14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

Juli Sastrawan by Juli Sastrawan
November 30, 2019
in Ulasan
Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

Kacak Kicak di Parade Teater Canasta 2019

Apakah sesuatu yang setengah-setengah hanya melulu dipandang sesuatu yang buruk? Yang tak lengkap bahkan yang tak siap? Mungkinkah sesuatu yang setengah itu dipandang sepenuhnya? Atau, adakah cara-cara yang berbeda untuk membaca kemungkinan-kemungkinan yang setengah-setengah itu?

Segudang pertanyaan akan hal yang setengah di atas mungkin saja akan lebih banyak atau bahkan lebih sedikit, jikalau melakukan pembacaan terhadap Kacak Kicak, satu-satunya kelompok teater boneka di Bali saat ini (menurut sepengetahuan saya sendiri).

Begini,

Membaca Teater Boneka Kacak Kicak adalah membaca sesuatu yang setengah-setengah. Tidak ada yang lengkap, jadi atau pun utuh di setiap penampilannya. Jauh sebelum kita berbicara bagaimana boneka itu dimainkan atau dipertontonkan saat Parade Teater Canasta (27/10), dari awal pembentukan kelompok ini sudah dimulai dengan ide yang setengah-setengah. Hal ini bisa dilihat pada kutipan pernyataan berikut:

“Kicak berarti anak-anak dalam bahasa Pedawa. Satu desa Bali Aga di Buleleng, Singaraja. Kacak tidak memiliki makna, hanya kata tambahan sebagai penguat Kicak. Semoga saja kacak kicak memiliki makna baru dari perjalanan kelompok kecil ini”

Pemirsa lihat? Eh maaf. Pembaca lihat? Setengah-setengah! Setengah ada artinya, setengah lagi tidak. Pernyataan tersebut diambil dari postingan tulisan pertama kelompok ini ketika mulai memperkenalkan dirinya ke publik. Apakah pemilihan setengah-setengah itu buruk? Belum tentu.

Jika tak ada ide yang setengahnya lagi, mendengar kata Kicak bagi sebagian orang Jepara atau Trenggalek akan menjadi sesuatu yang familiar alias sangat sering didengar. Hal ini karena Kicak bagi orang Jepara adalah sebuah jajanan yang nikmat disantap untuk mengawali hari. Dan bagi orang Trenggalek, Kicak taklebih dari sekadar makanan dari olahan singkong.

Ditambahnya kata Kacak yang tak berarti kocak (lucu), kucuk (program tv) atau kacuk (bahasa orang Palembang yang berarti bersetubuh) membuat penyebutan kelompok ini enak dilafalkan, ya meskipun nirmakna alias takberarti apa-apa, meskipun tujuan awalnya kelompok ini ingin memiliki makna baru dalam perjalanannya. Itu setengah yang pertama.

Setengah yang kedua adalah dari anggota kelompok ini. Jika dilihat dan dicari tahu dengan seksama dan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya, kelompok ini adalah setengahnya dari kelompok lain. Benar, kelompok teater ini tak memiliki kelompok yang benar utuh alias pinjam sana pinjam sini anggotanya. Pinjam dari Teater Kalangan-lah, dari Kelompok Sekali Pentas-lah atau bahkan dari kelompok yang rimbanya entah di mana.

Tapi, dengan memperlakukan cara setengah-setengah ini taklantas membuat kelompok ini teramat sulit mengorganisir kelompok, malah kebalikannya. Perihal eksplorasi ide, tubuh, bahkan wacana ia akan mengalir dari pembawaan dan pembacaan hal yang dipentaskan anggotanya masing-masing.

Setengah yang ketiga adalah perihal ide. Kita tahu bersama bahwa dalam seni tak ada sepenuhnya hal yang benar-benar baru, melainkan dari mozaik-mozaik ide dan pengalaman yang telah berlalu.

Hal yang sama terjadi dalam kelompok ini. Ide penggunaan boneka tak sepenuhnya datang dari Kacak Kicak, melainkan setengahnya berasal dari teater boneka lain pasca lokakarya teater boneka. Lalu apakah setengah-setengah ini buruk? Atau mestinya tak dilakukan kelompok ini? Bisa jadi tidak, berangkatnya kelompok ini pasca lokakarya tersebut malah menjadikan teater boneka semakin berkembang dan membawa sedikit kebaruan, paling tidak jika tolok ukurnya adalah kelompok teater di Bali. Sing keto?

Setengah yang keempat dan menjadi setengah yang terakhir adalah pertujukan yang dihadirkan kelompok ini. Selain pertunjukan yang dibawakan saat Parade Teater Canasta yang setengah pementasannya adalah pementasan sebelumnya, kelompok ini membawa kebaruan setengahnya lagi- dengan menggunakan bantuan LCD proyektor dan beberapa arsistik panggungnya. Selain itu, setiap pertujukan yang dibawakan kelompok ini selalu menghadirkan sesuatu yang setengah.


Kacak Kicak di Parade Teater Canasta 2019

Ada hal-hal yang kita layaknya disuapi realitas dan memiliki makna denotatif, setengahnya lagi penonton atau kita diberi kesempatan untuk menginterpretasikannya. Mulai dari artistik panggung dengan sesuatu yang digantung yang bagi sebagian orang membingungkan adalah sebuah cara yang saya nilai meminta kita mengisi setengahnya. Setengah yang kita anggap saja adalah kekosongan membuat kelompok teater ini tidak KWMI alias kaya wacana minim implementasi.

Kekosongan itu sepenuhnya bisa diisi oleh setiap penontonnya yang bisa saja dihubungkan dengan kepingan-kepingan masa lalunya sehingga kekosongan itu tak sepenuhnya kosong. Apa iya ini yang sering diucapkan Biksu Tong Sam Cong dalam Kera Sakti bahwa kosong adalah berisi dan berisi adalah kosong? Sekali lagi, bisa saja.

Setengah tulisan ini pun adalah setengah sesuatu yang pernah dihadirkan kelompok ini baik dari tulisan maupun pementasan. Setengah lagi adalah pembacaan saya yang setengah-setengah. Bahkan bisa jadi, pembacaannya saya hanya seperempat, seperempat lagi adalah pembacaan para pembaca. Bisa jadi. Sing keto? Lalu, jika kita balik ke pertanyaan di awal, bagaimana kalian membacanya? Setengahnya sudah saya tuliskan. [T]

Tags: Parade Teater CanastaTeaterTeater Boneka
Share23TweetSendShareSend
Previous Post

I_Pedalangan dan Wayang Karikatur: Dongeng di Ruang-ruang Kecil

Next Post

Puisi-puisi IGA Darma Putra # Puan, Pertemuan, Senja di Bulan Mei

Juli Sastrawan

Juli Sastrawan

Pengajar, penggiat literasi, sastrawan kw 5, pustakawan di komunitas Literasi Anak Bangsa

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi IGA Darma Putra # Puan, Pertemuan, Senja di Bulan Mei

Puisi-puisi IGA Darma Putra # Puan, Pertemuan, Senja di Bulan Mei

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co