30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerita-cerita Baru yang Terungkap dalam Pertemuan Seniman di Buleleng — Masih Terkait Kisruh Gong Kebyar Legendaris   

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
April 2, 2024
in Khas
Cerita-cerita Baru yang Terungkap dalam Pertemuan Seniman di Buleleng — Masih Terkait Kisruh Gong Kebyar Legendaris   

Pertemuan seniman Buleleng di Kedai Pesor, Sukasada, Senin 1 April 2024, terkait kisruh gong kebyar di panggung HUT Kota Singaraja | Foto: Hizkia

ADA sejumlah cerita atau informasi baru terkait kisruh gong kebyar legendaris yang terungkap dalam pertemuan seniman Buleleng di Kedai Pesor, sebelah Taman Bung Karno, Sukasada, Buleleng, Senin, 1 April 2024.  Sejumlah cerita itu masih berkaitan dengan kisruh gong kebyar legendaris pada panggung HUT Kota Singaraja, dan ada juga hal lain yang selama ini dipendam-pendam oleh beberapa seniman.

Pertemuan seniman Buleleng itu terjadi atas inisiatif dari Gede Pande Satria Kusuma Yudha alias Olit yang merupakan pimpinan Padepokan Seni Dwi Mekar Singaraja. Hadir dalam pertemuan itu sekitar 40-an seniman dari Buleleng, termasuk koordinator Sekaa Eka Wakya Banjar Paketan Arya Septiawan. Hadir juga tokoh karawitan senior dari Desa Munduk, Made Terip, juga sejumlah pimpinan sanggar seni di Buleleng.

“Ini spontanitas, karena kebanyakan teman-teman sedikit gerah. Ini puncaknya apa yang jadi catatan hitam selama ini. Terdahulu sangat kelam, ini ter-update yang tidak bisa lagi dimaafkan. Ini puncak kita lakukan pergerakan atau aksi reaksi untuk menjaga harkat martabat seniman di Kabupaten Buleleng,” ujar Olit saat membuka pertemuan itu.

Selain cerita dan informasi yang sudah diberitakan banyak media sebelumnya, seperti rundown yang berubah-ubah, tak ada kesempatan cek sound, dan lain-lain, juga terdapat cerita lain yang terungkap dalam pertemuan itu terkait kisruh gong kebyar mebarung di panggung HUT Kota Singaraja.

Pertama, seniman menyesalkan ketidakhadiran Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana dalam ritual guru piduka atau permohonan maaf secara niskala di Pura Pengaruman Banjar Paketan dan di Desa Jagaraga.

Seniman, terutama dari pihak Sekaa Eka Wakya berharap Pj Bupati hadir menghaturkan upacara guru piduka dan bertatap muka langsung dengan sekaa. Bahkan I Made Pasca Wirsutha yang merupakan pentolan dari Sekaa Gong Eka Wakya menyebutkan bahwa Pj Bupati sempat mengatakan akan hadir dalam ritual itu tanpa mewakilkan. Namun yang hadir hanya Kepala Dinas Kebudayaan Nyoman Wisandika.

“Kepala Dinas Kebudayaan itu banjaran kami di Paketan, yang sudah biasa kami lihat,” kata I Made Pasca Wirsutha yang merupakan pentolan dari Sekaa Gong Eka Wakya.

Suasana dalam pertemuan seniman Buleleng di Kedai Pesor, Sukasada, Senin, 1 April 2024 | Foto: Hizkia

Kedua, perubahan tempat juga terjadi pada pelaksanaan lomba balaganjur terkait HUT Kota Singaraja. Seperti disampaikan Pasca Wirsutha, awalnya lomba rencananya diadakan di panggung utama, lalu berubah lagi, dan akhirnya digelar di depan air mancur Taman Kota Singaraja.  

Ketiga, untuk urusan pementasan kesenian tradisional diduga ada koordinasi yang macet antara Dinas Kebudayaan dengan tim kreatif. Seperti terungkap dalam pertemuan itu, sejumlah rancangan acara yang dibuat Dinas Kebudayaan tidak terakomodasi oleh tim kreatif.

Keempat, seniman menyesalkan para pejabat sudah bubar sebelum sekaa gong itu tampil untuk kedua kalinya (yang kemudian batal itu).

Arya Septiawan menceritakan, awalnya masing-masing sekaa gong sudah menampilkan satu tabuh. Tapi kemudian dijeda, karena di atas panggung digelar acara seremonial ulang tahun. Pj. Bupati bersama pejabat naik panggung, dan menyanyikan lagu ulang tahun milik Jambrud. Setelah acara seremonial, pejabat bubar dan tidak menunggu pementasan gong kebyar sesi kedua (yang kemudian batal itu).

Kelima, ada penari dari Sekaa Eka Wakya yang diinfus, mungkin karena tak kuat. Seperti dikatakan Arya Septiawan, ada penabuh tua yang mengaku sakit di dadanya karena harus mendengar musik yang keras ketika penabuh masih duduk menunggu di atas panggung.

Kelima, setelah sekaa gong menurunkan gong dari panggung dan memutuskan untuk batal manggung, Pj, Bupati datang dan langsung meminta maaf. Namun sekaa sudah tak mau pentas lagi.

Suasana dalam pertemuan seniman Buleleng di Kedai Pesor, Sukasada, Senin, 1 April 2024 | Foto: Hizkia

Keenam, seniman tidak puas dengan permintaan maaf yang diunggah di media sosial dengan format seperti pengumuman. “Itu seperti pengumuman ‘Dilarang Kencing Di Sini’,” kata Pasca Wirsutha.

