14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Raja Fiktif di Dunia Kedokteran

Putu Arya Nugraha by Putu Arya Nugraha
January 25, 2020
in Esai
Saat Raga Sakit, Biarkan Pikiran Tetap Sehat –Cerita Tentang Pasien Cuci Darah

Sekitar sebulan lalu, sepasang suami istri datang berkonsultasi ke ruang praktek saya di poliklinik penyakit dalam, RSU Kerthausada, Singaraja. Keduanya tampak sehat namun terlihat agak sedih. Begitu duduk, si suami menunjukkan dua lembar hasil pemeriksaan medis mereka. Saat saya periksa, pantaslah mereka sedih dan kecewa, keduanya adalah raja singa. Predikat raja yang ini justru telah membuat laki-laki itu batal berangkat bekerja sebagai TKI dan istrinya pun ikut didaulat menjadi raja, bukannya seorang permaisuri. Karena ini memang bukan raja yang sebenarnya, namun raja fiktif dalam dunia kedokteran yang merupakan istilah lain untuk penyakit sifilis.

Saya belum menemukan mengapa penyakit sifilis dijuluki raja singa. Jika dikaitkan bahwa penyakit ini ditularkan melalui kontak seksual tak aman (unsafe sex), sepertinya cukup masuk akal mengingat prilaku seksual seekor singa jantan yang boleh kita sebut ugal-ugalan. Seekor singa jantan, akan menjadi pemimpin sekawanan singa saat telah mengalahkan singa jantan lain yag sebelumnya adalah pemimpin (raja) mereka.

Menjadi pemimpin berarti juga menguasai semua betina janda, baik permaisuri maupun para selir raja sebelumnya. Bahkan jika salah satu betina belum pulih gairah seksnya lantaran masih menyusui anak-anaknya yang masih mungil, raja singa yang baru tak perlu ragu-ragu untuk membantai semua anak-anak tak berdosa itu. Dengan begitu, induknya kemudian dapat kembali menikmati seks, bergiliran dengan betina-betina lain yang dipoligami oleh sang raja. Seekor raja dapat bersenggama sampai 40 kali dalam sehari, jika ini dilakukan oleh manusia maka ia berisiko tertular penyakit kelamin, juga sangat mungkin serangan jantung.

Sifilis adalah penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Rute utama penularannya melalui kontak seksual, infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat kelahiran, yang menyebabkan terjadinya sifilis kongenital.

Mengapa pasien saya diatas tampak sehat-sehat saja? Karena mereka termasuk pasien pada fase laten, artinya tubuhnya telah terinfeksi kuman sifilis namun itu tak memberi keluhan apapun. Status infeksi hanya diketahui dengan melakukan pemeriksaan darah, yang merupakan satu prosedur rutin bagi mereka yang hendak bekerja ke luar negeri.

Jika penyakit ini telah memberi keluhan dan gejala, spektrum penyakit ini akan menunjukkan berbagai fase, mulai dari luka yang tak nyeri pada alat kelamin tempat masuknya kuman, selanjutnya infeksi dapat meluas ke kulit dan akhirnya menyerang sistem saraf. Seseorang yang saat ini berada pada fase laten, pada suatu saat akan menunjukkan keluhan dan gejala jika daya tahan tubuhnya menurun. Oleh karena itulah pasien seperti ini harus mendapatkan saran pengobatan dari seorang dokter spesialis kulit dan kelamin.

Jika fase laten pada kasus raja singa, adalah nyata terdapat penyakit namun tak disadari, saat ini dalam masyarakat kita, yang terjadi justru sebaliknya. Yaitu, tak nyata ada kerajaan namun banyak yang merasa menjadi raja. Ini sebuah perbedaan di antara keduanya. Persamaan di antara keduanya tentu juga ada. Pertama, keduanya membuat orang-orang menjadi resah, kecuali mereka yang dapat dengan kalem menganggap fenomena munculnya raja-raja ini sebagai lelucon dan candaan belaka.

