25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Putu Eka Guna Yasa by Putu Eka Guna Yasa
April 19, 2024
in Esai
“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Ida Pedanda Made Sidemen

TAK banyak penyair dalam lanskap sastra Jawa Kuno atau Bali yang menuturkan sejarah kehidupannya. Alih-alih menceritakan perjalanan hidup, para sastrawan itu juga seringkali menggunakan nama pena sehingga kehidupan pribadinya nyaris tak terlacak. Kalau pun harus menceritakan perasaan, pengalaman, dan pengetahuan pribadi, mereka biasanya melakukan sublimasi dengan menciptakan tokoh baru atau memainkan tokoh-tokoh yang sudah ada melalui proses penggubahan. Intinya, sebisa mungkin pengarang tidak “narsis” dalam karyanya.

Berbeda dari sejumlah kecenderungan di atas, Ida Padanda Made Sidemen membuat dokumentasi tentang kisah hidupnya dalam Geguritan Salampah Laku. Melalui karya sastra tersebut, kita dapat mengetahui bahwa di balik figur legendaris seorang Ida Padanda Made Sidemen, ia sesungguhnya adalah manusia biasa yang tak bisa lepas sepenuhnya dari suka-duka putaran jantra kehidupan.

Sesekali memandang Ida Padanda Made Sidemen sebagai manusia biasa yang terdiri atas darah, daging, pikiran, perasaan, dan jiwa menjadi penting agar figurnya tidak terlalu jauh dari keseharian. Apresiasi berlebihan tak jarang menjadikan seorang figur disangka tokoh mitologis yang tak pernah menapak tanah dan selalu mampu menyelesaikan persoalan dengan sempurna. Padahal, kecenderungan itu secara tidak langsung akan membuat tokoh yang bersangkutan kehilangan dimensi kemanusiaannya.

Geguritan Salampah Laku agaknya diniatkan oleh Ida Padanda Made Sidemen untuk menunjukkan sisi kemanusiaannya itu. Ia sebagai seorang manusia juga mengalami tantangan dan masalah dalam membina kehidupan rumah tangganya. Menikah dengan cara kawin lari atau lumayati wong kanyaka pada umur dua puluh tujuh tahun tidak lantas membuatnya bersama sang istri langsung sukses mengayuh perahu kehidupan. Meskipun taruhan seseorang yang menikah dengan cara kawin lari adalah kemurnian cinta, istri Ida Padanda Made Sidemen walaka ternyata tidak secara serta merta bisa meninggalkan pola kehidupan masa mudanya.

Sang istri selalu ingat jasa-jasa orang tuanya yang belum sempat dibalasnya secara tuntas. Ia juga berharap suatu saat jika kembali menitis sebagai manusia, dirinya akan kembali ke Sanur untuk melanjutkan bakti kepada kedua orang tuanya. Pilihan untuk menikahi Ida Padanda Made Sidemen ketika masih muda menyebabkan Ia merasa sebagai seorang anak perempuan yang nista karena selalu mengikuti kesenangan. Ia lupa pada hutang cinta kasih yang telah dilimpahkan oleh orang tuanya sejak kecil hingga dewasa.

Bagaimanakah sikap Ida Padanda Made Sidemen menanggapi keluh kesah istrinya yang sedang berada di puncak kesedihan? Geguritan Salampah Laku merekam respon Ida Padanda Made Sidemen yang berusaha meneguhkan dan meneduhkan batin istrinya dengan ungkapan sebagai berikut.

Duh Ratu Denda mas mirah, sampun ida walangati, manyacad lacur pawakan, katiba ring wong kasesi, idepang kula keli, basa gegawane lebur, nganutang teken genah, tan hana papa pinanggih, nama luhur, wong tan lepas dening parab.  

Terjemahannya, “wahai engkau dinda emas permataku, janganlah engkau berkecil hati, menghina diri sendiri, berjodoh dengan orang sengsara, andaikan diri seperti orang biasa, kebiasaan sebelumnya lebur, sesuaikan dengan tempat, tak akan ada dosa yang ditemui, nama luhur, manusia tidak akan pernah lepas dari predikat”.

Pesan Ida Padanda Made Sidemen kepada istrinya di atas pada intinya berpusat pada frase nglebur basa gegawan “melebur kebiasaan lama”. Ungkapan itu dapat dimaknai sebagai kemampuan adaptasi diri yang cepat untuk menghadapi berbagai keadaan.

Pendeta yang menyatu dengan keabadian pada umur 126 tahun ini mengartikulasi pentingnya kemampuan adaptasi diri atau melebur kebiasaan lama bagi seseorang yang baru menikah tersebut dengan ungkapan anutang teken genah “sesuaikan dengan ruang”. Jaminan bagi seseorang yang mampu melakukan adaptasi diri dengan cepat itu menurut Ida Padanda Made Sidemen adalah tan hana papa pinanggih, nama luhur “terbebas dari noda atau dosa perbuatan dan nama yang baik”.

