12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Ananta Kurnia by Ananta Kurnia
April 4, 2024
in Khas
Akankah Mereka Mengemis Selamanya di Tepi Jalan Itu?

Monyet di tepi jalan Taman Nasional Bali Barat | Foto: Ananta Kurnia

PADA tulisan sebelumnya saya mengulas tentang Pahlawan Sepanjang Jalan di tautan link https://tatkala.co/2024/03/25/cerita-dari-jalan-raya-sisi-hutan-bali-barat-hiburan-monyet-dan-pahlawan-jalanan/.  Kurang lebih isinya terkait pemandangan dan suasana yang menakjubkan ditawarkan oleh Taman Nasional Bali Barat (TNBB) sepanjang jalan, namun banyak pengendara yang terlena untuk memberi pakan satwa liar sehingga mengakibatkan sampah kemasan berserakan sepanjang jalan yang menimbulkan keresahan..

Kali ini saya mengulas masalah selanjutnya yang ditimbulkan dari perbuatan tersebut. Sebagai hewan primata yang cerdas namun tidak brilian, mereka memanfaatkan sisi humanis manusia, secara tidak sadar manusia akan memberi pakan mereka apabila monyet-monyet tersebut berada di pinggir jalan menyapa (dibaca mengemis) dari para pengendara.

Hal ini dilakukan setiap hari, setiap bulan dan bahkan sepanjang tahun. Dengan berbekal kecerdasan yang dangkal, para monyet memanfaatkan momen tersebut untuk bermalas-malasan mencari pakan di habitat aslinya. Karena mereka semua sudah terlatih dan terbiasa menyapa (dibaca mengemis) untuk mengais rejeki pakan dari iba manusia.

Setiap hari sudah dapat dipastikan banyak pengendara yang akan memberi makan mereka dengan hanya modal berkumpul dan kongkow-kongkow di pinggir jalan.

Apalagi makanan yang mereka dapatkan sejatinya cukup fantastis harganya dan sangat beragam menunya. Mulai dari yang paling lumrah yaitu buah-buahan sampai makanan mewah bagi mereka seperti ciki-ciki dan roti yang diproduksi oleh perusahaan terkenal. Bahkan hewan di kebun binatang pun kalah bersaing untuk urusan makan mewah dengan monyet-monyet itu.

Akibatnya para monyet menjadi malas mencari makanan pada habibatnya karena sudah tersedia di jalanan yang mengakibatkan aktivitas keseharian mereka menjadi monoton. Hanya mengemis meminta makanan sepanjang hari. Belum lagi resiko yang ditanggung para monyet liar ini sangat tinggi, yakni ditabrak lari oleh para pengendara yang melintas, minimal yang dialami adalah cedera patah tulang dan seringkali meninggal secara tragis di tengah jalan.

Jika demikian, siapa yang akan bertanggung jawab? Apakah pengendara, atau petugas Taman Nasional Bali Barat atau Pimpinan Kelompok Monyet yang tak becus mengarahkan massa anggotanya?

Kenyataannya, tak satu pun dari mereka dapat disalahkan, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan kinerja petugas Taman Nasional Bali Barat dengan cara mengabaikan monyet liar di sisi jalan, apapun yang terjadi.

Jika mereka tak diberi makan, selain tidak akan ada sampah, para monyet pun sadar dengan sendirinya dan akan comeback mencari makan ke habitat aslinya di dalam kawasan Taman Nasional. Resiko tabrak lari pun dapat dihindarkan sehingga tidak membuang nyawa monyet liar di Taman Nasional Bali Barat secara sia-sia.

Sebagai gambaran, pernahkah para pembaca memikirkan apabila para monyet yang mengemis ini tidak mendapatkan makanan yang dapat mencukupi kebutuhan hariannya? Kemanakah dia akan mencari? Apakah akan kembali ke habitatnya? Rasanya hanya sedikit yang kembali karena butuh waktu dan effort yang tidak isntan untuk mencari makan di alam liar.

Monyet di tepi jalan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) | Foto: Ananta Kurnia

Solusi terbaik dan tercerdas yang monyet lakukan adalah menjajah rumah-rumah, ruko-ruko dan toko-toko para penduduk sekitar. Selain waktu untuk mendapatkan makanan dengan cukup singkat, mata mereka pun terbiasa dengan tampilan makanan kemasan yang menggoda lidah. Dengan cara sat set sat set seperti ninja, banyak jajan maupun makanan lainnya yang berhasil dicuri oleh monyet akibat lengahnya pengawasan pemilik atau penjaga toko.

Hal ini dapat dibuktikan secara survei versi saya pribadi bahwa semua toko/ruko yang menjajakan makanan ringan di pinggir jalan di Kelurahan Gilimanuk, 99% di toko/ruko tersebut terdapat sebuah senjata ampuh untuk mengusir monyet. Senjata pamungkas itu adalah ketapel, suara pentalan karet yang keras dengan bunyi  “tepot” akan mengagetkan monyet yang sedang menyamar sebagai maling. Jika monyet sering merasakan seperti ini maka akan muncul trauma mendalam yang akan menakutkan para monyet untuk kembali beraksi.

Primata tersebut cukup cerdas, maka dari itu, menanggulanginya juga dengan cara yang cerdas dan bijaksana. Jangan memberi mereka makan, apalagi yang mewah, untuk membuat mereka jadi malas dan manja. Karena, lama-lama mereka juga akan malas mencari makan sendiri di habitatnya, sehingga mereka mengemis terus di pinggir jalan, atau kalau tak ada yang memberi makan, mereka akan mencuri ke rumah-rumah dan warung.

Jika monyet itu kembali terbiasa mencari makan di habitatnya, maka ia tak perlu lagi untuk bergerombol-gerombol di tepi jalan. Atau kalau pun mereka nongkrong di tepi jalan, mereka tak akan mengemis lagi, atau meminta-minta lagi. Dengan demikian, para pengendara yang ingin beristirahat di bahu jalan taman nasional pun dapat beristirahat dengan tenang tanpa gangguan pencurian atau perebutan makanan dari kawanan monyet.

Perjalanan menjadi lancar dengan lantunan nyanyian dari Burung Jalak Bali yang menghiasi telinga kita. Mari jaga keindahan alam kita dengan cara yang alami dan bijaksana.

Salam konservasi. [T]

Cerita dari Jalan Raya Sisi Hutan Bali Barat: Hiburan Monyet dan Pahlawan Jalanan
Kisah Pilu Ibu Lutung di Hutan Gilimanuk: Anak Diculik, Luka Bahu Luka Hati dan Depresi
“Perselingkuhan” yang Indah dan Membanggakan di Pantai Karang Sewu Gilimanuk
Tags: faunaHutan Bali BaratkonservasiTaman Nasional Bali Barat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komunikasi Struktural di Era Digital

Next Post

Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan

Ananta Kurnia

Ananta Kurnia

Pengangguran. Lahir dan tinggal di Gilimanuk, Jembrana, Bali

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan

Ni Putu Anita Sofia Veronia, Menari Sejak Dalam Kandungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co