11 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
May 31, 2026
in Esai
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Ilustrasi tatkala.co

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral

BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh pariwisata, investasi, dan pembangunan infrastruktur yang terus berkembang. Namun di sisi lain, kita menyaksikan gejala yang mengundang keprihatinan: alih fungsi lahan pertanian yang semakin masif, tekanan terhadap kawasan suci, kerusakan lingkungan, berkurangnya ruang hidup masyarakat lokal, hingga munculnya berbagai persoalan sosial yang sebelumnya tidak begitu mencolok.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah pembangunan yang berlangsung saat ini benar-benar masih berpijak pada filosofi Bali yang diwariskan para leluhur?

Kegelisahan itulah yang melahirkan Forum Pemerhati Pembangunan Bali (FOR HATI BALI). Nama “FOR HATI” bukan sekadar akronim. Ia lahir dari kata hati, dari suara nurani masyarakat yang mencintai Bali dan tidak ingin pulau ini kehilangan jati dirinya.

Forum ini bukan organisasi politik, bukan pula kelompok kepentingan ekonomi. FOR HATI BALI hadir sebagai gerakan moral dan sosial yang berangkat dari kesadaran bahwa menjaga Bali bukan hanya tugas pemerintah, bukan hanya tugas DPRD, bukan hanya tugas akademisi atau tokoh adat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh krama Bali dan siapa pun yang mencintai Bali.

Karena itu, dukungan FOR HATI BALI terhadap Panitia Khusus Tata Ruang, Alam, dan Pariwisata (TRAP) DPRD Bali bukanlah dukungan terhadap individu atau kelompok tertentu. Dukungan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap upaya mencari kebenaran, melakukan koreksi, dan memastikan pembangunan Bali tetap berjalan dalam koridor hukum, etika, budaya, dan kelestarian lingkungan.

Di tengah derasnya arus investasi global, Bali membutuhkan masyarakat yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut mengawasi dan mengingatkan. Sebab sejarah mengajarkan bahwa peradaban tidak runtuh karena kurangnya pembangunan, melainkan karena pembangunan yang kehilangan arah dan nilai.

Bali Bukan Warisan Nenek Moyang, Melainkan Titipan Anak Cucu

Sering kali kita mendengar ungkapan bahwa Bali adalah warisan leluhur yang harus dijaga. Ungkapan itu benar. Namun sesungguhnya Bali juga merupakan titipan dari generasi yang belum lahir kepada kita hari ini.

Jika gunung kehilangan kesakralannya, jika pantai kehilangan keindahannya, jika sawah berubah menjadi beton tanpa kendali, jika pura dan kawasan sucinya terdesak oleh kepentingan ekonomi jangka pendek, lalu Bali seperti apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu?

Bali dibangun di atas keseimbangan. Filosofi Tri Hita Karana mengajarkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan manusia dengan alam. Ketika salah satu unsur terganggu, keseimbangan itu akan runtuh.

Karena itu perjuangan menjaga tata ruang bukan sekadar urusan teknis tentang zonasi atau perizinan. Ia adalah perjuangan menjaga keseimbangan kehidupan. Ia adalah perjuangan menjaga hubungan spiritual masyarakat Bali dengan tanah yang dipijaknya.

Dalam konteks inilah FOR HATI BALI melihat pentingnya pengawasan publik terhadap berbagai kebijakan pembangunan. Bukan untuk menghambat kemajuan, tetapi memastikan bahwa kemajuan tidak mengorbankan akar kehidupan Bali itu sendiri.

Pulau Serangan, kawasan Jimbaran Hijau, daerah-daerah resapan air, kawasan pertanian produktif, hutan, pantai, dan kawasan suci sesungguhnya merupakan bagian dari satu ekosistem besar yang saling terhubung. Ketika satu bagian rusak, bagian lain akan menerima dampaknya.

Oleh sebab itu, perjuangan menjaga Bali tidak boleh bersifat sektoral. Ia harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan tokoh spiritual, akademisi, mahasiswa, petani, nelayan, pelaku usaha, seniman, dan seluruh elemen masyarakat.

Masa depan Bali terlalu berharga untuk diserahkan hanya kepada mekanisme pasar. Ia harus dijaga oleh kesadaran kolektif masyarakatnya.

Menegakkan Dharma di Bumi Pertiwi Bali

Pada akhirnya, perjuangan FOR HATI BALI bukanlah perjuangan melawan seseorang atau kelompok tertentu. Perjuangan ini adalah upaya menegakkan Dharma.

Dalam tradisi Nusantara maupun ajaran Hindu, Dharma memiliki makna yang sangat luas. Dharma adalah kebenaran, keteraturan, keadilan, tanggung jawab moral, dan keselarasan hidup. Ketika Dharma ditegakkan, kehidupan akan menemukan keseimbangannya. Sebaliknya, ketika Dharma diabaikan, berbagai bentuk krisis akan muncul, baik krisis lingkungan, sosial, ekonomi, maupun spiritual.

Guru-guru kebijaksanaan mengajarkan bahwa siapa yang berpegang teguh pada Dharma, maka Dharma akan mengukuhkan pegangannya. Karena itu perjuangan menjaga Bali sesungguhnya adalah bagian dari perjuangan menjaga Dharma.

FOR HATI BALI mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tidak apatis. Masa depan Bali tidak ditentukan oleh segelintir orang. Masa depan Bali ditentukan oleh keberanian masyarakatnya untuk peduli.

Kami mengajak para akademisi untuk menyumbangkan pemikiran ilmiah. Kami mengajak mahasiswa untuk menghadirkan idealisme dan energi perubahan. Kami mengajak para tokoh adat dan spiritual untuk terus menyalakan nilai-nilai kebijaksanaan. Kami mengajak masyarakat umum untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan yang konstruktif terhadap arah pembangunan Bali.

Perbedaan latar belakang, profesi, agama, organisasi, dan pilihan politik hendaknya tidak menjadi penghalang. Ada satu tujuan yang lebih besar yang dapat menyatukan kita semua, yaitu tegaknya Dharma di Bumi Pertiwi Bali dan menjaga Bali agar tetap menjadi Bali.

FOR HATI BALI terbuka bagi siapa saja yang memiliki kepedulian yang sama. Karena forum ini lahir bukan dari ambisi kekuasaan, melainkan dari cinta. Cinta kepada alam Bali. Cinta kepada budaya Bali. Cinta kepada generasi yang akan datang.

Semoga semakin banyak hati yang tergerak untuk bergabung dalam gerakan ini. Sebab jika hati-hati yang baik bersatu, maka suara Dharma akan terdengar lebih kuat daripada suara kepentingan sesaat.

Dan ketika Dharma berdiri tegak di Bumi Pertiwi Bali, sesungguhnya yang kita selamatkan bukan hanya sebuah pulau, melainkan jiwa sebuah peradaban.

Satyameva Jayate!

Jayalah Kebenaran! [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Racauan Arman Dhani

Next Post

Wisata Bahari di Negeri Maritim

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Wisata Bahari di Negeri Maritim

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co