21 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Racauan Arman Dhani

Wayan Esa Bhaskara by Wayan Esa Bhaskara
May 30, 2026
in Ulas Buku
Membaca Racauan Arman Dhani

Buku '30 Tahun dan Gagal' karya Arman Dhani

  • Judul               : 30 Tahun dan Gagal
  • Penulis            : Arman Dhani
  • Tahun terbit    : Februari 2026
  • Penerbit          : EA Books
  • Tebal               : x + 138 halaman
  • ISBN                : 978-623-5280-25-7

Membaca buku 30 Tahun dan Gagal, buku terbaru karya Arman Dhani terasa seperti mendengar curhat yang panjang. Ceritanya beragam, ada sedih, jenaka, dan tragis. Ada pula bagian yang menyisakan kesan mendalam. Buku setebal 138 halaman ini membahas kegagalan dari kaca mata penulisnya. Pertanyaan besarnya, apa itu gagal? Atau jika dibalik, apa itu sukses?

Saya selalu yakin, buku-buku semacam ini semakin dibutuhkan. Gagal dan sukses bisa digapai siapa saja. Hanya saja proses dan caranya yang berbeda-beda. Sebab ‘neraka’ ada di mana-mana, kesehatan mental menjadi penyakit akut yang perlu dihindari. Ada banyak kebaikan dan refleksi hidup dalam buku jenis ini. Dalam buku 30 Tahun dan Gagal Dhani tidak hanya membahas kegagalan pada ranah personal. Ia mengaitkan kegagalan individu dengan struktur di negeri ini. 

Seperti yang tertulis pada KBBI, gagal/ga.gal diartikan sebagai tidak berhasil; tidak tercapai (maksudnya): keinginan untuk menjadi juara ; Definisi ini pun ditulis dengan jelas pada sampul buku. Mungkin dimaksudkan agar pembaca memiliki sudut pandang sejalan tentang kata gagal. Buku ini secara garis besar dibagi menjadi sembilan bagian, di antaranya Deklarasi Kegagalan di Usia 30 Tahun, Mengurai Kondisi Kesehatan Mental, Racun-Racun Layar, Mengusut Kegagalan Struktural, Melepas Alienasi Diri, Memaknai Kesuksesan di Usia 30 Tahun, Seni Merangkak dari Bawah di Pasar Kerja, Membangun Fondasi Hubungan Sehat, dan Timeline-Mu Aturanmu. Ada benang merah yang kuat dalam setiap bagian.

Arman Dhani menulis semacam kilas balik kisah hidupnya. Bisa jadi semacam nukilan autobiografi namun tidak diceritakan dengan alur yang runut. Saya melihat, buku yang diterbitkan EA Books, 2026 ini menjadi arsip atas kisah hidup manusia yang pernah gagal. Dunia terus menerus berubah, penilaian gagal dan sukses tiap orang pun berbeda. Subjek cerita yang dibicarakan buku ini, Arman Dhani, seperti sedang mencari pijakan. Dalam kisahnya tersebut, tanpa disadari memberikan makna hidup yang sangat relevan untuk pembaca.

Daya tarik buku ini, tentu dari cara Dhani bertutur sederhana namun menggugah. Dari kalimat-kalimat yang dilontarkan, dengan gampang kita menyimpulkan ia adalah orang yang memiliki bacaan yang luas. Bagi yang mengikuti Dhani, baik sebagai penulis buku dan jurnalis, atau bahkan pada podcast-podcast pasti telah hapal dengan cara dia bertutur. Untuk yang suka kalimat-kalimat untuk bahan quotes, buku ini punya melimpah. Beberapa kutipan yang saya suka adalah ‘‘Banyak orang berpikir menyerah itu mudah, tapi kenyataannya justru jadi hal paling sulit untuk dilakukan’’ (hlm 6) atau ‘‘jangan masuk hubungan bersama orang yang belum selesai dengan dirinya sendiri’’ (hlm 109).

