3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Golput: Komunikasi Politik yang Gagal

Chusmeru by Chusmeru
July 25, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

PEMILIHAN UMUM (Pemilu) tahun 2024 tinggal menghitung bulan. Seperti Pemilu sebelumnya, selalu muncul dinamika dalam pesta demokrasi itu. Selain tahapan kampanye, pemilihan, penghitungan, dan penetapan suara; dinamika Pemilu juga diwarnai adanya golongan putih (Golput).

Golput adalah seseorang yang tidak menggunakan hak pilih dalam Pemilu karena berbagai sebab. Beberapa kali Pemilu di Indonesia angka Golput terbilang cukup banyak.

Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggambarkan angka Golput di tahun 2009 sebesar 29,01%. Sedangkan di tahun 2014 angka Golput sebanyak 24,89%. Sedangkan data dari Lingkaran Survei Indonesia menyebutkan, Pemilu tahun 2019 angka Golput untuk Pemilu Presiden (Pilpres) adalah 18,24%; dan untuk Pemilu Legislatif (Pileg) sejumlah 29,68%.

Sejatinya fenomena Golput ini tidak menjadi masalah dalam Pemilu yang demokratis. Hasil Pemilu tetap sah dan konstitusional, meski diwarnai adanya Golput. Walau demikian, Golput tetap mengundang perhatian publik; mengapa masih saja ada warga negara yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Idealnya, angka Golput dalam Pemilu memang sedikit. Menekan angka Golput bukan semata kerja KPU, namun juga andil seluruh peserta Pemilu, mulai dari partai politik (Parpol), calon anggota legislatif (Caleg), dan calon presiden (Capres). Apalagi setiap hajatan Pemilu selalu disertai dengan perubahan dan perkembangan karakteristik pemilih dan kompleksitas masalah yang dihadapi rakyat Indonesia.

Karakteristik Pemilih

Pemilu sering dianggap berhasil jika partisipasi pemilih tinggi. Oleh karenanya berbagai upaya dilakukan agar orang menggunakan hak pilihnya saat Pemilu. Mencermati karakteristik pemilih menjelang Pemilu menjadi penting bagi Parpol, Caleg, dan Capres.

Berdasarkan hasil Sensus Nasional tahun 2020, Pemilu tahun 2024 nanti akan didominasi oleh pemilih dari generasi Z dan generasi  milenial. Generasi Z yang berusia 8-23 tahun berjumlah 27,94% atau 75,49 juta jiwa. Sedangkan generasi milenial yang berusia 24-39 tahun berjumlah 25,87% atau 69,38 jiwa.

Generasi Z pada Pemilu tahun 2024 nanti akan menjadi pemilih pemula atau kedua kalinya. Sedangkan generasi milenial adalah pemilih yang sudah dua kali atau lebih mengikuti Pemilu.

Mencermati data tersebut, diperlukan komunikasi politik untuk memahami need, problem, and goal mereka dalam menggunakan hak pilih. Kesalahan mengidentifikasi karakteristik pemilih dapat berakibat apatisme politik yang berujung pada Golput.

Secara umum generasi milenial dan Z hampir memiliki kebutuhan dan masalah yang sama, yaitu aksesibilitas teknologi komunikasi dan informasi. Mereka juga membutuhkan aksesibilitas pendidikan yang menunjang karir.

Berdasarkan hasil survei internasional Deloitte, 2023 Gen Z and Millennial Survey, baik generasi milenial maupun generasi Z membutuhkan work life balance; yaitu keseimbangan antara pekerjaan, kebutuhan pribadi, kehidupan keluarga serta rekreasi. Survei dilakukan terhadap lebih dari 22.000 generasi milenial dan Z di 44 negara di dunia terkait pergeseran hubungan kerja.

Persoalan besaran gaji dalam bekerja tidak menjadi prioritas utama, namun lebih mengutamakan kondisi dan budaya kerja yang fleksibel. Mereka sangat mengedepankan kemajuan dalam berbagai hal. Tak kalah penting adalah kemudahan mendapatkan perumahan dan transportasi yang murah dan nyaman, sebagai dampak biaya tinggi dalam hidup.

