14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
November 30, 2019
in Ulasan
Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

Kacak Kicak di Parade Teater Canasta 2019

Apakah sesuatu yang setengah-setengah hanya melulu dipandang sesuatu yang buruk? Yang tak lengkap bahkan yang tak siap? Mungkinkah sesuatu yang setengah itu dipandang sepenuhnya? Atau, adakah cara-cara yang berbeda untuk membaca kemungkinan-kemungkinan yang setengah-setengah itu?

Segudang pertanyaan akan hal yang setengah di atas mungkin saja akan lebih banyak atau bahkan lebih sedikit, jikalau melakukan pembacaan terhadap Kacak Kicak, satu-satunya kelompok teater boneka di Bali saat ini (menurut sepengetahuan saya sendiri).

Begini,

Membaca Teater Boneka Kacak Kicak adalah membaca sesuatu yang setengah-setengah. Tidak ada yang lengkap, jadi atau pun utuh di setiap penampilannya. Jauh sebelum kita berbicara bagaimana boneka itu dimainkan atau dipertontonkan saat Parade Teater Canasta (27/10), dari awal pembentukan kelompok ini sudah dimulai dengan ide yang setengah-setengah. Hal ini bisa dilihat pada kutipan pernyataan berikut:

“Kicak berarti anak-anak dalam bahasa Pedawa. Satu desa Bali Aga di Buleleng, Singaraja. Kacak tidak memiliki makna, hanya kata tambahan sebagai penguat Kicak. Semoga saja kacak kicak memiliki makna baru dari perjalanan kelompok kecil ini”

Pemirsa lihat? Eh maaf. Pembaca lihat? Setengah-setengah! Setengah ada artinya, setengah lagi tidak. Pernyataan tersebut diambil dari postingan tulisan pertama kelompok ini ketika mulai memperkenalkan dirinya ke publik. Apakah pemilihan setengah-setengah itu buruk? Belum tentu.

Jika tak ada ide yang setengahnya lagi, mendengar kata Kicak bagi sebagian orang Jepara atau Trenggalek akan menjadi sesuatu yang familiar alias sangat sering didengar. Hal ini karena Kicak bagi orang Jepara adalah sebuah jajanan yang nikmat disantap untuk mengawali hari. Dan bagi orang Trenggalek, Kicak taklebih dari sekadar makanan dari olahan singkong.

Ditambahnya kata Kacak yang tak berarti kocak (lucu), kucuk (program tv) atau kacuk (bahasa orang Palembang yang berarti bersetubuh) membuat penyebutan kelompok ini enak dilafalkan, ya meskipun nirmakna alias takberarti apa-apa, meskipun tujuan awalnya kelompok ini ingin memiliki makna baru dalam perjalanannya. Itu setengah yang pertama.

Setengah yang kedua adalah dari anggota kelompok ini. Jika dilihat dan dicari tahu dengan seksama dan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya, kelompok ini adalah setengahnya dari kelompok lain. Benar, kelompok teater ini tak memiliki kelompok yang benar utuh alias pinjam sana pinjam sini anggotanya. Pinjam dari Teater Kalangan-lah, dari Kelompok Sekali Pentas-lah atau bahkan dari kelompok yang rimbanya entah di mana.

Tapi, dengan memperlakukan cara setengah-setengah ini taklantas membuat kelompok ini teramat sulit mengorganisir kelompok, malah kebalikannya. Perihal eksplorasi ide, tubuh, bahkan wacana ia akan mengalir dari pembawaan dan pembacaan hal yang dipentaskan anggotanya masing-masing.

Setengah yang ketiga adalah perihal ide. Kita tahu bersama bahwa dalam seni tak ada sepenuhnya hal yang benar-benar baru, melainkan dari mozaik-mozaik ide dan pengalaman yang telah berlalu.

Hal yang sama terjadi dalam kelompok ini. Ide penggunaan boneka tak sepenuhnya datang dari Kacak Kicak, melainkan setengahnya berasal dari teater boneka lain pasca lokakarya teater boneka. Lalu apakah setengah-setengah ini buruk? Atau mestinya tak dilakukan kelompok ini? Bisa jadi tidak, berangkatnya kelompok ini pasca lokakarya tersebut malah menjadikan teater boneka semakin berkembang dan membawa sedikit kebaruan, paling tidak jika tolok ukurnya adalah kelompok teater di Bali. Sing keto?

Setengah yang keempat dan menjadi setengah yang terakhir adalah pertujukan yang dihadirkan kelompok ini. Selain pertunjukan yang dibawakan saat Parade Teater Canasta yang setengah pementasannya adalah pementasan sebelumnya, kelompok ini membawa kebaruan setengahnya lagi- dengan menggunakan bantuan LCD proyektor dan beberapa arsistik panggungnya. Selain itu, setiap pertujukan yang dibawakan kelompok ini selalu menghadirkan sesuatu yang setengah.


Kacak Kicak di Parade Teater Canasta 2019

Ada hal-hal yang kita layaknya disuapi realitas dan memiliki makna denotatif, setengahnya lagi penonton atau kita diberi kesempatan untuk menginterpretasikannya. Mulai dari artistik panggung dengan sesuatu yang digantung yang bagi sebagian orang membingungkan adalah sebuah cara yang saya nilai meminta kita mengisi setengahnya. Setengah yang kita anggap saja adalah kekosongan membuat kelompok teater ini tidak KWMI alias kaya wacana minim implementasi.

Kekosongan itu sepenuhnya bisa diisi oleh setiap penontonnya yang bisa saja dihubungkan dengan kepingan-kepingan masa lalunya sehingga kekosongan itu tak sepenuhnya kosong. Apa iya ini yang sering diucapkan Biksu Tong Sam Cong dalam Kera Sakti bahwa kosong adalah berisi dan berisi adalah kosong? Sekali lagi, bisa saja.

Setengah tulisan ini pun adalah setengah sesuatu yang pernah dihadirkan kelompok ini baik dari tulisan maupun pementasan. Setengah lagi adalah pembacaan saya yang setengah-setengah. Bahkan bisa jadi, pembacaannya saya hanya seperempat, seperempat lagi adalah pembacaan para pembaca. Bisa jadi. Sing keto? Lalu, jika kita balik ke pertanyaan di awal, bagaimana kalian membacanya? Setengahnya sudah saya tuliskan. [T]

Tags: Parade Teater CanastaTeaterTeater Boneka
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

I_Pedalangan dan Wayang Karikatur: Dongeng di Ruang-ruang Kecil

Next Post

Puisi-puisi IGA Darma Putra # Puan, Pertemuan, Senja di Bulan Mei

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi IGA Darma Putra # Puan, Pertemuan, Senja di Bulan Mei

Puisi-puisi IGA Darma Putra # Puan, Pertemuan, Senja di Bulan Mei

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co