24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Golput: Komunikasi Politik yang Gagal

Chusmeru by Chusmeru
July 25, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

PEMILIHAN UMUM (Pemilu) tahun 2024 tinggal menghitung bulan. Seperti Pemilu sebelumnya, selalu muncul dinamika dalam pesta demokrasi itu. Selain tahapan kampanye, pemilihan, penghitungan, dan penetapan suara; dinamika Pemilu juga diwarnai adanya golongan putih (Golput).

Golput adalah seseorang yang tidak menggunakan hak pilih dalam Pemilu karena berbagai sebab. Beberapa kali Pemilu di Indonesia angka Golput terbilang cukup banyak.

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggambarkan angka Golput di tahun 2009 sebesar 29,01%. Sedangkan di tahun 2014 angka Golput sebanyak 24,89%. Sedangkan data dari Lingkaran Survei Indonesia menyebutkan, Pemilu tahun 2019 angka Golput untuk Pemilu Presiden (Pilpres) adalah 18,24%; dan untuk Pemilu Legislatif (Pileg) sejumlah 29,68%.

Sejatinya fenomena Golput ini tidak menjadi masalah dalam Pemilu yang demokratis. Hasil Pemilu tetap sah dan konstitusional, meski diwarnai adanya Golput. Walau demikian, Golput tetap mengundang perhatian publik; mengapa masih saja ada warga negara yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Idealnya, angka Golput dalam Pemilu memang sedikit. Menekan angka Golput bukan semata kerja KPU, namun juga andil seluruh peserta Pemilu, mulai dari partai politik (Parpol), calon anggota legislatif (Caleg), dan calon presiden (Capres). Apalagi setiap hajatan Pemilu selalu disertai dengan perubahan dan perkembangan karakteristik pemilih dan kompleksitas masalah yang dihadapi rakyat Indonesia.

Karakteristik Pemilih

Pemilu sering dianggap berhasil jika partisipasi pemilih tinggi. Oleh karenanya berbagai upaya dilakukan agar orang menggunakan hak pilihnya saat Pemilu. Mencermati karakteristik pemilih menjelang Pemilu menjadi penting bagi Parpol, Caleg, dan Capres.

Berdasarkan hasil Sensus Nasional tahun 2020, Pemilu tahun 2024 nanti akan didominasi oleh pemilih dari generasi Z dan generasi  milenial. Generasi Z yang berusia 8-23 tahun berjumlah 27,94% atau 75,49 juta jiwa. Sedangkan generasi milenial yang berusia 24-39 tahun berjumlah 25,87% atau 69,38 jiwa.

Generasi Z pada Pemilu tahun 2024 nanti akan menjadi pemilih pemula atau kedua kalinya. Sedangkan generasi milenial adalah pemilih yang sudah dua kali atau lebih mengikuti Pemilu.

Mencermati data tersebut, diperlukan komunikasi politik untuk memahami need, problem, and goal mereka dalam menggunakan hak pilih. Kesalahan mengidentifikasi karakteristik pemilih dapat berakibat apatisme politik yang berujung pada Golput.

Secara umum generasi milenial dan Z hampir memiliki kebutuhan dan masalah yang sama, yaitu aksesibilitas teknologi komunikasi dan informasi. Mereka juga membutuhkan aksesibilitas pendidikan yang menunjang karir.

Berdasarkan hasil survei internasional Deloitte, 2023 Gen Z and Millennial Survey, baik generasi milenial maupun generasi Z membutuhkan work life balance; yaitu keseimbangan antara pekerjaan, kebutuhan pribadi, kehidupan keluarga serta rekreasi. Survei dilakukan terhadap lebih dari 22.000 generasi milenial dan Z di 44 negara di dunia terkait pergeseran hubungan kerja.

