22 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Tengah Kisruh Itu, Terseliplah Made Kranca, Maestro Karawitan yang Barangkali Tak Banyak Dikenal

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 2, 2024
in Khas
Di Tengah Kisruh Itu, Terseliplah Made Kranca, Maestro Karawitan yang Barangkali Tak Banyak Dikenal

Made Kranca, pemukul gong, saat pentas di HUT Kota Singaraja 2024 | Foto: Hizkia

DI tengah kisruh mundurnya sekaa gong kebyar secara spontan pada panggung perayaan HUT Kota Singaraja di Lapangan Bhuana Patra, Sabtu 30 Maret 2024, itu, terseliplah sosok tua dengan wajah yang tabah.

Ia adalah Made Kranca. Tentu saja banyak orang yang berada di tengah keramaian perayaan itu tak kenal siapa dia. Bahkan barangkali pejabat tinggi Pemkab Buleleng yang duduk di kursi undangan itu tak banyak juga yang akrab dengan sosok itu.

Made Kranca adalah salah satu penabuh pada Sekaa Gong Kebyar Jaya Kusuma Desa Jagaraja, Kecamatan Sawan, yang tampil dalam acara perayaan itu. Di tengah penampilan itu ia memang tak menonjol. Ia tak berada di depan, misalnya sebagai penabuh kendang atau pengugal. Ia di belakang, memukul gong.

Namun, jangan salah. Meski ia berada di belakang dan kadang tak kelihatan sosoknya pada malam itu, untuk urusan gong kebyar nama Made Kranca selalu berada di depan, bukan hanya di Desa Jagaraga, melainkan juga di Bali.

Seniman-seniman karawitan di Bali biasa menyebut Made Kranca dengan nama Bapa Kranca. Bapa adalah sebutan untuk ayah atau orang tua, dan sebutan itu memberitahu kita bahwa Bapa Kranca adalah ayah bagi seniman-seniman karawitan, juga tari, di Bali.

Made Kranca saat melatih penabuh untuk persiapan pentas Gong Kebyar Legendaris di Pesta Kesenian Bali 2024 | Foto: Hizkia

Usia Made Kranca kini diperkirakan lebih dari 80 tahun. Tentu saja ia sudah kehilangan sejumlah kemampuan untuk menggerakkan organ-organ tubuhnya. Namun di usia senjanya itu tetap kuat pegang panggul untuk dipukulkan pada gangsa, atau reong, atau kendang, atau gong. Dan pukulan tangan tuanya seperti pukulan untuk selalu memberi semangat untuk mengembangkan gong kebyar sampai kapan pun, bahkan barangkali sampai ia tak bisa lagi mengayunkan panggul.

Syahdan, tahun 2024 ini, Sekaa Gong Jaya Kusuma Desa Jagaraga dipanggil untuk mewakili Kabupaten Buleleng dalam Parade Gong Kebyar Legendaris pada Pesta Kesenian Bali (PKB). Momentum ini dimanfaatkan untuk membangkitkan gong kebyar Jagaraga yang sempat vakum. Dan Made Kranca pun langsung berada di depan, sebagai sesepuh maupun sebagai penguruk alias pelatih tabuh dan tari, bersama seniman dari generasi yang lebih muda seperti Nyoman Arya Suriawan dan Made Andreas Dylon.  

Nama Made Kranca memang tak bisa diabaikan dalam sejarah perkembangan gong kebyar di Bali. Ia adalah cucu dari Pan Wandres, seseorang yang dianggap sebagai pelopor terciptakan gong kebyar di Desa Jagaraga yang kemudian menyebar ke seluruh Bali, bahkan ke sejumlah negara-negara besar di dunia.

Pan Wandres adalah seniman yang mengembangkan tari Kebyar Legong yang kemudian dimodifikasi kembali oleh Gde Manik, sehingga tercipta Tari Teruna Jaya. Bisa dikata, Pan Wandres adalah generasi di atas Gde Manik, dan Made Kranca adalah cucu dari Pan Wandres dan berguru pada Gde Manik. Dalam sejarah gong kebyar kemudian, nama Made Kranca bersama Gde Manik selalu tercatat dengan baik di hati para penabuh karena kerap menjadi pelatih hingga ke desa-desa terpencil di Bali.

Di tengah-tengah persiapan untuk tampil dalam Parade Gong Kebyar Legendaris di PKB, Juni 2024, Made Kranca selalu terlibat dalam latihan-latihan rutin yang dilakukan Sekaa Gong Jaya Kusuma.

