12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan

Chusmeru by Chusmeru
June 5, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

HAJATAN BESAR pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia akan segera dimulai. Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 menjadi momentum untuk memilih para pemimpin yang akan menentukan masa depan bangsa. Kampanye sebagai ajang pengenalan calon pemimpin menjadi tahapan Pemilu yang menarik perhatian.

Para pemilih akan disuguhkan kampanye yang tentu saja berbeda dari Pemilu-Pemilu sebelumnya. Bagi pemilih pemula, kampanye Pemilu kali ini akan menjadi momentum politik yang ditunggu. Apalagi Pemilu legislatif diwarnai dengan banyaknya partai politik (Parpol) yang mengusung artis dan selibritis sebagai calon wakil rakyat. Pemilu akan menjadi ajang pertarungan politik yang penuh hiburan.

Pemilu tahun 2024 nanti juga akan sangat berbeda dari Pemilu saat rezim Orde Baru berkuasa. Rakyat memiliki kebebasan untuk memilih tanpa intervensi dan intimidasi penguasa. Hal ini akan berpengaruh pada strategi kampanye yang lebih persuasif, tak lagi koersif.

Kampanye Pemilu untuk calon presiden (Capres) dan calon anggota legislatif (Caleg) boleh jadi akan diwarnai dengan tawaran visi dan misi. Namun tidak tertutup kemungkinan juga, kampanye akan menyuguhkan tebar pesona yang belum tentu mempesona. Juga tebar janji yang belum tentu ditepati.

Strategi kampanye menjadi penting, karena berkaitan dengan upaya persuasif untuk membujuk pemilih. Dan ini bukan pekerjaan mudah. Kesalahan dalam merancang strategi kampanye bukan malah mendapat simpati, tetapi justru antipati dari pemilih.

Strategi Persuasi

Persuasi pada hakikatnya merupakan kegiatan psikologis untuk mempengaruhi pendapat, sikap, dan tingkah laku seseorang. Persuasi dilakukan dengan pendekatan emosional, tidak menggunakan cara-cara paksaan, kekerasan, maupun teror.

Demikianlah selayaknya kampanye Pemilu. Para pemilih yang mendapatkan persuasi akan menerima apa yang disampaikan kandidat dengan senang, sukarela, tanpa keterpaksaan atau ketakutan. Kegiatan kampanye yang persuasif akan diawali dengan adanya atensi terhadap program kampanye, hingga aksi berupa mencoblos nomor kandidat.

Carl I Hovland, cs (1953) sudah lama merumuskan metode persuasi. Beberapa metode itu dapat digunakan untuk mencermati kemungkinan strategi kampanye Capres dan Caleg. Metode partisipasi akan banyak dilakukan para calon dalam kampanye.

Cara persuasi ini dengan mengikutsertakan banyak orang dalam suatu kegiatan untuk menumbuhkan perhatian. Panen bersama, lari pagi bersama, kerja bakti, dan joget bersama adalah metode persuasi dalam bentuk partisipasi.

Metode asosiasi merupakan persuasi dengan menyajikan gagasan dikaitkan dengan satu peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik. Jangan heran jika nanti ada Capres dan Caleg yang bicara tentang kemandirian dan ketahanan pangan sambil memberi bantuan kepada petani yang sawahnya terendam banjir.

Metode Pay off Idea kemungkinan besar akan digunakan oleh seluruh calon dalam Pemilu. Harapan dan janji merupakan bagian dari metode ini. Tak peduli apakah harapan dan jani saat kampanye akan dipenuhi.

Jika gagasan berpeluang untuk diwujudkan, maka janji sekadar pemanis saat kampanye. Nyatanya rakyat juga senang mendapatkan harapan dan janji. Seolah lupa, bahwa pada Pemilu sebelumnya janji itu juga pernah terucap oleh para kandidat.

Kandidat yang berjanji untuk memberantas korupsi, bisa saja jadi tersangka korupsi. Dan rakyat seolah tak peduli ketika kandidat mantan koruptor itu kembali tampil dalam panggung Pemilu.

Bahkan kadang janji itu tak terkait dengan upaya membangun bangsa dan negara ke depan. Pemilu masih lama digelar, namun salah satu Ketua Umum Parpol menyatakan, jika ia menjadi Presiden, konser Coldplay akan digratiskan.

Icing Device dalam kampanye digunakan untuk menghias tampilan kandidat ketika bertemu dengan rakyat. Metode ini dilakukan untuk membangkitkan emosi khalayak. Komunikasi persuasi kadang tidak cukup hanya dengan menampilkan data dan fakta.

