20 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Racauan Arman Dhani

Wayan Esa Bhaskara by Wayan Esa Bhaskara
May 30, 2026
in Ulas Buku
Membaca Racauan Arman Dhani

Buku '30 Tahun dan Gagal' karya Arman Dhani

  • Judul               : 30 Tahun dan Gagal
  • Penulis            : Arman Dhani
  • Tahun terbit    : Februari 2026
  • Penerbit          : EA Books
  • Tebal               : x + 138 halaman
  • ISBN                : 978-623-5280-25-7

Membaca buku 30 Tahun dan Gagal, buku terbaru karya Arman Dhani terasa seperti mendengar curhat yang panjang. Ceritanya beragam, ada sedih, jenaka, dan tragis. Ada pula bagian yang menyisakan kesan mendalam. Buku setebal 138 halaman ini membahas kegagalan dari kaca mata penulisnya. Pertanyaan besarnya, apa itu gagal? Atau jika dibalik, apa itu sukses?

Saya selalu yakin, buku-buku semacam ini semakin dibutuhkan. Gagal dan sukses bisa digapai siapa saja. Hanya saja proses dan caranya yang berbeda-beda. Sebab ‘neraka’ ada di mana-mana, kesehatan mental menjadi penyakit akut yang perlu dihindari. Ada banyak kebaikan dan refleksi hidup dalam buku jenis ini. Dalam buku 30 Tahun dan Gagal Dhani tidak hanya membahas kegagalan pada ranah personal. Ia mengaitkan kegagalan individu dengan struktur di negeri ini. 

Seperti yang tertulis pada KBBI, gagal/ga.gal diartikan sebagai tidak berhasil; tidak tercapai (maksudnya): keinginan untuk menjadi juara ; Definisi ini pun ditulis dengan jelas pada sampul buku. Mungkin dimaksudkan agar pembaca memiliki sudut pandang sejalan tentang kata gagal. Buku ini secara garis besar dibagi menjadi sembilan bagian, di antaranya Deklarasi Kegagalan di Usia 30 Tahun, Mengurai Kondisi Kesehatan Mental, Racun-Racun Layar, Mengusut Kegagalan Struktural, Melepas Alienasi Diri, Memaknai Kesuksesan di Usia 30 Tahun, Seni Merangkak dari Bawah di Pasar Kerja, Membangun Fondasi Hubungan Sehat, dan Timeline-Mu Aturanmu. Ada benang merah yang kuat dalam setiap bagian.

Arman Dhani menulis semacam kilas balik kisah hidupnya. Bisa jadi semacam nukilan autobiografi namun tidak diceritakan dengan alur yang runut. Saya melihat, buku yang diterbitkan EA Books, 2026 ini menjadi arsip atas kisah hidup manusia yang pernah gagal. Dunia terus menerus berubah, penilaian gagal dan sukses tiap orang pun berbeda. Subjek cerita yang dibicarakan buku ini, Arman Dhani, seperti sedang mencari pijakan. Dalam kisahnya tersebut, tanpa disadari memberikan makna hidup yang sangat relevan untuk pembaca.

Daya tarik buku ini, tentu dari cara Dhani bertutur sederhana namun menggugah. Dari kalimat-kalimat yang dilontarkan, dengan gampang kita menyimpulkan ia adalah orang yang memiliki bacaan yang luas. Bagi yang mengikuti Dhani, baik sebagai penulis buku dan jurnalis, atau bahkan pada podcast-podcast pasti telah hapal dengan cara dia bertutur. Untuk yang suka kalimat-kalimat untuk bahan quotes, buku ini punya melimpah. Beberapa kutipan yang saya suka adalah ‘‘Banyak orang berpikir menyerah itu mudah, tapi kenyataannya justru jadi hal paling sulit untuk dilakukan’’ (hlm 6) atau ‘‘jangan masuk hubungan bersama orang yang belum selesai dengan dirinya sendiri’’ (hlm 109).

Awal membaca buku ini, pembaca akan diceritakan kondisi kegagalan yang dialami Dhani. Mulai gagal dalam pekerjaan, cinta, dan kesehatan. Dia menceritakan sempat divonis positif Covid19 dan diabetes. Dari sana, mulai diceritakan lagi kegagalan-kegagalan berikutnya dengan lebih detail. Secara keseluruhan, kegagalan yang dialami Dhani berkelindan dari mulai satu faktor ke faktor lainnya. Lalu ia analisis bahwa penyebab kegagalan tidak hanya berasal dari dirinya sendiri, akan tetapi tidak jarang berasal dari luar dirinya. Faktor yang berasal dari luar dirilah yang amat sulit untuk dikontrol.

