3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan

Chusmeru by Chusmeru
April 19, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

TIDAK sedikit orang yang mendadak merasa sembuh ketika berobat ke poliklinik atau rumah sakit, padahal belum diperiksa dokter. Ada juga orang yang  rawat inap di rumah sakit, namun hanya semalam ia merasa sudah sehat kembali dan minta segera pulang.

Semua bisa saja terjadi. Salah satu faktor yang membuat seseorang merasa sembuh sebelum diperiksa dokter adalah proses komunikasi terapeutik antara tenaga kesehatan (Nakes) dan pasien. Komunikasi terapeutik akan meneguhkan sugesti yang ada dalam diri seseorang tentang kondisi kesehatannya.

Persaingan ketat dalam bisnis kesehatan menuntut para pengelola klinik atau rumah sakit lebih profesional dalam melayani pasien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberi rasa nyaman kepada pasien selama menjalani pengobatan dan perawatan.

Komunikasi menjadi kata kunci dalam memberikan kenyamanan kepada pasien. Mengingat setiap pasien yang datang berobat bukan hanya membawa beban fisik berupa penyakit yang dideritanya. Namun juga beban psikologis berupa kecemasan akibat penyakit yang diidapnya. Peran tenaga kesehatan, dokter, dan perawat adalah meringankan kedua beban itu dalam waktu bersamaan.

Fungsi Terapeutik

Pengelolaan rumah sakit saat ini mengalami kemajuan, baik dari segi infrastruktur maupun teknologi kesehatan. Kemajuan tersebut selayaknya dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien. Salah satunya adalah dengan menerapkan komunikasi terapeutik.

Komunikasi terapeutik memiliki fungsi penting dalam proses penyembuhan dan kesembuhan pasien. Menurut Stuart dan Sundeen (dalam Siti Fatimah, 2022), komunikasi terapeutik memiliki empat fungsi. Pertama,  meningkatkan  kemandirian pasien melalui proses realisasi diri, penerimaan diri dan rasa hormat terhadap diri sendiri.

Kedua, terbentuknya identitas diri yang jelas dan rasa integritas yang tinggi. Ketiga, kemampuan untuk membina hubungan interpersonal yang intim dan saling tergantung dan mencintai. Keempat, meningkatkan kesejahteraan pasien dengan menumbuhkan fungsi dan kemampuan memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan personal yang realistik.

Fungsi komunikasi terapeutik ini berkaitan dengan upaya mempengaruhi pasien, yakni pada usaha pertolongan, perawatan, penyembuhan, dan mengedukasi pasien. Komunikasi terapeutik  merupakan kolaborasi antara dokter, perawat, dan pasien secara profesional, bermoral, dan bertanggung jawab.

Dikutip dari laman Bangunpendidikan.com 17/04/2023, dapat disimpulkan bahwa komunikasi terapeutik memiliki fungsi yang sangat penting bagi Nakes. Hubungan terapeutik antara Nakes dengan pasien membuat pasien merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menghadapi perawatan kesehatan.

 Komunikasi ini dapat meningkatkan kepercayaan dan kepatuhan pasien terhadap Nakes dan perawatan yang diberikan. Pasien yang merasa percaya dan nyaman dengan Nakes cenderung lebih patuh terhadap perawatan dan prosedur medis yang dilakukan.

Komunikasi terapeutik membantu Nakes dalam menjelaskan informasi medis yang kompleks dan memastikan bahwa pasien memahami kondisi kesehatannya dengan jelas. Hal ini dapat membantu pasien dalam mengambil keputusan yang tepat terkait perawatan dan pengobatan yang diperlukan.

Selain itu, komunikasi terapeutik ini dapat membantu pasien dalam mengatasi perasaan cemas atau takut yang mungkin terjadi saat menghadapi perawatan medis atau operasi. Dokter dan perawat dapat memberikan dukungan emosional dan memberikan informasi yang akurat dan jelas untuk membantu mengurangi kecemasan atau ketakutan pasien.

Komunikasi Nonverbal

Komunikasi terapeutik berkaitan erat dengan bentuk komunikasi verbal dan nonverbal. Secara verbal, tutur kata dan sapaan yang ramah, sopan, dan lembut dari dokter dan perawat akan menenangkan hati pasien. Sebaliknya, seorang Nakes yang judes, ketus, bahkan menakut-nakuti kondisi klinis; akan membuat pasien merasa penyakitnya semain parah.

Tak kalah penting dalam proses penyembuhan adalah pesan komunikasi nonverbal. Di antara sekian banyak bentuk komunikasi nonverbal, proksemik dan haptik dipandang sebagai faktor penting dalam komunikasi terapeutik.

Proksemik adalah komunikasi nonverbal yang berkaitan dengan pengaturan jarak. Arti penting proksemik sudah sejak lama ditulis Edward T. Hall dalam bukunya The Hidden Dimension (1966). Hall membagi jarak dalam empat kategori.

Pertama, jarak intim; yaitu 15 – 45 cm. Jarak ini biasanya dilakukan oleh orang-orang dekat, keluarga inti, atau sepasang kekasih. Kedua, jarak personal 45 – 120 cm. Jarak ini merupakan zona pribadi untuk percakapan dengan teman, rekan kerja, atau keluarga besar. Ketiga, jarak sosial 1,2 – 3,6 meter; diperuntukan bagi orang-orang yang baru dikenal atau kelompok baru. Keempat, jarak publik 3,6 – 7,5 meter, merupakan jarak ketika berhubungan dengan khalayak luas.

Dokter dan perawat tentu saja penting mempertimbangkan jarak komunikasi dengan pasien. Kalau pun tidak dalam jarak intim, para Nakes ini dapat berkomunikasi dalam jarak personal. Dengan demikian pasien akan merasa hubungan dengan mereka layaknya teman, rekan kerja, atau keluarga besar. Rasa nyaman dan tenang tentu saja akan dirasakan pasien, sehingga secara sugestif akan mempercepat kesembuhan.

Sebaliknya, Nakes yang berkomunikasi dengan mengambil jarak sosial akan membuat pasien merasakan hubungan yang terlalu jauh. Apalagi jika berkomunikasi dengan jarak publik, hubungan itu terasa semakin jauh.

Selain jarak, faktor sentuhan (touching) atau haptik (haptic) juga dapat membantu dalam proses penyembuhan pasien. Sentuhan dokter pada kepala, tangan, atau kaki pasien akan dipandang sebagai bentuk perhatian.

 Terutama pada pasien rawat inap yang sangat membutuhkan komunikasi terapeutik dalam bentuk haptik. Tentu saja dengan disertai ucapan yang tenang. Lembut, dan meyakinkan pasien bahwa penyakitnya akan segera sembuh.

Sayangnya, masih saja ada Nakes yang tidak menganggap penting haptik ini. Dengan berbagai alasan masing-masing, Nakes menjaga jarak cukup jauh dan tak mau menyentuh pasien. Hal ini dapat membuat pasien akan merasa sangat lama sembuh dari penyakitnya.

Komunikasi adalah upaya terapeutik untuk penyembuhan pasien; selain terapi berupa obat dan tindakan medis. Setiap pasien tentu ingin cepat sembuh. Karena tubuh yang sehat adalah kehendak setiap manusia. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Komunikasi Struktural di Era Digital
Media Komunikasi dan Hedonisme
Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Tags: ilmu komunikasikesehatankomunikasiKomunikasi Terapeutik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Shorts Up: Membangun Generasi Baru Filmmaker Indonesia

Next Post

“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co