25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan

Chusmeru by Chusmeru
June 5, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

HAJATAN BESAR pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia akan segera dimulai. Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 menjadi momentum untuk memilih para pemimpin yang akan menentukan masa depan bangsa. Kampanye sebagai ajang pengenalan calon pemimpin menjadi tahapan Pemilu yang menarik perhatian.

Para pemilih akan disuguhkan kampanye yang tentu saja berbeda dari Pemilu-Pemilu sebelumnya. Bagi pemilih pemula, kampanye Pemilu kali ini akan menjadi momentum politik yang ditunggu. Apalagi Pemilu legislatif diwarnai dengan banyaknya partai politik (Parpol) yang mengusung artis dan selibritis sebagai calon wakil rakyat. Pemilu akan menjadi ajang pertarungan politik yang penuh hiburan.

Pemilu tahun 2024 nanti juga akan sangat berbeda dari Pemilu saat rezim Orde Baru berkuasa. Rakyat memiliki kebebasan untuk memilih tanpa intervensi dan intimidasi penguasa. Hal ini akan berpengaruh pada strategi kampanye yang lebih persuasif, tak lagi koersif.

Kampanye Pemilu untuk calon presiden (Capres) dan calon anggota legislatif (Caleg) boleh jadi akan diwarnai dengan tawaran visi dan misi. Namun tidak tertutup kemungkinan juga, kampanye akan menyuguhkan tebar pesona yang belum tentu mempesona. Juga tebar janji yang belum tentu ditepati.

Strategi kampanye menjadi penting, karena berkaitan dengan upaya persuasif untuk membujuk pemilih. Dan ini bukan pekerjaan mudah. Kesalahan dalam merancang strategi kampanye bukan malah mendapat simpati, tetapi justru antipati dari pemilih.

Strategi Persuasi

Persuasi pada hakikatnya merupakan kegiatan psikologis untuk mempengaruhi pendapat, sikap, dan tingkah laku seseorang. Persuasi dilakukan dengan pendekatan emosional, tidak menggunakan cara-cara paksaan, kekerasan, maupun teror.

Demikianlah selayaknya kampanye Pemilu. Para pemilih yang mendapatkan persuasi akan menerima apa yang disampaikan kandidat dengan senang, sukarela, tanpa keterpaksaan atau ketakutan. Kegiatan kampanye yang persuasif akan diawali dengan adanya atensi terhadap program kampanye, hingga aksi berupa mencoblos nomor kandidat.

Carl I Hovland, cs (1953) sudah lama merumuskan metode persuasi. Beberapa metode itu dapat digunakan untuk mencermati kemungkinan strategi kampanye Capres dan Caleg. Metode partisipasi akan banyak dilakukan para calon dalam kampanye.

Cara persuasi ini dengan mengikutsertakan banyak orang dalam suatu kegiatan untuk menumbuhkan perhatian. Panen bersama, lari pagi bersama, kerja bakti, dan joget bersama adalah metode persuasi dalam bentuk partisipasi.

Metode asosiasi merupakan persuasi dengan menyajikan gagasan dikaitkan dengan satu peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik. Jangan heran jika nanti ada Capres dan Caleg yang bicara tentang kemandirian dan ketahanan pangan sambil memberi bantuan kepada petani yang sawahnya terendam banjir.

Metode Pay off Idea kemungkinan besar akan digunakan oleh seluruh calon dalam Pemilu. Harapan dan janji merupakan bagian dari metode ini. Tak peduli apakah harapan dan jani saat kampanye akan dipenuhi.

Jika gagasan berpeluang untuk diwujudkan, maka janji sekadar pemanis saat kampanye. Nyatanya rakyat juga senang mendapatkan harapan dan janji. Seolah lupa, bahwa pada Pemilu sebelumnya janji itu juga pernah terucap oleh para kandidat.

Kandidat yang berjanji untuk memberantas korupsi, bisa saja jadi tersangka korupsi. Dan rakyat seolah tak peduli ketika kandidat mantan koruptor itu kembali tampil dalam panggung Pemilu.

Bahkan kadang janji itu tak terkait dengan upaya membangun bangsa dan negara ke depan. Pemilu masih lama digelar, namun salah satu Ketua Umum Parpol menyatakan, jika ia menjadi Presiden, konser Coldplay akan digratiskan.

