22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Struktural di Era Digital

Chusmeru by Chusmeru
April 4, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

INDONESIA merupakan negara dengan masyarakat yang majemuk. Kemajemukan ini menghasilkan stratifikasi dalam berbagai dimensi kehidupan, mulai dari yang bercorak tradisional hingga modern.

Stratifikasi tercermin dalam pola komunikasi masyarakat yang ditandai dengan cara dan gaya berkomunikasi sesuai strata orang di masyarakatnya. Dengan demikian, struktur sosial ikut membentuk pola komunikasi.

Secara tradisional, struktur sosial di suatu masyarakat antara lain ditandai dengan adanya kasta, marga, atau pelapisan sosial lain. Ketika orang berada di lapisan sosial atas, maka kesantunan berkomunikasi menjadi lebih penting. Eufemisme lebih menonjol ketimbang substani.

Sedangkan masyarakat yang ada pada lapisan sosial bawah mengabaikan kesantunan dalam berkomunikasi. Gaya komunikasi lebih bersifat egaliter. Substansi pesan lebih penting ketimbang kesantunan memilih kosa-kata berkomunikasi.

Masyarakat modern ditandai dengan stratifikasi atas dasar pekerjaan, pangkat, dan jabatan. Komunikasi yang terbentuk akan menyesuaikan posisi seseorang dalam lapisan itu. Orang dengan pangkat bintara dalam kepolisian misalnya, akan berkomunikasi secara struktural kepada perwira atasannya. Sang polisi yang berpangkat bintara akan menyampaikan laporan itu dengan embel-embel “Siap Salah”.

Struktur sosial masyarakat modern juga ditandai dengan lapisan ekonomi yang memiliki gaya komunikasi berbeda. Kaum sosialita merupakan lapisan ekonomi atas yang ditandai oleh kehidupan wanita yang glamour dan memiliki pola komunikasi terbatas pada komunitas mereka saja. Hanya untuk mengobrol yang remeh-temeh, mereka akan berkumpul di sebuah resort mewah atau berbincang di atas pesawat jet pribadi.

Kampus sebagai entitas komunitas akademis tak luput dari adanya kasta. Stratifikasi bisa berdasarkan pangkat, golongan, maupun jabatan akademis. Guru besar atau profesor adalah “kasta” tertinggi di komunitas akademis.

Gambaran kampus sebagai rumah besar yang bebas bagi penghuninya untuk berkomunikasi tidak selamanya benar, khususnya di Indonesia. Kampus juga memiliki tradisi tak tertulis untuk berkomunikasi dengan kasta yang lebih tinggi. Tidak heran jika seorang dosen biasa menyapa profesor dengan sebutan”Prof”; tidak cukup hanya menyebut nama.

Ruang Personal

Keragaman pola maupun gaya berkomunikasi memang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor personal, terutama pada masyarakat yang masih menjunjung tinggi etiket komunikasi, seperti Indonesia. Selain ucapan verbal, ekspresi nonverbal turut pula mewarnai pola komunikasi.

Kesantunan dalam ruang personal sangat perlu ketika berkomunikasi. Tatkala berbicara di hadapan  keluarga ningrat atau bangsawan, rakyat biasa akan menjaga adab bicara dan membatasi gerakan anggota tubuh. Menghadap pimpinan di ruangan, seorang bawahan tidak akan duduk dengan posisi kaki disilang.

Ruang personal ini sangat menyita energi dalam berkomunikasi. Terutama bagi mereka yang berada pada lapisan sosial bawah. Mereka beranggapan ada ketidakadilan dalam berkomunikasi. Namun secara kultural mereka tak mampu mendobrak ruang personal itu.

Begitulah memang komunikasi interpersonal. Ketundukan pada adab, kepatuhan pada kesantunan komunikasi menjadi penting. Maka, ketika dalam debat televisi seorang calon wakil presiden muda mengolok-olok calon wakil presiden yang jauh lebih senior, masyarakat pun menilainya sebagai tidak beretika.

Ruang Digital

Berbeda dengan komunikasi interpersonal tatap muka yang tunduk pada hierarkhi struktural, komunikasi di ruang digital bersifat manipulatif. Kalau pun masih ada kesopanan dan kepatuhan, itu lantaran orang secara formal berada dalam struktur sosial yang lebih rendah dari orang lain.

Komunikasi struktural di ruang digital bersifat ekspresif. Kesantunan tetap dijaga, tetapi dibarengi dengan simbol komunikasi visual yang ekspresif. Apalagi media sosial menyediakan berbagai fitur yang memungkinkan seorang bawahan misalnya, menambahkan emoticon dalam chat kepada atasan.

Berkomunikasi di era digital meniadakan kendala keengganan orang untuk berinteraksi secara struktural. Jarak, tempat, dan waktu komunikasi lebih mudah secara digital ketimbang tatap muka interpersonal. Seorang bawahan dapat berkomunikasi secara digital dengan atasan di setiap tempat dan waktu.

Pegawai yang merasa sungkan untuk berkomunikasi tatap muka di rumah pimpinan dapat melakukannya secara digital di mana saja. Begitu pula seorang pimpinan bisa mengirim pesan terkait pekerjaan esok hari kepada bawahannya dari rumah saat malam telah tiba.

Keuntungan lain dari komunikasi di ruang digital adalah proses komunikasi yang tidak termonitor. Orang tidak dapat memantau ekspresi nonverbal orang lain; kecuali komunikasi melalui panggilan video.

Berkomunikasi dengan orang lain yang secara struktural lebih tinggi dapat dilakukan sambil melakukan aktivitas apa saja. Bahkan mengirim pesan chat, SMS, DM, maupun inbox dapat dilakukan sambil makan, tiduran, atau saat di toilet. Kesantunan yang harus dilakukan saat komunikasi tatap muka terabaikan dalam komunikasi di ruang digital.

Era digital memang telah menciptakan banyak pilihan bagi orang untuk berkomunikasi secara struktural. Namun tetap saja,  itu tak mampu melenyapkan struktur sosial  yang dinikmati banyak orang. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Media Komunikasi dan Hedonisme
Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selalu Memberikan Ruang Pelaku Seni, Adat dan Musisi; Itu Pernyataan Klise

Next Post

Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails
Next Post
Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co