23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Terapeutik untuk Penyembuhan

Chusmeru by Chusmeru
April 19, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

TIDAK sedikit orang yang mendadak merasa sembuh ketika berobat ke poliklinik atau rumah sakit, padahal belum diperiksa dokter. Ada juga orang yang  rawat inap di rumah sakit, namun hanya semalam ia merasa sudah sehat kembali dan minta segera pulang.

Semua bisa saja terjadi. Salah satu faktor yang membuat seseorang merasa sembuh sebelum diperiksa dokter adalah proses komunikasi terapeutik antara tenaga kesehatan (Nakes) dan pasien. Komunikasi terapeutik akan meneguhkan sugesti yang ada dalam diri seseorang tentang kondisi kesehatannya.

Persaingan ketat dalam bisnis kesehatan menuntut para pengelola klinik atau rumah sakit lebih profesional dalam melayani pasien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberi rasa nyaman kepada pasien selama menjalani pengobatan dan perawatan.

Komunikasi menjadi kata kunci dalam memberikan kenyamanan kepada pasien. Mengingat setiap pasien yang datang berobat bukan hanya membawa beban fisik berupa penyakit yang dideritanya. Namun juga beban psikologis berupa kecemasan akibat penyakit yang diidapnya. Peran tenaga kesehatan, dokter, dan perawat adalah meringankan kedua beban itu dalam waktu bersamaan.

Fungsi Terapeutik

Pengelolaan rumah sakit saat ini mengalami kemajuan, baik dari segi infrastruktur maupun teknologi kesehatan. Kemajuan tersebut selayaknya dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien. Salah satunya adalah dengan menerapkan komunikasi terapeutik.

Komunikasi terapeutik memiliki fungsi penting dalam proses penyembuhan dan kesembuhan pasien. Menurut Stuart dan Sundeen (dalam Siti Fatimah, 2022), komunikasi terapeutik memiliki empat fungsi. Pertama,  meningkatkan  kemandirian pasien melalui proses realisasi diri, penerimaan diri dan rasa hormat terhadap diri sendiri.

Kedua, terbentuknya identitas diri yang jelas dan rasa integritas yang tinggi. Ketiga, kemampuan untuk membina hubungan interpersonal yang intim dan saling tergantung dan mencintai. Keempat, meningkatkan kesejahteraan pasien dengan menumbuhkan fungsi dan kemampuan memuaskan kebutuhan serta mencapai tujuan personal yang realistik.

Fungsi komunikasi terapeutik ini berkaitan dengan upaya mempengaruhi pasien, yakni pada usaha pertolongan, perawatan, penyembuhan, dan mengedukasi pasien. Komunikasi terapeutik  merupakan kolaborasi antara dokter, perawat, dan pasien secara profesional, bermoral, dan bertanggung jawab.

Dikutip dari laman Bangunpendidikan.com 17/04/2023, dapat disimpulkan bahwa komunikasi terapeutik memiliki fungsi yang sangat penting bagi Nakes. Hubungan terapeutik antara Nakes dengan pasien membuat pasien merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menghadapi perawatan kesehatan.

 Komunikasi ini dapat meningkatkan kepercayaan dan kepatuhan pasien terhadap Nakes dan perawatan yang diberikan. Pasien yang merasa percaya dan nyaman dengan Nakes cenderung lebih patuh terhadap perawatan dan prosedur medis yang dilakukan.

Komunikasi terapeutik membantu Nakes dalam menjelaskan informasi medis yang kompleks dan memastikan bahwa pasien memahami kondisi kesehatannya dengan jelas. Hal ini dapat membantu pasien dalam mengambil keputusan yang tepat terkait perawatan dan pengobatan yang diperlukan.

Selain itu, komunikasi terapeutik ini dapat membantu pasien dalam mengatasi perasaan cemas atau takut yang mungkin terjadi saat menghadapi perawatan medis atau operasi. Dokter dan perawat dapat memberikan dukungan emosional dan memberikan informasi yang akurat dan jelas untuk membantu mengurangi kecemasan atau ketakutan pasien.

