24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan KKN Undiknas University: Memadukan Wisata, Budaya dan Arak, di Desa Tri Eka Buana, Karangasem

Mahmud Budianto by Mahmud Budianto
January 26, 2020
in Khas
Catatan KKN Undiknas University: Memadukan Wisata, Budaya dan Arak, di Desa Tri Eka Buana, Karangasem

Desa Tri Eka Buana, kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem-Bali

Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, punya potensi yang melimpah di bidang budaya dan pariwisata. Di bidang pariwisata, salah satunya adalah potensi Bukit Abah, perbukitan sangat indah yang mengelilingi desa. Desa itu juga dikenal sebagai penghasil minuman tradisional, arak dan tuak.  Jika semua potensi itu dipadukan dengan baik maka Desa Tri Eka Buana pastilah akan menjadi desa yang unggul sebagai desa wisata yang dikunjungi banyak wisatawan.

Mahasiswa Undiknas University, Denpasar, menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem dengan mengangkat tema “Optimalisasi Potensi Desa Berbasis Kearifan Lokal Menuju Desa Mandiri.

Desa Tri Eka Buana merupakan salah satu desa yang terletak di bagian selatan wilayah Karangasem dan berbatasan secara langsung dengan Kabupaten Klungkung.

Desa Tri Eka Buana adalah hasil pemekaran dari Desa Talibeng. Berdasar sejarah, nenek moyang Desa Talibeng adalah para prajurit yang menjaga wilayah Karangasem paling selatan yang terdiri dari Banjar Dinas Teluunwayah Duuran, Banjar Dinas Telunwayah Betenan dan Banjar Dinas Pungutan.

Pada tanggal 19 Juli 1999, atas keinginan tokoh masyarakat untuk menjadikan wilayah selatan lebih damai, maju di segala bidang, maka wilayah Desa Talibeng diusulkan untuk dimekarkan dengan nama Desa Tri Eka Buana seperti yang ada pada saat ini. Tahun 2004 Desa Tri Eka Buana diakui secara definitif oleh pemerintah Kabupaten Karangasem menjadi salah satu desa dinas di Kecamatan Sidemen.

Ketua KKN Undiknas, AA Ngurah Reksa Wijaya, mengatakan bahwa secara demografi Desa Tri Eka Buana terletak di sebelah selatan kota Kecamatan Sidemen dengan batas-batas sebelah utara yaitu Bukit Musu, sebelah barat Sunga Masin, sebelah timur bukit Abah dan juga desa Gelegang kecamatan Manggis dan sebelah selatan yaitu Sungai Lutung.

Kepala Desa Tri Eka Buana Ketut Derka mengatakan bahwa desa ini sudah menjadi desa yang terkenal akan produksi minuman tuak dan arak, yang salah satu manfaatnya jika diminum membuat badan terasa lebih segar dan juga dapat menyehatkan.

Selain itu, arak ini juga bagus untuk dijadikan bahan kosmetik semisal digosokkan ke kepala atau badan, bisa menyebabkan kotoran yang berada dikulit terkupas dan bersih jika memakai arak yang kadarnya bagus. Tuak dan arak menjadi ikon produk lokal yang dikembangkan oleh desa ini hingga sekarang.

“Saat ini, desa ini masih menjadi pemasok arak dan tuak ke suatu perusahaan, dan masih belum bisa mandiri dalam hal produksi arak menjadi kemasan yang lebih menarik dan memasarkan sendiri,” ujar I Ketut Derka.



Proses pembuatan tuak menjadi arak yang terdapat di desa Tri Eka Buana yang dimiliki oleh Pak Nengah Sukarta

Menuju Desa Wisata

Ketut Derka menambahkan, Desa Tri Eka Buana ini dikelilingi oleh perbukitan, bisa dilihat depan samping belakang dan depan semua bukit. pemandangan dan udaranya pun masih sejuk. Sangat disayangkan jika kita tidak memanfaatkan potensi desa untuk menjadikan desa wisata. Maka dari itu, saat ini fokus dari perangkat desa di tahun 2020 adalah bagaimana desa ini bisa menjadi desa wisata sehingga menarik daya tarik wisatawan asing untuk berkunjung.

Salah satu destinasi yang menarik adalah Bukit Abah, Di atas Bukit Abah bisa kita lihat dari kejauhan Wisata seperti misalnya Sanur, Kuta, Padang Bai, Lombok dan juga Nusa Penida bahkan Garuda Wisnu Kencana. Akses menuju bukitpun tergolong mudah dan layak.

Di atas Bukit Abah terdapat sebuah pura Abah yang biasanya masyarakat setempat melakukan persembahyangan setiap Purnama Kedasa, yang mana di tahun ini biasanya jatuh antara awal April atau akhir, artinya satu tahun sekali masyarakat mendaki untuk melakukan persembahyangan di Pura Puncak Bukit Abah.



Foto diambil oleh penulis pada saat mendaki di Bukit Abah pada tanggal 19-01-2020 di Desa Tri Eka Buana, kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem-Bali

Selain itu terdapat juga destinasi wisata Dukuh Sakti Waterfall, yang mana ini bisa menjadi salah satu tujuan destinasi selanjutnya yang bisa dikunjungi yang berada di Desa Tri Eka Buana. Dukuh Sakti ini begitu menabjukannya pemandangannya. Jika para pengunjung naik ke atas air terjun, maka akan dilihat pemandangan yang indah dari atas.

Untuk bulan-bulan ini biasanya airnya masih kecil, dan biasanya ketika musim hujan air terjun ini sangat indah untuk dilihat dan airnyapun sangat besar dan menyegarkan. “Ini menjadi salah satu destinasi yang membedakan dengan desa yang lainnya yang biasanya air terjunnya tertutup oleh hutan rimba, dan saya pikir inilah yang akan menjadi daya tarik wisatawan asing untuk berkunnjung ke desa untuk melihat keindahan air terjun dan bonusnya dapat melihat pemandangan yang indah jika kita mendaki di puncah air terjun ini,” kata Ketut Derka.