Persoalan besaran gaji dalam bekerja tidak menjadi prioritas utama, namun lebih mengutamakan kondisi dan budaya kerja yang fleksibel. Mereka sangat mengedepankan kemajuan dalam berbagai hal. Tak kalah penting adalah kemudahan mendapatkan perumahan dan transportasi yang murah dan nyaman, sebagai dampak biaya tinggi dalam hidup.

Parpol, Caleg, dan Capres harus mampu menawarkan isu dan solusi tersebut. Jika tidak, peserta Pemilu dianggap gagal melakukan komunikasi politik, dan Golput akan berpotensi menjadi pilihan mereka.

Faktor Golput

Keberadaan Golput bukan semata persoalan hitam putih dalam pelaksanaan Pemilu. Banyak faktor yang mendorong lahirnya Golput. Paling tidak ada tiga faktor penyebab Golput, yaitu faktor teknis, faktor individual, dan faktor komunikasi.

Faktor teknis acapkali menjadi penyebab orang tidak dapat hadir di tempat pemungutan suara (TPS). Persoalan teknis administrasi Pemilu dapat menyebabkan seseorang tidak tercatat dalam daftar pemilih tetap Pemilu. Ada pula klasifikasi pekerjaan yang menyebabkan orang tidak menggunakan hak pilihnya lantaran tidak dapat meninggalkan pekerjaan. Mereka yang tiba-tiba sakit pada saat pemilihan juga menjadi salah satu faktor Golput.

Sikap rasional dan emosional merupakan faktor individual penyebab Golput. Orang dapat secara sengaja menjadi Golput karena pertimbangan rasional, bahwa siapa pun yang dia pilih tidak akan membawa perubahan. Sedangkan pertimbangan emosional berkaitan dengan suka atau tidak suka terhadap peserta pemilu. Suka dan tidak suka terhadap kandidat bisa dikarenakan pertimbangan usia, suku, agama, penampilan, dan faktor emosional lain.

Faktor komunikasi menyangkut sosialisasi Pemilu oleh KPU dan kampanye kandidat. Semestinya sosialisasi Pemilu dilakukan jauh hari dan secara masif dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi. Selain menggunakan media massa dan digital, media komunikasi tradisional masih dipandang penting untuk pemilih di pedesaan.

Kampanye kandidat peserta Pemilu sangat penting memperhatikan karakteristik pemilih dan kebiasaan penggunaan media. Mengingat generasi milenial dan Z merupakan pemilih mayoritas dalam Pemilu, maka media habit mereka perlu diperhatikan.

Beberapa hasil riset terkait sumber informasi yang paling sering dirujuk generasi Z, termasuk juga milenial; diperoleh data bahwa YouTube, Tiktok, Instagram, dan Twitter menjadi media andalan mereka. Sayangnya, kedua generasi itu kurang dalam hal informasi politik.  Diperlukan strategi menggaet generasi Z dan milenial agar berpartisipasi dalam Pemilu. Kesalahan dalam memilih media kampanye akan menyebabkan kegagalan komunikasi politik.

Memang diperlukan kesadaran kognitif dan kecerdasan intelektual dalam memilih. Namun kadangkala dibutuhkan juga kesadaran afektif dan kecerdasan emosional untuk menentukan pilihan. Artinya, akal dan hati nurani sama-sama penting dalam memutuskan pilihan.

Memilih dalam Pemilu di negara demokrasi adalah hak. Patut diapresiasi bagi yang menggunakannya. Begitu pun bagi yang tidak memilih adalah satu pilihan. Tak perlu dikutuk. Karena ia bukan barang kutukan. [T]

  • BACA opini dan esai lain tentang komunikasi dari penulis CHUSMERU
Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Ruang Komunikasi dalam Seni Rupa
Komunikasi sebagai Kunci Interaksi Lintas Budaya | Catatan dari Inggris [2]
Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Sentuhan Komunikasi dalam Pariwisata
Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen

                                                                               

Tags: golputilmu komunikasikomunikasiPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Diskusi Film di Sela-sela Lovina Festival: Menjadikan Buleleng Sebagai Pusat Produksi Film International

Next Post

Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co