2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan

Chusmeru by Chusmeru
April 19, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

TIDAK sedikit orang yang mendadak merasa sembuh ketika berobat ke poliklinik atau rumah sakit, padahal belum diperiksa dokter. Ada juga orang yang  rawat inap di rumah sakit, namun hanya semalam ia merasa sudah sehat kembali dan minta segera pulang.

Semua bisa saja terjadi. Salah satu faktor yang membuat seseorang merasa sembuh sebelum diperiksa dokter adalah proses komunikasi terapeutik antara tenaga kesehatan (Nakes) dan pasien. Komunikasi terapeutik akan meneguhkan sugesti yang ada dalam diri seseorang tentang kondisi kesehatannya.

Persaingan ketat dalam bisnis kesehatan menuntut para pengelola klinik atau rumah sakit lebih profesional dalam melayani pasien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberi rasa nyaman kepada pasien selama menjalani pengobatan dan perawatan.

Komunikasi menjadi kata kunci dalam memberikan kenyamanan kepada pasien. Mengingat setiap pasien yang datang berobat bukan hanya membawa beban fisik berupa penyakit yang dideritanya. Namun juga beban psikologis berupa kecemasan akibat penyakit yang diidapnya. Peran tenaga kesehatan, dokter, dan perawat adalah meringankan kedua beban itu dalam waktu bersamaan.

Fungsi Terapeutik

Pengelolaan rumah sakit saat ini mengalami kemajuan, baik dari segi infrastruktur maupun teknologi kesehatan. Kemajuan tersebut selayaknya dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien. Salah satunya adalah dengan menerapkan komunikasi terapeutik.

Komunikasi terapeutik memiliki fungsi penting dalam proses penyembuhan dan kesembuhan pasien. Menurut Stuart dan Sundeen (dalam Siti Fatimah, 2022), komunikasi terapeutik memiliki empat fungsi. Pertama,  meningkatkan  kemandirian pasien melalui proses realisasi diri, penerimaan diri dan rasa hormat terhadap diri sendiri.

Kedua, terbentuknya identitas diri yang jelas dan rasa integritas yang tinggi. Ketiga, kemampuan untuk membina hubungan interpersonal yang intim dan saling tergantung dan mencintai. Keempat, meningkatkan kesejahteraan pasien dengan menumbuhkan fungsi dan kemampuan memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan personal yang realistik.

Fungsi komunikasi terapeutik ini berkaitan dengan upaya mempengaruhi pasien, yakni pada usaha pertolongan, perawatan, penyembuhan, dan mengedukasi pasien. Komunikasi terapeutik  merupakan kolaborasi antara dokter, perawat, dan pasien secara profesional, bermoral, dan bertanggung jawab.

Dikutip dari laman Bangunpendidikan.com 17/04/2023, dapat disimpulkan bahwa komunikasi terapeutik memiliki fungsi yang sangat penting bagi Nakes. Hubungan terapeutik antara Nakes dengan pasien membuat pasien merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menghadapi perawatan kesehatan.

 Komunikasi ini dapat meningkatkan kepercayaan dan kepatuhan pasien terhadap Nakes dan perawatan yang diberikan. Pasien yang merasa percaya dan nyaman dengan Nakes cenderung lebih patuh terhadap perawatan dan prosedur medis yang dilakukan.

Komunikasi terapeutik membantu Nakes dalam menjelaskan informasi medis yang kompleks dan memastikan bahwa pasien memahami kondisi kesehatannya dengan jelas. Hal ini dapat membantu pasien dalam mengambil keputusan yang tepat terkait perawatan dan pengobatan yang diperlukan.

Selain itu, komunikasi terapeutik ini dapat membantu pasien dalam mengatasi perasaan cemas atau takut yang mungkin terjadi saat menghadapi perawatan medis atau operasi. Dokter dan perawat dapat memberikan dukungan emosional dan memberikan informasi yang akurat dan jelas untuk membantu mengurangi kecemasan atau ketakutan pasien.

Komunikasi Nonverbal

Komunikasi terapeutik berkaitan erat dengan bentuk komunikasi verbal dan nonverbal. Secara verbal, tutur kata dan sapaan yang ramah, sopan, dan lembut dari dokter dan perawat akan menenangkan hati pasien. Sebaliknya, seorang Nakes yang judes, ketus, bahkan menakut-nakuti kondisi klinis; akan membuat pasien merasa penyakitnya semain parah.

Tak kalah penting dalam proses penyembuhan adalah pesan komunikasi nonverbal. Di antara sekian banyak bentuk komunikasi nonverbal, proksemik dan haptik dipandang sebagai faktor penting dalam komunikasi terapeutik.

Proksemik adalah komunikasi nonverbal yang berkaitan dengan pengaturan jarak. Arti penting proksemik sudah sejak lama ditulis Edward T. Hall dalam bukunya The Hidden Dimension (1966). Hall membagi jarak dalam empat kategori.

Pertama, jarak intim; yaitu 15 – 45 cm. Jarak ini biasanya dilakukan oleh orang-orang dekat, keluarga inti, atau sepasang kekasih. Kedua, jarak personal 45 – 120 cm. Jarak ini merupakan zona pribadi untuk percakapan dengan teman, rekan kerja, atau keluarga besar. Ketiga, jarak sosial 1,2 – 3,6 meter; diperuntukan bagi orang-orang yang baru dikenal atau kelompok baru. Keempat, jarak publik 3,6 – 7,5 meter, merupakan jarak ketika berhubungan dengan khalayak luas.

Dokter dan perawat tentu saja penting mempertimbangkan jarak komunikasi dengan pasien. Kalau pun tidak dalam jarak intim, para Nakes ini dapat berkomunikasi dalam jarak personal. Dengan demikian pasien akan merasa hubungan dengan mereka layaknya teman, rekan kerja, atau keluarga besar. Rasa nyaman dan tenang tentu saja akan dirasakan pasien, sehingga secara sugestif akan mempercepat kesembuhan.

Sebaliknya, Nakes yang berkomunikasi dengan mengambil jarak sosial akan membuat pasien merasakan hubungan yang terlalu jauh. Apalagi jika berkomunikasi dengan jarak publik, hubungan itu terasa semakin jauh.

Selain jarak, faktor sentuhan (touching) atau haptik (haptic) juga dapat membantu dalam proses penyembuhan pasien. Sentuhan dokter pada kepala, tangan, atau kaki pasien akan dipandang sebagai bentuk perhatian.

 Terutama pada pasien rawat inap yang sangat membutuhkan komunikasi terapeutik dalam bentuk haptik. Tentu saja dengan disertai ucapan yang tenang. Lembut, dan meyakinkan pasien bahwa penyakitnya akan segera sembuh.

Sayangnya, masih saja ada Nakes yang tidak menganggap penting haptik ini. Dengan berbagai alasan masing-masing, Nakes menjaga jarak cukup jauh dan tak mau menyentuh pasien. Hal ini dapat membuat pasien akan merasa sangat lama sembuh dari penyakitnya.

Komunikasi adalah upaya terapeutik untuk penyembuhan pasien; selain terapi berupa obat dan tindakan medis. Setiap pasien tentu ingin cepat sembuh. Karena tubuh yang sehat adalah kehendak setiap manusia. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Komunikasi Struktural di Era Digital
Media Komunikasi dan Hedonisme
Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Tags: ilmu komunikasikesehatankomunikasiKomunikasi Terapeutik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Shorts Up: Membangun Generasi Baru Filmmaker Indonesia

Next Post

“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co