12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ruang Komunikasi dalam Seni Rupa

Chusmeru by Chusmeru
June 14, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

PERKEMBANGAN SENI RUPA, khususnya seni lukis, belakangan ini cukup menggembirakan. Berbagai pameran seni rupa di gelar di daerah dan kota-kota besar di Indonesia. Semua berpacu untuk dapat menembus pasar seni rupa. Namun benarkah seni rupa punya dan perlu pasar? Seperti apa pasar seni rupa, dan bagaimana menembusnya?

Ada yang beranggapan para perupa atau pelukis itu seniman. Mereka tidak perlu pasar. Yang diperlukan adalah ide, ruang, dan karya. Tetapi bukankah proses karya adalah menghasilkan dan menginterpretasikan hasil karya? Dengan demikian dibutuhkan komunikasi terhadap seni rupa dan perupanya.

Setiap karya memerlukan apresiasi. Tanpa apresiasi sama saja onani. Setiap muncul gairah dituangkan dalam kanvas. Setelah itu klimaks. Selesai. Orang lain tak dapat menikmatinya.

Ada pula yang berpendapat karya seni rupa tak butuh apresiasi, karena karya itu lahir dari gejolak rasa. Anggapan semacam itu tentu saja egois, karena menegasikan sisi penikmat karya; yaitu orang lain. Oleh sebab itu pasar seni rupa akan menjadi ajang apresiasi sekaligus pertukaran dan pertarungan gagasan seni.

Ruang Karya

Karya seni rupa memiliki kekuatan yang berbeda antara satu perupa dengan perupa lain. Kekuatan itu bisa ada di hasil karya maupun diri pribadi perupa. Keduanya akan menyatu dalam satu ruang karya, seperti lukisan. Kekuatan hasil karya merupakan perpaduan goresan, garis, dan warna.

Lukisan yang memiliki kekuatan bukan hanya enak dilihat (eye catching), namun juga memiliki daya hidup. Lukisan yang mempunyai getaran menusuk jiwa penikmatnya. Kekuatan itu di Bali disebut metaksu, punya kekuatan metapersonal; kekuatan magis. Itu semua karena melukis dengan sepenuh jiwa dengan mantra dan pasopati. Jadi lukisan itu punya ruh, bisa “hidup”.

Ruang karya juga dapat dilihat dari identitas perupa yang mengarah pada personal branding. Banyak perupa Indonesia yang mencoba membuat personal branding, sehingga menambah daya dobrak karyanya. Personal branding juga membuat seorang perupa menjadi sosok yang unik, yang membedakan dari perupa lain.

Dahulu, seorang pelukis hanya sekadar menggaris dan menggores di kanvas. Kini banyak pelukis yang menambah personal branding dengan membuat karya instalasi maupun musikalisasi puisi. Entah sebagai pengusir kejenuhan dalam melukis atau memang mencipta personal branding.

Fenomena dekonstruksi atau demitologi identitas perupa atas dasar aliran seni rupa juga mulai  tampak belakangan ini. Ada yang beranggapan, melukis adalah melepas jiwa yang merdeka tanpa sekat aliran; keluar dari mainstream.

Sesungguhnya fenomena tersebut merupakan bentuk konsistensi pada perubahan, bukan terbelenggu pada keajegan. Hari ini melukis abstrak, besok realis, lusa dekoratif. Tak mengapa. Kampus saja sekarang merdeka; kenapa pelukis tidak.

Ruang Komunikasi

Pasar seni rupa pada hakikatnya merupakan ruang komunikasi bagi sebuah karya. Ruang itu bisa bersifat konvensional maupun digital. Secara konvensional ruang komunikasi karya dapat dilakukan dalam bentuk pameran di galeri, mall, perkantoran, hotel, maupun art center. Kota-kota besar seperti Denpasar, Yogya, Surabaya, Bandung, dan Jakarta sering menjadi ajang pameran lukisan.

Pameran sering dianggap sebagai portofolio yang akan menggambarkan jam terbang perupa. Selain itu, pameran dijadikan ajang unjuk karya terbaru perupa. Keberhasilan pameran bukan hanya diukur dari berapa buah lukisan yang terjual saat pameran, tetapi juga seberapa banyak pengunjung yang hadir serta siapa saja yang hadir dalam pameran.

Perupa akan menjalin jejaring dengan berbagai pihak untuk menyukseskan pameran; mulai dari kurator, sponsor, kolektor, pengusaha, politisi, LSM, selebritis, akademisi, dan sebagainya. Pameran akan dianggap berkelas jika ada artis ibukota yang hadir, bupati, gubernur, dan menteri.

Meski demikian, perupa tidak cukup sekadar mengandalkan pameran. Ruang komunikasi maupun show room digital perlu diciptakan pula. Media sosial seperti Instagram, Youtube, Facebook, dan Twitter sering digunakan perupa sebagai ruang komunikasi hasil karya. Bahkan transaksi digital dalam penjualan karya bisa menjadi keniscayaan.

Membincang pasar dan ruang komunikasi, tampaknya perupa perlu berdamai dengan rezim pariwisata yang konon kapitalistik. Setiap event pariwisata, baik berskala nasional maupun internasional, dapat menjadi pasar dan ruang komunikasi bagi perupa. Industri pariwisata dapat menyediakan ruang untuk eksebisi perupa.

Dunia seni rupa dapat pula menjadi bagian dari paket wisata suatu daerah. Wisatawan diajak menikmati karya perupa di galeri, atau belajar melukis. Oleh karenanya diperlukan sinergi antara pemerintah, biro perjalanan, dan perupa. Bagaimanapun, seni rupa adalah produk budaya suatu masyarakat yang perlu menjadi kebanggaan bangsa.

Seni rupa adalah media komunikasi yang menyenangkan dan dapat dinikmati secara renyah. Karena perupa biasanya akan menyampaikan pesan dalam karyanya secara mudah, meski pesan yang disampaiakan mungkin terasa berat bagi penikmat karya. Penyair Charles Bukowski  berujar,  seorang intelektual mengatakan hal yang sederhana dengan cara yang sulit. Seorang seniman mengatakan hal yang sulit dengan cara yang sederhana. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Sentuhan Komunikasi dalam Pariwisata
Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasiPendidikanSeni RupaUniversitas Jenderal Soedirman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Karma Citta Waskita, Inagurasi Guru Besar Anyar ISI Denpasar Prof. Ida Ayu Trisnawati

Next Post

PKB Kehilangan Sekuni, Berkeliaran di Luar Panggung

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
PKB Kehilangan Sekuni, Berkeliaran di Luar Panggung

PKB Kehilangan Sekuni, Berkeliaran di Luar Panggung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co