14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Retorika: Komunikasi yang Tak Lekang oleh Waktu

Chusmeru by Chusmeru
November 21, 2023
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

SEBAGAI seni dan keterampilan berbicara di depan publik, retorika memiliki sejarah panjang. Semua mengakui, retorika diperlukan untuk kegiatan apa pun, kapan pun, dan di mana pun. Apalagi retorika juga dikenal sebagai seni manipulasi atau persuasi politik yang bersifat transaksional. Meskipun retorika juga dapat dilakukan dalam bidang sosial, budaya, dan ekonomi.

Retorika sebagai seni sudah dipelajari sejak abad 5 sebelum Masehi. Saat itu kaum sofis di Yunani mengembangkan pengetahuan tentang politik dan pemerintahan dengan berkelana dan menekankan kemampuan berpidato.

Ketika itu retorika memiliki fungsi untuk mencapai kebenaran atau kemenangan bagi seseorang atau golongan. Retorika lebih berorientasi pada kekuasaan. Maka, untuk dapat menjadi penguasa orang perlu memiliki keterampilan berpidato.

Gregorias tercatat sebagai tokoh yang berpengaruh dalam retorika. Menurutnya, kebenaran satu pendapat hanya bisa dibuktikan dengan kemenangan dalam pembicaraan. Disusul kemudian oleh Protagoras yang lebih menekankan pada keindahan bahasa, bukan sekadar kemenangan dalam berbicara. Tokoh-tokoh retorika selanjutnya adalah Sokrates, Plato, Aristoteles, dan Cicero.

Memasuki abad ke-20 retorika mengadopsi ilmu psikologi dan sosiologi. Pengertian retorika berubah menjadi komunikasi oral atau public speaking. Faktor-faktor seperti motif, persuasi, maupun pengorganisasian pidato menjadi penting ketika orang berbicara di hadapan publik.

Tahapan Retorika

Retorika mengenal beberapa tahapan. Sebagai seni, retorika memiliki lima hukum yang disebut The Five Canons of Rhetoric yang dijelaskan oleh Aristoteles (Rakhmat, 1994). Tahapan pertama adalah Inventio atau penemuan. Seorang pembicara perlu menggali topik dan meneliti khalayaknya. Selanjutnya merumuskan tujuan sesuai kebutuhan khalayak.

Tahap kedua, dispotisio, yaitu pembicara mengorganisasikan pesan pidatonya. Pengantar pidato dianggap penting, karena berfungsi menarik perhatian. Selain itu, pengantar pidato akan menumbuhkan kredibilitas pembicara di depan khalayak.

Tahap ketiga, orator memilih kata dan bahasa yang tepat untuk mengemas pesan atau elocutio. Caranya dengan menggunakan bahasa yang dapat diterima khalayak, pemilihan kata yang jelas, atau menggunakan keindahan kalimat.

Memoria atau memori merupakan tahapan keempat dalam retorika. Seorang orator haruslah selalu mengingat apa yang akan disampaikan di hadapan khalayak. Jangan sampai, pidato sudah berjalan tiba-tiba lupa apa yang akan disampaikan selanjutnya.

Tahap kelima adalah penyampaian atau pronuntiatio. Pada tahap ini orator menyampaikan pesan secara lisan. Biasanya seorang orator akan sangat memperhatikan olah vokal dan gerakan anggota tubuh dalam berbicara.

Pengaturan suara dan gerakan harus disesuaikan agar tidak menimbulkan kesan buruk pada khalayak. Terlalu banyak gerak tubuh dapat menganggu pandangan; tidak menggunakan gerak tubuh akan membosankan.

Orator Digital

Orang yang memiliki kecakapan retorika yang mumpuni disebut orator. Kemampuan itu bukan hanya dalam memilih kata dan gaya, namun juga kemampuan berbicara dalam jangka waktu yang lama. Bahkan bukan hanya berbicara, orator juga memiliki kecakapan berkomunikasi secara efektif.

Retorika atau kekinian disebut public speaking merupakan keahlian berkomunikasi yang tak pernah lekang oleh waktu. Setiap generasi memiliki orator-orator andal.  Bukan hanya tampil dalam panggung politik, orator juga tampil dalam kegiatan dakwah agama, dunia bisnis, dan seni budaya.

Banyak ditemukan orator yang disegani di dunia, termasuk di Indonesia. Adolf Hitler merupakan salah satu orator ulung di masa Perang Dunia II. Indonesia memiliki Soekarno yang dikenal sebagai jago pidato. Di bidang agama (Islam), Indonesia mempunyai orator yang sangat disegani yaitu Buya Hamka. Ada pula Dai Sejuta Umat, Zainuddin MZ.

Saat ini seorang orator tidak harus selalu berada di lapangan terbuka atau gedung pertemuan dengan dihadiri ribuan massa. Jika dahulu orator didominasi oleh tokoh-tokoh politik, kini orator muda banyak dijumpai di media sosial.

Mereka biasanya dikenal sebagai influencer yang memanfaatkan media sosial seperti instagram, twitter, facebook, tiktok, dan youtube. Ada yang bergerak di bidang sosial, dunia politik, bisnis, dakwah agama, maupun seni budaya. Mereka adalah orator digital.

Popularitas orator digital dapat dilihat dari jumlah pengikut maupun subscriber yang melimpah di media sosialnya. Selain itu juga jumlah yang menyukai unggahan serta banyaknya komentar yang diberikan netizen. Orator digital saat ini sering menjadi role model bagi netizen.

Menjelang Pemilu 2024 bakal banyak muncul orator dadakan. Entah itu calon legislatif maupun calon presiden. Semua akan tampil dengan gaya masing-masing dan pesan kampanye yang membius publik. Tujuan mereka sama, berbicara untuk meraih kekuasaan.

Apakah kemampuan beretorika mempunyai korelasi signifikan terhadap keberhasilan seseorang atau pemimpin; perlu kajian lebih mendalam. Sebab, bangsa yang hebat tidak lahir dari pemimpin yang piawai berbicara, tetapi hasil kerja bersama seluruh anak bangsa.[T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Mengkomunikasikan Sejarah dengan Nurani
Komunikasi dan Kekuasaan yang Tak Pernah Senyum
Golput: Komunikasi Politik yang Gagal
Tags: filsafatilmu filsafatkomunikasiretorika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyambut Panji-Panji Pahlawan I Gusti Ngurah Rai di Banjar Ole

Next Post

Upaya “Healing” dengan Membaca “Kakawin Sangutangis”

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Upaya “Healing” dengan Membaca “Kakawin Sangutangis”

Upaya “Healing” dengan Membaca “Kakawin Sangutangis”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co