Pada sesi latihan, ia biasanya datang dengan jalan yang pelan lalu naik tangga ke tempat latihan. Ia akan duduk di depan gangsa berhadapan dengan penabuh yang akan dilatihnya. Jika ada nada yang salah, ia akan  segera menunjukkan yang benar dengan suara mulut atau gamelan di depannya.

Made Kranca memang seorang maestro. Ia menabuh gamelan semudah mengedipkan kedua mata, dan punya cara yang baik untuk mengajarkan teman-temannya sesama sepuh dan generasi muda yang sedang latihan.

Made Kranca (pakai doplang) sebelum pentas di acara malam pearayaan HUT Kota Singaraja, Sabtu 30 Maret 2024 | Foto: Hizkia

Di sela-sela latihan itulah sekaa legendaris itu diberi kesempatan tampil pada malam perayaan HUT Kota Singaraja di Lapangan Bhuana Patra. Sekaa dari Jagaraga itu tampil bersama Sekaa Gong Eka Wakya dari Banjar Paketan Singaraja yang juga akan tampil di PKB 2024. Dua sekaa itu masing-masing diharap membawakan sebagian dari karya tabuh dan tari yang akan dipentaskan pada ajang PKB, Juni 2024, di Taman Budaya Bali di Denpasar.

Dan terjadilah kisruh pada pentas itu. Para penabuh dan penari dari dua sekaa itu memutuskan untuk tidak menyelesaikan pementasan mereka. Karena penampilan mebarung (berhadap-hadapan dan bergiliran) dari dua sekaa itu disela dengan acara-acara lain dalam durasi yang cukup lama.

Ketika acara berlangsung di atas panggung, Made Kranca tampak beberapa kali turun naik panggung, mungkin karena letih menunggu, atau tak kuat mendengar suara dari pengeras suara yang keluar dari penampilan artis-artis lain.

Ketika dua sekaa memutuskan untuk menurunkan perangkat gamelan dari atas panggung, tampak Made Kranca berjalan menjauh dari panggung. Wajahnya tetap tabah, sesekali menghela napas.

Tidak banyak yang kenal dia. Barangkali banyak yang menganggap ia hanya penabuh biasa, padahal ia maestro yang namanya tak bisa dihilangkan dalam sejarah perkembangan gong kebyar di Bali.

Made Kranca ganti pakaian sebelum pentas di acara malam pearayaan HUT Kota Singaraja, Sabtu 30 Maret 2024 | Foto: Hizkia

Tentang seperti apa kemaestroan Made Kranca, bacalah di mesin pencarian google, jangan malas-malas untuk mengetahui siapa-siapa yang harus kita hormati dalam dunia kesenian yang berkali-kali kita sebut adiluhung itu.

Made Kranca selama hidupnya seakan diserahkan untuk mengabdi pada upaya-upaya pengembangan karawitan di Bali. Bahkan ketika usianya sudah senja, ia juga terlibat dalam sejumlah kegiatan rekonstruksi karya-karya seni yang punah seperti rekonstruksi Tari Legong Pengeleb. Ia juga kerap menjadi narasumber untuk proyek-proyek penelitian yang dilakukan peneliti dari berbagai kampus di dalam negeri maupun di luar negeri.

Made Kranca bukan guru besar dalam pengertian formal, namun ia dengan informasi dan kemampuan yang dimilikinya ia banyak melahirkan doktor dan profesor di bidang ilmu etnomusikologi. [T]

Reporter/Pengumpul Data: Jaswanto
Penulis/Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain tentang GONG KEBYAR LEGENDARIS

Inilah Cerita Lengkap “Kisruh” Gong Kebyar Legendaris Mebarung di Panggung Hut Kota Singaraja
Sekaa Gong Legendaris Jagaraga, Momentum Menghidupkan Kembali Jiwa dan Spirit Gde Manik
Gong Kebyar dan Tari Teruna Jaya, Jembatan Awal Pariwisata Bali
Gong Kebyar Desa Kedis, Setelah 32 Tahun Mati Suri
Tags: Desa JagaragaGde Manikgong kebyarHUT Kota Singarajakesenian baliMade Kranca
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gong Kebyar dan Tari Teruna Jaya, Jembatan Awal Pariwisata Bali

Next Post

Cerita-cerita Baru yang Terungkap dalam Pertemuan Seniman di Buleleng — Masih Terkait Kisruh Gong Kebyar Legendaris   

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Cerita-cerita Baru yang Terungkap dalam Pertemuan Seniman di Buleleng — Masih Terkait Kisruh Gong Kebyar Legendaris   

Cerita-cerita Baru yang Terungkap dalam Pertemuan Seniman di Buleleng -- Masih Terkait Kisruh Gong Kebyar Legendaris   

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 21, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co