12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Putu Eka Guna Yasa by Putu Eka Guna Yasa
April 19, 2024
in Esai
“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Ida Pedanda Made Sidemen

TAK banyak penyair dalam lanskap sastra Jawa Kuno atau Bali yang menuturkan sejarah kehidupannya. Alih-alih menceritakan perjalanan hidup, para sastrawan itu juga seringkali menggunakan nama pena sehingga kehidupan pribadinya nyaris tak terlacak. Kalau pun harus menceritakan perasaan, pengalaman, dan pengetahuan pribadi, mereka biasanya melakukan sublimasi dengan menciptakan tokoh baru atau memainkan tokoh-tokoh yang sudah ada melalui proses penggubahan. Intinya, sebisa mungkin pengarang tidak “narsis” dalam karyanya.

Berbeda dari sejumlah kecenderungan di atas, Ida Padanda Made Sidemen membuat dokumentasi tentang kisah hidupnya dalam Geguritan Salampah Laku. Melalui karya sastra tersebut, kita dapat mengetahui bahwa di balik figur legendaris seorang Ida Padanda Made Sidemen, ia sesungguhnya adalah manusia biasa yang tak bisa lepas sepenuhnya dari suka-duka putaran jantra kehidupan.

Sesekali memandang Ida Padanda Made Sidemen sebagai manusia biasa yang terdiri atas darah, daging, pikiran, perasaan, dan jiwa menjadi penting agar figurnya tidak terlalu jauh dari keseharian. Apresiasi berlebihan tak jarang menjadikan seorang figur disangka tokoh mitologis yang tak pernah menapak tanah dan selalu mampu menyelesaikan persoalan dengan sempurna. Padahal, kecenderungan itu secara tidak langsung akan membuat tokoh yang bersangkutan kehilangan dimensi kemanusiaannya.

Geguritan Salampah Laku agaknya diniatkan oleh Ida Padanda Made Sidemen untuk menunjukkan sisi kemanusiaannya itu. Ia sebagai seorang manusia juga mengalami tantangan dan masalah dalam membina kehidupan rumah tangganya. Menikah dengan cara kawin lari atau lumayati wong kanyaka pada umur dua puluh tujuh tahun tidak lantas membuatnya bersama sang istri langsung sukses mengayuh perahu kehidupan. Meskipun taruhan seseorang yang menikah dengan cara kawin lari adalah kemurnian cinta, istri Ida Padanda Made Sidemen walaka ternyata tidak secara serta merta bisa meninggalkan pola kehidupan masa mudanya.

Sang istri selalu ingat jasa-jasa orang tuanya yang belum sempat dibalasnya secara tuntas. Ia juga berharap suatu saat jika kembali menitis sebagai manusia, dirinya akan kembali ke Sanur untuk melanjutkan bakti kepada kedua orang tuanya. Pilihan untuk menikahi Ida Padanda Made Sidemen ketika masih muda menyebabkan Ia merasa sebagai seorang anak perempuan yang nista karena selalu mengikuti kesenangan. Ia lupa pada hutang cinta kasih yang telah dilimpahkan oleh orang tuanya sejak kecil hingga dewasa.

Bagaimanakah sikap Ida Padanda Made Sidemen menanggapi keluh kesah istrinya yang sedang berada di puncak kesedihan? Geguritan Salampah Laku merekam respon Ida Padanda Made Sidemen yang berusaha meneguhkan dan meneduhkan batin istrinya dengan ungkapan sebagai berikut.

Duh Ratu Denda mas mirah, sampun ida walangati, manyacad lacur pawakan, katiba ring wong kasesi, idepang kula keli, basa gegawane lebur, nganutang teken genah, tan hana papa pinanggih, nama luhur, wong tan lepas dening parab.  

Terjemahannya, “wahai engkau dinda emas permataku, janganlah engkau berkecil hati, menghina diri sendiri, berjodoh dengan orang sengsara, andaikan diri seperti orang biasa, kebiasaan sebelumnya lebur, sesuaikan dengan tempat, tak akan ada dosa yang ditemui, nama luhur, manusia tidak akan pernah lepas dari predikat”.

