerakusan Buah atau ketulusan daun.

Sikap kaku Batang berlagak tua membuat takut.

“Jika Buah dan Daun Hilang, maka habislah kita,” pikirnya

tanpa peduli diri.

Tetap saja. Ia.

Menyuapi Buah.

Meremas jari Daun.

Menyalami batang.


Kesalkah Buah?

Ia rajin menabung. Menyiapkan kehidupan.

Namun semua iri dan tidak percaya.

“Ia punya pesiguh! Ia mencuri segala milikku!” celetuk ranting ringkih.     

Dengan bingung Akar berteriak berkali-kali. Tak satu pun menjawab.

“Di manakah permata airku?”

Batang tetap bisu, meski tahu.

Namun, tiap ocehan itu tetap memaniskan ia.


Kesalkah Daun?

Bangun. Langsung berdoa dengan rapal cepat.

“Yang maha kuasa, terimalah satu setengah miligram asap air kasih

yang diramu dalam pinggan permata. Oh, Langit yang agung.

Berkati kami keselamatan pelaut, keberuntungan pedagang,

Dan kemuliaan petani. Hindarkan dari segala penyakit.

Musnahkan musuh-musuh kami dalam kobaran radiasi.

Taburlah abu pembakaran dalam wujud berkah hadiah kepada daratan dan lautan datar.

Oh, Langit yang murni.”     

Selalu terulang.

Semua tertawa. Mengira gila.

Kekurangan obat atau semacamnya.

Ia mati. Semua termangu.

Lalu, mantra matra itu menggema panjang. Alam rindang.


Jadi, masih kesalkah kau kepadaku?

Ataukah hanya aku?


Singaraja, 13-17 Juli 2017


NANTI, KAU INGIN NAMA ANAK KITA SIAPA? 

: An.


Misalkan kita menikah,

kau ingin nama anak kita siapa?

kataku dengan nakal.


Jangan memilih nama dedaunan,

karena sedikit orang yang akan mengerti.

Jangan juga memakai nama seorang pengembara,

agar rahasia malam kita tetap menjadi rahasia.

Begitu juga dengan nama huruf yunani,

jangan, karena terlalu menyulitkan. 


Tapi lebih baik gunakan nama awan,

karena ia suka memperlihatkan diri dengan apa adanya.

Seperti awan, aku apa adanya,

menunggu nama apa pun yang kau suka. 


Singaraja, 28 April 2012


ZAWSZE II


Tak ada kata pengantar pada anak itu.

Suara adalah kesunyian.

Kata-kata ia jadikan gerak sedang petunjuk menjadi warna.

Ia memahami. Kecuali sunyi.


Seperti telah kukatakan, sunyi baginya adalah kegaduhan

bahkan nyanyian perawan dianggap angin yang tak terjemahkan.

Dirinya adalah setiap seruan.

Bahkan keinginan.


Ia datang,

menanyaiku dengan jiwa.

Mencari seseorang, mungkin ibu atau saudari.

Ia memiliki petunjuk.

Nama dalam warna.

Aku bantu ia dalam pencariannya.

Ia pergi.

Bahkan ketika pulang pun tiada antar.


Singaraja 6/3/2017


KOPISEPI


Kau meminum cinta yang kurus. Tapi tidak sampai kering.

Dengan harap segala yang tertinggal kembali diisi.

Seolah memurnikan.

Ampas kopi menepi, menyendiri. Bersemadi.


Pikiranmu terlalu lurus!

Cinta yang kau bilang murni itu ada bukan dengan menadah.

Tetapi Mengolah.

Ampas beruap. Meruang.

Menjadi bulir.

Jiwa yang basah.

Rancu antara darah atau air mata.


Kau menelan cinta yang pilu. Sampai tersendak.

Dengan bibir yang setipis ujung belimbing itu tidak akan cukup.

Ya. Ampas,

awal segala rasa cinta yang kau sebut murni itu

sedalam tubuhku,

hingga tidak akan habis untuk kau hamburkan

di halamanmu sendirian.


Singaraja, 9 Januari 2017

Tags: Puisi
Share18TweetSendShareSend
Previous Post

Dosen ISI Denpasar Menggerakkan Taman Dompu di Rumah Intaran, Bebas dan Bijak

Next Post

Raja Fiktif di Dunia Kedokteran

Manik Sukadana

Manik Sukadana

Bergaul di Komunitas Mahima dan Teater Kalangan. Menulis puisi, cerpen dan esai. Kini menjadi desainer di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails
Next Post
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Raja Fiktif di Dunia Kedokteran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co