23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ruang Komunikasi dalam Seni Rupa

Chusmeru by Chusmeru
June 14, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

PERKEMBANGAN SENI RUPA, khususnya seni lukis, belakangan ini cukup menggembirakan. Berbagai pameran seni rupa di gelar di daerah dan kota-kota besar di Indonesia. Semua berpacu untuk dapat menembus pasar seni rupa. Namun benarkah seni rupa punya dan perlu pasar? Seperti apa pasar seni rupa, dan bagaimana menembusnya?

Ada yang beranggapan para perupa atau pelukis itu seniman. Mereka tidak perlu pasar. Yang diperlukan adalah ide, ruang, dan karya. Tetapi bukankah proses karya adalah menghasilkan dan menginterpretasikan hasil karya? Dengan demikian dibutuhkan komunikasi terhadap seni rupa dan perupanya.

Setiap karya memerlukan apresiasi. Tanpa apresiasi sama saja onani. Setiap muncul gairah dituangkan dalam kanvas. Setelah itu klimaks. Selesai. Orang lain tak dapat menikmatinya.

Ada pula yang berpendapat karya seni rupa tak butuh apresiasi, karena karya itu lahir dari gejolak rasa. Anggapan semacam itu tentu saja egois, karena menegasikan sisi penikmat karya; yaitu orang lain. Oleh sebab itu pasar seni rupa akan menjadi ajang apresiasi sekaligus pertukaran dan pertarungan gagasan seni.

Ruang Karya

Karya seni rupa memiliki kekuatan yang berbeda antara satu perupa dengan perupa lain. Kekuatan itu bisa ada di hasil karya maupun diri pribadi perupa. Keduanya akan menyatu dalam satu ruang karya, seperti lukisan. Kekuatan hasil karya merupakan perpaduan goresan, garis, dan warna.

Lukisan yang memiliki kekuatan bukan hanya enak dilihat (eye catching), namun juga memiliki daya hidup. Lukisan yang mempunyai getaran menusuk jiwa penikmatnya. Kekuatan itu di Bali disebut metaksu, punya kekuatan metapersonal; kekuatan magis. Itu semua karena melukis dengan sepenuh jiwa dengan mantra dan pasopati. Jadi lukisan itu punya ruh, bisa “hidup”.

Ruang karya juga dapat dilihat dari identitas perupa yang mengarah pada personal branding. Banyak perupa Indonesia yang mencoba membuat personal branding, sehingga menambah daya dobrak karyanya. Personal branding juga membuat seorang perupa menjadi sosok yang unik, yang membedakan dari perupa lain.

Dahulu, seorang pelukis hanya sekadar menggaris dan menggores di kanvas. Kini banyak pelukis yang menambah personal branding dengan membuat karya instalasi maupun musikalisasi puisi. Entah sebagai pengusir kejenuhan dalam melukis atau memang mencipta personal branding.

Fenomena dekonstruksi atau demitologi identitas perupa atas dasar aliran seni rupa juga mulai  tampak belakangan ini. Ada yang beranggapan, melukis adalah melepas jiwa yang merdeka tanpa sekat aliran; keluar dari mainstream.

Sesungguhnya fenomena tersebut merupakan bentuk konsistensi pada perubahan, bukan terbelenggu pada keajegan. Hari ini melukis abstrak, besok realis, lusa dekoratif. Tak mengapa. Kampus saja sekarang merdeka; kenapa pelukis tidak.

Ruang Komunikasi

Pasar seni rupa pada hakikatnya merupakan ruang komunikasi bagi sebuah karya. Ruang itu bisa bersifat konvensional maupun digital. Secara konvensional ruang komunikasi karya dapat dilakukan dalam bentuk pameran di galeri, mall, perkantoran, hotel, maupun art center. Kota-kota besar seperti Denpasar, Yogya, Surabaya, Bandung, dan Jakarta sering menjadi ajang pameran lukisan.

Pameran sering dianggap sebagai portofolio yang akan menggambarkan jam terbang perupa. Selain itu, pameran dijadikan ajang unjuk karya terbaru perupa. Keberhasilan pameran bukan hanya diukur dari berapa buah lukisan yang terjual saat pameran, tetapi juga seberapa banyak pengunjung yang hadir serta siapa saja yang hadir dalam pameran.

Perupa akan menjalin jejaring dengan berbagai pihak untuk menyukseskan pameran; mulai dari kurator, sponsor, kolektor, pengusaha, politisi, LSM, selebritis, akademisi, dan sebagainya. Pameran akan dianggap berkelas jika ada artis ibukota yang hadir, bupati, gubernur, dan menteri.

Meski demikian, perupa tidak cukup sekadar mengandalkan pameran. Ruang komunikasi maupun show room digital perlu diciptakan pula. Media sosial seperti Instagram, Youtube, Facebook, dan Twitter sering digunakan perupa sebagai ruang komunikasi hasil karya. Bahkan transaksi digital dalam penjualan karya bisa menjadi keniscayaan.

Membincang pasar dan ruang komunikasi, tampaknya perupa perlu berdamai dengan rezim pariwisata yang konon kapitalistik. Setiap event pariwisata, baik berskala nasional maupun internasional, dapat menjadi pasar dan ruang komunikasi bagi perupa. Industri pariwisata dapat menyediakan ruang untuk eksebisi perupa.

Dunia seni rupa dapat pula menjadi bagian dari paket wisata suatu daerah. Wisatawan diajak menikmati karya perupa di galeri, atau belajar melukis. Oleh karenanya diperlukan sinergi antara pemerintah, biro perjalanan, dan perupa. Bagaimanapun, seni rupa adalah produk budaya suatu masyarakat yang perlu menjadi kebanggaan bangsa.

Seni rupa adalah media komunikasi yang menyenangkan dan dapat dinikmati secara renyah. Karena perupa biasanya akan menyampaikan pesan dalam karyanya secara mudah, meski pesan yang disampaiakan mungkin terasa berat bagi penikmat karya. Penyair Charles Bukowski  berujar,  seorang intelektual mengatakan hal yang sederhana dengan cara yang sulit. Seorang seniman mengatakan hal yang sulit dengan cara yang sederhana. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Sentuhan Komunikasi dalam Pariwisata
Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasiPendidikanSeni RupaUniversitas Jenderal Soedirman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Karma Citta Waskita, Inagurasi Guru Besar Anyar ISI Denpasar Prof. Ida Ayu Trisnawati

Next Post

PKB Kehilangan Sekuni, Berkeliaran di Luar Panggung

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails
Next Post
PKB Kehilangan Sekuni, Berkeliaran di Luar Panggung

PKB Kehilangan Sekuni, Berkeliaran di Luar Panggung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co