11 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
May 31, 2026
in Esai
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Ilustrasi tatkala.co

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral

BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh pariwisata, investasi, dan pembangunan infrastruktur yang terus berkembang. Namun di sisi lain, kita menyaksikan gejala yang mengundang keprihatinan: alih fungsi lahan pertanian yang semakin masif, tekanan terhadap kawasan suci, kerusakan lingkungan, berkurangnya ruang hidup masyarakat lokal, hingga munculnya berbagai persoalan sosial yang sebelumnya tidak begitu mencolok.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah pembangunan yang berlangsung saat ini benar-benar masih berpijak pada filosofi Bali yang diwariskan para leluhur?

Kegelisahan itulah yang melahirkan Forum Pemerhati Pembangunan Bali (FOR HATI BALI). Nama “FOR HATI” bukan sekadar akronim. Ia lahir dari kata hati, dari suara nurani masyarakat yang mencintai Bali dan tidak ingin pulau ini kehilangan jati dirinya.

Forum ini bukan organisasi politik, bukan pula kelompok kepentingan ekonomi. FOR HATI BALI hadir sebagai gerakan moral dan sosial yang berangkat dari kesadaran bahwa menjaga Bali bukan hanya tugas pemerintah, bukan hanya tugas DPRD, bukan hanya tugas akademisi atau tokoh adat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh krama Bali dan siapa pun yang mencintai Bali.

Karena itu, dukungan FOR HATI BALI terhadap Panitia Khusus Tata Ruang, Alam, dan Pariwisata (TRAP) DPRD Bali bukanlah dukungan terhadap individu atau kelompok tertentu. Dukungan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap upaya mencari kebenaran, melakukan koreksi, dan memastikan pembangunan Bali tetap berjalan dalam koridor hukum, etika, budaya, dan kelestarian lingkungan.

Di tengah derasnya arus investasi global, Bali membutuhkan masyarakat yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut mengawasi dan mengingatkan. Sebab sejarah mengajarkan bahwa peradaban tidak runtuh karena kurangnya pembangunan, melainkan karena pembangunan yang kehilangan arah dan nilai.

Bali Bukan Warisan Nenek Moyang, Melainkan Titipan Anak Cucu

Sering kali kita mendengar ungkapan bahwa Bali adalah warisan leluhur yang harus dijaga. Ungkapan itu benar. Namun sesungguhnya Bali juga merupakan titipan dari generasi yang belum lahir kepada kita hari ini.

Jika gunung kehilangan kesakralannya, jika pantai kehilangan keindahannya, jika sawah berubah menjadi beton tanpa kendali, jika pura dan kawasan sucinya terdesak oleh kepentingan ekonomi jangka pendek, lalu Bali seperti apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu?

Bali dibangun di atas keseimbangan. Filosofi Tri Hita Karana mengajarkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam. Ketika salah satu unsur terganggu, keseimbangan itu akan runtuh.

Karena itu perjuangan menjaga tata ruang bukan sekadar urusan teknis tentang zonasi atau perizinan. Ia adalah perjuangan menjaga keseimbangan kehidupan. Ia adalah perjuangan menjaga hubungan spiritual masyarakat Bali dengan tanah yang dipijaknya.

Dalam konteks inilah FOR HATI BALI melihat pentingnya pengawasan publik terhadap berbagai kebijakan pembangunan. Bukan untuk menghambat kemajuan, tetapi memastikan bahwa kemajuan tidak mengorbankan akar kehidupan Bali itu sendiri.

Pulau Serangan, kawasan Jimbaran Hijau, daerah-daerah resapan air, kawasan pertanian produktif, hutan, pantai, dan kawasan suci sesungguhnya merupakan bagian dari satu ekosistem besar yang saling terhubung. Ketika satu bagian rusak, bagian lain akan menerima dampaknya.

Oleh sebab itu, perjuangan menjaga Bali tidak boleh bersifat sektoral. Ia harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan tokoh spiritual, akademisi, mahasiswa, petani, nelayan, pelaku usaha, seniman, dan seluruh elemen masyarakat.

Masa depan Bali terlalu berharga untuk diserahkan hanya kepada mekanisme pasar. Ia harus dijaga oleh kesadaran kolektif masyarakatnya.

