1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
August 21, 2026
in Esai
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

Pengawas meninjau Hasil Produksi Pembelajaran Jurusan Agribisnis Tanaman | Foto: Dok I Wayan Yudana

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan oleh sebuah kegiatan.

Rapat Koordinasi Komunitas Belajar (Kombel) TOP Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali di SMKN 1 Petang, misalnya, tidak semestinya dipandang hanya sebagai agenda berkumpulnya para pengawas sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk membaca persoalan pendidikan dari dekat, melihat potensi satuan pendidikan, sekaligus memikirkan bagaimana transformasi pendidikan Bali dapat terus digerakkan.

Kehadiran Korwas disambut Kepala Sekolah dan Tim Manajemen SMKN 1 Petang | Foto: Dok. I Wayan Yudana

Pemilihan SMKN 1 Petang sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tentu bukan sekadar persoalan teknis. Penunjukan tersebut telah mendapatkan persetujuan dan dukungan moral dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali. Dukungan tersebut memiliki makna penting bagi sekolah.

Bagi SMKN 1 Petang, kepercayaan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan para Pengawas Sekolah merupakan sebuah kehormatan. Namun, lebih dari sekadar kehormatan, momentum ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa sekolah di daerah dengan segala keterbatasannya pun memiliki potensi untuk tumbuh, berkembang, dan berperan penting dalam transformasi pendidikan Bali.

Pengawas dan Sekolah: Membaca Kenyataan dari Dekat

Transformasi pendidikan tidak cukup dibangun dari ruang-ruang kebijakan. Ia harus tumbuh dari ruang kelas, dari pengalaman guru, dari kepemimpinan kepala sekolah, dari kebutuhan peserta didik, dan dari realitas satuan pendidikan. Di sinilah posisi strategis Pengawas Sekolah.

Kehadiran Pengawas Sekolah disambut Tim Manajemen SMKN 1 Petang | Foto: I Wayan Yudana

Pengawas SMA, SMK, dan SLB berada pada posisi yang sangat penting. Mereka berada di antara kebijakan pemerintah dan kenyataan sekolah. Mereka memahami arah kebijakan, tetapi sekaligus berhadapan langsung dengan bagaimana kebijakan tersebut diterjemahkan dalam praktik. Karena itu, pengawas tidak semestinya hanya hadir sebagai pemeriksa administrasi. Pengawas mesti menjadi pendamping, mediator, fasilitator, reflektor, dan penggerak perubahan.

Mereka perlu mampu menjawab pertanyaan sederhana tetapi mendasar: Apa yang sebenarnya terjadi di sekolah? Apa yang sudah baik? Apa yang belum? Apa potensinya? Apa hambatannya? Dan dukungan seperti apa yang dibutuhkan agar sekolah dapat berkembang? Pertanyaan semacam itu penting karena setiap sekolah memiliki karakter yang berbeda. Ada sekolah yang kuat secara akademik, ada yang unggul dalam karakter dan budaya, ada yang berkembang melalui kemitraan industri, ada yang kuat dalam bidang seni dan olahraga. Ada pula sekolah yang memiliki potensi besar tetapi belum sepenuhnya menemukan strategi untuk mengembangkannya.

SMKN 1 Petang: Potensi yang Perlu Digerakkan

Dalam konteks itulah SMKN 1 Petang menarik untuk dibicarakan. Sekolah ini memiliki modal yang tidak sedikit. Letaknya berada di kawasan perdesaan dengan lingkungan alam yang kuat. Sekolah memiliki kompetensi keahlian yang berkaitan langsung dengan potensi wilayah dan kebutuhan masa depan, seperti Agribisnis Tanaman, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, dan Perhotelan.

Pengawas meninjau Hasil Produksi Pembelajaran Jurusan Agribisnis Tanaman | Foto: Dok I Wayan Yudana

Di tengah perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan tuntutan pendidikan vokasi yang semakin kuat, potensi tersebut sesungguhnya dapat menjadi modal strategis untuk membangun karakter dan keunggulan sekolah. Apalagi jika potensi agribisnis dan pariwisata dapat dipadukan secara kreatif.

Sekolah tidak harus selalu berkompetisi dengan sekolah lain dalam hal yang sama. Justru sekolah dapat membangun identitas dan keunggulannya sendiri.

Bayangkan! Jika lahan pertanian sekolah tidak hanya menjadi tempat praktik, tetapi berkembang menjadi laboratorium agribisnis. Hasil pertanian tidak berhenti sebagai produk, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah. Kompetensi perhotelan tidak hanya belajar pelayanan di ruang praktik, tetapi terhubung dengan pengembangan wisata edukasi dan potensi lokal. Di sinilah gagasan “Segi Tiga Emas”—ATPH, APHP, dan Perhotelan—dapat dikembangkan menjadi kekuatan khas sekolah.