Capres dan Caleg perlu menunjukkan raut muka sedih saat berkunjung ke rumah warga yang miskin. Wajah marah juga diperlukan ketika menyaksikan rakyat diperlakukan tidak adil.

Begitu pula pujian kandidat kepada masyarakat yang berprestasi merupakan bumbu dalam komunikasi persuasif. Tentu saja semua itu harus dilakukan dengan tulus, tanpa gimmick; bukan bagian dari proyek pencitraan.

Ragam Citra

Capres dan Caleg sesungguhnya sedang “menjual” diri dan partai pengusungnya. Setiap calon dalam dirinya melekat citra (image), positif maupun negatif, baik dan buruk, merakyat atau elitis. Citra positif akan menguntungkan kandidat. Citra negatif dapat membuat suara kandidat terpuruk.

Mengelola citra bukanlah pekerjaan mudah. Situasi negatif yang dirasakan orang lain kadang menjadi kendala. Meminjam pendapat Frank Jefkins (1995), empat situasi negatif perlu dicermati para kandidat.

Permusuhan, prasangka, ketidakpedulian, dan ketidaktahuan dari pemilih adalah faktor yang sering menjadi kendala dalam meraup suara. Upaya yang harus dilakukan tentu saja dengan menarik simpati, menumbuhkan penerimaan, membangkitkan minat, dan memberikan pengetahuan yang tepat kepada pemilih.

Mewujudkan upaya itu juga tidak gampang. Setiap kandidat memiliki ragam citra yang berbeda. Ada Capres atau Caleg yang memiliki citra bayangan (mirror image) yang begitu kuat. Padahal citra jenis ini tidak selalu tepat. Kandidat membayangkan dirinya selalu positif dan terlalu hebat dibandingkan kandidat lain.

Selain itu ada juga citra saat ini (current image) yang dimiliki para pemilih. Citra ini merupakan pandangan orang lain tentang kandidat. Biasanya ragam citra ini tidak memadai dan cenderung negatif. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi dari pemilih tentang sosok kandidat.

Oleh sebab itu diperlukan kampanye yang lebih informatif terkait profil kandidat. Diperlukan strategi komunikasi kampanye yang baik agar diperoleh citra yang diharapkan kandidat (wish image). Jangan sampai citra bayangan dan citra yang berlaku saat ini lebih dominan melekat pada diri kandidat.

Patut diwaspadai oleh para Capres dan Caleg adalah munculnya citra majemuk (multiple image). Citra ini dapat berkaitan dengan gambaran pemilih tentang partai pengusung, perilaku tim sukses, atau karena penampilan calon yang kurang meyakinkan.

Mengatasi citra majemuk, partai politik maupun para calon kadang melakukan upaya proyek pencitraan (imaging project). Hal-hal buruk yang berkaitan dengan partai maupun calon dipoles agar tampak lebih baik. Padahal pemolesan citra yang berlebihan justru akan menghasilkan pencitraan yang negatif.

Mendapatkan partai dan calon yang jujur apa adanya dalam Pemilu memang agak sulit. Semua berlomba membangun citra. Betapapun, pencitraan dalam jangka pendek akan membuat segalanya tak seindah warna aslinya. Dan dalam jangka panjang akan menghasilkan kekecewaan tak berkesudahan.[T]

Artis Nyaleg: Bentuk Nyata Pragmatisme Partai Politik
Kerabat Pejabat Menuju Gelanggang Politik
Ganjar Sah Bakal Calon Presiden : Siapa King Maker-nya? Megawati atau Jokowi?
Tags: komunikasi politikPemilu 2024PilpresPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merayakan Chairil, Membincangkan Sastra dalam Pekan Sastra Saraswati 2023

Next Post

Cerita Tokoh Bukan Fiksi: Dari Juru Parkir Sampai Petugas Air, dari Sopir Ambulance Sampai Petugas Perbaikan Penerang Jalan | Catatan Tatkala May May May 2023

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Cerita Tokoh Bukan Fiksi: Dari Juru Parkir Sampai Petugas Air, dari Sopir Ambulance Sampai Petugas Perbaikan Penerang Jalan | Catatan Tatkala May May May 2023

Cerita Tokoh Bukan Fiksi: Dari Juru Parkir Sampai Petugas Air, dari Sopir Ambulance Sampai Petugas Perbaikan Penerang Jalan | Catatan Tatkala May May May 2023

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co