2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan

Chusmeru by Chusmeru
June 5, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

HAJATAN BESAR pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia akan segera dimulai. Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 menjadi momentum untuk memilih para pemimpin yang akan menentukan masa depan bangsa. Kampanye sebagai ajang pengenalan calon pemimpin menjadi tahapan Pemilu yang menarik perhatian.

Para pemilih akan disuguhkan kampanye yang tentu saja berbeda dari Pemilu-Pemilu sebelumnya. Bagi pemilih pemula, kampanye Pemilu kali ini akan menjadi momentum politik yang ditunggu. Apalagi Pemilu legislatif diwarnai dengan banyaknya partai politik (Parpol) yang mengusung artis dan selibritis sebagai calon wakil rakyat. Pemilu akan menjadi ajang pertarungan politik yang penuh hiburan.

Pemilu tahun 2024 nanti juga akan sangat berbeda dari Pemilu saat rezim Orde Baru berkuasa. Rakyat memiliki kebebasan untuk memilih tanpa intervensi dan intimidasi penguasa. Hal ini akan berpengaruh pada strategi kampanye yang lebih persuasif, tak lagi koersif.

Kampanye Pemilu untuk calon presiden (Capres) dan calon anggota legislatif (Caleg) boleh jadi akan diwarnai dengan tawaran visi dan misi. Namun tidak tertutup kemungkinan juga, kampanye akan menyuguhkan tebar pesona yang belum tentu mempesona. Juga tebar janji yang belum tentu ditepati.

Strategi kampanye menjadi penting, karena berkaitan dengan upaya persuasif untuk membujuk pemilih. Dan ini bukan pekerjaan mudah. Kesalahan dalam merancang strategi kampanye bukan malah mendapat simpati, tetapi justru antipati dari pemilih.

Strategi Persuasi

Persuasi pada hakikatnya merupakan kegiatan psikologis untuk mempengaruhi pendapat, sikap, dan tingkah laku seseorang. Persuasi dilakukan dengan pendekatan emosional, tidak menggunakan cara-cara paksaan, kekerasan, maupun teror.

Demikianlah selayaknya kampanye Pemilu. Para pemilih yang mendapatkan persuasi akan menerima apa yang disampaikan kandidat dengan senang, sukarela, tanpa keterpaksaan atau ketakutan. Kegiatan kampanye yang persuasif akan diawali dengan adanya atensi terhadap program kampanye, hingga aksi berupa mencoblos nomor kandidat.

Carl I Hovland, cs (1953) sudah lama merumuskan metode persuasi. Beberapa metode itu dapat digunakan untuk mencermati kemungkinan strategi kampanye Capres dan Caleg. Metode partisipasi akan banyak dilakukan para calon dalam kampanye.

Cara persuasi ini dengan mengikutsertakan banyak orang dalam suatu kegiatan untuk menumbuhkan perhatian. Panen bersama, lari pagi bersama, kerja bakti, dan joget bersama adalah metode persuasi dalam bentuk partisipasi.

Metode asosiasi merupakan persuasi dengan menyajikan gagasan dikaitkan dengan satu peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik. Jangan heran jika nanti ada Capres dan Caleg yang bicara tentang kemandirian dan ketahanan pangan sambil memberi bantuan kepada petani yang sawahnya terendam banjir.

Metode Pay off Idea kemungkinan besar akan digunakan oleh seluruh calon dalam Pemilu. Harapan dan janji merupakan bagian dari metode ini. Tak peduli apakah harapan dan jani saat kampanye akan dipenuhi.

Jika gagasan berpeluang untuk diwujudkan, maka janji sekadar pemanis saat kampanye. Nyatanya rakyat juga senang mendapatkan harapan dan janji. Seolah lupa, bahwa pada Pemilu sebelumnya janji itu juga pernah terucap oleh para kandidat.

Kandidat yang berjanji untuk memberantas korupsi, bisa saja jadi tersangka korupsi. Dan rakyat seolah tak peduli ketika kandidat mantan koruptor itu kembali tampil dalam panggung Pemilu.

Bahkan kadang janji itu tak terkait dengan upaya membangun bangsa dan negara ke depan. Pemilu masih lama digelar, namun salah satu Ketua Umum Parpol menyatakan, jika ia menjadi Presiden, konser Coldplay akan digratiskan.