Awal membaca buku ini, pembaca akan diceritakan kondisi kegagalan yang dialami Dhani. Mulai gagal dalam pekerjaan, cinta, dan kesehatan. Dia menceritakan sempat divonis positif Covid19 dan diabetes. Dari sana, mulai diceritakan lagi kegagalan-kegagalan berikutnya dengan lebih detail. Secara keseluruhan, kegagalan yang dialami Dhani berkelindan dari mulai satu faktor ke faktor lainnya. Lalu ia analisis bahwa penyebab kegagalan tidak hanya berasal dari dirinya sendiri, akan tetapi tidak jarang berasal dari luar dirinya. Faktor yang berasal dari luar dirilah yang amat sulit untuk dikontrol.

Dalam satu bagian sub Mengusut Kegagalan Struktural, ia menulis ‘‘orang miskin tidak hanya kekurangan materi, tapi juga kekurangan akses: akses ke pendidikan yang layak, ke waktu luang untuk berpikir, ke jaringan sosial yang ‘berguna’, ke informasi yang benar,… ‘‘ (hlm 57). Dengan asumsi bahwa kegagalan yang dialami salah satunya karena ‘ditindas sistem’.

Kegagalan yang datang silih berganti seakan tidak hanya membuat babak belur secara fisik, namun juga menghancurkan mentalnya. Tentu, ia tetap bisa berdiri dan kuat melangkah maju setelah berbagai kegagalan tersebut adalah doa ibu dan jalan yang ditunjukkan Tuhan kepadanya. Setidaknya, inilah yang masih Dhani yakini. Ada bagian yang dia mengingat masakan ibu, pesan-pesan ibu dan akhirnya membuatnya bangkit kembali. ‘‘Pesan ibu akan kupegang erat-erat…’’ kata dia (hlm 79).

Kegagalan ternyata tidak hanya disebabkan oleh diri sendiri. Akan tetapi, kegagalan bisa muncul karena media sosial (Dhani menyebutnya neraka di dalam layar) dan relasi dengan orang lain/lingkungan sekitar. Bahkan yang terparah, sebelum gagal kita akan diserang penyakit mental sehingga akhirnya kita ‘merasa’ telah gagal. Kegagalan akan semakin parah jika tidak ada dukungan sekitar. Misal ketika dipecat kerja atau diputuskan pacar, jika tidak ada dukungan dari teman dan keluarga maka ‘kegagalan’ ini akan semakin terasa kuat. Bukankah, kita nggak serapuh yang selama ini kita kira.

Menurut saya, bagian penting lain di buku ini pada bagian Memaknai Kesuksesan di Usia 30 Tahun. Pada bagian ini Dhani menulis panjang lebar bahwa kemenangan tidak selalu datang dalam hasil besar (hlm 88) ‘‘Peradaban kita terbiasa merayakan hasil daripada proses, lebih peduli tinggi jabatan daripada pengalaman’’ pada kalimat ini terasa sekali ketegasan bahwa sukses itu ukurannya relatif, ditambah struktur dunia kerja atau kaca mata sukses masyarakat kita.

Setelah membaca buku ini, saya sebenarnya berharap mendapat makna dari sukses. Apa itu sukses? Bagaimana cara meraihnya? Akan tetapi, sukses setiap orang ternyata berbeda, panduan sukses pun berbeda. Begitu pula, apa itu gagal? Kondisi bagaimana seseorang dikatakan gagal, pun berbeda-beda. Yang hampir pasti, mungkin gagal yang kita alami ada andil negara di dalamnya. Jadi, baca sampai selesai rancauan Arman Dhani di buku ini untuk menemukan gagal atau sukses versi masing-masing. [T]

Penulis: Wayan Esa Bhaskara
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukuEA BooksUlasan Buku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pria-Pria yang Kau Semayamkan di Awan Kita

Next Post

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Wayan Esa Bhaskara

Wayan Esa Bhaskara

Menulis esai, puisi, dan cerpen disela-sela pekerjaannya sebagai guru

Related Posts

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails
Next Post
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [2]: Pintu yang Terbuka, Pagar yang Runtuh

PADA tahun 1999, Seno Gumira Ajidarma menerbitkan kumpulan essay Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Judulnya adalah pernyataan sekaligus pengakuan,...

by Andre Syahreza
August 19, 2026
Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa
Buku Tatkala

Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa

Judul: PENJAGA RUPA UTAR, Jejak Warisan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa Penerbit: PT Tatkala Sekala...

by Buku Tatkala
August 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co