12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunikasi Struktural di Era Digital

Chusmeru by Chusmeru
April 4, 2024
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

INDONESIA merupakan negara dengan masyarakat yang majemuk. Kemajemukan ini menghasilkan stratifikasi dalam berbagai dimensi kehidupan, mulai dari yang bercorak tradisional hingga modern.

Stratifikasi tercermin dalam pola komunikasi masyarakat yang ditandai dengan cara dan gaya berkomunikasi sesuai strata orang di masyarakatnya. Dengan demikian, struktur sosial ikut membentuk pola komunikasi.

Secara tradisional, struktur sosial di suatu masyarakat antara lain ditandai dengan adanya kasta, marga, atau pelapisan sosial lain. Ketika orang berada di lapisan sosial atas, maka kesantunan berkomunikasi menjadi lebih penting. Eufemisme lebih menonjol ketimbang substani.

Sedangkan masyarakat yang ada pada lapisan sosial bawah mengabaikan kesantunan dalam berkomunikasi. Gaya komunikasi lebih bersifat egaliter. Substansi pesan lebih penting ketimbang kesantunan memilih kosa-kata berkomunikasi.

Masyarakat modern ditandai dengan stratifikasi atas dasar pekerjaan, pangkat, dan jabatan. Komunikasi yang terbentuk akan menyesuaikan posisi seseorang dalam lapisan itu. Orang dengan pangkat bintara dalam kepolisian misalnya, akan berkomunikasi secara struktural kepada perwira atasannya. Sang polisi yang berpangkat bintara akan menyampaikan laporan itu dengan embel-embel “Siap Salah”.

Struktur sosial masyarakat modern juga ditandai dengan lapisan ekonomi yang memiliki gaya komunikasi berbeda. Kaum sosialita merupakan lapisan ekonomi atas yang ditandai oleh kehidupan wanita yang glamour dan memiliki pola komunikasi terbatas pada komunitas mereka saja. Hanya untuk mengobrol yang remeh-temeh, mereka akan berkumpul di sebuah resort mewah atau berbincang di atas pesawat jet pribadi.

Kampus sebagai entitas komunitas akademis tak luput dari adanya kasta. Stratifikasi bisa berdasarkan pangkat, golongan, maupun jabatan akademis. Guru besar atau profesor adalah “kasta” tertinggi di komunitas akademis.

Gambaran kampus sebagai rumah besar yang bebas bagi penghuninya untuk berkomunikasi tidak selamanya benar, khususnya di Indonesia. Kampus juga memiliki tradisi tak tertulis untuk berkomunikasi dengan kasta yang lebih tinggi. Tidak heran jika seorang dosen biasa menyapa profesor dengan sebutan”Prof”; tidak cukup hanya menyebut nama.

Ruang Personal

Keragaman pola maupun gaya berkomunikasi memang lebih banyak dipengaruhi oleh faktor personal, terutama pada masyarakat yang masih menjunjung tinggi etiket komunikasi, seperti Indonesia. Selain ucapan verbal, ekspresi nonverbal turut pula mewarnai pola komunikasi.

Kesantunan dalam ruang personal sangat perlu ketika berkomunikasi. Tatkala berbicara di hadapan  keluarga ningrat atau bangsawan, rakyat biasa akan menjaga adab bicara dan membatasi gerakan anggota tubuh. Menghadap pimpinan di ruangan, seorang bawahan tidak akan duduk dengan posisi kaki disilang.

Ruang personal ini sangat menyita energi dalam berkomunikasi. Terutama bagi mereka yang berada pada lapisan sosial bawah. Mereka beranggapan ada ketidakadilan dalam berkomunikasi. Namun secara kultural mereka tak mampu mendobrak ruang personal itu.

Begitulah memang komunikasi interpersonal. Ketundukan pada adab, kepatuhan pada kesantunan komunikasi menjadi penting. Maka, ketika dalam debat televisi seorang calon wakil presiden muda mengolok-olok calon wakil presiden yang jauh lebih senior, masyarakat pun menilainya sebagai tidak beretika.

Ruang Digital

Berbeda dengan komunikasi interpersonal tatap muka yang tunduk pada hierarkhi struktural, komunikasi di ruang digital bersifat manipulatif. Kalau pun masih ada kesopanan dan kepatuhan, itu lantaran orang secara formal berada dalam struktur sosial yang lebih rendah dari orang lain.

Komunikasi struktural di ruang digital bersifat ekspresif. Kesantunan tetap dijaga, tetapi dibarengi dengan simbol komunikasi visual yang ekspresif. Apalagi media sosial menyediakan berbagai fitur yang memungkinkan seorang bawahan misalnya, menambahkan emoticon dalam chat kepada atasan.

Berkomunikasi di era digital meniadakan kendala keengganan orang untuk berinteraksi secara struktural. Jarak, tempat, dan waktu komunikasi lebih mudah secara digital ketimbang tatap muka interpersonal. Seorang bawahan dapat berkomunikasi secara digital dengan atasan di setiap tempat dan waktu.

Pegawai yang merasa sungkan untuk berkomunikasi tatap muka di rumah pimpinan dapat melakukannya secara digital di mana saja. Begitu pula seorang pimpinan bisa mengirim pesan terkait pekerjaan esok hari kepada bawahannya dari rumah saat malam telah tiba.

Keuntungan lain dari komunikasi di ruang digital adalah proses komunikasi yang tidak termonitor. Orang tidak dapat memantau ekspresi nonverbal orang lain; kecuali komunikasi melalui panggilan video.

Berkomunikasi dengan orang lain yang secara struktural lebih tinggi dapat dilakukan sambil melakukan aktivitas apa saja. Bahkan mengirim pesan chat, SMS, DM, maupun inbox dapat dilakukan sambil makan, tiduran, atau saat di toilet. Kesantunan yang harus dilakukan saat komunikasi tatap muka terabaikan dalam komunikasi di ruang digital.

Era digital memang telah menciptakan banyak pilihan bagi orang untuk berkomunikasi secara struktural. Namun tetap saja,  itu tak mampu melenyapkan struktur sosial  yang dinikmati banyak orang. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Media Komunikasi dan Hedonisme
Lebaran, Masyarakat Tradisional, dan Komunikasi
Berkomunikasi Lewat Busana
Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu
Tags: ilmu komunikasikomunikasi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Selalu Memberikan Ruang Pelaku Seni, Adat dan Musisi; Itu Pernyataan Klise

Next Post

Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co