23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mata Pelajaran Dalam Jejak “Aguron-Guron” Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Putu Eka Guna Yasa by Putu Eka Guna Yasa
April 28, 2024
in Esai
Mata Pelajaran Dalam Jejak “Aguron-Guron” Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Ida Padanda Made Sidemen saat muda | Arsip 1928

SATU hal yang luput dari pembahasan tentang Ida Padanda Made Sidemen adalah tentang proses berguru dan berburu pengetahuan yang dilakoninya. Kenapa jejak aguron-guron itu begitu penting? Karena hari ini kita sering silau dengan hasil akhir kualitas Ida Padanda Made Sidemen tanpa melihat jatuh-bangunnya dalam proses pembelajaran di universitas kehidupan.

Kita juga semakin banyak melihat kenyataan bahwa pendidikan kependetaan saat ini terlihat sangat instan. Belum genap menjadi pendeta yang lingsir karena pengetahuan dan pengalaman, seseorang sudah merasa berhak menjadi guru nabe yang akan melahirkan calon-calon penjaga benteng rohani baru.   

Kita tentu simpati melihat tingginya minat masyarakat yang ingin membaktikan hidupnya di lanskap rohani. Akan tetapi, jika proses pembelajarannya tidak matang tentu kualitas ajaran yang berhasil diserap tidak akan utuh. Oleh karena itu, mari kita simak sekilas perjalanan hidup Ida Padanda Made Sidemen di masa awal berguru ke Gria Mandarawati Sidemen, Karangasem.

Kala Ida Padanda Made Sidemen muda, perjalanan masih biasa dilakukan dengan berjalan kaki, meski jarak dari Sanur menuju Karangasem terbilang cukup jauh. Namun demikian, jarak konon adalah persoalan yang terletak di tataran pikiran seperti yang diingatkan oleh Kakawin Dharma Shunya dengan ungkapan hiḍĕpta pamĕkas panaṅkana kabeh tan madoh prihĕn. Bagi seseorang yang pikirannya tengah disusupi Dewa Smara atau Dewa Cinta, jarak bisa seketika lebur entah kemana. Sama halnya dengan pikiran yang telah dirasuki oleh Dewi Saraswati maka pengetahuan bisa menjadi lebih menarik tinimbang kecantikan fisik-biologis-ragawi.

Seperti yang masih bisa disaksikan hingga saat ini, perjalanan menuju Gria Mandara, Sidemen-Karangasem dari Sanur melewati gugusan pantai termasuk pula muara sungai yang akan segera bertemu dengan laut lepas.

Dalam perjalanan itu, Padanda Made Sidemen menjalankan brata rahina tan suptaturu. Geguritan Salampah Laku menyatakan brata tersebut dengan untaian kalimat ini. “Hana brata rahina tan suptāturu, suptaniṅ tĕtĕp inapti, sakĕdap denya awuṅu, sabhranyāluṅguh anulis, riṅ sawah nurat asiṅ ṅgon”. Petikan tersebut bermakna“ada brata siang hari tidak tidur, tidur tetap dilakukan, sekejap lalu terbangun, di manapun-duduk menulis, di sawah, menulis di semua tempat”.

Dari petikan tersebut kita dapat mengetahui bahwa Ida Padanda Made Sidemen melakukan brata dengan tidak tidur selama matahari tengah bekerja untuk kehidupan. Meski sesekali tidur, itu hanya dilakukan sebentar lalu terjaga lagi. Sepanjang perjalanan, Ida Padanda Made Sidemen mengisi waktunya dengan menulis. Dengan cara menulislah pendeta yang mempersiapkan kematiannya sendiri itu menggembala gerak pikiran yang tiada henti.

Beliau sepertinya tahu betul bahwa pikiran yang terus bergerak pada saat yang bersamaan juga menyebabkan manusia cepat lupa. Anehnya, pikiran justru sering mengingat sesuatu yang hendak dilupakan. Gerak dari lupa dan ingat ini lalu menyebabkan para penyair sering menganalogikan pikiran seperti riak-riak permukaan laut yang tak pernah diam.

Itulah aktivitas Ida Padanda Made Sidemen ketika siang hari dalam perjalanan menuju Gria Mandarawati, Sidemen, Karangasem. Perjalanan yang ditempuh berhari-hari itu juga menyebabkan Ida Padanda Made Sidemen bersama sang istri harus tidur di pinggir pantai, bahkan tidak jarang menginap di rumah-rumah warga. Malam hari sebelum tidur, beliau mempraktikkan yoga pasuduking liring yang sangat penting untuk mendapatkan sari tidur.

Yoga pasuduking liring adalah proses penyatuan angkasa dan pertiwi bhuwana alit dengan cara mempertemukan ujung hidung dan lidah. Pertemuan keduanya menggunakan sarana pikiran itu menyimbolkan penunggalan amerta atau air suci kehidupan dengan api suci dalam tubuh yang menghasilkan Sang Hyang Dumaketu. Menemukan Sang Hyang Dumaketu sama dengan menemukan Atma, energi terhalus kehidupan dalam diri.  

Barangkali dengan yoga itu kualitas kebugaran fisik dan rohani untuk meneruskan perjalanan hingga tiba di asrama sang guru nabe senantiasa beliau dapatkan. Sesampainya di Gria Mandara, Geguritan Salampah Laku memuat sejumlah materi pelajaran yang ditempuh Ida Padanda Made Sidemen ketika masih walaka.

Ajaran itu di antaranya tentang hakikat dan teknik melepaskan jiwa dari kungkungan tubuh ketika kematian tiba (gĕlariṅ pati urip, pasurupaniṅ jñāna, yan katĕkan hantu, pasahiṅ atma bandana), teguh memegang sasana atau etika (aṅamoṅi sasana yukti), tahu cara mengurangi indria (wruh aṅuraṅi indriya), memerangi sad ripu dan tri mala (maṅlagada sad ripu, krodha lobha göṅ katresnan), menahan panas dan dingin (anahĕn panĕs tis), dan sebagainya.

Ajaran-ajaran tersebut pasti tidak mudah dilakukan bagi seseorang yang tidak memiliki panggilan diri dari dalam, ketetapan hati, dan keteguhan jiwa. Apalagi bagi seseorang yang hanya ingin mendapatkan popularitas dan pundi-pundi materi dengan menjadi pendeta. Jangan-jangan Ida Padanda Made Sidemen sudah tahu, kelak jenis wiku raksasa, wiku taluh, dan wiku mayong yang materialistisakan semakin banyak karena proses aguron-guron yang instan? Entahlah.[T]

  • BACA artikel lain tentang IDA PEDANDA MADE SIDEMEN
  • BACA artikel lain dari penulis PUTU EKA GUNA YASA
“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen
Niksayang Peplajahan: Tujuan Ida Padanda Made Sidemen Menjadi Pendeta
Nurat Asing Gon : Kunci Produktivitas Ida Padanda Made Sidemen dalam Bersastra
Tags: Ida Pedanda Made Sidemen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Unesco dan Upaya Penanggulangan Bencana, Desa Pengastulan Menuju Tsunami Ready

Next Post

Beauty Class 2024, Usaha Mahasiswa Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja dalam Menyatukan Kecantikan dan Kebudayaan

Putu Eka Guna Yasa

Putu Eka Guna Yasa

Pembaca lontar, dosen FIB Unud, aktivitis BASAbali Wiki

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Beauty Class 2024, Usaha Mahasiswa Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja dalam Menyatukan Kecantikan dan Kebudayaan

Beauty Class 2024, Usaha Mahasiswa Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja dalam Menyatukan Kecantikan dan Kebudayaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co