Parpol, Caleg, dan Capres harus mampu menawarkan isu dan solusi tersebut. Jika tidak, peserta Pemilu dianggap gagal melakukan komunikasi politik, dan Golput akan berpotensi menjadi pilihan mereka.

Faktor Golput

Keberadaan Golput bukan semata persoalan hitam putih dalam pelaksanaan Pemilu. Banyak faktor yang mendorong lahirnya Golput. Paling tidak ada tiga faktor penyebab Golput, yaitu faktor teknis, faktor individual, dan faktor komunikasi.

Faktor teknis acapkali menjadi penyebab orang tidak dapat hadir di tempat pemungutan suara (TPS). Persoalan teknis administrasi Pemilu dapat menyebabkan seseorang tidak tercatat dalam daftar pemilih tetap Pemilu. Ada pula klasifikasi pekerjaan yang menyebabkan orang tidak menggunakan hak pilihnya lantaran tidak dapat meninggalkan pekerjaan. Mereka yang tiba-tiba sakit pada saat pemilihan juga menjadi salah satu faktor Golput.

Sikap rasional dan emosional merupakan faktor individual penyebab Golput. Orang dapat secara sengaja menjadi Golput karena pertimbangan rasional, bahwa siapa pun yang dia pilih tidak akan membawa perubahan. Sedangkan pertimbangan emosional berkaitan dengan suka atau tidak suka terhadap peserta pemilu. Suka dan tidak suka terhadap kandidat bisa dikarenakan pertimbangan usia, suku, agama, penampilan, dan faktor emosional lain.

Faktor komunikasi menyangkut sosialisasi Pemilu oleh KPU dan kampanye kandidat. Semestinya sosialisasi Pemilu dilakukan jauh hari dan secara masif dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi. Selain menggunakan media massa dan digital, media komunikasi tradisional masih dipandang penting untuk pemilih di pedesaan.

Kampanye kandidat peserta Pemilu sangat penting memperhatikan karakteristik pemilih dan kebiasaan penggunaan media. Mengingat generasi milenial dan Z merupakan pemilih mayoritas dalam Pemilu, maka media habit mereka perlu diperhatikan.

Beberapa hasil riset terkait sumber informasi yang paling sering dirujuk generasi Z, termasuk juga milenial; diperoleh data bahwa YouTube, Tiktok, Instagram, dan Twitter menjadi media andalan mereka. Sayangnya, kedua generasi itu kurang dalam hal informasi politik.  Diperlukan strategi menggaet generasi Z dan milenial agar berpartisipasi dalam Pemilu. Kesalahan dalam memilih media kampanye akan menyebabkan kegagalan komunikasi politik.

Memang diperlukan kesadaran kognitif dan kecerdasan intelektual dalam memilih. Namun kadangkala dibutuhkan juga kesadaran afektif dan kecerdasan emosional untuk menentukan pilihan. Artinya, akal dan hati nurani sama-sama penting dalam memutuskan pilihan.

Memilih dalam Pemilu di negara demokrasi adalah hak. Patut diapresiasi bagi yang menggunakannya. Begitu pun bagi yang tidak memilih adalah satu pilihan. Tak perlu dikutuk. Karena ia bukan barang kutukan. [T]

  • BACA opini dan esai lain tentang komunikasi dari penulis CHUSMERU
Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Ruang Komunikasi dalam Seni Rupa
Komunikasi sebagai Kunci Interaksi Lintas Budaya | Catatan dari Inggris [2]
Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Sentuhan Komunikasi dalam Pariwisata
Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen

                                                                               

Tags: golputilmu komunikasikomunikasiPemilu 2024Politik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Diskusi Film di Sela-sela Lovina Festival: Menjadikan Buleleng Sebagai Pusat Produksi Film International

Next Post

Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Di Balik Layar “Ketemu Made Sanggra Ring Bali Jani” : Siap Tanpa Persiapan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co