Icing Device dalam kampanye digunakan untuk menghias tampilan kandidat ketika bertemu dengan rakyat. Metode ini dilakukan untuk membangkitkan emosi khalayak. Komunikasi persuasi kadang tidak cukup hanya dengan menampilkan data dan fakta.

Capres dan Caleg perlu menunjukkan raut muka sedih saat berkunjung ke rumah warga yang miskin. Wajah marah juga diperlukan ketika menyaksikan rakyat diperlakukan tidak adil.

Begitu pula pujian kandidat kepada masyarakat yang berprestasi merupakan bumbu dalam komunikasi persuasif. Tentu saja semua itu harus dilakukan dengan tulus, tanpa gimmick; bukan bagian dari proyek pencitraan.

Ragam Citra

Capres dan Caleg sesungguhnya sedang “menjual” diri dan partai pengusungnya. Setiap calon dalam dirinya melekat citra (image), positif maupun negatif, baik dan buruk, merakyat atau elitis. Citra positif akan menguntungkan kandidat. Citra negatif dapat membuat suara kandidat terpuruk.

Mengelola citra bukanlah pekerjaan mudah. Situasi negatif yang dirasakan orang lain kadang menjadi kendala. Meminjam pendapat Frank Jefkins (1995), empat situasi negatif perlu dicermati para kandidat.

Permusuhan, prasangka, ketidakpedulian, dan ketidaktahuan dari pemilih adalah faktor yang sering menjadi kendala dalam meraup suara. Upaya yang harus dilakukan tentu saja dengan menarik simpati, menumbuhkan penerimaan, membangkitkan minat, dan memberikan pengetahuan yang tepat kepada pemilih.

Mewujudkan upaya itu juga tidak gampang. Setiap kandidat memiliki ragam citra yang berbeda. Ada Capres atau Caleg yang memiliki citra bayangan (mirror image) yang begitu kuat. Padahal citra jenis ini tidak selalu tepat. Kandidat membayangkan dirinya selalu positif dan terlalu hebat dibandingkan kandidat lain.

Selain itu ada juga citra saat ini (current image) yang dimiliki para pemilih. Citra ini merupakan pandangan orang lain tentang kandidat. Biasanya ragam citra ini tidak memadai dan cenderung negatif. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi dari pemilih tentang sosok kandidat.

Oleh sebab itu diperlukan kampanye yang lebih informatif terkait profil kandidat. Diperlukan strategi komunikasi kampanye yang baik agar diperoleh citra yang diharapkan kandidat (wish image). Jangan sampai citra bayangan dan citra yang berlaku saat ini lebih dominan melekat pada diri kandidat.

Patut diwaspadai oleh para Capres dan Caleg adalah munculnya citra majemuk (multiple image). Citra ini dapat berkaitan dengan gambaran pemilih tentang partai pengusung, perilaku tim sukses, atau karena penampilan calon yang kurang meyakinkan.

Mengatasi citra majemuk, partai politik maupun para calon kadang melakukan upaya proyek pencitraan (imaging project). Hal-hal buruk yang berkaitan dengan partai maupun calon dipoles agar tampak lebih baik. Padahal pemolesan citra yang berlebihan justru akan menghasilkan pencitraan yang negatif.

Mendapatkan partai dan calon yang jujur apa adanya dalam Pemilu memang agak sulit. Semua berlomba membangun citra. Betapapun, pencitraan dalam jangka pendek akan membuat segalanya tak seindah warna aslinya. Dan dalam jangka panjang akan menghasilkan kekecewaan tak berkesudahan.[T]

Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik
Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?
Tags: komunikasi politikPemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merayakan Chairil, Membincangkan Sastra dalam Pekan Sastra Saraswati 2023

Next Post

Cerita Tokoh Bukan Fiksi: Dari Juru Parkir Sampai Petugas Air, dari Sopir Ambulance Sampai Petugas Perbaikan Penerang Jalan | Catatan Tatkala May May May 2023

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Tokoh Bukan Fiksi: Dari Juru Parkir Sampai Petugas Air, dari Sopir Ambulance Sampai Petugas Perbaikan Penerang Jalan | Catatan Tatkala May May May 2023

Cerita Tokoh Bukan Fiksi: Dari Juru Parkir Sampai Petugas Air, dari Sopir Ambulance Sampai Petugas Perbaikan Penerang Jalan | Catatan Tatkala May May May 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co