Namun faktanya, banyak elemen masyarakat yang keberatan dan merepotkan aparat hukum karena berbagai laporan yuridis yang mereka ajukan. Kedua, persamaan lainnya adalah kedua fenomena ini sebetulnya sudah lama dianggap hilang. Kasus sifilis atau raja singa saat ini sudah sangat jarang dijumpai, ini dapat terkait dengan pengetahuan dan kesadaran yang sudah lebih baik dalam aspek pencegahan penularannya. Demikian juga eksistensi raja dan kerajaan (monarki) yang di era modern ini kian tergusur oleh sistem demokrasi. Membuat isu lahirnya raja-raja baru menjadi kurang diminati, sebaliknya justru tak jarang mendapat cemooh.

  Kembali pada sifilis, penyakit ini memiliki masa lalu yang cukup mengesankan. Oleh seorang dokter sekaligus penyair berkebangsaan Italia, Girolamo Fracastoro, istilah sifilis pertama kali digunakan sebagai judul sebuah puisinya yang menggambarkan kerusakan akibat penyakit sifilis di Italia. Sudah menjadi hal lumrah pada abad pertengahan, seseorang dapat menjadi ilmuwan sekaligus seniman. Tentu ini mengingatkan kita pada seorang jenius sepanjang sejarah, Leonardo da Vinci yang juga dapat menyeimbangkan belahan otak kanan yang seni dan otak kiri yang ilmiah. Sebelum punya nama sifilis, penyakit ini disebut sebagai French Disease, disebabkan karena sebuah kejadian luar biasa penularan raja singa oleh prajurit Prancis yang menginvasi Italia sekitar tahun 1494-1495.

Romantika selanjutnya adalah, saat bergejolak perang Vietnam antara tahun 1957-1975, penyakit yang sama diberikan nama sebagai Vietnam Rose. Ini terjadi lantaran kontak seksual yang sangat bebas dan tak aman di kalangan prajurit Amerika Serikat bergelora syahwatnya dengan gadis-gadis Vietnam yang menggoda. Dan jika diperhatikan, salah satu gejala yang ditimbulkan penyakit ini adalah bercak-bercak (ruam) kemerahan pada kulit yang sekilas nampak seperti warna bunga mawar.

Dalam novel terkenal karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia, penyakit ini pun diceritakan, dan mirip dengan prajurit AS, penderitanya pun mewakili entitas kaum kuat penguasa yang takluk oleh seks. Dikisahkan salah seorang tokoh antagonis, tuan Herman Mellema, seorang penjajah yang kerap datang ke rumah bordir (pelacuran) yang dimiliki seorang keturunan Tionghoa, Ah Tjhong. Di sanalah ia tertular penyakit raja singa yang kemudian membuat hidupnya suram.

Jelas sudah, baik raja singa, raja fiktif di bidang kedokteran maupun raja-raja khayal yang tiba-tiba muncul belakangan ini, keduanya bisa membuat kegaduhan. Demi kesehatan kita semua, baik kesehatan fisik dan mental, ada baiknya kita tak berurusan dengan kedua model raja ini! [T]

Tags: kesehatanrajarajasingaSeksualitassex
Share81TweetSendShareSend
Previous Post

Puisi-puisi Manik Sukadana # Nanti, Kau Ingin Nama Anak Kita Siapa?

Next Post

Catatan KKN Undiknas University: Memadukan Wisata, Budaya dan Arak, di Desa Tri Eka Buana, Karangasem

Putu Arya Nugraha

Putu Arya Nugraha

Dokter dan penulis. Penulis buku "Merayakan Ingatan", "Obat bagi Yang Sehat" dan "Filosofi Sehat". Kini menjadi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Catatan KKN Undiknas University: Memadukan Wisata, Budaya dan Arak, di Desa Tri Eka Buana, Karangasem

Catatan KKN Undiknas University: Memadukan Wisata, Budaya dan Arak, di Desa Tri Eka Buana, Karangasem

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co