Potensi Seni Budaya

Untuk menambah daya tarik wisatawan asing berkunjung ke Desa Tri Eka Buana, tahun 2017 Mahasiswa KKN ISI telah membantu untuk membuat sebuah tarian yang akan menjadi ikon kesenian dari pada Desa Tri Eka Buana, tarian ini bernama Tarian Umananing Malini

Tarian Umananing Malini ini adalah sebuah tarian yang menjadi ciri khas dari desa Tri Eka Buana, Tarian ini dibentuk pertama kali pada tahun 2017 oleh mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Tarian ini dimaknai sebagai untaian bunga kelapa yang memberi sumber kehidupan bagi masyarakat Desa Tri Eka Buana.


Tarian Umananing Malini

Makna ini menggambarkan kehidupan petani arak yang merupakan mata pencaharian utama dari masyarakat Desa Tri Eka Buana yang menggambarkan proses pembuatan arak. Tarian ini menceritakan tata cara menyadap tuak kelapa dari mulai mengambil air nira kemudian disuling menjadi minuman arak.

Tarian ini berdurasi kurang lebih selama 9 menit dengan diiringi gamelan tetabuhan Bali dan biasanya dipentaskan saat ada acara-acara di desa. Tarian Utamaning Malini terdiri dari 4 orang penari yang juga menggunakan atribut saat menari yaitu bambu dan batok kelapa yang digambarkan sebagai alat untuk mengambil nira kelapa sebagai bahan baku pembuatan arak Bali.

Tentu diharapkan dengan adanya tarian ini akan menjadi daya tarik wisata bahwa selain produk lokal yang dimiliki berupa tuak atau arak yang terkenal juga ada sebuah ikon seni atau seni tari dari desa Tri Eka Buana yang membedakan dengan desa di Bali. Sehingga dengan adanya tarian ini tentu akan menjadi sebuah daya tarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Karangasem khususnya kawasan Desa Tri Eka Buana.

Sayangnya destinasi wisata, produk lokal dan juga kesenian tari ini belum terlalu diketahui oleh masyarakat Bali dan juga para wisatawan yang berkunjung ke Bali, ini adalah salah satu kendala yang dimiliki oleh perangkat desa bagaimana destinasi wisata, produk lokal dan juga kesenian tari yang ada di desa Tri Eka Buana bisa di eksplore oleh para pengunjung wisatawan di Bali.

“Dengan adanya Mahasiswa KKN Undiknas Universty yang sedang melaksanakan KKN, seluruh perangkat desa berharap bahwa mahasiswa KKN Undiknas mampu membantu untuk mempersiapkan desa menuju desa wisata dengan mengoptimalisasi seluruh potensi yang dimiliki oleh desa sehingga dapat diketahui dan bisa di eksplore oleh pengunjung yang berbondong-bondong ke Bali,” ujar I Ketut Derka.

Mengembangkan Arak dengan Kemasan

Dalam rangka mempersiapkan Desa Tri Eka Buana menjadi desa wisata, mahasiswa KKN Undiknas University  fokus untuk membantu mengembangkan arak dengan kemasan yang menarik mungkin. Sehingga dengan adanya packaging yang menarik desa Tri Eka Buana tidak hanya terkenal sebagai distributor bahan mentah saja, akan tetapi akan terkenal dengan produksi arak yang menarik dan juga sekaligus langsung akan memasarkan produk yang dikemas semenarik mungkin tersebut.

Apalagi di tahun 2020 ini masyarakat dan perangkat desa merencanakan untuk membangun Museum Arak yang mana ini akan menjadi suatu ciri khas yang baru yang tentunya berbeda dengan desa lain. Dengan adanya inovasi baru, mahasiswa KKN berharap di museum tersebut ada suatu hal yang inovatif yang bisa dipasarkan dari segi packaging arak.

Selain itu terkait dengan perencanaan pembangunan gapura di gerbang pintu masuk Desa Tri Eka Buana, mahasiswa KKN juga membantu untuk menyalurkan proposal untuk menjadi donator. Pembangunan gapura ini sangat penting, karena ini akan menjadi First Impression ketika pengunjung baru sampai di Desa Tri Eka Buana, sehingga ketika ada wisatawan asing baru memasuki kawasan Desa Tri Eka Buana akan mendapatkan kesan yang berbeda.

Dan terakhir mahasiswa KKN Undiknas juga membantu untuk pembuatan video branding terkait destinasi yang patut diketahui oleh para pengunjung atau masyarakat Indonesia, sehingga dengan adanya pembuatan video ini, diharapkan seluruh potensi desa yang dimiliki bisa diketahui dan mampu menarik perhatian wisatawan untuk menjadikan Desa Tri Eka Buana sebagai salah satu objek tujuan. “Sehingga dengan kita melakukan hal tersebut ini tentu sejalan dengan tema besar dari KKN Undiknas itu sendiri,” ujar Ketua KKN Undiknas. [T]

Tags: arakkarangasemKKNPariwisataUndiknas University
Share75TweetSendShareSend
Previous Post

Raja Fiktif di Dunia Kedokteran

Next Post

Teatermu Untuk Apa, Untuk Siapa? Beneran Sudah Bahagia Berteater?

Mahmud Budianto

Mahmud Budianto

Mahasiswa Undiknas University

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Teatermu Untuk Apa, Untuk Siapa? Beneran Sudah Bahagia Berteater?

Teatermu Untuk Apa, Untuk Siapa? Beneran Sudah Bahagia Berteater?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co