Ketujuh, persoalan-persoalan yang sepertinya menyepelekan seniman pada pentas seni yang diadakan pemerintah bukan hanya terjadi saat ini. Sebelum-sebelumnya juga pernah terjadi, seperti yang diceritakan Jero Dalang Sembroli bahwa dia pernah mau pentas wayang dalam acara yang diadakan pemerintah. Pada saat mau pentas, ternyata acara sudah ditutup oleh MC dan penonton pergi.

“Ya setelah itu saya langsung menggotong gedebong ke mobil,” cerita Jero Dalang Sembroli.

Kedelapan, peristiwa kisruhnya penampilan gong kebyar di Buleleng ini mendapat simpati dan mengundang keprihatinan dari sesama seniman, bukan hanya di Bali, tapi juga dari luar negeri.

Made Terip, tokoh seniman tabuh dari Desa Munduk bercerita bahwa ia mendapat banyak telepon dari temannya di Inggris dan Kanada, selain juga dari teman seniman di Jembrana dan Gianyar. Hal itu juga disampaikan seniman lain yang juga menerima banyak pertanyaan dan keprihatinan dari teman sesama seniman di luar Buleleng.

Suasana dalam pertemuan seniman Buleleng di Kedai Pesor, Sukasada, Senin, 1 April 2024 | Foto: Hizkia

Dalam pertamuan itu Olit mengatakan para seniman sepakat akan membentuk paguyuban. Paguyuban itu akan membangun sebuah pakem pementasan dalam seni tradisional maupun moderen.

“Paguyuban seniman ini, agar kita punya bargaining (nilai tawar) sehingga kita punya taraf selevel dengan even organizer nantinya mengurus pertunjukan seni di Buleleng,” kata Olit.

Suasana dalam pertemuan seniman Buleleng di Kedai Pesor, Sukasada, Senin, 1 April 2024 | Foto: Hizkia

Dalam kisruh sekaa gong mebarung di panggung HUT Kota Singaraja, pihak Pemkab Buleleng sudah menyatakan permintaan maaf secara terbuka melalu media sosial Pemkab Buleleng. Sebelumnya, Pj Bupati Ketut Lihadnyana juga sudah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf yang videonya beredar juga di media sosial.

Selain itu, Pj Bupati Lihadnyana juga sudah menyampaikan pernyataannya usai sidang paripurna di Gedung DPRD Buleleng, Senin, 1 April 2024.

Sebagaimana rilis yang disampaikan Dinas Kominfosanti Buleleng, Pj Bupati Lihadnyana menyampaikan awalnya sudah melakukan pertemuan langsung saat itu juga bersama klian sekaha gong serta melakukan klarifikasi dan sudah diterima dengan baik. Pihaknya menyampaikan keesokan harinya juga sudah melakukan upacara guru piduka kepada sekaha gong dari Banjar Paketan dan Jagaraga.

“Intinya Pemkab Buleleng tidak hanya hari ini bahkan dari tahun lalu selalu memberikan prioritas terhadap pelaku seni, adat dan musisi serta selalu memberikan ruang untuk tampil,” sambungnya.

Kedepan pihaknya akan terus melakukan evaluasi bahwasannya kesenian tradisional tidak bisa dipadukan dengan kesenian modern dan harus dikhususkan. “Ini mengingatkan kita bahwa hidup akan terus berproses dan selalu akan ada evaluasi untuk arah yang lebih baik,” ucapnya.

Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana | Foto: Dinas Kominfosanti Buleleng

Lihadnyana kembali menjelaskan bahwa kesenian gong legendaris ini tidak dibatalkan, sebelumnya sudah tampil namun hanya diselangi oleh band dan penampilan fashions show. Untuk itu, akan dievaluasi kembali karena gong legendaris ini memiliki taksu tersendiri dan tidak bisa diselingi dengan kesenian modern.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan kembali memberikan ruang tampil kepada pelaku seni khususnya yang akan tampil di acara Pesta Kesenian Bali (PKB) mendatang untuk unjuk gigi dihadapan masyarakat Buleleng yang rencananya akan diselenggarakan di Taman Bung Karno.

“Pra PKB kita akan pentaskan dulu disini, itu artinya komitmen pemerintah tidak akan pernah surut untuk memberikan ruang dan prioritas terhadap pelaku seni kita dan harus bangga bahwa di Buleleng sangat banyak memiliki maestro orang Buleleng. Mungkin pengaturannya akan kita evaluasi kembali,” katanya. [T]

Reporter: Jaswanto/Adnyana Ole
Penulis/Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain tentang GONG KEBYAR LEGENDARIS

Di Tengah Kisruh Itu, Terseliplah Made Kranca, Maestro Karawitan yang Barangkali Tak Banyak Dikenal
Inilah Cerita Lengkap “Kisruh” Gong Kebyar Legendaris Mebarung di Panggung Hut Kota Singaraja
Sekaa Gong Legendaris Jagaraga, Momentum Menghidupkan Kembali Jiwa dan Spirit Gde Manik
Gong Kebyar dan Tari Teruna Jaya, Jembatan Awal Pariwisata Bali
Gong Kebyar Desa Kedis, Setelah 32 Tahun Mati Suri
Tags: gong kebyargong kebyar legendarisHUT Kota Singarajakesenian baliseniman buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Tengah Kisruh Itu, Terseliplah Made Kranca, Maestro Karawitan yang Barangkali Tak Banyak Dikenal

Next Post

Eka Sudarma Putra Menggelar Debut Internasionalnya dalam Pameran Tunggal “Paradise Memories” di Nagoya, Jepang

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails
Next Post
Eka Sudarma Putra Menggelar Debut Internasionalnya dalam Pameran Tunggal “Paradise Memories” di Nagoya, Jepang

Eka Sudarma Putra Menggelar Debut Internasionalnya dalam Pameran Tunggal “Paradise Memories” di Nagoya, Jepang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co