Agribisnis menghasilkan bahan dan pengalaman. Pengolahan menghasilkan nilai tambah. Perhotelan memberikan pengalaman layanan dan wisata. Ketiganya dapat dipertemukan dalam sebuah ekosistem pembelajaran yang kontekstual.

Jika telah terkelola dengan baik, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar peserta didik, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang edukasi, inovasi, produksi, kewirausahaan, dan wisata berbasis pendidikan. Potensi seperti inilah yang perlu dibaca, didampingi, dan dikembangkan secara bersama.

Kehadiran Pengawas sebagai Cermin dan Penggerak

Ketika para pengawas hadir di SMKN 1 Petang, sesungguhnya sekolah sedang memperoleh kesempatan untuk “bercermin”. Pengawas dapat melihat secara langsung bagaimana pembelajaran berlangsung, bagaimana guru bekerja, bagaimana peserta didik belajar, bagaimana sarana dimanfaatkan, bagaimana lingkungan sekolah dikelola, dan bagaimana program-program sekolah dijalankan.

Tentu, sekolah akan senang jika yang terlihat adalah berbagai praktik baik. Namun, sekolah juga harus siap jika ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Sebab, sekolah yang baik bukan sekolah yang tidak memiliki kekurangan, melainkan sekolah yang mengetahui kekurangannya dan mau memperbaikinya.

Suasana Foto Bersama Pengawas Sekolah di Sela Pelaksanaan Kegiatan Kombel | Foto: Dok. I Wayan Yudana

Bagi SMKN 1 Petang, kehadiran para pengawas justru menjadi kesempatan memperoleh perspektif profesional dari luar. Kekurangan yang ditemukan bukan untuk mempermalukan sekolah, tetapi menjadi data autentik untuk menentukan arah pembinaan. Demikian pula potensi yang terlihat bukan sekadar untuk dipuji, tetapi untuk dicari cara agar dapat dikembangkan.

Di sinilah hubungan pengawas dan sekolah seharusnya dibangun. Bukan hubungan antara pemeriksa dan yang diperiksa, melainkan antara pendamping dan satuan pendidikan yang sedang bertumbuh. Pengawas memperoleh data nyata. Sekolah memperoleh masukan. Keduanya saling belajar. Ketika proses tersebut berjalan, pembinaan tentu akan menjadi lebih tepat sasaran.

Kombel: Dari Forum Berbagi Menjadi Forum Memecahkan Persoalan

Kombel Pengawas Sekolah juga harus mengambil peran lebih jauh. Forum ini jangan berhenti pada penyampaian kebijakan dan pertukaran informasi. Setiap pengawas sebenarnya membawa “laboratorium pendidikan” masing-masing.

Ada persoalan tentang mutu pembelajaran. Ada persoalan tentang TKA. Ada tantangan transformasi digital. Ada persoalan karakter peserta didik. Ada keterbatasan sarana. Ada tantangan pengembangan SMK dan kemitraan dengan dunia kerja. Ada pula persoalan bagaimana sekolah-sekolah khusus seperti SLB dapat memberikan layanan yang semakin bermutu. Semua itu layak dibawa ke meja Kombel. Kombel yang demikian tidak hanya menjadi komunitas belajar, tetapi menjadi komunitas pemecah masalah pendidikan.

TKA dan Tantangan Mutu Pembelajaran

Salah satu isu yang dibahas dalam forum ini adalah penguatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang disampaikan oleh I Putu Sudibawa, S.Pd., M.Pd., Kepala SMAN 1 Semarapura. Pembahasan TKA penting karena pendidikan tidak boleh hanya mengejar angka, tetapi harus memastikan bahwa angka tersebut lahir dari proses pembelajaran yang bermutu. TKA semestinya menjadi cermin untuk melihat kemampuan akademik peserta didik dan sekaligus refleksi terhadap proses pembelajaran.

Jangan sampai kita terlalu sibuk melatih peserta didik menjawab soal, tetapi lupa melatih mereka berpikir. Jangan sampai peserta didik hafal jawaban, tetapi kesulitan menemukan solusi ketika berhadapan dengan persoalan nyata.

Karena itulah, pengawas memiliki tugas penting membantu sekolah. Memahami TKA, bukan sekadar sebagai agenda tes, tetapi sebagai bagian dari penguatan mutu pembelajaran.

Dukungan Moral adalah Energi bagi Sekolah

Dalam konteks ini, dukungan moral Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali terhadap pelaksanaan kegiatan di SMKN 1 Petang memiliki arti tersendiri.

