12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Golput: Komunikasi Politik yang Gagal

Chusmeru by Chusmeru
July 25, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

PEMILIHAN UMUM (Pemilu) tahun 2024 tinggal menghitung bulan. Seperti Pemilu sebelumnya, selalu muncul dinamika dalam pesta demokrasi itu. Selain tahapan kampanye, pemilihan, penghitungan, dan penetapan suara; dinamika Pemilu juga diwarnai adanya golongan putih (Golput).

Golput adalah seseorang yang tidak menggunakan hak pilih dalam Pemilu karena berbagai sebab. Beberapa kali Pemilu di Indonesia angka Golput terbilang cukup banyak.

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggambarkan angka Golput di tahun 2009 sebesar 29,01%. Sedangkan di tahun 2014 angka Golput sebanyak 24,89%. Sedangkan data dari Lingkaran Survei Indonesia menyebutkan, Pemilu tahun 2019 angka Golput untuk Pemilu Presiden (Pilpres) adalah 18,24%; dan untuk Pemilu Legislatif (Pileg) sejumlah 29,68%.

Sejatinya fenomena Golput ini tidak menjadi masalah dalam Pemilu yang demokratis. Hasil Pemilu tetap sah dan konstitusional, meski diwarnai adanya Golput. Walau demikian, Golput tetap mengundang perhatian publik; mengapa masih saja ada warga negara yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Idealnya, angka Golput dalam Pemilu memang sedikit. Menekan angka Golput bukan semata kerja KPU, namun juga andil seluruh peserta Pemilu, mulai dari partai politik (Parpol), calon anggota legislatif (Caleg), dan calon presiden (Capres). Apalagi setiap hajatan Pemilu selalu disertai dengan perubahan dan perkembangan karakteristik pemilih dan kompleksitas masalah yang dihadapi rakyat Indonesia.

Karakteristik Pemilih

Pemilu sering dianggap berhasil jika partisipasi pemilih tinggi. Oleh karenanya berbagai upaya dilakukan agar orang menggunakan hak pilihnya saat Pemilu. Mencermati karakteristik pemilih menjelang Pemilu menjadi penting bagi Parpol, Caleg, dan Capres.

Berdasarkan hasil Sensus Nasional tahun 2020, Pemilu tahun 2024 nanti akan didominasi oleh pemilih dari generasi Z dan generasi  milenial. Generasi Z yang berusia 8-23 tahun berjumlah 27,94% atau 75,49 juta jiwa. Sedangkan generasi milenial yang berusia 24-39 tahun berjumlah 25,87% atau 69,38 jiwa.

Generasi Z pada Pemilu tahun 2024 nanti akan menjadi pemilih pemula atau kedua kalinya. Sedangkan generasi milenial adalah pemilih yang sudah dua kali atau lebih mengikuti Pemilu.

Mencermati data tersebut, diperlukan komunikasi politik untuk memahami need, problem, and goal mereka dalam menggunakan hak pilih. Kesalahan mengidentifikasi karakteristik pemilih dapat berakibat apatisme politik yang berujung pada Golput.

Secara umum generasi milenial dan Z hampir memiliki kebutuhan dan masalah yang sama, yaitu aksesibilitas teknologi komunikasi dan informasi. Mereka juga membutuhkan aksesibilitas pendidikan yang menunjang karir.

Berdasarkan hasil survei internasional Deloitte, 2023 Gen Z and Millennial Survey, baik generasi milenial maupun generasi Z membutuhkan work life balance; yaitu keseimbangan antara pekerjaan, kebutuhan pribadi, kehidupan keluarga serta rekreasi. Survei dilakukan terhadap lebih dari 22.000 generasi milenial dan Z di 44 negara di dunia terkait pergeseran hubungan kerja.

