26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
May 31, 2026
in Esai
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Ilustrasi tatkala.co

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral

BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh pariwisata, investasi, dan pembangunan infrastruktur yang terus berkembang. Namun di sisi lain, kita menyaksikan gejala yang mengundang keprihatinan: alih fungsi lahan pertanian yang semakin masif, tekanan terhadap kawasan suci, kerusakan lingkungan, berkurangnya ruang hidup masyarakat lokal, hingga munculnya berbagai persoalan sosial yang sebelumnya tidak begitu mencolok.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah pembangunan yang berlangsung saat ini benar-benar masih berpijak pada filosofi Bali yang diwariskan para leluhur?

Kegelisahan itulah yang melahirkan Forum Pemerhati Pembangunan Bali (FOR HATI BALI). Nama “FOR HATI” bukan sekadar akronim. Ia lahir dari kata hati, dari suara nurani masyarakat yang mencintai Bali dan tidak ingin pulau ini kehilangan jati dirinya.

Forum ini bukan organisasi politik, bukan pula kelompok kepentingan ekonomi. FOR HATI BALI hadir sebagai gerakan moral dan sosial yang berangkat dari kesadaran bahwa menjaga Bali bukan hanya tugas pemerintah, bukan hanya tugas DPRD, bukan hanya tugas akademisi atau tokoh adat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh krama Bali dan siapa pun yang mencintai Bali.

Karena itu, dukungan FOR HATI BALI terhadap Panitia Khusus Tata Ruang, Alam, dan Pariwisata (TRAP) DPRD Bali bukanlah dukungan terhadap individu atau kelompok tertentu. Dukungan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap upaya mencari kebenaran, melakukan koreksi, dan memastikan pembangunan Bali tetap berjalan dalam koridor hukum, etika, budaya, dan kelestarian lingkungan.

Di tengah derasnya arus investasi global, Bali membutuhkan masyarakat yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut mengawasi dan mengingatkan. Sebab sejarah mengajarkan bahwa peradaban tidak runtuh karena kurangnya pembangunan, melainkan karena pembangunan yang kehilangan arah dan nilai.

Bali Bukan Warisan Nenek Moyang, Melainkan Titipan Anak Cucu

Sering kali kita mendengar ungkapan bahwa Bali adalah warisan leluhur yang harus dijaga. Ungkapan itu benar. Namun sesungguhnya Bali juga merupakan titipan dari generasi yang belum lahir kepada kita hari ini.

Jika gunung kehilangan kesakralannya, jika pantai kehilangan keindahannya, jika sawah berubah menjadi beton tanpa kendali, jika pura dan kawasan sucinya terdesak oleh kepentingan ekonomi jangka pendek, lalu Bali seperti apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu?

Bali dibangun di atas keseimbangan. Filosofi Tri Hita Karana mengajarkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam. Ketika salah satu unsur terganggu, keseimbangan itu akan runtuh.

Karena itu perjuangan menjaga tata ruang bukan sekadar urusan teknis tentang zonasi atau perizinan. Ia adalah perjuangan menjaga keseimbangan kehidupan. Ia adalah perjuangan menjaga hubungan spiritual masyarakat Bali dengan tanah yang dipijaknya.

Dalam konteks inilah FOR HATI BALI melihat pentingnya pengawasan publik terhadap berbagai kebijakan pembangunan. Bukan untuk menghambat kemajuan, tetapi memastikan bahwa kemajuan tidak mengorbankan akar kehidupan Bali itu sendiri.

Pulau Serangan, kawasan Jimbaran Hijau, daerah-daerah resapan air, kawasan pertanian produktif, hutan, pantai, dan kawasan suci sesungguhnya merupakan bagian dari satu ekosistem besar yang saling terhubung. Ketika satu bagian rusak, bagian lain akan menerima dampaknya.

Oleh sebab itu, perjuangan menjaga Bali tidak boleh bersifat sektoral. Ia harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan tokoh spiritual, akademisi, mahasiswa, petani, nelayan, pelaku usaha, seniman, dan seluruh elemen masyarakat.

Masa depan Bali terlalu berharga untuk diserahkan hanya kepada mekanisme pasar. Ia harus dijaga oleh kesadaran kolektif masyarakatnya.

Menegakkan Dharma di Bumi Pertiwi Bali

Pada akhirnya, perjuangan FOR HATI BALI bukanlah perjuangan melawan seseorang atau kelompok tertentu. Perjuangan ini adalah upaya menegakkan Dharma.

Dalam tradisi Nusantara maupun ajaran Hindu, Dharma memiliki makna yang sangat luas. Dharma adalah kebenaran, keteraturan, keadilan, tanggung jawab moral, dan keselarasan hidup. Ketika Dharma ditegakkan, kehidupan akan menemukan keseimbangannya. Sebaliknya, ketika Dharma diabaikan, berbagai bentuk krisis akan muncul, baik krisis lingkungan, sosial, ekonomi, maupun spiritual.

Guru-guru kebijaksanaan mengajarkan bahwa siapa yang berpegang teguh pada Dharma, maka Dharma akan mengukuhkan pegangannya. Karena itu perjuangan menjaga Bali sesungguhnya adalah bagian dari perjuangan menjaga Dharma.

FOR HATI BALI mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tidak apatis. Masa depan Bali tidak ditentukan oleh segelintir orang. Masa depan Bali ditentukan oleh keberanian masyarakatnya untuk peduli.

Kami mengajak para akademisi untuk menyumbangkan pemikiran ilmiah. Kami mengajak mahasiswa untuk menghadirkan idealisme dan energi perubahan. Kami mengajak para tokoh adat dan spiritual untuk terus menyalakan nilai-nilai kebijaksanaan. Kami mengajak masyarakat umum untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan yang konstruktif terhadap arah pembangunan Bali.

Perbedaan latar belakang, profesi, agama, organisasi, dan pilihan politik hendaknya tidak menjadi penghalang. Ada satu tujuan yang lebih besar yang dapat menyatukan kita semua, yaitu tegaknya Dharma di Bumi Pertiwi Bali dan menjaga Bali agar tetap menjadi Bali.

FOR HATI BALI terbuka bagi siapa saja yang memiliki kepedulian yang sama. Karena forum ini lahir bukan dari ambisi kekuasaan, melainkan dari cinta. Cinta kepada alam Bali. Cinta kepada budaya Bali. Cinta kepada generasi yang akan datang.

Semoga semakin banyak hati yang tergerak untuk bergabung dalam gerakan ini. Sebab jika hati-hati yang baik bersatu, maka suara Dharma akan terdengar lebih kuat daripada suara kepentingan sesaat.

Dan ketika Dharma berdiri tegak di Bumi Pertiwi Bali, sesungguhnya yang kita selamatkan bukan hanya sebuah pulau, melainkan jiwa sebuah peradaban.

Satyameva Jayate!

Jayalah Kebenaran! [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Racauan Arman Dhani

Next Post

Wisata Bahari di Negeri Maritim

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Wisata Bahari di Negeri Maritim

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co