Peserta Kombel menyimak Pengarahan Disiplin Kerja ASN dari Sekda Bali | Foto: Dok I Wayan Yudana

Dukungan seorang pimpinan tidak selalu harus hadir dalam bentuk program besar atau anggaran besar. Kadang-kadang, kepercayaan dan perhatian justru menjadi energi yang sangat berarti bagi sebuah sekolah untuk bergerak lebih percaya diri. Bagi sekolah, kepercayaan tersebut merupakan pesan bahwa sekolah di mana pun berada—termasuk sekolah yang jauh dari pusat keramaian—memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

SMKN 1 Petang tidak boleh hanya menjadi sekolah yang “ada”. Ia harus terus bergerak menjadi sekolah yang berdaya, memiliki identitas, relevan dengan kebutuhan zaman, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Di sinilah dukungan Dinas, pendampingan pengawas, kepemimpinan sekolah, kerja keras guru dan tenaga kependidikan, serta partisipasi masyarakat harus bertemu.

Menyiapkan Manusia Bali untuk 100 Tahun ke Depan

Semua ini pada akhirnya bermuara pada agenda yang jauh lebih besar: masa depan Bali. Bali sedang memasuki perjalanan pembangunan jangka panjang 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125. Dalam kerangka Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pendidikan memiliki posisi fundamental. Sebab pembangunan pada akhirnya bukan hanya tentang jalan, gedung, ekonomi, atau teknologi. Pembangunan adalah tentang manusia yang akan mengelola semuanya.

Bali membutuhkan generasi yang cerdas tetapi tidak tercerabut dari budaya. Menguasai teknologi tetapi tidak kehilangan etika. Mampu bersaing secara global tetapi tetap memiliki jati diri. Kompeten bekerja tetapi juga memiliki kepedulian terhadap alam dan kehidupan sosial. Dan untuk melahirkan manusia seperti itu, sekolah harus menjadi ruang perubahan.

Untuk itu, guru harus terus belajar. Kepala sekolah harus berani memimpin perubahan. Dan pengawas sekolah harus mampu menjaga arah serta menggerakkan transformasi.

Dari SMKN 1 Petang, Sebuah Catatan untuk Pendidikan Bali

Mungkin inilah makna yang lebih dalam dari pelaksanaan Kombel Pengawas Sekolah di SMKN 1 Petang. Ia bukan sekadar kegiatan yang berlangsung satu hari. Ia adalah kesempatan untuk melihat sekolah dari dekat, membaca persoalan dari lapangan, menemukan potensi, mengidentifikasi kekurangan, berbagi praktik baik, dan memikirkan langkah pembinaan ke depan.

Bagi SMKN 1 Petang, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa sekolah memiliki potensi dan keberanian untuk berkembang. Bagi pengawas, ini adalah kesempatan memperoleh data autentik untuk menyusun pembinaan yang lebih tepat. Bagi Dinas Pendidikan, ini adalah kesempatan membaca persoalan pendidikan dari lapangan secara lebih nyata. Dan bagi Bali, ini adalah bagian kecil dari perjalanan panjang menyiapkan generasi untuk masa depan.

Penyerahan Buku Karya Guru SMKN 1 Petang kepada Narasumber | Foto: Dok. I Wayan Yudana

Karena itu, Kombel Pengawas Sekolah hendaknya tidak berhenti sebagai forum pertemuan. Ia harus menjadi ruang berpikir bersama, ruang berbagi praktik baik, ruang membaca persoalan, ruang menemukan solusi, dan ruang menggerakkan perubahan. Sebab, pengawas yang baik bukanlah yang paling banyak menemukan kesalahan, tetapi yang mampu membantu sekolah menemukan jalan keluar. Bukan yang hanya menyampaikan kebijakan, tetapi yang mampu menerjemahkan kebijakan menjadi praktik. Bukan yang hanya melihat kekurangan, tetapi yang mampu melihat potensi di balik kekurangan. Dan bukan pula sekadar berada di belakang perubahan, tetapi ikut menggerakkan perubahan.

Dari SMKN 1 Petang, kita belajar bahwa sekolah tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai bergerak. Potensi harus dibaca. Kekurangan harus diakui. Solusi harus dicari. Perubahan harus dikawal. Sebab jalan menuju Bali Era Baru adalah jalan panjang. Dan di sepanjang jalan itu, pendidikan harus menjadi kompas, sekolah menjadi ruang perubahan, guru menjadi penggerak, peserta didik menjadi pusat perhatian, dan pengawas menjadi penjaga arah perjalanan.[T]

Tags: Disdikpora Provinsi BaliSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

Next Post

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails
Next Post
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co