Itulah pesan Ida Padanda Made Sidemen kepada istrinya, termasuk juga kepada kita semua yang ingin belajar tentang cara menghadapi berbagai masalah rumah tangga dalam lautan kehidupan. Di satu titik, seseorang memang mesti bersiap dan berani melebur kebiasaan lama demi memberikan kesempatan pada kebiasaan baru bertumbuh. Gugurnya daun tua dari suatu pohon, tidak berarti ia membenci ranting. Justru, lepasnya daun tua itu memberikan kesuburan bagi akar dan memberikan kesempatan kepada daun baru tumbuh.

Dalam konteks ini, bukan hanya sang istri yang harus melebur kebiasaan lamanya, tetapi pada saat yang bersamaan juga sang suami dan keluarganya. Kebiasaan yang dimaksud bisa jadi mulai dari cara berpikir, berbicara, sampai berperilaku. Bukankah seseorang yang baru menikah sering diberi ucapan selamat menempuh hidup baru?

Konsep nglebur basa gegawan tentu tidak saja penting bagi proses adaptasi seseorang yang baru menikah. Akan tetapi, jauh lebih dalam daripada itu, kemampuan adaptasi ini penting bagi seseorang untuk siap menghadapi tantangan dan perubahan kehidupan di tahun-tahun yang akan datang. Jangankan menghadapi kehidupan, orang yang ingin mencapai kebebasan penuh di penghujung waktu hidup di dunia juga harus berani nglebur basa gegawan, bahkan agama sekalipun! [T]

  • BACA artikel lain tentang IDA PEDANDA MADE SIDEMEN
  • BACA artikel lain dari penulis PUTU EKA GUNA YASA
Niksayang Peplajahan: Tujuan Ida Padanda Made Sidemen Menjadi Pendeta
Nurat Asing Gon : Kunci Produktivitas Ida Padanda Made Sidemen dalam Bersastra
Catatan Harian Sugi Lanus: Gunung Agung Meletus dan ‘Pangéling-Éling’ Ida Pĕdanda Madé Sidĕmĕn
JARAYU-TANTRA | Catatan Kecil dari Percakapan Prof Hooykaas dengan Pedanda Made Sidemen
Bhagavad Gita Versi Jawa Kuno, Guru Made Menaka & Ida Pedanda Made Sidemen (1)
Tags: Ida Pedanda Made Sidemenkawikawi wikupenyair baliPutu Eka Guna Yasasastrawan baliwiku
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan

Next Post

Kelebihan dan Spesifikasi iPhone 13 Pro Max: Dapatkan Penawaran Spesial di Blibli!

Putu Eka Guna Yasa

Putu Eka Guna Yasa

Pembaca lontar, dosen FIB Unud, aktivitis BASAbali Wiki

Related Posts

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
0
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

Read moreDetails

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
0
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

Read moreDetails

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails
Next Post
Kelebihan dan Spesifikasi iPhone 13 Pro Max: Dapatkan Penawaran Spesial di Blibli!

Kelebihan dan Spesifikasi iPhone 13 Pro Max: Dapatkan Penawaran Spesial di Blibli!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali
Berita

Aksi Kemanusiaan pada HUT ke-9 AMSI Bali

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-9 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh langsung...

by tatkala
April 25, 2026
Serangga dalam Piring Makan Kita
Kuliner

Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

by Jaswanto
April 25, 2026
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan
Cerpen

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

by Depri Ajopan
April 25, 2026
Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani
Puisi

Puisi-puisi Silvia Maharani Ikhsan | Tak Perlu Menunggu Aku di Gatsemani

TAK PERLU MENUNGGU AKU DI GATSEMANI Aku datang dari Galilea dengan bau seluk Tasik Tiberias yang melekat di jubahkuDemi janji-janji...

by Silvia Maharani Ikhsan
April 25, 2026
Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu
Esai

Mencegah Kekerasan Seksual di Indonesia dengan Perspektif Feminis Hindu

KEKERASAN seksual di Indonesia telah menjadi luka yang tak kunjung usai, bahkan kini merebak di kampus - kampus ternama selain...

by Putu Ayu Sunia Dewi
April 25, 2026
Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’
Ulas Musik

Ketika Lirik Menjadi Cermin: Tafsir Hermeneutika Lagu ‘Erika’

DALAM tradisi hermeneutika, teks tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu lahir dari horison sejarah, budaya, dan kesadaran penuturnya. Apa yang...

by Ahmad Sihabudin
April 25, 2026
Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co