24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
May 31, 2026
in Esai
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Ilustrasi tatkala.co

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral

BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh pariwisata, investasi, dan pembangunan infrastruktur yang terus berkembang. Namun di sisi lain, kita menyaksikan gejala yang mengundang keprihatinan: alih fungsi lahan pertanian yang semakin masif, tekanan terhadap kawasan suci, kerusakan lingkungan, berkurangnya ruang hidup masyarakat lokal, hingga munculnya berbagai persoalan sosial yang sebelumnya tidak begitu mencolok.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah pembangunan yang berlangsung saat ini benar-benar masih berpijak pada filosofi Bali yang diwariskan para leluhur?

Kegelisahan itulah yang melahirkan Forum Pemerhati Pembangunan Bali (FOR HATI BALI). Nama “FOR HATI” bukan sekadar akronim. Ia lahir dari kata hati, dari suara nurani masyarakat yang mencintai Bali dan tidak ingin pulau ini kehilangan jati dirinya.

Forum ini bukan organisasi politik, bukan pula kelompok kepentingan ekonomi. FOR HATI BALI hadir sebagai gerakan moral dan sosial yang berangkat dari kesadaran bahwa menjaga Bali bukan hanya tugas pemerintah, bukan hanya tugas DPRD, bukan hanya tugas akademisi atau tokoh adat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh krama Bali dan siapa pun yang mencintai Bali.

Karena itu, dukungan FOR HATI BALI terhadap Panitia Khusus Tata Ruang, Alam, dan Pariwisata (TRAP) DPRD Bali bukanlah dukungan terhadap individu atau kelompok tertentu. Dukungan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap upaya mencari kebenaran, melakukan koreksi, dan memastikan pembangunan Bali tetap berjalan dalam koridor hukum, etika, budaya, dan kelestarian lingkungan.

Di tengah derasnya arus investasi global, Bali membutuhkan masyarakat yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut mengawasi dan mengingatkan. Sebab sejarah mengajarkan bahwa peradaban tidak runtuh karena kurangnya pembangunan, melainkan karena pembangunan yang kehilangan arah dan nilai.

Bali Bukan Warisan Nenek Moyang, Melainkan Titipan Anak Cucu

Sering kali kita mendengar ungkapan bahwa Bali adalah warisan leluhur yang harus dijaga. Ungkapan itu benar. Namun sesungguhnya Bali juga merupakan titipan dari generasi yang belum lahir kepada kita hari ini.

Jika gunung kehilangan kesakralannya, jika pantai kehilangan keindahannya, jika sawah berubah menjadi beton tanpa kendali, jika pura dan kawasan sucinya terdesak oleh kepentingan ekonomi jangka pendek, lalu Bali seperti apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu?

Bali dibangun di atas keseimbangan. Filosofi Tri Hita Karana mengajarkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam. Ketika salah satu unsur terganggu, keseimbangan itu akan runtuh.

Karena itu perjuangan menjaga tata ruang bukan sekadar urusan teknis tentang zonasi atau perizinan. Ia adalah perjuangan menjaga keseimbangan kehidupan. Ia adalah perjuangan menjaga hubungan spiritual masyarakat Bali dengan tanah yang dipijaknya.

Dalam konteks inilah FOR HATI BALI melihat pentingnya pengawasan publik terhadap berbagai kebijakan pembangunan. Bukan untuk menghambat kemajuan, tetapi memastikan bahwa kemajuan tidak mengorbankan akar kehidupan Bali itu sendiri.

Pulau Serangan, kawasan Jimbaran Hijau, daerah-daerah resapan air, kawasan pertanian produktif, hutan, pantai, dan kawasan suci sesungguhnya merupakan bagian dari satu ekosistem besar yang saling terhubung. Ketika satu bagian rusak, bagian lain akan menerima dampaknya.

Oleh sebab itu, perjuangan menjaga Bali tidak boleh bersifat sektoral. Ia harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan tokoh spiritual, akademisi, mahasiswa, petani, nelayan, pelaku usaha, seniman, dan seluruh elemen masyarakat.

Masa depan Bali terlalu berharga untuk diserahkan hanya kepada mekanisme pasar. Ia harus dijaga oleh kesadaran kolektif masyarakatnya.

Menegakkan Dharma di Bumi Pertiwi Bali

Pada akhirnya, perjuangan FOR HATI BALI bukanlah perjuangan melawan seseorang atau kelompok tertentu. Perjuangan ini adalah upaya menegakkan Dharma.

Dalam tradisi Nusantara maupun ajaran Hindu, Dharma memiliki makna yang sangat luas. Dharma adalah kebenaran, keteraturan, keadilan, tanggung jawab moral, dan keselarasan hidup. Ketika Dharma ditegakkan, kehidupan akan menemukan keseimbangannya. Sebaliknya, ketika Dharma diabaikan, berbagai bentuk krisis akan muncul, baik krisis lingkungan, sosial, ekonomi, maupun spiritual.

Guru-guru kebijaksanaan mengajarkan bahwa siapa yang berpegang teguh pada Dharma, maka Dharma akan mengukuhkan pegangannya. Karena itu perjuangan menjaga Bali sesungguhnya adalah bagian dari perjuangan menjaga Dharma.

FOR HATI BALI mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tidak apatis. Masa depan Bali tidak ditentukan oleh segelintir orang. Masa depan Bali ditentukan oleh keberanian masyarakatnya untuk peduli.

Kami mengajak para akademisi untuk menyumbangkan pemikiran ilmiah. Kami mengajak mahasiswa untuk menghadirkan idealisme dan energi perubahan. Kami mengajak para tokoh adat dan spiritual untuk terus menyalakan nilai-nilai kebijaksanaan. Kami mengajak masyarakat umum untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan yang konstruktif terhadap arah pembangunan Bali.

Perbedaan latar belakang, profesi, agama, organisasi, dan pilihan politik hendaknya tidak menjadi penghalang. Ada satu tujuan yang lebih besar yang dapat menyatukan kita semua, yaitu tegaknya Dharma di Bumi Pertiwi Bali dan menjaga Bali agar tetap menjadi Bali.

FOR HATI BALI terbuka bagi siapa saja yang memiliki kepedulian yang sama. Karena forum ini lahir bukan dari ambisi kekuasaan, melainkan dari cinta. Cinta kepada alam Bali. Cinta kepada budaya Bali. Cinta kepada generasi yang akan datang.

Semoga semakin banyak hati yang tergerak untuk bergabung dalam gerakan ini. Sebab jika hati-hati yang baik bersatu, maka suara Dharma akan terdengar lebih kuat daripada suara kepentingan sesaat.

Dan ketika Dharma berdiri tegak di Bumi Pertiwi Bali, sesungguhnya yang kita selamatkan bukan hanya sebuah pulau, melainkan jiwa sebuah peradaban.

Satyameva Jayate!

Jayalah Kebenaran! [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Racauan Arman Dhani

Next Post

Wisata Bahari di Negeri Maritim

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Wisata Bahari di Negeri Maritim

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co