Dalam satu bagian sub Mengusut Kegagalan Struktural, ia menulis ‘‘orang miskin tidak hanya kekurangan materi, tapi juga kekurangan akses: akses ke pendidikan yang layak, ke waktu luang untuk berpikir, ke jaringan sosial yang ‘berguna’, ke informasi yang benar,… ‘‘ (hlm 57). Dengan asumsi bahwa kegagalan yang dialami salah satunya karena ‘ditindas sistem’.

Kegagalan yang datang silih berganti seakan tidak hanya membuat babak belur secara fisik, namun juga menghancurkan mentalnya. Tentu, ia tetap bisa berdiri dan kuat melangkah maju setelah berbagai kegagalan tersebut adalah doa ibu dan jalan yang ditunjukkan Tuhan kepadanya. Setidaknya, inilah yang masih Dhani yakini. Ada bagian yang dia mengingat masakan ibu, pesan-pesan ibu dan akhirnya membuatnya bangkit kembali. ‘‘Pesan ibu akan kupegang erat-erat…’’ kata dia (hlm 79).

Kegagalan ternyata tidak hanya disebabkan oleh diri sendiri. Akan tetapi, kegagalan bisa muncul karena media sosial (Dhani menyebutnya neraka di dalam layar) dan relasi dengan orang lain/lingkungan sekitar. Bahkan yang terparah, sebelum gagal kita akan diserang penyakit mental sehingga akhirnya kita ‘merasa’ telah gagal. Kegagalan akan semakin parah jika tidak ada dukungan sekitar. Misal ketika dipecat kerja atau diputuskan pacar, jika tidak ada dukungan dari teman dan keluarga maka ‘kegagalan’ ini akan semakin terasa kuat. Bukankah, kita nggak serapuh yang selama ini kita kira.

Menurut saya, bagian penting lain di buku ini pada bagian Memaknai Kesuksesan di Usia 30 Tahun. Pada bagian ini Dhani menulis panjang lebar bahwa kemenangan tidak selalu datang dalam hasil besar (hlm 88) ‘‘Peradaban kita terbiasa merayakan hasil daripada proses, lebih peduli tinggi jabatan daripada pengalaman’’ pada kalimat ini terasa sekali ketegasan bahwa sukses itu ukurannya relatif, ditambah struktur dunia kerja atau kaca mata sukses masyarakat kita.

Setelah membaca buku ini, saya sebenarnya berharap mendapat makna dari sukses. Apa itu sukses? Bagaimana cara meraihnya? Akan tetapi, sukses setiap orang ternyata berbeda, panduan sukses pun berbeda. Begitu pula, apa itu gagal? Kondisi bagaimana seseorang dikatakan gagal, pun berbeda-beda. Yang hampir pasti, mungkin gagal yang kita alami ada andil negara di dalamnya. Jadi, baca sampai selesai rancauan Arman Dhani di buku ini untuk menemukan gagal atau sukses versi masing-masing. [T]

Penulis: Wayan Esa Bhaskara
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukuEA BooksUlasan Buku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

Next Post

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Wayan Esa Bhaskara

Wayan Esa Bhaskara

Menulis esai, puisi, dan cerpen disela-sela pekerjaannya sebagai guru

Related Posts

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026
0
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

Read moreDetails

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

by Inno Koten
May 20, 2026
0
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

Read moreDetails

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
0
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

Read moreDetails

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails
Next Post
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan
Panggung

Semarak Baleganjur “Seet Wangsul” Buleleng di Pesta Kesenian Bali 2026 —Terinspirasi dari Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg di Desa Anturan

Kabupaten Buleleng, tepatnya di Desa Anturan, terdapat sebuah ritual peruwatan yang masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Namanya Bebayuhan Sanan...

by Nyoman Budarsana
June 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali
Bahasa

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

by I Made Sudiana
June 18, 2026
(Bukan) Demokrasi Kita
Esai

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang
Ulas Rupa

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

by Mahesa Putra
June 18, 2026
Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda
Panggung

Tiongkok di BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Perpaduan Seni Musik Pertunjukan, Tarian Tradisional hingga Pameran Warisan Budaya Tak Benda

MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang...

by Nyoman Budarsana
June 18, 2026
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas
Esai

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

by Pande Susan
June 18, 2026
Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain
Esai

Mendengarkan Hidup Saya dari Mulut Orang Lain

TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah...

by Angga Wijaya
June 18, 2026
Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’
Pop

Wikan Satya, Musisi Cilik Kelas 6 SD Rilis Karya Terbaru Berjudul ‘Galungan’

KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang...

by Dede Putra Wiguna
June 18, 2026
Bung Karno di Rumah Petani   
Esai

Bung Karno di Rumah Petani   

JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad...

by I Nyoman Tingkat
June 18, 2026
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar
Kuliner

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

by Jaswanto
June 17, 2026
Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata
Esai

Penjor Kesadaran di Tengah Gemerlap Bali: Galungan, Pariwisata, dan Pertaruhan Masa Depan Pulau Dewata

Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang...

by Agung Sudarsa
June 17, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co