2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Ananta Kurnia by Ananta Kurnia
April 4, 2024
in Khas
Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Monyet di tepi jalan Taman Nasional Bali Barat | Foto: Ananta Kurnia

PADA tulisan sebelumnya saya mengulas tentang Pahlawan Sepanjang Jalan di tautan link https://tatkala.co/2024/03/25/cerita-dari-jalan-raya-sisi-hutan-bali-barat-hiburan-monyet-dan-pahlawan-jalanan/.  Kurang lebih isinya terkait pemandangan dan suasana yang menakjubkan ditawarkan oleh Taman Nasional Bali Barat (TNBB) sepanjang jalan, namun banyak pengendara yang terlena untuk memberi pakan satwa liar sehingga mengakibatkan sampah kemasan berserakan sepanjang jalan yang menimbulkan keresahan..

Kali ini saya mengulas masalah selanjutnya yang ditimbulkan dari perbuatan tersebut. Sebagai hewan primata yang cerdas namun tidak brilian, mereka memanfaatkan sisi humanis manusia, secara tidak sadar manusia akan memberi pakan mereka apabila monyet-monyet tersebut berada di pinggir jalan menyapa (dibaca mengemis) dari para pengendara.

Hal ini dilakukan setiap hari, setiap bulan dan bahkan sepanjang tahun. Dengan berbekal kecerdasan yang dangkal, para monyet memanfaatkan momen tersebut untuk bermalas-malasan mencari pakan di habitat aslinya. Karena mereka semua sudah terlatih dan terbiasa menyapa (dibaca mengemis) untuk mengais rejeki pakan dari iba manusia.

Setiap hari sudah dapat dipastikan banyak pengendara yang akan memberi makan mereka dengan hanya modal berkumpul dan kongkow-kongkow di pinggir jalan.

Apalagi makanan yang mereka dapatkan sejatinya cukup fantastis harganya dan sangat beragam menunya. Mulai dari yang paling lumrah yaitu buah-buahan sampai makanan mewah bagi mereka seperti ciki-ciki dan roti yang diproduksi oleh perusahaan terkenal. Bahkan hewan di kebun binatang pun kalah bersaing untuk urusan makan mewah dengan monyet-monyet itu.

Akibatnya para monyet menjadi malas mencari makanan pada habibatnya karena sudah tersedia di jalanan yang mengakibatkan aktivitas keseharian mereka menjadi monoton. Hanya mengemis meminta makanan sepanjang hari. Belum lagi resiko yang ditanggung para monyet liar ini sangat tinggi, yakni ditabrak lari oleh para pengendara yang melintas, minimal yang dialami adalah cedera patah tulang dan seringkali meninggal secara tragis di tengah jalan.

Jika demikian, siapa yang akan bertanggung jawab? Apakah pengendara, atau petugas Taman Nasional Bali Barat atau Pimpinan Kelompok Monyet yang tak becus mengarahkan massa anggotanya?

Kenyataannya, tak satu pun dari mereka dapat disalahkan, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan kinerja petugas Taman Nasional Bali Barat dengan cara mengabaikan monyet liar di sisi jalan, apapun yang terjadi.

Jika mereka tak diberi makan, selain tidak akan ada sampah, para monyet pun sadar dengan sendirinya dan akan comeback mencari makan ke habitat aslinya di dalam kawasan Taman Nasional. Resiko tabrak lari pun dapat dihindarkan sehingga tidak membuang nyawa monyet liar di Taman Nasional Bali Barat secara sia-sia.

Sebagai gambaran, pernahkah para pembaca memikirkan apabila para monyet yang mengemis ini tidak mendapatkan makanan yang dapat mencukupi kebutuhan hariannya? Kemanakah dia akan mencari? Apakah akan kembali ke habitatnya? Rasanya hanya sedikit yang kembali karena butuh waktu dan effort yang tidak isntan untuk mencari makan di alam liar.

Monyet di tepi jalan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) | Foto: Ananta Kurnia

Solusi terbaik dan tercerdas yang monyet lakukan adalah menjajah rumah-rumah, ruko-ruko dan toko-toko para penduduk sekitar. Selain waktu untuk mendapatkan makanan dengan cukup singkat, mata mereka pun terbiasa dengan tampilan makanan kemasan yang menggoda lidah. Dengan cara sat set sat set seperti ninja, banyak jajan maupun makanan lainnya yang berhasil dicuri oleh monyet akibat lengahnya pengawasan pemilik atau penjaga toko.

Hal ini dapat dibuktikan secara survei versi saya pribadi bahwa semua toko/ruko yang menjajakan makanan ringan di pinggir jalan di Kelurahan Gilimanuk, 99% di toko/ruko tersebut terdapat sebuah senjata ampuh untuk mengusir monyet. Senjata pamungkas itu adalah ketapel, suara pentalan karet yang keras dengan bunyi  “tepot” akan mengagetkan monyet yang sedang menyamar sebagai maling. Jika monyet sering merasakan seperti ini maka akan muncul trauma mendalam yang akan menakutkan para monyet untuk kembali beraksi.

Primata tersebut cukup cerdas, maka dari itu, menanggulanginya juga dengan cara yang cerdas dan bijaksana. Jangan memberi mereka makan, apalagi yang mewah, untuk membuat mereka jadi malas dan manja. Karena, lama-lama mereka juga akan malas mencari makan sendiri di habitatnya, sehingga mereka mengemis terus di pinggir jalan, atau kalau tak ada yang memberi makan, mereka akan mencuri ke rumah-rumah dan warung.

Jika monyet itu kembali terbiasa mencari makan di habitatnya, maka ia tak perlu lagi untuk bergerombol-gerombol di tepi jalan. Atau kalau pun mereka nongkrong di tepi jalan, mereka tak akan mengemis lagi, atau meminta-minta lagi. Dengan demikian, para pengendara yang ingin beristirahat di bahu jalan taman nasional pun dapat beristirahat dengan tenang tanpa gangguan pencurian atau perebutan makanan dari kawanan monyet.

Perjalanan menjadi lancar dengan lantunan nyanyian dari Burung Jalak Bali yang menghiasi telinga kita. Mari jaga keindahan alam kita dengan cara yang alami dan bijaksana.

Salam konservasi. [T]

Cerita dari Jalan Raya Sisi Hutan Bali Barat: Hiburan Monyet dan Pahlawan Jalanan
Kisah Pilu Ibu Lutung di Hutan Gilimanuk: Anak Diculik, Luka Bahu Luka Hati dan Depresi
“Perselingkuhan” yang Indah dan Membanggakan di Pantai Karang Sewu Gilimanuk
Tags: faunaHutan Bali BaratkonservasiTaman Nasional Bali Barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Struktural di Era Digital

Next Post

Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan

Ananta Kurnia

Ananta Kurnia

Pengangguran. Lahir dan tinggal di Gilimanuk, Jembrana, Bali

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan

Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co