Icing Device dalam kampanye digunakan untuk menghias tampilan kandidat ketika bertemu dengan rakyat. Metode ini dilakukan untuk membangkitkan emosi khalayak. Komunikasi persuasi kadang tidak cukup hanya dengan menampilkan data dan fakta.

Capres dan Caleg perlu menunjukkan raut muka sedih saat berkunjung ke rumah warga yang miskin. Wajah marah juga diperlukan ketika menyaksikan rakyat diperlakukan tidak adil.

Begitu pula pujian kandidat kepada masyarakat yang berprestasi merupakan bumbu dalam komunikasi persuasif. Tentu saja semua itu harus dilakukan dengan tulus, tanpa gimmick; bukan bagian dari proyek pencitraan.

Ragam Citra

Capres dan Caleg sesungguhnya sedang “menjual” diri dan partai pengusungnya. Setiap calon dalam dirinya melekat citra (image), positif maupun negatif, baik dan buruk, merakyat atau elitis. Citra positif akan menguntungkan kandidat. Citra negatif dapat membuat suara kandidat terpuruk.

Mengelola citra bukanlah pekerjaan mudah. Situasi negatif yang dirasakan orang lain kadang menjadi kendala. Meminjam pendapat Frank Jefkins (1995), empat situasi negatif perlu dicermati para kandidat.

Permusuhan, prasangka, ketidakpedulian, dan ketidaktahuan dari pemilih adalah faktor yang sering menjadi kendala dalam meraup suara. Upaya yang harus dilakukan tentu saja dengan menarik simpati, menumbuhkan penerimaan, membangkitkan minat, dan memberikan pengetahuan yang tepat kepada pemilih.

Mewujudkan upaya itu juga tidak gampang. Setiap kandidat memiliki ragam citra yang berbeda. Ada Capres atau Caleg yang memiliki citra bayangan (mirror image) yang begitu kuat. Padahal citra jenis ini tidak selalu tepat. Kandidat membayangkan dirinya selalu positif dan terlalu hebat dibandingkan kandidat lain.

Selain itu ada juga citra saat ini (current image) yang dimiliki para pemilih. Citra ini merupakan pandangan orang lain tentang kandidat. Biasanya ragam citra ini tidak memadai dan cenderung negatif. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi dari pemilih tentang sosok kandidat.

Oleh sebab itu diperlukan kampanye yang lebih informatif terkait profil kandidat. Diperlukan strategi komunikasi kampanye yang baik agar diperoleh citra yang diharapkan kandidat (wish image). Jangan sampai citra bayangan dan citra yang berlaku saat ini lebih dominan melekat pada diri kandidat.

Patut diwaspadai oleh para Capres dan Caleg adalah munculnya citra majemuk (multiple image). Citra ini dapat berkaitan dengan gambaran pemilih tentang partai pengusung, perilaku tim sukses, atau karena penampilan calon yang kurang meyakinkan.

Mengatasi citra majemuk, partai politik maupun para calon kadang melakukan upaya proyek pencitraan (imaging project). Hal-hal buruk yang berkaitan dengan partai maupun calon dipoles agar tampak lebih baik. Padahal pemolesan citra yang berlebihan justru akan menghasilkan pencitraan yang negatif.

Mendapatkan partai dan calon yang jujur apa adanya dalam Pemilu memang agak sulit. Semua berlomba membangun citra. Betapapun, pencitraan dalam jangka pendek akan membuat segalanya tak seindah warna aslinya. Dan dalam jangka panjang akan menghasilkan kekecewaan tak berkesudahan.[T]

Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik
Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?
Tags: komunikasi politikPemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merayakan Chairil, Membincangkan Sastra dalam Pekan Sastra Saraswati 2023

Next Post

Cerita Tokoh Bukan Fiksi: Dari Juru Parkir Sampai Petugas Air, dari Sopir Ambulance Sampai Petugas Perbaikan Penerang Jalan | Catatan Tatkala May May May 2023

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Cerita Tokoh Bukan Fiksi: Dari Juru Parkir Sampai Petugas Air, dari Sopir Ambulance Sampai Petugas Perbaikan Penerang Jalan | Catatan Tatkala May May May 2023

Cerita Tokoh Bukan Fiksi: Dari Juru Parkir Sampai Petugas Air, dari Sopir Ambulance Sampai Petugas Perbaikan Penerang Jalan | Catatan Tatkala May May May 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co