Komunikasi Nonverbal

Komunikasi terapeutik berkaitan erat dengan bentuk komunikasi verbal dan nonverbal. Secara verbal, tutur kata dan sapaan yang ramah, sopan, dan lembut dari dokter dan perawat akan menenangkan hati pasien. Sebaliknya, seorang Nakes yang judes, ketus, bahkan menakut-nakuti kondisi klinis; akan membuat pasien merasa penyakitnya semain parah.

Tak kalah penting dalam proses penyembuhan adalah pesan komunikasi nonverbal. Di antara sekian banyak bentuk komunikasi nonverbal, proksemik dan haptik dipandang sebagai faktor penting dalam komunikasi terapeutik.

Proksemik adalah komunikasi nonverbal yang berkaitan dengan pengaturan jarak. Arti penting proksemik sudah sejak lama ditulis Edward T. Hall dalam bukunya The Hidden Dimension (1966). Hall membagi jarak dalam empat kategori.

Pertama, jarak intim; yaitu 15 – 45 cm. Jarak ini biasanya dilakukan oleh orang-orang dekat, keluarga inti, atau sepasang kekasih. Kedua, jarak personal 45 – 120 cm. Jarak ini merupakan zona pribadi untuk percakapan dengan teman, rekan kerja, atau keluarga besar. Ketiga, jarak sosial 1,2 – 3,6 meter; diperuntukan bagi orang-orang yang baru dikenal atau kelompok baru. Keempat, jarak publik 3,6 – 7,5 meter, merupakan jarak ketika berhubungan dengan khalayak luas.

Dokter dan perawat tentu saja penting mempertimbangkan jarak komunikasi dengan pasien. Kalau pun tidak dalam jarak intim, para Nakes ini dapat berkomunikasi dalam jarak personal. Dengan demikian pasien akan merasa hubungan dengan mereka layaknya teman, rekan kerja, atau keluarga besar. Rasa nyaman dan tenang tentu saja akan dirasakan pasien, sehingga secara sugestif akan mempercepat kesembuhan.

Sebaliknya, Nakes yang berkomunikasi dengan mengambil jarak sosial akan membuat pasien merasakan hubungan yang terlalu jauh. Apalagi jika berkomunikasi dengan jarak publik, hubungan itu terasa semakin jauh.

Selain jarak, faktor sentuhan (touching) atau haptik (haptic) juga dapat membantu dalam proses penyembuhan pasien. Sentuhan dokter pada kepala, tangan, atau kaki pasien akan dipandang sebagai bentuk perhatian.

 Terutama pada pasien rawat inap yang sangat membutuhkan komunikasi terapeutik dalam bentuk haptik. Tentu saja dengan disertai ucapan yang tenang. Lembut, dan meyakinkan pasien bahwa penyakitnya akan segera sembuh.

Sayangnya, masih saja ada Nakes yang tidak menganggap penting haptik ini. Dengan berbagai alasan masing-masing, Nakes menjaga jarak cukup jauh dan tak mau menyentuh pasien. Hal ini dapat membuat pasien akan merasa sangat lama sembuh dari penyakitnya.

Komunikasi adalah upaya terapeutik untuk penyembuhan pasien; selain terapi berupa obat dan tindakan medis. Setiap pasien tentu ingin cepat sembuh. Karena tubuh yang sehat adalah kehendak setiap manusia. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Komunikasi Struktural di Era Digital
Media Komunikasi dan Hedonisme
Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Tags: ilmu komunikasikesehatankomunikasiKomunikasi Terapeutik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Shorts Up: Membangun Generasi Baru Filmmaker Indonesia

Next Post

“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

“Nglebur Basa Gegawan”: Strategi Adaptasi Diri Seorang Ida Padanda Made Sidemen

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co