Pesan Ida Padanda Made Sidemen kepada istrinya di atas pada intinya berpusat pada frase nglebur basa gegawan “melebur kebiasaan lama”. Ungkapan itu dapat dimaknai sebagai kemampuan adaptasi diri yang cepat untuk menghadapi berbagai keadaan.

Pendeta yang menyatu dengan keabadian pada umur 126 tahun ini mengartikulasi pentingnya kemampuan adaptasi diri atau melebur kebiasaan lama bagi seseorang yang baru menikah tersebut dengan ungkapan anutang teken genah “sesuaikan dengan ruang”. Jaminan bagi seseorang yang mampu melakukan adaptasi diri dengan cepat itu menurut Ida Padanda Made Sidemen adalah tan hana papa pinanggih, nama luhur “terbebas dari noda atau dosa perbuatan dan nama yang baik”.

Itulah pesan Ida Padanda Made Sidemen kepada istrinya, termasuk juga kepada kita semua yang ingin belajar tentang cara menghadapi berbagai masalah rumah tangga dalam lautan kehidupan. Di satu titik, seseorang memang mesti bersiap dan berani melebur kebiasaan lama demi memberikan kesempatan pada kebiasaan baru bertumbuh. Gugurnya daun tua dari suatu pohon, tidak berarti ia membenci ranting. Justru, lepasnya daun tua itu memberikan kesuburan bagi akar dan memberikan kesempatan kepada daun baru tumbuh.

Dalam konteks ini, bukan hanya sang istri yang harus melebur kebiasaan lamanya, tetapi pada saat yang bersamaan juga sang suami dan keluarganya. Kebiasaan yang dimaksud bisa jadi mulai dari cara berpikir, berbicara, sampai berperilaku. Bukankah seseorang yang baru menikah sering diberi ucapan selamat menempuh hidup baru?

Konsep nglebur basa gegawan tentu tidak saja penting bagi proses adaptasi seseorang yang baru menikah. Akan tetapi, jauh lebih dalam daripada itu, kemampuan adaptasi ini penting bagi seseorang untuk siap menghadapi tantangan dan perubahan kehidupan di tahun-tahun yang akan datang. Jangankan menghadapi kehidupan, orang yang ingin mencapai kebebasan penuh di penghujung waktu hidup di dunia juga harus berani nglebur basa gegawan, bahkan agama sekalipun! [T]

  • BACA artikel lain tentang IDA PEDANDA MADE SIDEMEN
  • BACA artikel lain dari penulis PUTU EKA GUNA YASA
Niksayang Peplajahan: Tujuan Ida Padanda Made Sidemen Menjadi Pendeta
Nurat Asing Gon : Kunci Produktivitas Ida Padanda Made Sidemen dalam Bersastra
Catatan Harian Sugi Lanus: Gunung Agung Meletus dan ‘Pangéling-Éling’ Ida Pĕdanda Madé Sidĕmĕn
JARAYU-TANTRA | Catatan Kecil dari Percakapan Prof Hooykaas dengan Pedanda Made Sidemen
Bhagavad Gita Versi Jawa Kuno, Guru Made Menaka & Ida Pedanda Made Sidemen (1)
Tags: Ida Pedanda Made Sidemenkawikawi wikupenyair baliPutu Eka Guna Yasasastrawan baliwiku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan

Next Post

Kelebihan dan Spesifikasi iPhone 13 Pro Max: Dapatkan Penawaran Spesial di Blibli!

Putu Eka Guna Yasa

Putu Eka Guna Yasa

Pembaca lontar, dosen FIB Unud, aktivitis BASAbali Wiki

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Kelebihan dan Spesifikasi iPhone 13 Pro Max: Dapatkan Penawaran Spesial di Blibli!

Kelebihan dan Spesifikasi iPhone 13 Pro Max: Dapatkan Penawaran Spesial di Blibli!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co