Persoalan besaran gaji dalam bekerja tidak menjadi prioritas utama, namun lebih mengutamakan kondisi dan budaya kerja yang fleksibel. Mereka sangat mengedepankan kemajuan dalam berbagai hal. Tak kalah penting adalah kemudahan mendapatkan perumahan dan transportasi yang murah dan nyaman, sebagai dampak biaya tinggi dalam hidup.

Parpol, Caleg, dan Capres harus mampu menawarkan isu dan solusi tersebut. Jika tidak, peserta Pemilu dianggap gagal melakukan komunikasi politik, dan Golput akan berpotensi menjadi pilihan mereka.

Faktor Golput

Keberadaan Golput bukan semata persoalan hitam putih dalam pelaksanaan Pemilu. Banyak faktor yang mendorong lahirnya Golput. Paling tidak ada tiga faktor penyebab Golput, yaitu faktor teknis, faktor individual, dan faktor komunikasi.

Faktor teknis acapkali menjadi penyebab orang tidak dapat hadir di tempat pemungutan suara (TPS). Persoalan teknis administrasi Pemilu dapat menyebabkan seseorang tidak tercatat dalam daftar pemilih tetap Pemilu. Ada pula klasifikasi pekerjaan yang menyebabkan orang tidak menggunakan hak pilihnya lantaran tidak dapat meninggalkan pekerjaan. Mereka yang tiba-tiba sakit pada saat pemilihan juga menjadi salah satu faktor Golput.

Sikap rasional dan emosional merupakan faktor individual penyebab Golput. Orang dapat secara sengaja menjadi Golput karena pertimbangan rasional, bahwa siapa pun yang dia pilih tidak akan membawa perubahan. Sedangkan pertimbangan emosional berkaitan dengan suka atau tidak suka terhadap peserta pemilu. Suka dan tidak suka terhadap kandidat bisa dikarenakan pertimbangan usia, suku, agama, penampilan, dan faktor emosional lain.

Faktor komunikasi menyangkut sosialisasi Pemilu oleh KPU dan kampanye kandidat. Semestinya sosialisasi Pemilu dilakukan jauh hari dan secara masif dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi. Selain menggunakan media massa dan digital, media komunikasi tradisional masih dipandang penting untuk pemilih di pedesaan.

Kampanye kandidat peserta Pemilu sangat penting memperhatikan karakteristik pemilih dan kebiasaan penggunaan media. Mengingat generasi milenial dan Z merupakan pemilih mayoritas dalam Pemilu, maka media habit mereka perlu diperhatikan.

Beberapa hasil riset terkait sumber informasi yang paling sering dirujuk generasi Z, termasuk juga milenial; diperoleh data bahwa YouTube, Tiktok, Instagram, dan Twitter menjadi media andalan mereka. Sayangnya, kedua generasi itu kurang dalam hal informasi politik.  Diperlukan strategi menggaet generasi Z dan milenial agar berpartisipasi dalam Pemilu. Kesalahan dalam memilih media kampanye akan menyebabkan kegagalan komunikasi politik.

Memang diperlukan kesadaran kognitif dan kecerdasan intelektual dalam memilih. Namun kadangkala dibutuhkan juga kesadaran afektif dan kecerdasan emosional untuk menentukan pilihan. Artinya, akal dan hati nurani sama-sama penting dalam memutuskan pilihan.

Memilih dalam Pemilu di negara demokrasi adalah hak. Patut diapresiasi bagi yang menggunakannya. Begitu pun bagi yang tidak memilih adalah satu pilihan. Tak perlu dikutuk. Karena ia bukan barang kutukan. [T]

  • BACA opini dan esai lain tentang komunikasi dari penulis CHUSMERU
Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Ruang Komunikasi dalam Seni Rupa
Komunikasi sebagai Kunci Interaksi Lintas Budaya | Catatan dari Inggris [2]
Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Sentuhan Komunikasi dalam Pariwisata
Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen

                                                                               

Tags: golputilmu komunikasikomunikasiPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Diskusi Film di Sela-sela Lovina Festival: Menjadikan Buleleng Sebagai Pusat Produksi Film International

Next Post

Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co