Menegakkan Dharma di Bumi Pertiwi Bali

Pada akhirnya, perjuangan FOR HATI BALI bukanlah perjuangan melawan seseorang atau kelompok tertentu. Perjuangan ini adalah upaya menegakkan Dharma.

Dalam tradisi Nusantara maupun ajaran Hindu, Dharma memiliki makna yang sangat luas. Dharma adalah kebenaran, keteraturan, keadilan, tanggung jawab moral, dan keselarasan hidup. Ketika Dharma ditegakkan, kehidupan akan menemukan keseimbangannya. Sebaliknya, ketika Dharma diabaikan, berbagai bentuk krisis akan muncul, baik krisis lingkungan, sosial, ekonomi, maupun spiritual.

Guru-guru kebijaksanaan mengajarkan bahwa siapa yang berpegang teguh pada Dharma, maka Dharma akan mengukuhkan pegangannya. Karena itu perjuangan menjaga Bali sesungguhnya adalah bagian dari perjuangan menjaga Dharma.

FOR HATI BALI mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tidak apatis. Masa depan Bali tidak ditentukan oleh segelintir orang. Masa depan Bali ditentukan oleh keberanian masyarakatnya untuk peduli.

Kami mengajak para akademisi untuk menyumbangkan pemikiran ilmiah. Kami mengajak mahasiswa untuk menghadirkan idealisme dan energi perubahan. Kami mengajak para tokoh adat dan spiritual untuk terus menyalakan nilai-nilai kebijaksanaan. Kami mengajak masyarakat umum untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan yang konstruktif terhadap arah pembangunan Bali.

Perbedaan latar belakang, profesi, agama, organisasi, dan pilihan politik hendaknya tidak menjadi penghalang. Ada satu tujuan yang lebih besar yang dapat menyatukan kita semua, yaitu tegaknya Dharma di Bumi Pertiwi Bali dan menjaga Bali agar tetap menjadi Bali.

FOR HATI BALI terbuka bagi siapa saja yang memiliki kepedulian yang sama. Karena forum ini lahir bukan dari ambisi kekuasaan, melainkan dari cinta. Cinta kepada alam Bali. Cinta kepada budaya Bali. Cinta kepada generasi yang akan datang.

Semoga semakin banyak hati yang tergerak untuk bergabung dalam gerakan ini. Sebab jika hati-hati yang baik bersatu, maka suara Dharma akan terdengar lebih kuat daripada suara kepentingan sesaat.

Dan ketika Dharma berdiri tegak di Bumi Pertiwi Bali, sesungguhnya yang kita selamatkan bukan hanya sebuah pulau, melainkan jiwa sebuah peradaban.

Satyameva Jayate!

Jayalah Kebenaran! [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Racauan Arman Dhani

Next Post

Wisata Bahari di Negeri Maritim

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails

Wajah Baru, Jiwa yang Tertinggal —Catatan dari Titik Nol Kota Singaraja

by Satria Aditya
July 7, 2026
0
Wajah Baru, Jiwa yang Tertinggal —Catatan dari Titik Nol Kota Singaraja

ADA yang janggal dari cara kita merayakan pembangunan hari ini. Setiap kali sebuah kawasan dipoles, dicat ulang, ditata dengan lampu-lampu...

Read moreDetails

Era Chatting Telah Berlalu

by Angga Wijaya
July 7, 2026
0
Era Chatting Telah Berlalu

MENGOBROL, berdiskusi, atau berdebat secara daring, yang dalam bahasa Inggris lazim disebut chatting, pelan-pelan ingin saya tinggalkan. Bukan karena saya...

Read moreDetails

Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan

by I Nyoman Tingkat
July 7, 2026
0
Memaknai Singaraja Literary Festival –Mengubur Sekat Kedisinian dan Kedisanaan

SINGARAJA Literary Festival (SLF)  IV   berlangsung sangat meriah selama 3 hari (Jumat-Minggu, 3-5 Juli 2026) di Kawasan Pusat Peradaban Bali...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Wisata Bahari di Negeri Maritim

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
Mahindu, Si Perempuan Tembikar
Ulas Buku

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali
Khas

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan
Khas

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali
Panggung

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

by Chusmeru
July 10, 2026
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed
Khas

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co