2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mata Pelajaran Dalam Jejak “Aguron-Guron” Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Putu Eka Guna Yasa by Putu Eka Guna Yasa
April 28, 2024
in Esai
Mata Pelajaran Dalam Jejak “Aguron-Guron” Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Ida Padanda Made Sidemen saat muda | Arsip 1928

SATU hal yang luput dari pembahasan tentang Ida Padanda Made Sidemen adalah tentang proses berguru dan berburu pengetahuan yang dilakoninya. Kenapa jejak aguron-guron itu begitu penting? Karena hari ini kita sering silau dengan hasil akhir kualitas Ida Padanda Made Sidemen tanpa melihat jatuh-bangunnya dalam proses pembelajaran di universitas kehidupan.

Kita juga semakin banyak melihat kenyataan bahwa pendidikan kependetaan saat ini terlihat sangat instan. Belum genap menjadi pendeta yang lingsir karena pengetahuan dan pengalaman, seseorang sudah merasa berhak menjadi guru nabe yang akan melahirkan calon-calon penjaga benteng rohani baru.   

Kita tentu simpati melihat tingginya minat masyarakat yang ingin membaktikan hidupnya di lanskap rohani. Akan tetapi, jika proses pembelajarannya tidak matang tentu kualitas ajaran yang berhasil diserap tidak akan utuh. Oleh karena itu, mari kita simak sekilas perjalanan hidup Ida Padanda Made Sidemen di masa awal berguru ke Gria Mandarawati Sidemen, Karangasem.

Kala Ida Padanda Made Sidemen muda, perjalanan masih biasa dilakukan dengan berjalan kaki, meski jarak dari Sanur menuju Karangasem terbilang cukup jauh. Namun demikian, jarak konon adalah persoalan yang terletak di tataran pikiran seperti yang diingatkan oleh Kakawin Dharma Shunya dengan ungkapan hiḍĕpta pamĕkas panaṅkana kabeh tan madoh prihĕn. Bagi seseorang yang pikirannya tengah disusupi Dewa Smara atau Dewa Cinta, jarak bisa seketika lebur entah kemana. Sama halnya dengan pikiran yang telah dirasuki oleh Dewi Saraswati maka pengetahuan bisa menjadi lebih menarik tinimbang kecantikan fisik-biologis-ragawi.

Seperti yang masih bisa disaksikan hingga saat ini, perjalanan menuju Gria Mandara, Sidemen-Karangasem dari Sanur melewati gugusan pantai termasuk pula muara sungai yang akan segera bertemu dengan laut lepas.

Dalam perjalanan itu, Padanda Made Sidemen menjalankan brata rahina tan suptaturu. Geguritan Salampah Laku menyatakan brata tersebut dengan untaian kalimat ini. “Hana brata rahina tan suptāturu, suptaniṅ tĕtĕp inapti, sakĕdap denya awuṅu, sabhranyāluṅguh anulis, riṅ sawah nurat asiṅ ṅgon”. Petikan tersebut bermakna“ada brata siang hari tidak tidur, tidur tetap dilakukan, sekejap lalu terbangun, di manapun-duduk menulis, di sawah, menulis di semua tempat”.

Dari petikan tersebut kita dapat mengetahui bahwa Ida Padanda Made Sidemen melakukan brata dengan tidak tidur selama matahari tengah bekerja untuk kehidupan. Meski sesekali tidur, itu hanya dilakukan sebentar lalu terjaga lagi. Sepanjang perjalanan, Ida Padanda Made Sidemen mengisi waktunya dengan menulis. Dengan cara menulislah pendeta yang mempersiapkan kematiannya sendiri itu menggembala gerak pikiran yang tiada henti.

Beliau sepertinya tahu betul bahwa pikiran yang terus bergerak pada saat yang bersamaan juga menyebabkan manusia cepat lupa. Anehnya, pikiran justru sering mengingat sesuatu yang hendak dilupakan. Gerak dari lupa dan ingat ini lalu menyebabkan para penyair sering menganalogikan pikiran seperti riak-riak permukaan laut yang tak pernah diam.

Itulah aktivitas Ida Padanda Made Sidemen ketika siang hari dalam perjalanan menuju Gria Mandarawati, Sidemen, Karangasem. Perjalanan yang ditempuh berhari-hari itu juga menyebabkan Ida Padanda Made Sidemen bersama sang istri harus tidur di pinggir pantai, bahkan tidak jarang menginap di rumah-rumah warga. Malam hari sebelum tidur, beliau mempraktikkan yoga pasuduking liring yang sangat penting untuk mendapatkan sari tidur.

Yoga pasuduking liring adalah proses penyatuan angkasa dan pertiwi bhuwana alit dengan cara mempertemukan ujung hidung dan lidah. Pertemuan keduanya menggunakan sarana pikiran itu menyimbolkan penunggalan amerta atau air suci kehidupan dengan api suci dalam tubuh yang menghasilkan Sang Hyang Dumaketu. Menemukan Sang Hyang Dumaketu sama dengan menemukan Atma, energi terhalus kehidupan dalam diri.  

Barangkali dengan yoga itu kualitas kebugaran fisik dan rohani untuk meneruskan perjalanan hingga tiba di asrama sang guru nabe senantiasa beliau dapatkan. Sesampainya di Gria Mandara, Geguritan Salampah Laku memuat sejumlah materi pelajaran yang ditempuh Ida Padanda Made Sidemen ketika masih walaka.

Ajaran itu di antaranya tentang hakikat dan teknik melepaskan jiwa dari kungkungan tubuh ketika kematian tiba (gĕlariṅ pati urip, pasurupaniṅ jñāna, yan katĕkan hantu, pasahiṅ atma bandana), teguh memegang sasana atau etika (aṅamoṅi sasana yukti), tahu cara mengurangi indria (wruh aṅuraṅi indriya), memerangi sad ripu dan tri mala (maṅlagada sad ripu, krodha lobha göṅ katresnan), menahan panas dan dingin (anahĕn panĕs tis), dan sebagainya.

Ajaran-ajaran tersebut pasti tidak mudah dilakukan bagi seseorang yang tidak memiliki panggilan diri dari dalam, ketetapan hati, dan keteguhan jiwa. Apalagi bagi seseorang yang hanya ingin mendapatkan popularitas dan pundi-pundi materi dengan menjadi pendeta. Jangan-jangan Ida Padanda Made Sidemen sudah tahu, kelak jenis wiku raksasa, wiku taluh, dan wiku mayong yang materialistisakan semakin banyak karena proses aguron-guron yang instan? Entahlah.[T]

  • BACA artikel lain tentang IDA PEDANDA MADE SIDEMEN
  • BACA artikel lain dari penulis PUTU EKA GUNA YASA
“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen
Niksayang Peplajahan: Tujuan Ida Padanda Made Sidemen Menjadi Pendeta
Nurat Asing Gon : Kunci Produktivitas Ida Padanda Made Sidemen dalam Bersastra
Tags: Ida Pedanda Made Sidemen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Unesco dan Upaya Penanggulangan Bencana, Desa Pengastulan Menuju Tsunami Ready

Next Post

Beauty Class 2024, Usaha Mahasiswa Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja dalam Menyatukan Kecantikan dan Kebudayaan

Putu Eka Guna Yasa

Putu Eka Guna Yasa

Pembaca lontar, dosen FIB Unud, aktivitis BASAbali Wiki

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Beauty Class 2024, Usaha Mahasiswa Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja dalam Menyatukan Kecantikan dan Kebudayaan

Beauty Class 2024, Usaha Mahasiswa Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja dalam Menyatukan Kecantikan dan Kebudayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co